No

No
Episode 15



Disaat mereka saling pandangan, Kevin mendekat kan bibirnya kepada bibir Gisel namun Kevin ingat dan melepaskan Gisel.


 


 


Kevin : Maafin aku Gi,


Gisel : Gak apa kok, lupain aja


Kevin : Aku lega kamu gak pernah berhubungan dengan Agus, karena aku menyukai mu Gi


Gisel : (terdiam) ah kamu ngomongin apa sih


Kevin : Kamu gak suka ma aku ya?


Gisel : Aku gak tau , kita baru kenal, kamu baik, tapi aku belum bisa percaya seutuhnya sama kamu Vin


Kevin : Aku ngerti itu kok. Yaudah karang kamu istirahat gih


Gisel : hmmm iya vin


 


 


Gisel ….


Aku mulai menyukai Kevin yang begitu baik, tapi aku takut akan hal itu. Hal dimana aku akan disakiti oleh pria. Aku ingin merubah sikap ku mulai menerima dia, namun aku takut. Apa yang harus aku lakukan, dia terlalu baik beda dengan Agus. dia mau mencium ku tapi ingat dan malah minta maaf, dia tampan lebih dari pada Agus, namun aku takut.


Kevin …..


Semoga Gisel gak membenci ku setelah tahu kalau aku tadi hampir mencium nya. Maafin aku Gi, aku benar - benar mencintai mu, apa kamu gak ada hati buat aku? Apa kamu gak bisa mulai menyukai ku , coba saja aku duluan yang ketemu kamu bukan Agus brengsek itu, pasti aku jaga kamu dengan nyawa ku sendiri Gi.


 


 


Kevin : Gi


Gisel : Vin, kamu aja duluan


Kevin : gak kamu aja duluan Gi


Gisel : kamu aja deh


Kevin : oke , Gi apa boleh aku tidur disamping mu? Aku janji gak macem - macem, aku gak bisa tidur di sofa


Gisel : aku juga mau nyuruh kamu tidur disamping ku aja, aku gak apa kok, kita jalanin aja, kalau emang kita jodoh pasti bersam…


Kevin : makasih Gi


 


 


Kevin naik kasur dan tidur bersebelahan, mereka saling ngasik punggung. Tiba - Tiba mereka berbalik badan dan bersamaan. Gisel menatap Kevin dan Kevin menatap Gisel. Mereka saling pandangan yang sangat mesra.


 


 


Kevin : Gi , apa boleh aku setiap hari cium kening mu?


Gisel : mmmm , untuk apa?


Kevin : yah sapa tau dengan itu kamu mulai menyukai ku


Gisel : hahahha … ada - ada aja kamu


Kevin : boleh gak? (dengan muka memelas)


Gisel : mmm, boleh terserah kamu tapi jangan lebih jika bukan aku mengijinkan


Kevin : siap baby Gi


Gisel : apa tu?


Kevin : kamu kayak bayi kecil ku Gi


Gisel : iiisss ada aja kamu nie


Kevin : udah sekarang tidur yuk


Gisel : yuk


 


 


Mereka pun tidur dengan lelap dan tanpa mereka sadari, mereka berdua saling pelukan sampai pagi tiba.


 


 


Gisel : (terbangun lebih dulu dan menatap Kevin dengan posisi Kevin memeluknya, aku gak akan menolak mu vin, dia bangun dan menutup mata kembali)


Kevin : (kevin membuka mata, dan gisel posisi masih memejam kan mata, kevin melihat dia memeluk Gisel, Kevin mencium keningnya, dan berkata “kamu cantik sekali Gi, aku akan berikan nyawa ku untuk mu asal kamu selamat”. Kevin mulai perlahan melepas pelukannya agar tidak ketahuan oleh Gisel takut Gisel marah)


 


 


Kevin berhasil melepasnya, Gisel masih tertidur bahkan belum bangun sedikit pun. Kevin menyiapkan makanan untuk sarapan ke bawah. Gisel bangun setelah Kevin pergi “ternyata kevin tulus sayang sama aku, dia mau kasik nyawa nya buat aku, aku janji vin aku akan terima kamu namun kamu harus sabar sampai aku benar - benar bisa hilangin luka aku”.


 


 


Kevin masuk kamar dan membawa sarapan.


Gisel : kamu rajin banget pagi - pagi buat sarapan, bangun jam berapa?


Kevin : tadi sih gak ada 30 menit, ini gampang cuma roti doang, kamu baru bangun?


Gisel : iya, aku mau mandi dulu baru sarapan


Kevin : iya , aku juga mau mandi


Gisel : iya, aku bisa minta handuk?


Kevin : ya aku ambilin, tapi Gi aku nunggu kamu disini ya mandinya, kamu ganti baju di kamar mandi aja, aku takut kamu kenapa - napa lagi di dalam


Gisel : kamu ikut aja , kita mandi bersama tapi jangan saling lihat, soalnya walau kamu diluar kalau tiba - tiba ke kunci kamu juga gak tau kan aku gimana?


Kevin : yakin? Kamu gak apa kita mandi berdua?


Gisel : gak kok, aku mau belajar lupain Agus dan terima kamu


Kevin : (menghampiri Gisel dan mencium kening Gisel) makasih Gi mau ngasik aku kesempatan (memeluk Gisel)


Kevin : aku akan terus bersama mu, sekarang kita mandi biar gak telat sekolah


Gisel : iya vin


 


 


Mereka berdua masuk kamar mandi dan mandi bersama, mereka saling melihat satu sama lain tapi mereka bisa menganggap tidak ada orang lain, mereka mandi masing - masing dan selesai bersama. Mereka mengenakan pakaian dan langsung sarapan. Mereka pun berangkat sekolah bersama.


 


 


Agus ….


“Kenapa belakangan ini aku selalu sakit kepala dan gak merasa hidup ya? Aku sampai saat ini gak bisa ketemu Gisel, gimana caranya aku bisa ketemu kamu Gi, aku benar - benar merindukan mu dan aku sangat mencintai mu Gi, kamu kemana selama ini gak ada aku bisa hubungi, gimana keadaan mu disana Gi” Agus masih memikirkan Gisel. Tiba - tiba Dian datang dengan baju tidur yang sangat seksi membawa sarapan.


 


 


Agus : kamu , kamu ngapain disini


Dian : kita kan tidur bareng trus , emang kamu gak ingat


Agus : mana mungkin


Dian : apa nya yang gak mungkin? Buktinya kamu banyak punya sampah **


Agus : dasar kamu wanita licik


Dian : aku gak licik , aku lakuin ini juga sama tunangan ku, emang salah?


Agus : aku tau kamu pasti pakai ilmu, aku pernah lihat kamu pakai gtuan


Dian : trus gimana? Aku salah suka sama kamu? Kamu gak pernah bales jadi aku pakai , emang kenapa?


Agus : aku mohon pakai cara benar, jangan pakai gtuan, jika kamu berubah aku akan belajar menyukai mu juga, tapi jangan pakai ilmu seperti itu dian


Dian : aku benci kamu !!!


Dian pergi dan berpikir dengan yang dikatakan Agus. “apa mungkin tanpa ilmu dia bisa tulus mencintai aku? Aku juga gak mau pakai ginian kalau gak di tolak terus. Aku harus gimana?” Dian menangis.


Agus melihat Dian menangis dan tidak tega, Agus menghampiri Dian dan memeluk Dian. “sudah jangan nangis , coba ubah sifat mu yang buruk”. Dian hanya mengangguk. Agus mengajak Dian masuk untuk sarapan.


 


 


Disekolah …


Mereka sudah di kelas mengikuti pelajaran, Kevin dan Gisel mulai akrab. Bahkan semua sudah memperkirakan mereka sudah jadian. Candra dan Putri menganggap Kevin malaikat untuk Gisel, kehidupan Gisel selalu hancur. Apalagi dia mencintai Agus untuk orang pertama buat nya. Dia juga menghancurkan kehidupan Gisel. Bel pulang berbunyi, mereka ke kantin nongkrong. Di kantin mereka bertemu Agus dan Dian. Gisel pergi namun dikejar oleh Agus. sedangkan Dian tumben bisa diam tidak melarang Agus, mungkin sudah mulai berubah.


 


 


Agus : Gi, jangan pergi (memegang tangan Gisel di depan Kevin, Dian, Candra dan Putri)


Gisel : lepasin aku, jangan temui aku lagi, kamu sudah ada Dian


Agus : plis dengerin aku sebentar aja


Kevin : (melepaskan pegangan Agus ke Gisel) pergi kamu Gus, lepasin Gisel, Gisel sekarang pacar ku


Agus : gak usah ngarang, kamu bukan siapa - siapa Gisel jangan ikut campur


Kevin : (meraih Gisel dan memeluk dari samping) dia pacar ku, kamu gak liat dia dipelukan ku


Agus : aku juga bisa kayak gtu, kamu tu cuma pembohong


 


 


Kevin menarik Gisel ke pelukan dengan erat dan mencium bibir Gisel , Gisel hanya diam dan memejamkan mata. Mereka berciuman, semua orang yang berada disana menyaksikan. Gisel diam agar Agus percaya saja. Agus tidak menyangka Gisel seperti ini.


 


 


Agus : aku gak percaya, kalian cuma sandiwara, aku gak akan lepasin Gisel (melepaskan ciuman mereka)


Gisel kamu ikut dengan ku ( menarik Gisel )


Kevin : lepasin pacar gue, lo gak ngerti omong ya? (marah)


Agus : mau lo apa? Gue gak peduli. Gue mau ngomong sama pacar gue, lo selesain sandiwaranya oke !!! (mendorong kevin)


Kevin : kurang ajar lo (mengangkat tangan ingin memukul Agus)


 


 


Gisel melerai mereka dan menghentikan mereka.


 


 


Gisel : vin jangan khawatirkan aku, aku akan selesaikan masalah ku sama Agus dulu


Kevin : gak, aku gak mau kamu kenapa - napa


Gisel : tunggu aku di rumah , percaya sama aku, kita sudah buat kepercayaan itu kan tadi malam (sambil memegang tangan kevin)


Kevin : baiklah (mencium kening Gisel) kamu hati - hati baby Gi


Gisel : iya aku pasti jaga diri, jangan khawatir ya, (memeluk kevin dan kevin membalasnya)


 


 


Semua mengira mereka emang benar pacaran. Agus pun mulai merasakan jika mereka ada hubungan lebih dari ini. Tapi Agus tetap tidak peduli. Agus megajak Gisel pergi dari sekolah dan ke rumah Agus. agus mengajak Gisel ke kamarnya untuk bicara.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***