
Di pagi hari yang cerah, Brian pun bangun dari tidurnya , dia ingat bahwa sedang menginap bersama Bella. Brian keluar dari kamar dengan rapi dan siap untuk berangkat kampus, namun situasi sangat sepi.
Brian bingung dan berpikir Bella belum bangun menghampiri Bella " bel ... Bella ... " mengecek kamar Bella dan kamar mandi Bella namun tidak ada siapa pun
" Kemana bocah ini ... " Brian pergi ke ruang makan berharap Bella sedang masak, Brian bisa meluk dari belakang bagaikan film - film
Brian ke ruang makan " Bel ... " ruang makan pun sepi " Kemana sih nie orang " Brian melihat makanan dan note kecil yang diletakkan begitu saja
" brian, lo pasti kesiangan, lo gak usah banyak mikir, gue masak roti dan telor doang, kalau lo mau makan, kalau gak taruh kulkas lumayan buat gue nanti, jangan buang makanan " note yang di tulis Bella
Brian kesal Bella ninggalin dia " Apa - apaan nie, gue mana level makan kayak ginian, dan dia tega banget ninggalin gue, perasaan gue gak telat bangun deh!! " Brian kesel
Brian ingin pergi langsung tanpa makan tapi dia merasa kasihan Bella buatin itu buat dia " Ya udah deh, jadi orang susah sekali - kali gak apa lah, di banding gak makan, mati gue " Brian akhirnya makan yang dibuat oleh Bella walau dia tidak suka
Setelah Brian selesai dia pun bergegas ke kampus untuk menemui Bella, sesampai di kampus, dia keliling menanyakan keberadaan Bella namun tidak ada satu pun yang melihat Bella. Edward yang penasaran dengan kelakuan Brian pun menghampiri Brian " Lo kemana semaleman? Trus ngapain pagi - pagi buat ulah kesana kesini? " tanya Edward yang dari tadi memperhatikan adik nya
" Lo liat Bella? " Brian tidak mendengarkan yang dikatakan kakak nya
" Bella? Emang ada apa lo nyariin Bella? " tanya Edward kembali
Brian berpikir Edward bertanya kembali artinya Bella tidak berada di kampus, Brian yang sadar hal ini langsung mengkhawatirkan Bella.
*** Bella
Pagi yang cerah, Bella bersiap untuk melamar kerjaan yang sudah memanggilnya semalam. Perusahaan itu sangat besar tidak ada yang bernampilan tidak rapi. Bella masuk ke perusahaan besar itu, ada beberapa yang ikut berpenampilan seperti pelamar. Bella mengikuti test dan interview, bella sangat berharap dia bisa di terima dan bisa bekerja di perusahaan besar ini.
Interview pun berakhir, semua menunggu hasil , sudah dikatakan bahwa hanya 2 orang yang akan lolos. Bella sambil menunggu dia membaca buku pelajaran hari ini di kampus. Seseorang datang dan semua orang sangat memghormati. Bella yang menggunakan headset dan membaca buku tidak mendengar atau mengetahui ada seseorang datang. Ceo perusahaan datang, dia sangat muda, tampan, memiliki bodi yang sangat diidamkan oleh para wanita. Ceo itu terkenal tampan dan galak nya, dia merupakan lulusan luar negeri yang sangat pintar, umurnya pun masih muda 23 tahun, dia bernama Rio Andajaya Putra.
Rio berjalan semua orang terlihat menghormati nya kecuali Bella yang masih asik. Rio yang tidak mau jelek depan karyawan melewatkan Bella. Namun Rio sudan mengingat wajah Bella dan dia sudah memberikan kode kepada asisten pribadinya bernama Revan yang merupakan teman masa kecil Rio sendiri.
Bella pun di panggil oleh rekan nya untuk melihat pengumuman tanpa menghiraukan Ceo yang dekat dengan nya, dia berlari kearah HRD untuk mendapatkan info. Di dalam nama itu Bella lulus dan bisa mulai bekerja. Bella pun melanjutkan dengan mengenal seluruh ruangan di perusahaan ini termasuk ruangan yang sangat dilarang yaitu ruangan Ceo. Bella di terima sebagai Admin Keuangan Perusahaan, Bella senang kini dia mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus dengan gaji yang cukup untuk dia hidup sebulan. " Setelah aku gajian, aku akan traktir Edward makan, aku akan tunjukkan ke Edward kalau aku gak salah dan gak pernah mencuri " dalam hati Bella ingin segera memberi kabar pada Edward.
Jam perusahaan pun tutup, Bella karena kuliah diberikan keringanan yaitu bekerja jam 11 siang setelah jam kuliah nya berakhir namun dia tidak ada libur kecuali Minggu dan harus mengganti jam kerjanya sampai malam. Bella menyanggupi apa yang diminta perusahaan.
Bella kembali ke rumah, dia masuk ke dalam dan pergi ke ruang makan, dia melihat makanan yang dia siapkan tadi pagi telah habis " Anak orang kaya bisa juga makan yang aku masak, padahal itu telor udah 3 hari aku rebus terus, roti juga hari ini kaduluarsa, yah semoga aja anak manja itu gak sakit perut " Bella menggerutu Brian
" Lo kemana aja? gue cariin lo seharian, lo gak kuliah, lo mau kabur dari masalah lo? Lo penakut banget sih Bel!! " Raut kesal wajah Brian
" Apaan sih Lo? Apa hak lo nanya gitu? Gue mau kemana itu urusan gue, bukan urusan lo! " Bella melewati Brian
Brian yang kesal menghampiri Bella kembali " Lo itu , gue lagi ngomong sama lo, paham gak? " Brian
" Apaan sih? Lo itu bukan siapa - siapa gue, please deh lo jangan ikut campur dengan urusan gue! " bella kesal dan meninggalkan brian
Brian menarik Bella kedalam pelukan nya sambil memegang tangan nya Bella , Bella terdiam kaget dengan kelakuan Brian " Gue ngomong sama lo, Gue khawatir sama lo, kenapa sih lo gak ngerti? Emang apa sih yang lo gak suka dari gue? Coba sama Edward lo bisa lebih halus dan baik - baik. apa sih bedanya dia sama gue? " Tanya Brian ke bella
bella yang menatap Brian bingung berkata apa " Gue gak ada masalah sama lo, cuma lo kan sering gini sama cewek, dan lo dari awal cuma mau buat jadiin gue boneka lo, jadi lo cuma mau bikin gue sengsara aja! " Bella mengeles
" Kalau emang gue kayak gitu, udah dari awal gue lakuin Bel, gue baik ya baik gak ada setengah - setengah, lo kenapa kayak benci banget sama gue, gue heram sama lo " Brian kesal dengan kelakuan Bella
" udah lepas tangan gue, gue mau mandi " Bella berusaha melepaskan tangan nya dari Brian
" Gak! gue gak bakal lepasin lo " Brian lebih mendekatkan tubuh Bella pada tubuh Brian
Keduanya merasa jantung nya berdebar lebih kencang , Brian yang memamg menyukai Bella langsung mencium bibir Bella. Bella yang kaget dan tangan nya di pegang tidak bisa mengelak sehingga ciuman itu terjadi, Bella terus menolak namun Brian tidak melepaskan Bella. Saat terlepas Bella segera menampar Brian " Plakkkkk .... Lo berani kufang ajar, keluar lo " Bella mengusir Brian dengan keras
Brian yang merasa mungkin salah hanya diam dan keluar dari kamar Bella.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Kehidupan Sebelumnya
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.