No

No
Episode 19



Papa dan Mama Dian mencari informasi mengenai keluarga Gisel. Mereka dengan uangnya sangat gampang menemukan orang tua Gisel. Yang paing gampang ditemui adalah ibu Gisel. Mereka janjian bertemu di restaurant.


 


 


Papa : permisi ,


Ibu Gisel : iya?


Papa : anda ibu Gisel?


Ibu Gisel : oh iya, kalian yang ingin bertemu dengan saya?


Mama : iya kami ingin bicara serius dengan anda


Papa : maaf kami hanya mau menanyakan suatu hal


Ibu Gisel : apa yang bisa saya bantu?


Mama : jangan khawatir kami akan bayar berapa pun asal anda jujur menjawab kami.


Ibu Gisel : baik, pertanyaan apa itu?


Papa : anak siapa Gisel itu?


Ibu Gisel : dia hanya anak pungut bukan anak saya


Mama : dimana kamu dapatin dia?


Ibu Gisel : anak saya yang cowok masih kecil membawa bayi kecil dia bilang menemukan dijalan, lalu suami saya mau mengurusnya karena dia sangat menginginkan bayi perempuan. Kami memelihara bagaikan anak kita sendiri tapi saya ada masalah keuangan dengan suami saya dan mulai tidak peduli dengan mereka berdua


Mama : apa bayi perempuan itu menggunakan kalung?


Ibu Gisel : iya, awal nya saya mau buang tapi anak saya yang cowok ingin memakainya, kalung itu sepertinya sangat mahal karena saya pernah mau jual dibilang itu buatan sendiri dan desain sendiri lalu anak saya yang cowok gak ngasik jual


Mama : astaga pa ….


Papa : apa pakaian pertama bayi itu?


Ibu Gisel : dia menggunakan baju pink dengan kombinasi ungu di lengannya, sepertinya bajunya pun mahal , dia juga menggunakan anting bayi berhuruf C


Papa : Ma itu anak kita ma


Mama : iya pa, ini benar - benar anak kita


Ibu Gisel : (bingung) sebenarnya ada apa ya?


Papa : anak mu mengambil bayi kami dulu, dan semua ciri - ciri itu adalah milik bayi kami Chelsea


Ibu Gisel : maaf saya harus pergi


Mama : tunggu, saya akan bayar anda berapa pun asal anak itu kembai dengan kami


Ibu Gisel : maaf suami saya sangat menyayanginya , saya juga tapi saya terpaksa meninggalkan nya karena ekonomi


Papa : kami akan bayar berapa pun


Ibu Gisel : saya gak tau Gisel dimana, saya tidak perlu di bayar karena saya sangat menyayanginya, saya tidak bisa terima uang kalian, saya hanya minta biarkan Gisel tetap menganggap saya ibu nya walau saya meninggalkannya, saya sudah membesarkan dengan tangan saya, saya bekerja keras untuk sekolahnya, jadi saya tidak bisa melepaskan dia juga. Setiap hari sepulang sekolah dia saya melihatnya dari kejauhan melihat dia dekat dengan lelaki sehingga dia menjadi rebutan saya tahu, tapi saya malu mendekati nya.


Mama : saya tidak masalah jika ibu masih ingin mencari gisel, tapi saya mau ubah datanya dan semuanya kembali menjadi anak kami.


Ibu Gisel : baik lah , ini anting Gisel saya selalu bawa di dompet saya (menyerahkan anting Gisel)


Mama : pa anak kita Pa, sekian tahun baru ketemu , ya tuhan terima kasih kau masih mau mempertemukan kami.


Papa : ya ma , mari kita jemput dia sekarang


Mama : iya pa


Ibu Gisel : tunggu, tolong kalian jangan buru - buru , dia sangat lemah setiap dia shock maka dia akan pingsan itu sudah dia jalani dari kecil, cobalah pendekatan dulu agar dia tidak kaget


Mama : pa , apa ini kenpa dia ada sakit itu?


Papa : maaf bu itu penyakit sama dengan nenek nya , kami mengerti jika seperti itu


Ibu Gisel : terima kasih, saya permisi


Papa : baik Bu terima kasih


 


 


Papa dan mama Gisel kandung memahami sakit Gisel, dia jika terlalu shock bisa meninggal. Mereka memutuskan untuk pendekatan. Namun mereka ada urusan bisnis di luar negri jadi mereka memutuskan untuk mulau dengan Gisel setelah urusan mereka kelar disana. Mereka akan ke luar negri saat ini juga.


 


 


Di sekolah mereka …


Kevin : gi setelah lulus kamu mau kuliah dimana?


Gisel : entahlah aku masih bingung, aku ingin kerja, aku gak sanggup biaya


Kevin : (mencium bibir Gisel) jangan gtu dong Gi, aku akan membiayai mu, plis jangan nolak


Gisel : gak bisa gtu dong vin


Kevin : kamu kerja jadi model ku, trus aku yang biayain kuliah mu, gimana?


 


 


Mereka berdua deal dan akan segera tamat dan mencari kuliah baru. Agus hanya terus memandangi Gisel dari kejauhan, dia berharap Gisel akan menemukan orang tua kandung nya. Karena itu akan membantu Gisel lebih bahagia. Agus sedih melihat Gisel senang dengan Kevin dan bermesra cuma dia harus ikhlas ini semua gara - gara dirinya.


 


 


Gisel dan Kevin selalu sekamar tidur , mereka belum pisah karena sudah terbiasa bersama tidur cuma mereka tidak melakukan hubungan apa pun. Mereka belum menentukan status mereka berdua.


 


 


Hari kelulusan …


Gisel dan Kevin lulus mereka sudah mendaftar di kampus yang sama dengan jurusan sama. Mereka pun sudah keterima sekelas bersama. Mereka sangat bahagia karena lulus. Gisel meraih nilai tertinggi di sekolah. Agus datang untuk memberikan selamat pada Gisel dan memberikan hadiah yaitu foto orang tua kandungnya dan foto bayi nya. Agus langsung pergi sebelum Gisel membuka kado yang di berikan Agus. gisel sudah tidak terlalu perduli dan cuek saja.


 


 


Agus pergi ikut dengan Bapak nya ke luar kota dan menetap di suatu kota kecil bersama Bapak nya. Sesampai di rumah Gisel ingat ada kado dari Agus. Gisel membukanya dan kaget kenapa isinya orang tuanya Dian.


 


 


Kevin : apa itu Gi?


Gisel : entahlah Agus aneh ngasik kado kayak gini


Kevin : maksud dia apa ya?


Gisel : aku juga gak tau


Kevin : tanya dia yuks,


Gisel : tanya kemana?


Kevin : kerumahnya


Gisel : oke


 


 


Mereka berdua pergi kerumah Agus, namun rumah Agus tertulis dijual dan kevin bertanya pada orang sekitar. Mereka mengatakan bahwa Agus dan Bapak nya pindah keluar kota baru saja berangkat ke Bandara. Gisel dan Kevin segera menyusul ke Bandara namun pesawat yang di naiki Agus sudah terbang. Gisel menyesal tidak bisa ucapkan selmat tinggal.


 


 


Kevin dan Gisel kembali kerumah. Kevin meminta Gisel melupakan semuanya.


 


 


Kevin : gi,


Gisel : iya vin?


Kevin : agus sudah pergi dan gak kembali lagi, apa kamu masih mengharapkan Agus?


Gisel : tidak Gus, aku sudah melupakan Agus walau dia cinta pertama ku


Kevin : lalu, apa kita gak bisa bersama?


Gisel : maksud mu?


Kevin : kapan kamu bisa terima aku?


Gisel : aku akan berikan hadiah kelulusan nya sekarang


Kevin : hadiah apa?


Gisel : (membisikkan sesuatu di kuping Kevin) Aku mau jadi pacar mu (mencium pipi Kevin dan lari)


Kevin : (sangat senang dan mengejar Gisel) love you sayang … (mendapatkan Gisel dan memeluknya)


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***