No

No
Episode 70



Bella pergi untuk mengganti pakaian ...


" Hp ku hilang? " teman sekelas bella


Bella ikut mendekat bersama teman yang lain.


" Mungkin jatuh atau ketinggalan gak? " teman lainnya


" Aku taruh di loker ku kok " teman yang kehilangan hp


" Jam Tangan mahal mama ku hilang juga! " teman yang lain


" Kok kalian serempak? " Edward


" Kampus kita kampus terkenal dalam sejarah tidak pernah namanya pencurian atau kehilangan " Brian


" Kalau gitu kita cek loker kita dulu " Angel


" Kalung emas ku hilang "


" Dompet ku hilang "


" Kalung berlian mama ku "


" Aku juga kehilangan "


Semua mengatakan kehilangan kecuali Bella yang belum membuka loker.


" Bel, kamu gak ada kehilangan? Coba buka loker mu? " Angel


" Iya juga sih, tapi aku gak usah buka loker karena aku juga gak punya apa kok " Bella yang merasa tidak memiliki apa


" Iya kan siapa tahu ada yang hilang " Dea


" Iya coba cek gih Bel " teman lainnya


" Aku gak punya barang apa , dan di loker ku emang gak pernah aku pakai, pakaian ku hanya ku letakkan di meja ku, aku dari pertama kali masuk lupa kata sandi " Bella


Flash Back Bella pertama masuk ...


Petugas kampus memberikan setiap siswa loker dan secara bergilirdiajarkan dan mengatur password.


" Kamu atur password nya ya , ini di tekan tombol putih, pilih ganti masukan langsung ubah " Petugas


" Oke " Bella


" Di coba dulu " Petugas


" Saya coba " Bella masukin no password dan petugas sudah pergi


" Aduh aku salah 2x , tadi yang pertama kayaknya salah pencet deh " Bella


Bella melihat petugas sudah pergi sehingga Bella mengabaikan loker nya dan tidak pernah membuka loker nya.


Bella menceritakan semua yang dia alami di awal masuk.


" Masak sih kamu nggak inget? " Angel


" Ya udah lapor security aja " Teman lainnya


" Biar aku telpon security " teman lainnya


Sambil menunggu security masuk, semua mulai mencurigai Bella yang tidak membuka loker. Edward dan Brian masih berada berdekat dengan Bella.


Security pun tiba , " Ada kehilangan dimana? "


" Kita semua kehilangan Pak " Siswa serempak


" Saya buatkan laporan nya " Security membuat laporan


" Tapi Pak, ada satu loker gak bisa kebuka " Dea


" Loker siapa? " Tanya Security


" bella " semua serempak


" Bella tolong buka loker mu " Security


" Maafkan saya Pak, saya tidak bisa buka Pak " Bella


" Kenapa tidak bisa buka? " Security


" Saya lupa password " Bella


" Jika kamu lupa password kamu harus melaporkan dari awal lupa dong, ini kan sudah peraturan, saat kayak gini, kamu bisa tertuduh " Security


" Pak dia kan merasa tidak perlu loker jadi buat apa melapor " Edward


" Edward jangan belain orang salah terus dong " Angel kesal


" Kamu juga, harusnya bisa dong liat jangan nuduh orang dulu " Edward


" Oke kalau begitu kita buka paksa saja loker mu, karena ini tidak bisa di buka menggunakan sistem jika lupas password kita akan hancurkan jika tidak ada apa nanti akan kita perbaiki " Security


" Baik Pak, silahkan Pak " Bella mempersilahkan


Security mengecek dan membobol loker milik Bella, Bella hanya diam dengan tenang karena tidak merasa bersalah. 1 jam setelah pembobolan , loker Bella pun terbuka.


" Itu kan milik ku "


" Itu milik ku "


" Punya ku "


Semua teman Bella sibuk mengambil barangnya. bella, Edward, Brian bengong dan tidak percaya melihat apa yang terjadi. Angel sudah sangat senang bersama teman - teman nya.


" Hebat banget kamu Bella? bilang nya loker lupa password tapi nyata nya di dalam ada barang kita semua. Kalau mau maling pinter dikit dong, jangan kayak gini. " Angel


" Mungkin emang benar ya , hanya kamu yang dari kalangan tidak mampu, masuk sini pakai beasiswa tapi kelakuan kayak gini " Dea


Teman lain nya mendorong Bella hingga jatuh " Lo tu gak pantes kuliah disini. Lo tu orang menjijikan apa lagi lo tu aslinya maling. Dalam sejarah kampus ini terkenal bagus , sedangkan lo mengubah semua menjadi buruk. lo sadar dong kalau Lo gak pantes disini " Teman lainnya


" Bel, muka lo lugu tapi kalakuan lo lebih jelek dari maling. Kalau emang lo gak punya uang bilang dong, mending lo jadi pengemis jalanan jangan nyuri barang kita " teman Bella


Bella diam dan menangis tidak mampu bicara apa pun. Edward dan Brian masih terdiam tidak bisa berbuat apa karena mereka semua sedang marah.


" Lo mau gak ngaku juga udah curi barang kita? " teman kelas


" Bel, lo mending jujur deh, terus lo keluar dari kampus ini " teman kelas


" Lo jangan seenak hati lo anggap ini masalah kecil " teman kelas


" Teman - teman maafin gue, tapi gue berani sumpah klau gue gak pernah lakukan itu. " Bella yang sambil menangis


" Apa lo bilang? Enak aja lo ngomong gitu , sekali maling ya maling " teman kelas


" Lo gampang ngomong seakan gak ada masalah " teman sekelas


" Minggir gue rekam aja nie manusia " teman sekelas


" Stop!!! Mari kita bawa dia ketempat yang seharusnya, stop bully " security


" Gak bisa gitu dong Pak " teman sekelas


" Bella silahkan ikut saya ke ruang rektor. Kamu harus tanggung jawab dengan semua ini " Security


" Baik Pak " Bella


Bella melihat kearah Edward dan Brian, namun mereka hanya bisa diam, Bella tahu mereka pasti berpikir sama dengan yang lain. Bella sangat sedih dengan kejadian ini.


Bella berpikir semua akan membenci nya , dia mengikuti security , dia di bawa keruang rektor yaitu ruangan Gisel juga .


" Selamat pagi Ibu Gisel , maaf apakah Ibu hari ini bisa ke kampus? Kami ada masalah " Security menelpon Gisel


" Oh Baik Bu , jika IBu sudah sampai " Security


Bella berpikir Ibu Gisel sangat baik dengan nya selama ini dia takut akan mengecewakan dengan kejadian ini, walau dia tidak ada berbuat salah.


" Pagi " Gisel


" Pagi Bu " Security dan Bella


" Ada apa ya ? " Gisel


Security menceritakan semua yang terjadi. Bella hanya menunduk diam.


" Baik Bapak silahkan keluar dan cari tahu melalui cctv tersembunyi kedua " perintah Gisel


" Baik Bu , saya akan cek semua nya " Security


Gisel tidak yakin jika Bella sudah melakukan itu, karena Gisel melihat Bella sama seperti dia yang dulu, orang susah dan selalu jujur. Dia yakin ada yang menjebak.


" Bella , kamu jangan menangis " Gisel


" Maafkan saya Bu, saya membuat Ibu kecewa, tapi saya tidka pernah melakukan hal yang mereka tuduhkan " Bella


" Saya percaya kamu, tapi kamu jangan nangis, kamu harus tegar supaya tidak ada yang meremehkan mu sayang " Gisel memeluk Bella


u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.