
Mereka sampai di kamar Agus. Gisel duduk di sofa. Agus bingung mau bicara dari mana.
Agus : Gi, aku tau kamu gak percaya sama yang akan bilang ke kamu, aku tahu kamu sudah lihat semua dengan kepala mata mu sendiri, tapi ini tidak sesuai bayangan mu Gi
Gisel : silahkan kamu bicara , aku akan dengerin itu semua
Agus : Gi aku emang melakukan hubungan itu tapi tanpa sadar Gi, aku gak pernah menghianati cinta kita Gi, aku berani sumpah. Aku cuma cinta sama kamu Gi
Gisel : Gus kamu lebih baik sma Dian, aku sudah lupain kamu, aku sekarang sudah sama Kevin
Agus : please jangan kayak gini , aku gak mau kehilangan mu Gi
Gisel : aku gak mau sama kamu lagi Gus. Aku pergi
Gisel menelpon Kevin untuk menjemputnya, hp Gisel di rampas oleh Agus, dan Kevin mendengar nya. Sebenarnya Kevin mengikuti mereka, kevin langsung masuk ke dalam takut terjadi sesuatu kepada Gisel
Gisel : apaan sih, lepasin tangan ku
Agus : Gak, kamu akan jadi milik ku
(mencoba meraih wajah Gisel dan ingin mencium Gisel)
Kevin datang langsung memukul Agus
Kevin : laki apa lo berani banget sama cewek
Agus : lo lagi , ikut campur aja, ini urusan gue sama Gisel
Kevin : urusan Gisel, urusan gue
Agus : mending lo pergi
Kevin : ngga akan gue tinggalin Gisel
Agus mengambil vas bunga dan memukul kepala Kevin. Kevin pun terjatuh namun kepala Kevin tidak ada berdarah. Agus mencoba menodai Gisel karena dengan menodai Gisel maka Gisel akan mejadi miliknya. Gisel membrontak dan mencoba melepaskan Agus dari dirinya. Kevin berusaha bangun dan membalas memukul Agus dengan vas bunga lain sehingga kepala Agus berdarah. Agus terjatuh, Dian pun datang dan membantu Agus. Dian meminta Kevin dan Gisel pergi, dia akan urus Agus. Agus masih memanggil Gisel dan akhirnya pingsan. Gisel dan Kevin pergi ke rumah Kevin. Gisel menangis gak nyangka Agus akan seperti itu menekat ingin menodai nya. “Gi jangan nangis ntar lagi kita sampai rumah” Kevin menenangkan Gisel. Sesampai di rumah, Gisel lari dan masuk kamar langsung menangis. Kevin menyusul dan mengelus rambut Gisel, Gisel berbalik dan memeluk Kevin. “Vin dia tega mau menodai ku Vin”. Kevin diam dan memeluk Gisel dengan erat. “Sudah tenangin dirimu Gi, ada aku disini”. Mereka berpelukan cukup lama. Akhirnya Gisel pun tenang. Mereka melepaskan pelukannya.
Gisel : vin kamu tadi ada yang sakit?
Kevin : ngga Gi, aku gak ada sakit, aku mencintai mu Gi sakit apa pun gak akan aku rasain
Gisel : makasih vin, aku belum seutuhnya bisa bales semua kebaikan mu vin, tapi kamu trus baik sama aku
Kevin : udah jangan kamu pikirin itu Gi, aku tetap mencintai mu
Gisel : makasih banyak vin, hanya itu yang bisa aku berikan buat mu saat ini vin
Kevin langsung mencium Gisel, agar berhenti mengatakan terima kasih. Kevin mencium Gisel dan memainkan lidah Gisel, Gisel tidak melawan mereka menikmati ciuman itu sehingga merebahkan Gisel pada kasur. Kevin ingin lebih namun masih ingat dia harus mendapat cinta Gisel dulu, dia hanya melanjutkan ciuman nya untuk Gisel. Gisel menutup matanya dan menikmati. Gisel merasa sangat berbeda dengan Kevin. Namun Gisel masih menahan agar tidak melebihi karena Gisel merasa mereka belum ada hubungan apa pun.
Kevin : Gi, aku ingin kamu menjadi pacar ku?
Gisel : ngga dulu vin, belum saatnya
Kevin : tapi kamu kenapa mau ciuman ma aku?
Gisel : entahlah kita jalanin aja vin
Kevin diam dan tidak memaksa Gisel, karena dia tahu Gisel masih sedih dengan kelakuan Agus yang baru saja dia lakukan.
Agus dan Dian …
Dian membopong Agus ke kasur, Dian sedih melihat Agus yang emang benar - benar mencintai Gisel. Namun Dian tidak bisa melepaskan Agus, karena dia jika menikah dengan Agus akan menjadikan Agus tumbal. Dian hanya diam dan merasa bersalah sudah memepelajari sesuatu yang akan merugikan dia. Dian juga sedih sudah mengirim sesuatu ke Gisel sehingga Gisel harus merasakan ketakutan. Agus masih belum sadar, Dian mengobati luka yang ada pada Agus. Dian mengambil hp Agus dan sms Yogi “Yogi lo punya gak no hp Kevin? Gue mau minta maaf dan mau lepas Gisel” Dian memancing seakan Agus bersalah agar bisa menghubungi Kevin. Sms pun di bales sama Yogi “lo jangan macem - macem Gus, nie kontaknya gue kirim bbm , lo sama Dian aja jangan ngejar Gisel, kasian hidup anak orang”. Dian tidak membalas namun mengambil no Kevin dan Dian mengirim pesan ke Kevin. “Vin , gue Dian, lo dan Gisel harus pergi keluar dari pulau ini agar Gisel bisa hilang dari pengaruh jahat, gue minta maaf Gue udah kirim sesuatu untuk membunuh Gisel, gue tau gue salah, plis ajak dia pergi sekarang, nyama nya akan di ambil nanti malam tepat bulan purnama. Lo selamatin Gisel”. Dian menunggu namun tidak ada balasan apa pun dari Kevin.
Agus pun sadar, dia menanyakan dimana Gisel? Dia tidak mau kehilangan Gisel. Dian mengatakan “coba terima aku dengan tulus, hentikan memikirkan Gisel. Aku mohon jangan membuat ku marah terus”. Agus pun diam dan bingung harus gimana. Agus masih sangat mencintai Gisel, bagi Agus adalah wanita pertama yang benar - benar dia cintai, dia gak sanggup jika harus kehilangan Gisel. Agus pun kasihan dengan Dian, bertahun-tahun Agus cuekin Dian. Agus menghampiri Dian dan memeluknya.
Kevin dan Gisel …
Kevin melihat ponselnya, dia membuka dan membaca pesan Dian. Kevin langsung panik dan dia ingin menyelamatkan Gisel. Tapi dia takut jika Gisel tahu sebenarnya dia akan lebih hancur. Kevin pun pergi ke ruang makan untuk mengambilkan Gisel buahan sebagai alasan dia untuk berpikir masalah ini. “Tuhan aku sangat mencintai Gisel, aku tak mau dia kenapa - napa, tapi apa yang harus aku lakukan, kemana aku ajak dia pergi , apakah kau tidak bisa berikan ketenangan buat nya dan memberikan dia sedikit kebahagian?’’.
Di jalan Kevin menghubungi Dian, namun yang angkat Agus. Agus belum sempat bicara namun Kevin sudah langsung bicara “Dian kamu apain lagi Gisel? Denyut nadinya semakin lemah, kenapa kamu tega sakitin dia dengan ilmu hitam mu? Tolong lah jangan gini aku akan bawa Gisel pergi, miliki Agus mu sendiri tapi tolong jangan sakitin Gisel. Aku bersumpah kalau sampe kenapa - napa aku akan bunuh kamu Dian”. Kevin mematikan telpon.
Agus sangat kaget mendengar itu, Dian datang membawa susu hangat untuk Agus,
Agus : (Agus menampar Dian sangat keras sampai bibirnya berdarah) “Wanita apa kamu sampe tega mau bunuh orang? Kenapa kamu sakitin Gisel ku? (Agus mencekik Dian)
Dian : (dian tidak bisa nafas dan menjelaskan, Dian meraih buku dekat meja belajar Agus dan memukul wajah Agus.) “Gus plis denger aku dulu kalau kamu mau Gisel selamat”. “ Agus : Apa kamu bilang?
Dian : Gisel perlu bantuan kita, setelah ini kamu bisa bunuh aku sekalian tapi kita selamatkan arwah Gisel
Agus : (memukul diri nya sendiri) GISEEELLLLLL (berteriak sangat keras) katakan sekarang apa yang harus kita lakukan untuk selamatkan Gisel? (menjambak rambut Dian)
Dian : sakit gus, aku mohon lepasin , sekarang kita kerumah sakit aja
Agus : (melepaskan Dian) oke kali ini aku dengerin kamu, sekarang kita kerumah sakit
Dian : (menelpon Kevin) Halo vin , plis kirimin gue alamat rumah sakit, gue bisa bantu Gisel sebelum dia diambil semua, kita punya waktu lagi 3 jam saja
Kevin : Oke gue kirim, gue sudah di rumah sakit, Gisel masuk IGD
Kevin mengirim alamat ke Dian. dian dan Agus segera kesana. Gisel semakin kritis, jantungnya sempat berhenti, Kevin sudah nangis tak kuat sampai dia berteriak dirumah sakit untuk dokter menolong Gisel supaya hidup. Akhirnya Gisel kembali namun masih lemah. Gsiel terpaksa di masuk kan keruang ICU.
Dian dan Agus tiba di rumah sakit dan menemui Kevin.
Dian : Vin dimana Gisel?
Kevin : Di ruang ICU tak ada satu pun di kasik masuk, dia kritis
Agus : Eh wanita jalang tanggung jawab lo
Dian : ayo ikut aku
Dian mengajak mereka ke kuburan terdekat dan mengambil tanah kuburan mereka duduk berbentuk segitiga, jam pun sudah mulai larut menunjuk pukul 7 malam.
Dian : ikutin aku , kalian mau marah silahkan nanti kita masih punya waktu 2 jam 30 menit
Kevin : gue mohon selamatin Gisel
Agus : tolong Dian nyawa gue buat Gisel yang penting dia selamat
Dian : oke , denger gue. Gue bakal baca mantra buat masuk ke dunia Gisel. Gisel ada di dunia lain, dia akan jadi tumbal pernikahan disana, jika dia nikah maka di dunia kita hidup nya sudah tidak ada. Kita semua harus kompak, kita akan masuk, nanti akan ada satu orang aja yang bisa selamatkan Gisel, siapa yang bertemu Gisel tarik dia , usahakan buat dia percaya dunia nya bukan disana. Buat dia mau kembali ikut dengan kita, dan disana taruhan nyawa kita. Kalau kita gak kuat maka mati disana. Kalian ngerti?
Agus & Kevin : oke
Agus mengikhlaskan jika hrus mati di tangan Dian demi Gisel. Kevin hanya berharap Gisel kembali, jika dia mati, dia ikhlas. Mereka mulai ritual.
Kevin pertama masuk ke dalam dunia lain itu. Dia melihat banyak hal aneh disana, berbentuk hutan, dia mencari Gisel, memanggil Gisel, Kevin melihat sesosok wanita berlari, Kevin mengejarnya. Agus pun sudah masuk dan melihat hutan, dia bingung harus kemaa, dia berjalan mencari Gisel , namun dia jatuh kedalam sumur tua, disana banyaj orang menakutkan ingin membunuh Agus, Agus berusaha memanjat sumur tersebut. Kevin disisi lain masih mengejar wanita itu , namun di tahan oleh seorang wanita baju putih, wajahnya tidak jelas “kamu jangan ikutin itu, kamu semakin jauh dari tujuan mu, yang kamu cari ada di ujun cahaya merah api, dan yang kamu cari sedang menunggu mu”. Kevin pun sadar dan berbalik arah mencari cahaya merah, wanita tersebut menghilang. Kevin tidak mau memikirkan itu, dia berjalan mencari hal itu.
Agus disisi lain sudah berdarah karena disakitin oleh makhluk disana. Agus ditusuk jarum besar pada kakinya, di dalam kenyataan kaki Agus sudah berdarah. Agus merintih kesakitan, dia tetap bertahan dan mencoba melarikan diri untuk mencari Gisel. Agus memanjat susmur tersebut sampai akhirnya ada tali yang panjang jatuh ke sumur. Agus menggapai tali itu dan berusaha naik, dia sudah mulai kehabisan tenaga. Sampai diatas ternyata Dian yang menyelamatkan Agus. Dian memapah Agus untuk berjalan dan mencari Gisel.
Disisi lain Kevin mendapat gangguan dari seorang gadis yang cantik, Kevin di rayu dan tiba - tiba tidak bisa bergerak. Kevin pun mulai terkena rayuan itu sehingga gadis itu mencari dada Kevin untuk mengambil jantung Kevin namun saat gadis itu ingin memegang dada Kevin dia kebakar, Kevin sadar lagi dan segera berlari. Kevin terjatuh, kaki nya luka kena ranting , darahnya banyak tiba - tiba harimau banyak disisi Kevin. Kevin sangat takut dia berpikir demi Gisel aku harus hidup dan melawan mereka, Kevin mengambil kayu dan memukul semmua harimau dan berlari sekncang mungkin dengan keadaan kaki terluka.
Dian dan Agus masih berjalan mencari Gisel. Dian melihat ada cahaya merah dan ada speerti party yang dipenuhi suara aungan anjing. Agus meminta Dian untuk mengajak nya kesana, Dian ragu namun Dian harus bantu Agus, mereka menuju tempat itu. Sedangkan Kevin dicegat lagi oleh sosok besar depannya yang seperti ingin mencabit nya. Kevin pun berusaha melawan.
***^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^***
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***