No

No
Hari Pertama Bertemu



" Permisi kak ... " seseorang menyentuh pundak ku


" Iya , ada apa dik? " melihatnya dengan sekilas kebelakang


 


Dia pun pergi tidak jadi bicara karena aku tidak terlalu menghiraukan dia. Aku tak sadar jika hari ini awal pertemuan kita ...


 


Ting Ting Ting ...


Bel berbunyi ...


Siswa semua sudah boleh pulang. Aku dan yang lainnya melakukan pembahasan untuk acara besok ... Tepat pukul 4 sore kita (OSIS) pun selesai membahas scedule anak baru dan bergegas untuk pulang.


 


*** Gisel hanya gadis SMA yang selalu pulang menggunakan Sepeda Gayung berbeda dengan teman - temannya kebanyakan dijemput oleh orang tuanya dengan mobil mahal. Gisel sangat sabar dan tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. ***


 


Aku sampai depan gerbang sekolah untuk menyeberang jalan pulang. Aku melihat siswa baru masih berdiri seperti menunggu jemputan seseorang. Aku iseng menghampiri siswa laki itu dan bertanya


 


" Dik, kenapa belum pulang? ini sudah sore banget dari jam kamu seharusnya pulang "


" iya kak, bapak saya masih di kantornya tidak ada yang bisa jemput jadi nunggu dulu " dengan wajah lugu nya seperti kelelahan karena menunggu .


 


Gisel menanyakan "rumah mu dimana? kira - kira masih lama gak dijemput? "


 


" Rumahku dijalan mawar no 27 kak .. Masih lama kayaknya, soalnya Bapak pulang jam 5an kak " jawab anak laki itu


"Eh , aku juga tinggal jalan mawar no 125, kita bisa bareng kok, disepeda ku ada goncengan cuma berdiri, gimana?" menawarkan bantuan karena badan ku dengan dia sama jadi tidak ada terlihat yang berat antara kita jika berbonceng dengan sepeda.


 


Anak laki itu menolak "gak deh kak, nanti biar bapak aja yang jemput"


 


Gisel masih menawarkan karena kasihan " udah gak apa kok , yuks naik , udah sore kamu pasti belum makan, nanti sakit lagi "


Anak laki itu mempertimbangkan " hhhhhmmmm ya sih kak, cuma takut ngerepotin kak "


" Sante aja ama aku, aku juga males dijalan sendiri "


Anak laki itu setuju " oke deh kak , tapi aku aja yang bonceng kak "


Gisel merasa bersyukur dia mau pulang" Oke , tapi jangan panggil kak, panggil aja Gisel "


Anak laki itu " siipppp "


 


Selama diperjalanan Gisel tidak terlalu banyak bicara dan anak laki itu pun diam tidak banyak bicara.


 


Sesampai dirumahnya pun dia hanya bilang terima kasih. Setelah itu Gisel bergegas pulang. Sampai di rumah Gisel tidak langsung mengganti baju nya. Gisel membersihkan rumah, cuci piring, nyapu dan nyiram. Gisel dirumah tidak ada siapa pun, Ibu dan ayah nya masih kerja dan pulangnya pasti larut malam.


 


Pagi tiba, Gisel terlambat ke sekolah, sesampainya di sekolah Gisel bergegas dengan team nya untuk melanjutkan acara pembekalan siswa baru. Saat absensi adik kelas Gisel memanggil nama siswa "Agus" namun temannya yang menjawab "tidak hadir kak". Dia adalah Yogi yang merupakan sahabat kecil dari Agus, "Loh kenapa tidak masuk hari ini? Apakah ada surat pemberitahuan" Candra sahabat Gisel yang menanyakan.


 


Saat yang bersamaan Gisel menemukan surat di meja guru, dia tidak masuk ijin selama 1 bulan ikut bapaknya ke luar kota. Gisel pun masih cuek dengan itu karena Gisel masih menganggap adik kelas biasa tidak lebih.


 


1 Bulan kemudian ...


 


Sekolah sudah berjalan dengan biasa. gisel kelas 2 sekolah pagi sedangkan adik kelas masuk siang.


Hari ini tepat tanggal 15 Agustus dimana sekolah sedang menyiapkan acara Hut kemerdekaan.


 


" Semua Osis besok akan ikut parade hut kemerdekaan ya, kita kumpul di sekolah jam 4 sore" ketua umum OSIS memberikan pengumuman.


"Besok aku naik sepeda berangkat bareng yuks, aku yang jemput ... " Candra mengajak Gisel


" gak ah , aku besok gak ikut males " Gisel dengan lesu menjawab nya


"eh kok gak ikut diabsen lo kita semua" Putri juga mengajak Gisel


"iiissss ada aja absen , males jadinya ... kalau gitu ya udah deh besok aku dateng, tapi kamu jemput aku ya can? 😁 " Gisel mau ikut


" ya aku dah yang jemput kamu besok " candra dengan semangatnya


 


Keesokan harinya ...


 


Candra memanggil " Gisel Gisel "


Gisel " iya , tunggu aku masih ikat tali sepatu ku "


Candra yang menunggu " buruan entar telat lagi "


Gisel buru - buru " ya ya ya karang , yuk "


 


Selama diperjalanan Candra membahas suka dengan adik kelas tapi Candra belum berani dekat. Gisel pun hanya menjawab iya dan tidak terlalu banyak bicara.


 


Sampai lah mereka di lapangan dekat sekolah, disana banyak orang yang mengikuti parade. Gisel memang dari awal tidak mood jadi hanya duduk dan melamun. Tepat pukul 5 sore pengumuman dari panitia untuk semua berkumpul , Gisel bangun dari tempat duduk nya untuk berdiri dan mulai mengikuti upacara parade.


 


Saat Gisel berjalan yang sambil sedikit menunduk tak sengaja menabrak seorang laki-laki yang menurut Gisel sangat ganteng, Disanalah Gisel tiba-tiba jatuh cinta. Dan disini mereka sama-sama meminta maaf sambil senyum. Anak Laki itu pun menatap Gisel , Gisel tak bisa berkata karena dimana perasaan nya gak karuan dan salah tingkah. Gisel pun dalam hati berkata "aku ingin mendapatkan mu". Entah pikiran apa itu, tapi Gisel merasakan itu dalam hatinya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pandangan pertama. Gisel pun cepat mengambil tempat paling depan dan dia juga paling depan berbaris tepat seberangan. Gisel mencuri - curi pandangan dengannya. Gisel bertanya dalam hati "siapa dia? Sekolah dimana dia? Apa bisa aku bertemu lagi setelah ini?"


 


Acara pun dimulai hingga pukul 10 malam. Gisel sudah tidak bisa melihatnya lagi. Gisel cerita dengan sahabat nya Candra. Candra bilang "kalau jodoh pasti ketemu kalau tidak jodoh pasti tidak ketemu " bilang gitu dalam hati mu, kalau kamu ketemu ya jodoh kalau gak ya udah ikhlas lah cari yang lain." Gisel pun mengikuti yang teman nya bilang, tapi Gisel tidak bisa menemukan dia.


 


17 Agustus


Gisel mengikuti upacara bedera di lapangan kemarin, namun tidak menemukan nya lagi.


Candra "Eh nanti malem kita kesini yuks, ada konser lo" ajakan


Putri semangat "ayo ... pasti banyak cowok ganteng nanti malem nieh" ( maklum si putri punya pacar banyak sekali , jadi sangat semangat udah urusan cowok )


Gisel yang sedikit ragu "hhhmmmm gimana ya?" dalam hati berpikir apakah dengan aku ikut mereka, bisa ketemu cowok kemarin? "oke deh aku ikut" Gisel memutuskan ikut


 


Gisel sorenya berangkat dengan sahabat ke konser tempat tad upacarai. Sampai lokasi mereka mencari tempat duduk diatas rumput sambil menonton konser indie. Putri sudah mulai ganjen dan pergi dari tempat kami, dia mengejar cowok ganteng menurutnya. Candra dan Gisel masih duduk bareng sambil denger lagu. Lewatlah cowok yang Gisel tabrak kemarin. Gisel pun histeris melihatnya dan bilang sama Candra bahwa itu cowok yang buat dia semangat dan punya perasaan aneh itu.


 


*** Gisel ***


Aku disamperin oleh nya dan 1 temannya. Aku inget dengan temennya, yang namanya Yogi merupakan adik kelas ku, mereka melihat aku dan Candra sehingga mereka ikut gabung. Candra mulai asik mengobrol dengan yogi. Sedangkan aku dan dia hanya diem dan tidak ada berani saling melihat. Aku duduk disampingnya dengan perasaan deg deg an, bahkan aku seperti berkeringat dingin.


Tepat pukul 11 malam aku, candra memutuskan pulang namun mencari putri terlebih dahulu, Yogi pun pulang dengan teman nya, dia dipanggil bebek oleh Yogi. Itu lucu banget dan aku mengingat nama bebek itu karena suatu saat aku bertemu dengannya aku akan memanggil nya Bebek juga.


Akhirnya aku pun pulang, sesampai di rumah aku langsung ke kamar untuk tidur, tapi tumben aku sama sekali tidak bisa tidur karena ingat dengannya.


Pagi pun tiba , seperti biasa Gisel telat sekolah, ini sudah jadi kebiasaan Gisel karena susah bangun pagi.


Bel sekolah berbunyi tanda siswa kelas 2 dan 3 boleh pulang. Gisel berjalan menuju UKS sekolah karena sedikit mengantuk bersama dengan candra, tiba - tiba Yogi memanggil ...


 


candra "hei yogi"


"eh ketemu lagi kita, kayaknya kita bakal sering ketemu deh , hhmmm" ledekan gisel sambil melirik candra yang suka sama Yogi dan menurut ku yogi juga suka sama candra.


"We yogi ..." suara memanggil dari belakang Gisel


 


Gisel menoleh ke belakang dan kaget cowok yang kemarin lagi. Gisel pun salah tingkah lagi dan gak berani lihat dia. Mereka pun akhirnya duduk di kantin bareng-bareng. Gisel pun lupa dengan rasa mengantuknya yang tadi.


Agus mengulurkan tangan "oya kita belum kenalan ya ..."


Gisel juga mengulurkan tangan "iya ... aku gisel"


Agus "aku agus, kamu gak inget ya sama aku?"


Gisel bingung "Agus??? siapa ya??? maaf apa sebelumnya kita sudah kenal?"


Agus mengingatkan "Aku waktu itu belum dijemput bapak ku, kamu nawarin goncengan pakai sepeda mu ... masih inget?? pasti lupa ya karena kita gak sempat kenalan ..."


Gisel dalam hati pun kaget, dia anak laki-laki yang lugu itu "ohhh adik kelas ku dong ..."


Agus "mmmm emang ... mungkin kita terlalu lama gak ketemu jadi saling gak inget ..."


Gisel mulai salah tingkah "ya kayaknya ..."


 


*** Gisel ***


Aku pun merasa bahwa aku sebodoh itu tidak mengingatnya padahal aku sempat menolongnya. yah apa boleh buat aku lupa karena dia lama tidak sekolah ikut dengan bapaknya. Kita pun berempat mengobrol sambil ketawa dan saling meledek. Aku memanggilnya angsa dan dia memanggilku bebek.


Bel berbunyi dan dia mulai masuk kelas. Aku dan candra belum pulang karena kita ada les komputer. Tak lama kemudian aku pun selesai les, dia pun pulang sekolah. Aku dan dia kembali bertemu. Kita saling cerita banyak gimana galak galak guru kita dikelas.


Jam sudah menunjukkan jam 7 malam kita pun bergegas pulang masing-masing. Aku pun sampai dirumah seperti biasa bersih-bersih lalu mandi. Akhirnya aku beristirahat di kamar sambil menunggu orang tua ku pulang. Hp ku pun berbunyi ...


Candra menelpon "Gisel, kamu tidur gak?"


"aku belum tidur, ortu ku belum pulang, kenapa? tumben nelpon?"


"aku ditembah sama yogi ... aku seneng banget Gi ..." Candra yang bahagia


Gisel yang heran "Astaga , kalian lo baru kenal kok udah pacaran? trus pacar mu gimana?"


Candra yang sudah pacar sebelumnya "Aku udah putus sama dia kemarin, karang aku udah pacaran sama yogi.. aku seneng banget Gi ..."


Gisel yang tahu sifat Candra "Aiss kamu tu gitu aja terus , dah bosen aku dengernya"


"biarin masih muda, nikmati masa muda ... oh ya tadi Yogi bilang kalau si Agus suka lo ma kamu semenjak kalian naik sepeda bareng ... hhhmmm kayaknya ada yang bakal jadian nieh" meledek Gisel


Gisel yang malu "iyuhhh gak mungkin lah , aku gak percaya itu, lagian aku gak terlalu suka sama dia, dia itu adik kelas masak pacaran sama brondong?"


Candra meyakinkan "ihh kamu itu, ini lo kesempatan mu Gi pacaran untuk pertama kalinya ..."


Gisel menolak "Gak ah liat nanti aja, aku mau tidur aja, dah malem ..."


Candra "ya udah deh terserah mu ... terlalu banyak memilih kamu..."


"biarin gak apa ... aku matiin y, byee"


Candra "ya ya ya byee Gi ..."


 


Orang Gisel pun tiba , dan Gisel seperti biasa langsung makan bersama dengan orang tua nya. Gisel bukan lah orang kaya, rumah nya sangat sederhana, Gisel makan selalu beli nasi dan di bagi bertiga, Gisel pun tidak pernah bekal sekolah. Handphone nya pun hanya bisa sms dan nelpon. sedangkan teman lainnya semua sudah bisa hp nya bbm. Tapi Gisel sangat bahagia karena keluarga nya sangat sayang dengan Gisel. Kesederhanaan ini ditanamkan ke Gisel dari kecil. kita tidak perlu kaya, asalkan kasih sayang kita selalu ada itu membuat kita lebih bahagia.


 


Pagi pun tiba, untuk kali ini Gisel tidak terlambat. Jam pulang pun tiba seperti biasa Gisel sama candra duduk di kantin, yogi dan agus menghampiri. Perasaan Gisel kembali aneh setiap dekat dengan agus.


 


Agus "hai Gi, kamu tau gak mereka dah jadian?"


Gisel yang sudah tahu "mmm udah kemarin aku tau di telpon sama Candra"


Agus "kamu punya hp? kata candra kamu gk punya hp ..."


Gisel yang kesal dengan info Candra "ada hp cuma hp ku bisa sms dan nelpon..."


Agus meminta no hp "gak apa, aku minta no mu ya ..."


Gisel menolak "Gak ah, buat apa ..."


Agus memaksa "minta ja kan gak apa, sini hp mu ..."


Gisel "Gak Ah ... " memegang erat hp nya


 


Agus pun langsung merebut hp Gisel dari tangan Gisel, Gisel masih tetap gak ngasik sehingga kita saling bercanda merebut hp, sesekali agus seperti memeluk Gisel, Gisel pun semakin memiliki perasaan yang sangat aneh dan senang ...


Akhirnya agus berhasil mendapatkan hp Gisel. dan kita bertukar no hp.


Setelah itu pun Gisel pulang dan dia masuk kelas.


 


***Gisel***


Sesampai aku dirumah, aku mulai bersih – bersih. Dan disaat aku mecuci piring adalah orang yang menggedor rumah ku, aku pun kaget dan keluar dari rumah.


Rentenir "Kamu Gisel ya?"


"Ya Pak, Bapak nyari siapa ya?"


Rentenir "Bapak mu mana?"


 


Hp ku berbunyi dan aku melihat itu telpon dari Agus … Aku pun mengambil hp ku dan mengangkat, namun hp ku direbut oleh Bapak rentenir itu.


 


Gisel "Pak itu hp saya Pak, kembalikan"


"Bapak mu mana? Saya nagih utang kesini"


"Bapak nanti aja malem kesini, Bapak saya kerja, saya gak ngerti masalah utang Pak"


"Enak aja kamu ngatur saya, anak kecil gak sopan kamu"


Gisel yang bingung "trus saya harus bilang apa ke Bapak, kalau Orang tua saya tidak ada"


Rentenir keras kepala "ah saya gak peduli, tv dan kulkas mu saya bawa sebagai pembayaran bunga"


Gisel "Jangan Pak , Bapak pencuri namanya …"


Rentenir membentak Gisel "diem kamu anak kecil, lunasin utang makanya suruh Bapak mu"


 


Bapak tersebut pergi dan melempar hp ku ke kursi. Aku menangis karena takut , dan hp ku masih tersambung dengan Agus, aku yakin agus mendengar semuanya…


Aku pun segera menelpon Bapak ku dan menceritakan semuanya, akhirnya Bapak ku pulang segera, dan bilang pada ku, “ saat ini kita tidak punya apa, tapi suatu saat tuhan pasti memberikan kita kebahagian yang melimpah, yang penting terima dengan ikhlas ya nak … “


Aku Cuma hanya diam dan menangis. Dalam hati ku pun sedih agus akan membenci ku, dia pun tidak ada hubungi aku lagi.


 


Keesokan harinya minggu yang kita semua libur, Aku pun tidak bisa bertemu dengan Agus … Aku menelpon Candra tapi tidak diangkat, dia hanya sms mengatakan sedang keluar dengan Yogi dan Agus. Aku minta tolong ke Candra minta Agus bales sms ku, namun Candra bilang Agus sudah pulang. Gisel berpikir "kenapa aneh, baru saja bersama tiba – tiba bilang sudah pulang, apakah dia gak mau berteman dengan ku, karena aku orang bermasalah."


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***