
*** Pagi Hari ***
Pagi pun tiba, Kevin juga sudah masak sarapan untuk Gisel. Gisel dan kevin sarapan bersama. Setelah makan bersama mereka ke pantai dan bermain air, pasir dan saling berlarian, Gisel sedikit lebih enakan karena tidak terlalu fokus pada Agus. Mereka juga naik sepeda gayung mengelilingi kota tersebut. Mereka sangat bahagia. Mereka ke pasar tradisional disana , tak sengaja mereka bertemu dengan nenek tua memegang tangan Gisel saat berjalan.
Nenek menghampiri Gisel " Nak, hati - hati "
Gisel yang bingung "Maaf, nenek kenal saya?"
Nenek itu memperingatkan " Tetaplah bersama cah bagus ini"
Gisel yang tambah bingung "Maksud nenek?"
Kevin yang menghampiri "Maaf nek, kita tidak kenal nenek" dengan halus
Nenek itu tetap memperingatkan mereka "Tetap lah bersama kalian berdua jika tidak mau cah ayu mati muda"
Kevin yang mulai ikut bingung "Maksud nenek apa ya?"
Nenek memberikan pesan pada Kevin "Lindungi cah ayu nak, dia akan disakiti lebih dari sekarang"
Gisel "maaf nek, kita pergi duluan ya" merasa mulai takut
Kevin yang masih bingung "Permisi ya nek"
Mereka melanjutkan naik sepeda menuju villa. Gisel langsung berenang dan menikmati hari liburnya. Sedangkan Kevin kepikiran dengan yang dibilang nenek tadi. Kevin berpikir “apa maksud nenek itu? Ada apa dengan Gisel? Kenapa aku harus dekat dengan dia? Apa akan ada pertanda buruk? Tapi Gisel aku lihat santai saja. Ya sudahlah aku lupakan saja”. Kevin memasak untuk makan siang. Gisel menyelam dalam kolam namun ada sesuatu yang memegang Gisel di kakinya. Gisel sangat kaget dan melihat ke dalam kolam namun tidak ada apa pun.
Kevin "Gi, makan siang dah siap, selesai dulu berenang, ntar hitam"
Gisel bingung namun mencoba lupakan "okeh Vin, aku selesai sekarang"
Kevin "Oke aku tunggu di meja makan ya"
Gisel "hmm siap"
Gisel mengganti pakaian di kamar mandi dekat kolam, namun ada yang berteriak di telinga Gisel. Gisel kaget dan menoleh namun tidak ada apa pun, dia mengintip keluar pun masih sepi. Akhirnya Gisel mencoba cepat menyelesaikannya. Mereka berdua makan bersama sambil ketawa menceritakan gimana seru tadi dijalan.
Kevin "Oh ya Gi, kamu masih mau menginap disini atau mau balik?"
Gisel "Aku mau disini lagi sehari , masih boleh?"
Kevin "Tentu aja boleh, aku sih seneng aja"
Sore harinya mereka melihat pemandangan matahari terbenam lagi dan merasa tidak memilki beban. Kevin pun ingin istirahat duluan, sedangkan Gisel masih di luar menikmati angin. Namun saat Gisel memejamkan mata sesaat ada sesuatu yang mengagetkannya. Gisel pun kaget. “Apa sih , kok kayak ada orang”. Gisel turun ke pantai dan melihat apa ada orang di pantai. Ternyata ada sesosok wanita baju putih berjalan, Gisel mengejar dan memanggilnya namun wanita itu semakin cepat, saat Gisel mengejar ada yang memegang pundak nya dari belakang. Gisel menoleh namun tak ada siapa pun, bahkan Gisel menoleh ke depan wanita itu hilang. Malam pun tiba, jalan sedikit gelap hanya ada cahaya bulan. Gisel kembali ke villa Kevin. Setiba di villa Kevin, Gisel mengambil air, tiba - tiba ada suara megetok pintu. Gisel mencoba mencari dan membuka pintu namun tidak ada siapa pun. Gisel merasa semenjak ketemu nenek tadi kenapa dia merasakan hal aneh. Dia pun berpikir positif. Mungkin hanya pikiran saja. Akhirnya dia pergi ke kamarnya dan mandi. Saat mandi air mati, Gisel kesal karena setiap mandi sering mati airnya seperti di rumah Agus. tak lama kemudian air hidup, Gisel melanjutkan mandinya, namun air berubah menjadi hitam berisi rambut panjang - panjang sangat banyak. Gisel kaget dan berteriak. Gisel berusaha membuka pintu dan menggendor memanggil Kevin, namun di luar sangat sunyi tidak ada siapa pun. Gisel melihat bayangan di balik jendela, seperti ada yang ingin menyerangnya. Gisel sangat ketakutan bahkan dia berteriak sejadi - jadinya memanggil Kevin.
Kevin "Gi, kamu sudah sadar? Kamu kenapa pingsan?"
Gisel "aku, aku, aku gak apa kok cuma pusing" tidak ingin Kevin tahu
Kevin "Ya udah kamu istirahat ya Gi"
Gisel hanya mengangguk
Kevin keluar dari kamar Gisel. Gisel mulai berpikir yang di bilang nenek itu, Saat Gisel ingin ganti baju, terdengar orang minta tolong di bawah, Gisel melihat keluar jendela, wanita yang di pantai itu menatap Gisel dengan menakutkan. Gisel menutup korden jendela dan lekas ganti baju. Gisel ingat dia harus bersama Kevin maka hal buruk tidak akan terjadi. Gisel keluar dari kamar nya mencari Kevin. Namun ada nenek lewat di dapur hanya sekejap, Gisel tidak mau mencariya, Gisel mengetok kamar Kevin. Kevin membuka pintu dan bertanya.
Kevin "Gisel? Ada apa?"
Gisel "Vin aku boleh gak dekat sama kamu?"
Kevin "maksudnya apa Gi?"
Akhirnya Gisel menceritakan semuanya kepada Kevin. Dan Kevin langsung berpikir dirinya gak boleh jauh dari Gisel. Kevin berkata “Gi, jangan takut ada aku, aku gak akan pernah meninggalkan mu”. Gisel masih dalam kondisi ketakutan.
Keesokan paginya mereka kembali kerumah Gisel dan mereka ijin sekolah. Gisel membuka gerbang, namun kuncinya sudah terganti, Gisel bertanya pada tuan rumah ditemani Kevin, namun tuan rumah memarahi Gisel dan memberitahu bahwa barangnya di teman Gisel yang bernama Angsa. Kevin pun marah dan tidak akan mengijinkan Gisel pergi ke rumah Agus lagi. Gisel bingung semua pakaian dan buku sekolah artinya Agus yang membawa, memang tidak ada yang berharga menurut Gisel.
Kevin "Gi, untuk baju aku beliin kamu, buku kita bisa satu berdua"
Gisel "Gak usah vin, biarin aja, aku mau cari kontrakan aja"
Kevin "Oke lah aku gak maksa juga, aku temani cari kontrakan ya?"
Gisel "ya vin"
Tak jauh juga dari rumah lama Gisel kebetulan maish ada kamar kost khusus Putri kosong, jadi Gisel gak jauh - jauh pindah. Gisel mulai masuk kost barunya, sedangkan Kevin balik pulang. Namun Gisel merasa aneh di kost barunya ada banyak rambut wanita dan kamar berbau busuk, padahal saat bersama Kevin tidak ada seperti ini. Gisel berusaha positif , dia membersihkan kamarnya , namun lampu kamar tiba - tiba mati dan gelap padahal siang. Gisel ada yang menarik rambutnya dan membenturkan ke tembok, Gisel sangat takut, dia pun menyebut nama Tuhan, akhirnya berhenti. Lampu kembali hidup, kepala Gisel sedikit berdarah, dia mau keluar dari kamar namun semua benda bergerak sendiri dan ingin menyerang Gisel. Akhirnya Gisel bisa keluar dari kamarnya dan lari kerumah Kevin. Gisel masuk rumah Kevin. Kevin sangat kaget dengan keadaan Gisel yang kepalanya berdarah.
***^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^***
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***