
Gisel masuk keruang tamu, Gisel membersihkan rumah. Merasa lega bisa bebas dari rumah Agus. Saat Gisel masuk kamar, ada sepucuk surat. Dengan tulisan,
Untuk :
Anak ku tersayang gisel
Dari :
Bapak mu
Nak, kamu pasti lagi kesekolah, belajar lah yang samangat dan tekun nak, kelak kamu akan jadi orang berguna. Bapak nelpon kamu tadi pagi tapi tidak aktif, mungkin kamu sudah di kelas. Itu tidak masalah, Bapak hanya mau bilang, kamu jangan nungguin Ibu mu pulang, ibu mu kabur dengan lelaki lainnya yang kaya, Dia meninggalkam kita yang miskin nak. Kamu jangan sedih kita bisa hidup tanpanya nak.
Nak ini ada uang sebesar 2000.000 pergilah kamu dari rumah ini, Rumah ini sudah disita oleh rentenir sayang. Kamu cari kontrakan kecil , nanti Bapak akan menyusul mencari mu. Percaya tuhan akan selalu bersama kita. Sekolah mu akan Bapak bayar setelah mendapatkan pekerjaan baru, makan lah yang sehat , tidurlah yang nyenyak nak, cari lah tempat aman untuk mu, sekitar 6 bulan lagi Bapak akan membali dan kita akan berkumpul lagi nak.
Salam
Anak Bapal tersayang
Gisel
Gisel sangat terpukul, kini Gisel sebatang kara tidak memiliki siapa - siapa, Bapak dan ibu nya meninggalkan Gisel sendiri. Gisel sangat putus asa, keluarga Gisel hancur tidak ada lagi yang bisa bersama nya, rumah yang penuh kenangan kini akan menghilang. Gisel menangis sejadi jadinya, Gisel marah , Gisel memukul diri nya sendiri, kenapa Gisel harus lahir jika di kehidupan nya tidak ada ke bahagian sedikit pun. Gisel merasa saat ini hidup Gisel tidak ada artinya. Gisel sangat kecewa dengan kehidupan Gisel. Kini Gisel harus bagaimana? hanya itu yang terlintas dalam otak nya. Gisel terdiam sangat lama.
*** Gisel ***
Hp ku berbunyi, agus menelpon.
Aku mengangkatnya tanpa suara.
Agus "Gi kamu sudah tidur nyenyak ya?" tanya nya
Gisel tidak bersuara
Agus "kamu kok diem gak ngomong, kamu masih marah? Jangan marah ya Gi, kalau kamu marah aku akan kesana ... aku kesana membawa mu kesini, dan kita bisa seharian bersama Gi ..."
Aku langsung matikan telpon nya. Agus bbm mengirim Foto minta maaf dengan bunga mawar merah ditangannya. Saat itu aku berpikir, aku tidak boleh menyerah, aku harus pergi dari sini sebelum rentenir itu datang.
Aku bergegas merapikan semua barang ku dengan koper dan tas ransel. Semua tabungan pun aku bawa. Aku berjalan membawa tas banyak.
Tak lama Gisel berjalan , ada teman smp nya yang bernama Serli.
Serli melihat Gisel berjalan "Gi ..." menghentikan mobilnya
Gise kaget "Serli ...???"
Serli melihat Gisel dengan banyak barang "kamu mau kemana bawa barang banyak banget?"
Gisel bingung mau bilang apa "ceritanya panjang ser, aku harus pergi dulu ..." melanjutkan perjalanan
Serli menghentikan Gisel "naik ke mobil ku , di mobil ku aja ngomong, udah mulai gelap nie"
"oke deh" Gisel tak banyak berpikir, Gisel hanya ingin cepat pergi mencari tempat kontrakan
Gisel masuk kedalam mobil Serli. Gisel diajak kerumahnya. Kebetulan dirumahnya tidak ada siapa, hanya Serli dengan pembantunya.
Serli "Gi mau minum apa?" menawarkan minum
"air putih aja ser" jawab Gisel
Serli "oke, oya candra sama putri mau kesini lo hari ini, pas banget kan kita bisa kumpul berempat gi?"
Gisel " iya ser "
Gisel tak banyak bicara, Gisel masih beban dengan keadaan keluarga nya yang telah hancur ini. Mereka pun akhirnya tiba dan masuk ke kamar Serli.
Candra dan putri "Gi kamu disini?" kaget melihat Gisel
Gisel "iya" dengan jawaban singkatnya
Serli "uhh nie anak tadi bawa barang banyak banget entah dia mau kemana tu" memberitahu teman nya yang lain
Candra kaget "kamu mau kemana Gi? kamu diusir Bapak mu?"
Putri dengan santai "ah palingan Gi lagi kabur dari rumahnya"
Serli menghentikan teman - temannya "ssstttt udah jangan di candain, kayaknya dia lagi stres tu, dari tadi diem aja"
Putri "ya udah deh Gi , kita gak godain kamu, tapi cerita dong kamu kenapa sih?" penasaran dengan keadaan Gisel
Gisel "kalian ada yg tau kontrakan aman dan murah gak?"
(ditengah pembicaraan Agus nelpon)
Serli melihat hp Gisel berbunyi "hhmmm yg punya pacar baru di telponin tu ..."
Candra "eh liat tu hp Gi baru, kayaknya agus nie ngasik hadiah"
Putri "angkat dong Gi ..."
Gisel pun mengangkat telpon Agus
Halo???
Agus "Gi kamu dimana? kenapa rumah mu ada tulisan di sita Gi? kamu dimana?"
Aku kaget dia sudah kerumah ku, aku bergegas matikan telpon dan hp pun aku matikan. Semua sahabat ku baru mengerti jika aku sedang dalam masalah.
Serli "rumah mu di sita?" menebak
Candra mulai tahu "Gi ortu mana Gi?"
Putri "jangan bilang kamu kabur karena ada penyitaan Gi?"
Gisel "teman teman kalian mau kan diem dan tidak menceritakan ke siapa pun?"
Serli, Candra, putri dengan kompak "iya gi cerita dong ama kita, kita udah dari sd, smp temanan Gi, kita smeua tau kamu Gi ..."
Akhirnya Gisel menceritakan semuanya dari kejadian Agus kerumah Gisel sampai Gisel ditahan olehnya dan semua tentang keluarga Gisel. Gisel menceritakan dengan menangis sejadi jadinya karena Gisel merasa sangat terpukul dengan keadaan sekarang.
Candra "Gi deket rumah ibu ku ada kontrakan aman dan murah banget tapi agak kumuh, apa kamu mau Gi?"
Gisel "aku mau can, asalkan aku tidak kehujanan can"
Serli "iya Gi kamu disini dulu, besok kita kesana, besok kita kan juga libur hari minggu Gi"
Putri "ya Gi ... oya gimana kalau kita semua menginap disni?"
Candra "aku setuju, aku telpon ortu ku ya ..."
Akhirnya semua tidur dirumah Serli, dengan adanya mereka Gisel sedikit lega.
Serli "Gi , agus gak kamu kasik tau keadaan mu?"
Putri "jangan Gi , cowok kayak gtu"
Gisel "aku mohkn sama kalian jangan ada yg info aku dimana ya"
Semua sepakat tidak akan ada info ke Agus. Serli menawarkan pekerjaan pada Gisel. Dia punya paman yang memiliki studio foto model sekaligus managementnya. Menurut Serli, Gisrl cocok jadi model karena menurutnya Gisrl menarik, cantik, memiliki bodi ideal. Gisel pun setuju untuk mencobanya.
Keesokan hari nya Gisel pun mendapatkan tempat tinggal baru, Gisel pun langsung diajak Serli ketempat pamannya. disana pamannya akan coba apakah Gisel cocok menjadi model atau tidak.
Akhirnya senin, Gisel pun sekolah pagi hari nya. Gise melihat Agus depan gerbang sekolah , namun dia dalam mobil, Gisel sembunyi dan masuk ke sekolah. Siang pun saat mau pulang Gisel lebih awal agar tidak ketemu agus.
Seminggu Gisel sudah berhasil menghindar dari Agus. Semua teman nya bilang Gisel pindah sekolah, dia pun percaya karena rumah disita, Gisel ganti no , dan Gisel tidak pernah bertemu dengannya.
3 bulan kemudian
*** Gisel ***
Orang tua ku tidak ada yang memberikan aku kabar, aku sudah tidak memiliki uang. aku berusaha mencari uang dengan menjual bunga dari kertas, Aku membayar kontrakan dam untuk makan sehari hari menggunakan uang hasil bunga tersebut.
Sesaat aku ingat dengan Agus. candra masih berpacaran dengan Yogi. candra sering cerita jika agus sekarang lebih pendiam dan masih mengharapkan aku kembali. Aku pun merindukan dia, tapi aku masih sakit hati dengannya.
Kenaikan kelas pun tiba, aku pun sudah menginjak umur 17 tahun. Aku mendengar Agus merayakan ulang tahunnya yang ke 18 di kantin dengan nraktir semua anak kelasnya. Aku baru tau jika Agus lebih tua dari aku lagi setahun. Bapak ku pun tidak kunjung datang.
Paman Serli menelpon ku bahwa aku sudah bisa menjadi model. Aku pun juga sudah bangga dengan hasil jualan bunga kertas ku, dari sini aku bisa sekolah dan makan, bahkan kini aku sudah bisa kontrak rumah kecil yang lebih layak. Aku menerima pekerjaan model, namun aku berusaha buat fokus pada sekolah ku.
Studio Photo ...
Saat Gisel mulai take foto, Gisel tak tahu bahwa yang bekerja sama dengan Paman Serli adalah keluarga Agus. Setelah sekian lama mereka tidak pernah saling memandang, akhirnya kali ini Gisel melihatnya lagi. Agus mulai mendekati Gisel lagi, tapi Gisel tak mau dan langsung pergi.
Gisel "Paman, Gi pulang duluan gak enak badan .."
Paman "Loh baru hari pertama kok sudah mau pulang, kan ini yang kamu tunggu – tunggu selama ini Gi?"
Gisel "Iya gak apa kok, besok Gi kesini lagi, Gi balik ya Paman .."
Paman "ya udah kamu istirahat dulu ya Gi , hati – hati di jalan"
Gisel " Baik Paman"
Gisel bergegas pergi sebelum dicegat oleh Agus. Gisel kembali ke rumah dan berpikir kenapa untuk menghindari Agus sangat susah, sekian lama Gisel berhasil tapi dia kenapa harus muncul lagi?
Gisel sudah tidak mau pusing olehnya, Gisel pergi membeli perlengkapan bunga kertas. Di mall Gisel sedang memilih kertas tak sengaja Gisel ketemu Ibu Gisel bersama laki – laki tua dan sangat mesra. Gisel langsung menyamperin mereka.
Gisel "Ibu???" kaget melihat kelakuan Ibu nya
Ibu Gisel yang kaget "Gi ???"
"Ibu ini siapa? Kenapa ibu tinggalin Gi dan Bapak?" Gisel kesal
Ibu yang bingung "Maaf Gi, aku bukan ibu mu, aku kan bibi mu , Ibu mu sudah lama meninggal Gi"
Gisel kaget dengan yang dikatakan Ibu "apa??? Ibu … " Gisel sudah tidak bisa berpikir dan Gisel sangat kecewa dengan Ibu kandung nya tidak mengakui nya, Gisel langsung menangis dan heran pada ibu nya
Laki Ibu "siapa dia sayang? Bukannya kamu bilang belum punya anak dan nikah?"
Ibu "Dia keponakan ku, anak kakak ku sayang, ibu nya sudah mati jadi dia selalu anggap aku ibu nya sayang"
"Tega seorang Ibu seperti ini pada anak kandungnya, Ibu macam apa yang melahirkan ku … Maaf saya mengganggu kalian, tapi ingatlah anak mu ini akan selalu doakan terbaik untuk mu Ibu …" Gisel sedih dan kecewa
Gisel langsung pergi dari mall itu dan Gisel sangat kecewa yang tak bisa Gisel ungkapkan lagi. Bapak Gisel pergi, Ibu Gisel tidak mengakui Gisel lagi. "Apa salah ku lahir kedunia ini?" Hanya itu yang ada dalam pikiran Gisel. Gisel mulai terpuruk lagi dan susah buat menghilangkan kejadian yang baru saja terjadi. Gisel ingin keluarga nya utuh tanpa materi , namun semua telah hancur secara bersamaan.
Sampai Gisel dirumah Gisel ingin mengakhiri hidup nya yang tak berguna lagi. Hanya itu yang Gisel pikirkan. Gisel meminum obat nyamuk walau Gisel ragu, tapi Gisel sudah merasa hancur dan benar - benar tidak tahu apa gunanya hidup. Saat Gisel mulai ingin meminum itu ada panggilan yang tidak Gisel kenal. Gisel mengangkat telepon itu dan berharap kali ini Bapak nya lah yang akan menghubungi nya. Namun bukan ...
"Haloo"
"Halo Gi?"
"Agus?" bergegas Gisel matikan telpon agus
Gisel semakin kesal, saat Gisel hancur selalu ada dia. Sms pun berbunyi " Gi, aku Agus .. Aku di depan rumah mu yang baru, aku minta kotak mu dari Paman teman mu. Aku tau kamu gak akan mau menemui ku, tapi berikan aku kesempatan bicara sekali aja Gi. Aku tau semua masalah mu , aku sudah diceritakan Paman temen mu. Bukalah pintunya, kamu enggak sendiri, aku gak akan maksa kamu buat nerima aku, tapi terima aku sebagai teman mu Gi ".
Gisel tak mau berurusan dengan nya, aku pun diam saja dan tetap ingin meminum obat tersebut agar Gisel tidak bertemu siapa lagi. Gebrakkk .. Gisel kaget mendengar suara keras dari belakang rumah nya. Gisel keluar dari kamar kehalaman belakang, dan benar saja Agus manjat tembok dan terjatuh. Kaki nya luka karena kena kayu bekas paku yang sengaja Gisel taruh dekat tembok belakang supaya jika ada maling yang masuk dia akan kena itu.
Agus kesakitan dan memanggil Gisel ... Gisel cuek tidak peduli, masuk kerumah.
" Gisel , Gisel please tolong aku, sakit banget, aku gak bisa bangun plissss Gi "
Gisel tetap diam di dalam, dia terus memanggil Gisel. Gisel mengintip dari jendela, dan Gisel melihat dia sangat kesakitan, Gisel pun tak tega dengan nya. Gisel keluar membantu nya , dalam hati Gisel setelah Gisel membantu akan Gisel usir dia.
Gisel "makanya jangan masuk rumah orang tanpa ijin, gini kan jadinya repotin."
Agus "aku cuma khawatir dengan keadaan mu Gi, candra liat kamu nangis di mall katanya kamu ketemu ibu mu Gi?"
Gisel "buat apa kamu peduli, jangan pedulikan aku , ini urusan keluarga ku"
Agus "plis bantu aku dulu Gi"
Akhirnya Gisel membantu nya, membawa Gisel keruang tamu. Gisel mengambil kotak p3k. Gisel obatin lukanya dan dia merintih kesakitan, Gisel tak tega melihatnya, ini juga gara - gara Gisel, mungkin dia emang peduli dengan Gisel, tapi Gisel belum bisa lupain kejadian dulu.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***