No

No
Episode 10



Gisel melihat Agus dan Dian diatas ranjang sedang melakukan hubungan suami istri bahkan Gisel melihat Agus sangat menikmati. Gisel tak merasa air matanya pun jatuh, dia lemas melihat pemandangan ini, Agus sedang menggoyangkan Dian dengan penuh kenikmatan. Gisel sangat tidak menyangka, Gisel mundur dan vas bunga pun jatuh. Agus menoleh dengan Dian, melihat Gisel yang sedang menonton mereka, Gisel kecewa menarik kalungnya dan membuang disana. Agus bergegas memakai handuk dan membuka pintu lari. Dian hanya diam melihat Gisel, Dian sadar jika wanita itu bukan hanya model namun ada lebih dari itu. Dian mandi dan membersihkan diri, dia merasa sudah berhasil misinya selama ini. Agus mengejar Gisel sampai pintu gerbang. Kevin pun melihat kejadian depan gerbang.


Agus " Gi, dengerin aku, ini gak seperti yang kamu pikirkan, aku bisa jelasin " panik dengan adanya Gisel


Gisel sangat terpukul "maaf gus, lupain aja"


Agus menarik tangan gisel "Gi maafin aku, aku hilaf, aku gak ada maksud, aku bisa jelasin semua sama kamu, please dengerin aku dulu." memohon dengan Gisel


Gisel yang sangat marah dan kecewa "Gus apanya hilaf? Kamu melakukan hubungan suami istri dengan Dian. Kamu pacar ku, aku memebrikan kamu kesempatan, tapi kamu kayak gini, ini alasan mu dari kemarin gak ngabarin


aku? Gini balasan mu setelah aku kasik kamu kesempatan? Kamu benar – benar mengecewakan Gus!!!"


Agus "gi, denger aku dulu, abis itu keputusan ada di kamu "


Gisel " stop Gus, aku gak mau denger apa – apa, kamu sudah melakukan hubungan itu dengan dian berbahagia


lah dengan dian , jangan cari aku lagi"


Agus memeluk gisel "aku gak akan mau kehilangan mu"


Gisel "lepasi gus, lepasin.. aku gak mau jadi wanita murahan buat kamu gus. Lepasin aku"


Agus " gak, aku bisa buktiin aku gak salah gi "


Gisel " apa lagi yang mau kamu buktiin, semua sudah nyata, wanita mana yang mau mempertahankan hubungan


mereka jika kelakuan pacarnya kayak kamu gus? kalau kamu jadi aku gimana? apa kamu terima pasangan mu kayak gini? ah???"


Agus " aku mohon gi "


Gisel " lepasin , lepasin aku, aku muak dan jijik sama kamu Gus"


Kevin pun datang dan memukul Agus melepaskan pelukan Agus ke Gisel.


Agus " siapa kamu, berani banget kamu kut urusan orang lain"


Kevin " kamu gak pantes buat gisel , dasar bajingan"


Agus " kurang ajar kamu " agus mau menghantam kevin


Gisel " stop gus "


Agus " kamu belain dia, apa hubungan mu dengan dia? Apa yang kamu lakuin berdua dirumah mu ah?"


Gisel "gak usah balikin fakta, jelas – jelas kamu ketahuan"


Kevin "gisel kita pergi aja" menarik tangan Gisel


Gisel " iya vin "


Agus mengejar Gisel " gi tunggu tunggu gi, dengerin aku … ahhhhh " berteriak sambil marah – marah


Kevin mengajak Gisel pergi. Dian ternyata menatapi semua kejadian dibawah dari atas. Dian sangat senang


kini Agus miliknya seutuhnya. Agus sangat marah dan mengamuk di bawah. Dian tertawa kecil merasa dirinya hebat bisa buat Agus puas dan wanita itu pergi dari Agus.


Sepanjang perjalanan gisel menangis sejadi – jadinya , bahkan gisel berteriak mengatakan nasibnya selalu buruk, kevin mengajak gisel ke pantai lagi. Sesampai di pantai gisel marah dan ingin mentenggelamkan diri. Kevin meghalang dan memeluk gisel dari belakang.


Kevin " gi jangan gini, ceritakan ke aku"


Gisel "Lepasin aku. Biarin aku mati"


Kevin " Aku mohon dengerin aku. Jangan ambil tindakan bodoh demi lelaki itu"


Gisel pun mulai melemah " Aku sudah ngga kuat Vin. " menangis sejadi - jadinya


Kevin mengajak Gisel untuk duduk " Gisel, kamu tidak boleh kalah dari bajingan itu "


Gisel "Aku udah ngga bisa ngomong apa lagi, ini untuk kedua kalinya dia membohongiku. Apa salahku


Kevin "Tenangin dirimu Gi, aku ada untukmu"


Gisel " Jangan memberikan harapan palsu. Kita baru kenal. Kamu ngga tau apa – apa tentangku"


Kevin " aku ngga ingin tau apapun saat ini. Aku cuman ingin kamu tenang. Itu aja "


Kevin pun pergi sebentar untuk membeli minum.


Kevin " Gi, minum ini " memberikan sebotol minuman


Gisel "kamu kasi aku alcohol lagi ?"


Kevin "setidaknya ini bisa mambuatmu lebih tenang kan?"


Gisel " iya sih, Okelah, apapun itu asal aku tidak lagi memikirkannya"


Kevin " tenangin dirimu "


Gisel pun meminum minuman yang diberikan oleh Kevin. Bahkan kali ini Gisel menghabiskan tiga botol. Gisel


marah, menangis dan berteriak sejadi – jadinya. Kevin sangat merasa kasihan terhadap wanita yang lugu ini. Entah apa yang dipikirkan Agus bisa mengkhianati Gisel. Gisel pun mulai mabuk, Kevin lekas membawanya pulang. Sesampainya dirumah, Kevin menggendong Gisel kedalam rumahnya. Gisel sudah tidak sadarkan diri, namun badan Gisel panas. Kevin sangat khawatir dan memutuskan untuk menemaninya. Gisel terus memanggil nama Agus, sedangkan Kevin mengkompres panas Gisel. Kevin tertidur dikursi sambil memegang tangan Gisel. Pagi pun tiba, Gisel bangun dan kaget melihat Kevin berada disebelahnya. Gisel masih merasa lemas dan pusing. Dan dia pun tidak sanggup untuk sekolah. Kevin bangun melihat Gisel yang sudah bangun. Dia menawarkan bubur untuk Gisel. Gisel pun mau dan kevin langsung membuatkannya bubur.


Gisel "makasih Vin, kamu pulang gih"


Kevin " aku mau disini dulu "


Gisel " kamu harus sekolah, dan beristirahat "


Kevin " aku ngga capek kok, aku juga males untuk sekolah "


Gisel " yaudah deh terserahmu aja, aku mau tidur"


Kevin membersihkan rumah Gisel yang sangat berantakan, dia pun berbelanja banyak bahan bakanan dan


cemilan untuk dikulkasnya Gisel. Waktu pun sudah menunjukkan jam 5 sore. Kevin menyapu dan menyiram halaman rumah Gisel. Gisel pun bangun dari tidurnya, dan melihat Kevin begitu rajin. 180 derajat berbeda dengan Agus, namun Gisel belum mau menganggap Kevin orang yang baik, karena mereka baru kenal beberapa hari saja. Agus tiba – tiba datang kerumah Gisel. Yang menerima kedatangannya Kevin. Mereka pun beradu mulut. Gisel belum mengetahui jika Agus tiba.


Kevin "ngapain lo kesini lagi ? ngga puas lo ud nyakitin Gisel? Lo tau ngga Gisel gimana perasaannya uda lo sakitin?"


Agus " lo sapanya Gisel ? ngga usah ikut campur urusan gua sama Gisel"


Kevin " lo masih berani menemui Gisel setelah lo ketahuan tidur sama cewek lain ?"


Agus "gue udah bilang lo jangan ikut campur urusan gue. Lo ngga tau gimana aslinya."


Kevin "mending lo pergi dari sini. Ngga usah lagi lo ganggu dan nemuin Gisel"


Gisel pun terbangun dari tidurnya lagi, setelah mendengar keributan diluar. Gisel pun keluar untuk mencari tau apa yang ribut didepan rumahnya.


Gisel " ada apa sih vin ribut – ribut diluar ?"


Kevin "gi, lu ngga usah keluar, tetep aja diem dikamar, istirahat"


Agus " gi ini aku"


Gisel " Agus ? ngapain lagi kamu kesini ? masih belom puas udah nyakitin aku ? Vin tolong usir dia, aku ngga mau lagi liat dia"


Gisel pun masuk ke dalam, dan menahan tangisan. Kevin pun mengusir Agus, Agus meronta – ronta minta masuk, namun dihalangi oleh Kevin. Gisel sangat lemah dan tidak kuat mengingat kejadian semalam, sehingga dia pun jatuh pingsan. Kevin di luar mengunci pintu gerbang dan masuk. Namun kevin menemukan gisel tergeletak di ruang tamu. Kevin panic dan langsung menelpon ambulan. Agus yang posisi masih di luar kaget melihat ambulan. Kevin tidak memberikan agus mengikuti mereka, bahkan Kevin meminta bodyguard dirumahnya untuk menahan Agus.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***