
*** Di Tempat Kerja ***
Bella dan Arya sama - sama bekerja, sesekali mereka saling pandang - pandangan. Arya merasa kenapa selama ini dia tidak berani menjadikan Bella miliknya.
Arya “Bel, kamu gak capek?”
Bella “gak kok, santai aja …”
Arya “kalau kamu capek, istirahat aja”
Bella “iya santai aja kok, kamu kayak baru kenal sama aku”
Arya “ya udah kalau gitu aku tinggal ke ruangan bapak ku ya”
Bella “oke ..”
Bella merapikan dan mengecek barang yang ada, dia sangat giat untuk bekerja, bagi Bella pekerjaan apa pun akan menyenangkan jika dijalankan dengan ikhlas.
*** Keluarga Charles ***
Sesampai di rumah seperti biasa Edward dan Brian bermanja dengan Mama nya, Edward masih merasa kesal dengan kelakuan Brian yang tidak pantas kepada Bella. Edward ingin bertemu dengan Bella, namun dia tidak akan bisa bertemu dengan semudah itu.
Edward masuk ke kamar nya, Edward ingin menelpon Bella, namun dia tidak memiliki no telpon nya. Edward terpikir untuk membelikan handphone, walau dia tidak tahu akan diterima oleh Bella atau tidak.
Disisi lain Brian memikirkan Bella "kenapa gadis itu membuat perasaan ini sering bingung, aku merasa nyaman dekat dia, tapi kenapa gadis miskin seperti dia bisa masuk sekolah yang favorit begini. Ini sih menjadi bumerang buat dirinya sendiri, aku cuma bisa seperti permainkan dia aja supaya tidak ada yang ganggu. Menurut ku tindakan ini sangat bagus untuknya, tapi kenapa Edward juga seperti akrab dengannya, semenjak kapan mereka akrab, ini yang harus aku cari tahu"
Brian pergi ke kamar Edward, Edward tidak ada di kamarnya. Edward keluar tanpa titip pesan dengan siapa pun.
Edward pergi ke toko hp untuk membelikan bella handphone baru. "Semoga Bella tidak menolak apa yang aku kasik, aku mau dia memiliki ini untuk memudahkan aku menghubunginya. Kini waktunya aku bungkus dan aku berikan besok."
Edward kembali pulang , di rumah Brian sudah menunggu Edward. Brian ingin menanyakan bagaimana edward bisa mengenal Bella, saat Brian ingin bertanya tiba - tiba Gisel memanggil mereka berdua untuk mengajak makan malam di luar.
*** Sisi Bella ***
Bella yang rajin disukai oleh teman barunya, Arya yang memperhatikan Bella dari jauh sangatlah senang.
"Bella aku dengar kamu teman Pak Arya ya?" Tanya teman barunya yang seumuran dengannya.
Bella pun menjelaskan "iya aku teman lama nya dari dulu, jadi aku butuh uang untuk hidup dan kuliah ku makanya aku berusaha mencari pekerjaan apa saja yang halal".
"Tapi kamu jangan terlalu dekat dengan Pak Arya, disini ada karyawan yang bernama Dian juga suka bahkan menggila dengan Pak Arya" kata teman nya.
Bella pun berpikir dimana - mana selalu seperti ini "tenang aja, aku kalau emang suka sama Arya sudah dari dulu pacaran, tapi itu gak mungkin karena aku menganggapnya saudara ku".
Bella merasa sedikit tidak nyaman dengan keadaan ini. Jam kerja Bella sudah selesai, Bella segera bergegas untuk lanjut kerja di sebuah restaurant. Bella pamit dengan Arya untuk pulang, Arya mengijinkan Bella pulang, karena Arya tahu bahwa bella memiliki tempat kerja lainnya. Bella segera menuju ke restaurant tempat dia baru bekerja.
Bella sampai di restaurant dan menjadi waitres. Bella melayani dengan baik dan cekatan.
Keluarga Charles tiba di restaurant dimana Bella bekerja disana. Mereka merupakan tamu vvip. Bella melayani keluarga Charles , Edward dan Brian sangat kaget melihat Bella ternyata bekerja disini juga. Brian yang senang melihat ada Bella. Keluarga Charles sedang berbincang, Edward memperhatikan Bella dari jauh, saat Bella akan pergi mengambil makanan Edward mengikuti Bella, Edward menunggu di gudang penyimpanan, Bella melewati tempat itu , tiba - tiba Edward menarik tangan Bella dan mereka berada di dalam ruang penyimpanan. Bella yang kaget dan belum tahu bahwa itu Edward hampir berteriak, Edward dengan cepat menutup mulut Bella dengan tanggannya. Edward sangat dekat dengan Bella, mereka saling pandangan dan Edward perlahan melepaskan tangannya dari mulut Bella. Edward memperhatikan Bella, Bella yang kaget hanya melihat pandangan Edward kepadanya.
Edward berbisik kecil "please jangan berisik supaya tidak ada yang tahu".
Bella hanya mengangguk kepala, Edward mengeluarkan kotak dari kantong celananya. Edwars memang ada rencana kabur dari acara ini untuk mencari Bella, namun itu tidak perlu karena bisa menemukan nya disini.
"Apa ini?" Sambil buka. "Aku gak bisa terima ini" menolak.
" Please jangan nolak, aku mohon".
"Tapi aku gak pantas dapat ini".
"Kamu pantas kok" mendekatkan wajahnya ke wajah Bella.
Bella hanya diam dan merasa deg degan dengan hal ini, mereka kembali saling pandangan, mereka pun hampir ciuman namun gagal karena Brian lewat di luar mencari Edward. Mereka berdua saling dekatan dan diam agar tidak ketahuan. Edward tak sengaja menyentuh payudara Bella, Edward seketika melihat ke arah Bella. Bella yang kaget hanya diam karena tidak berani berisik, mereka masih saling pandangan, Edward melepaskan tangannya dari payudara Bella. Brian pun pergi, mereka saling salah tingkah, akhirnya Bella pamit dengan edward untuk melanjutkan pekerjaan dan Mengucapkan terima kasih.
Bella kembali bekerja dengan semangat, Brian dan bella saling tabrakan. Bella yang hampir jatuh ke kolam di tangkap oleh Brian.
"Hay kita ketemu lagi, untung kamu ngga jadi jatuh" senyum kecil Brian
"Ngga usah bantu saya, kalau saya jatuh itu urusan saya bukan anda"
"Ssstttt kok galak? Aku tambah suka sama cewek galak, tapi kamu harus ingat kamu adalah milik ku dan akan mematuhi apa yang akan aku perintahkan" melepaskan Bella
"Brian, lo ngapain disini?" Edward menegur Brian
"Eit sory kalian sudah kenal kan, gimana kalau cewek ini jatuh" Brian mendorong Bella hingga jatuh ke dalam kolam
Semua orang kaget dan melihat ke mereka bertiga, Bella yang jatuh meminta tolong , Edward dengan cepat melompat dan menolong bella. Bella berhasil dibawa ke atas, Gisel dan kevin kaget jika Brian yang membuat ulah. Edward yang kesal mendorong Brian hingga tercebur.
"Eh lo kakak gue apa musuh gue sih" ngomel dalam kolam
Edward tidak banyak bicara, Edward memberikan jas nya menutup badan bella dan mengajak bella pergi sambil mengambil kotak hadiah nya.
Edward dan Bella pergi dengan mobil edward, diperjalanan bella hanya sedih kenapa hari pertama dia kerja harus terjadi hal tidak menyenangkan.
"Bel , maafin adik ku ya?"
"Ngga apa Edward, aku tahu dia emang beda sama walaupun kalian kembar"
Edward menghentikan mobilnya kepinggir jalan, Edward memegang wajah Bella.
"Bel, aku janji aku akan melindungi kamu dari mereka yang akan mengganggu mu"
Bella hanya diam melihat Edward. Edward mencium bibir bella dengan lembut, sedikit demi dikit Edward memainkan bibir bella dengan bibirnya, bella yang bingung hanya menutup matanya. Mereka berciuman dengan cukup lama.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.