No

No
Episode 52



Hay semua, sebelum kalian baca novel selanjutnya baca ini dulu ya.


Author ingin tahu seberapa kalian suka dengan kisah Perjuangan Cinta, mohon saran juga jika kalian ada ide untuk jalur cerita mereka ya. Bram merupakan orang yang baik tapi demi ibu nya yang sakit dia perlu uang banyak jadi harus mendapatkan seseorang yang kaya dan hartanya direbut, namun setelah beretmu Gisel dia memiliki keinganan untuk mendapatkan cinta Gisel sedangkan Kevin merupakan seseorang yang jika sudah cinta tidak akan bisa berpaling. Mohon dong untuk kasik saran yang bisa membuat jalur ceritanya lebih baik ya.


Author tunggu semua saran kalian.


Kevin melihat semua yang dilakukan oleh orang jahat itu, Kevin hanya berpura - pura diam, kareena jika dia memberitahu Gisel pasti dia tidak percaya. Kevin tertidur dan Bram juga tertidur di sofa.


*** Keesokan Pagi nya ***


Gisel pagi - pagi sudah bangun dan mengelap badan Kevin, Bram masih tertidur, Kevin pun bangun.


Kevin “Gi …”


Gisel yang kaget dan senang “sayang?? Kamu sudah sadar sayang??”


Kevin “iya sayang (melihat Bram) sayang kenapa dia disini?”


Gisel “kamu jangan salah paham ya sayang, manager kita baik kok, dia ikut jagain kamu semaleman”


Kevin yang ingat kelakuan bram semalam “ya sayang semoga yang kamu pikirkan benar”


Gisel “iya sekarang kamu gimana?”


Kevin “aku sudah baikan, kita pulang aja ya?”


Gisel “iya ini masih jam 6 pagi, dokter jam 8 baru dateng, tunggu ya”


Kevin “iya sayang”


Bram bangun dari tidur nya.


Bram “pagi Gi” menoleh kaget Kevin bangun


Gisel “pagi Bram”


Bram “Bapak sudah sadar?” menghampiri Kevin


Kevin “iya sekarang kamu balik saja” dengan cetus


Gisel “sayang jangan gitu dong”


Kevin “iya”


Gisel “Bram kamu bisa kembali pulang”


Bram “baik Bu, saya pamit dulu, mari Bu Pak”


Kevin “iya”


Gisel “iya, hati - hati ya”


Bram “baik Bu”


Bram keluar dari kamar Kevin, dan Indra juga sudah datang yang kaget melihat Bram. Bram senyum ke Indra dengan senyuman sinis. Indra yang kesal dengan Bram ingin segera balas dendam.


Gisel “Ndra masuk”


Indra masuk “pagi Gi, pagi Vin”


Kevin “pagi ndra, ndra ntar kamu bawa mobil ku ya, aku mau pulang sama Gisel”


Indra “siippp”


Tok … tok …


Gisel “masuk”


Justin “pagi semua???”


Gisel “justin?” merasa senang


Kevin “hay bro”


Justin “ah lo vin sengat setrum pingsan”


Kevin “gue juga gak tau kenapa pingsan” duduk di kasur


Gisel “kalian ngobrol dulu aku mau tanya suster apakah Kevin bisa pulang ya”


Indra “aku ikut ya”


Kevin “ya kalian berdua pergi gih”


Gisel “iya sayang” mencium kening Kevin


Justin “hhmmm dunia milik berdua yeee”


Kevin “jangan iri”


Gisel dan Indra langsung pergi. Justin dan Kevin membahas Bram yang semalam disini dan sudah mulai akrab dengan Gisel. Justin bingung bagaimana caranya manusia kayak dia bisa gampang akrab dengan Gisel yang susah adaptasi dengan cowok lain.


Kevin “kita harus punya rencana Tin”


Justin “iya gue tau, tapi gak bisa gegabah lagi”


Kevin “iya sih”


Justin “udah jangan pikirin itu dulu, ngomong - ngomong kapan Gisel ke Tokyo?”


Kevin “hari ini” dengan nada sedih


Kevin “serius”


Justin “serius, gue banyak ide”


Gisel pun datang dengan Indra.


Gisel “sayang kita siap - siap pulang ya, kita sudah boleh pulang”


Kevin “oke sayang”


Mereka prepare pulang, indra dan justin pulang duluan dan janjian bertemu di rumah Gisel. Sedangkan Gisel dan Kevin pulang bersama.


*** Di Rumah Gisel ***


Mama Papa Gisel tiba - tiba balik dan sudah di rumah tanpa pemberitahuan. Mama Papa Gisel sudah bertemu dengan Ibu dan Bapak, mereka kaget mendengar Kevin masuk rumah sakit karena tersetrum dan Mama Papa Gisel kembali untuk membantu Gisel mengurus perusahaan saat Gisel ke Jepang. Mereka juga sudah belikan tiket untuk Kevin ikut bersama Gisel. Mama Papa Gisel bermain dengan cucu mereka. Gisel atau Kevin tidak mengetahui jika Mama Papa kembali ke Indonesia.


Gisel, Kevin, Indra dan Justin sudah sampai rumah Gisel. Kevin sudah bisa seperti biasa, Gisel masuk kerumah dan tiba - tiba disambut mama papa. Gisel sangat bahagia ada orang tuanya.


Gisel “Mama Papa” lari memeluk mereka


Mama “iya sayang jangan sedih gitu dong?” memeluk Gisel


Papa “sayang kamu pasti kangen berat ya?”


Gisel “mama papa kenapa gak bilang balik indo?”


Mama “ya kejutan dong buat anak mama”


Kevin “ma pa selamat datang di indo”


Papa “sini Kevin papa peluk kamu” mereka memeluk Kevin juga


Mama “Gi katanya sekarang kamu ke Tokyo?”


Gisel “iya Ma”


Papa “kevin kamu ikut ya?”


Kevin “tapi kantor Pa”


Papa “jangan pikirkan kantor, ada papa disini”


Mama “benar, mama juga mau ke universitas lama mama gak kesana”


Kevin “baik pa, saya beli tiket dulu”


Papa “jangan, papa sudah siapakan, anggap saja kalian bulan madu”


Kevin “makasih banyak pa”


Papa “iya nak”


Mama “gi kenapa senyum sendiri” melihat Gisel seperti bahagia


Gisel “makasih banyak Ma Pa, akhirnya Kevin ikut”


Kevin “kalau gitu kita siap - siap ya Pa Ma”


Papa “iya, Papa mau ke kantor juga”


Kevin dan Gisel sangat bahagia dan siap - siap untuk pergi bersama. Semua urusan perusahaan sudah Mama Papa Gisel yang handel. Justin dan Indra turut bahagia mereka bisa pergi bersama. Indra dan Justin kembali pulang karena merasa Gisel sudah aman.


Kevin “Gi aku bersyukur akhirnya apa yang aku takutkan tidak terjadi sayang”


Gisel “aku sangat bahagia kamu bisa ikut, aku gak bisa jauh dari kamu sayang”


Kevin “yah anggap kita liburan sayang”


Gisel “iya sayang”


*** Airport ***


Bram sudah menunggu Gisel, Gisel dan Kevin datang, Bram megira Kevin hanya mengantar saja, namun ternyata ikut ke Tokyo, Bram sangat kesal namun dia tidak ingin Gisel melihat kekesalan nya. Dia ingin Gisel percaya dan menganggap Bram baik.


Gisel “hay Bram”


Kevin “hay bram”


Bram “iya Pak Bu”


Kevin “kita seumuran panggil aja Kevin hanya kita saja”


Bram “baik Vin”


Gisel “Kevin ikut ya Bram”


Bram “iya Gi”


Mereka bertiga masuk pesawat, tempat duduk mereka terpisah Kevin duduk di depan sedangkan Bram dan Gisel duduk bersebelahan. Kevin kesal tapi dia sudah bisa bersyukur karena bisa ikut. Perjalanan lumayan lama, Gisel ketiduran sedangkan Bram memanfaatkan itu untuk membuat Kevin panas. Kevin yang kesal melihat Bram begitu memanfaatkan kesempatan. Mereka pun sampai di airport Tokyo. Mereka sudah dijemput oleh orang Mr Miyokha dan langsung ke hotel. Kevin dan Gisel satu kamar, sedangkan Bram sendiri. Selain itu Papa Gisel menyiapkan mobil pribadi untuk mereka selama disana, mereka pun akan pindah mulai besok menginap di rumah pribadi keluarga Charles.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.