No

No
Episode 17



Dian , Agus dan Kevin sama - sama berjuang di dunia iblis untuk mengeluarkan Gisel. Waktu mereka hanya tersisa 1 jam 40 menit. Gisel pun semakin kritis. Agus dan Dian mencoba berjalan terus namun mereka bertemu dengan sungai yang sangat luas. Padahal mereka lagi sedikit sampai namun terhalang oleh sungai besar. Kevin sudah mendapatkan luka di tangan dan wajahya. Kevin sudah semakin lemah bahkan untuk berlari lagi sudah susah, kevin berusaha maju dan melihat cahaya merah semakin dekat. Kevin melihat ada gerbang terbuat dari pohon bambu yang lebat, Kevin melewatinya semua tubuhnya sudah tergores banyak dan Kevin mengeluarkan darah dari mulutnya semakin banyak.


 


 


Dian dan Agus mendapatkan sebuah rakit mereka menyebrang menggunakan rakit namun dipertengahan mereka dikejar ular yang sangat banyak. Mereka menggayung kayu semakin cepat menghindari ular itu, namun Dian sudah di gigit di kakinya, Agus khawatir dengan Dian, namun Dian menahan “Ayo Gus cepat jangan mikirin aku, kita kesini juga gara - gara Aku”. Agus akhirnya mencoba terus melewati sungai itu demi Gisel. Mereka akhirnya sampai di gerbang bambu , mereka masuk ke bambu dan banyak luka yang mereka dapatkan.


 


 


Dian, Agus, Kevin akhirnya sampai secara bersamaan. Mereka melihat gisel sudah dihias bagai pengantin, dia sangat cantik namun dengan pandangan kosong. Kevin langsung berlari mencari Gisel, dia memeluk Gisel. Gisel sadar …


 


 


Kevin : gi sadar


Gisel : kevin???


Kevin : gi?


Gisel : kita dimana ini? Dan aku ngapain pakai baju gini?


Kevin : gi kita harus balik , ini dunia lain, dunia nyata kamu kritis, kamu bisa mati Gi


Gisel : ah… kenapa bisa?


Kevin : nanti kita bahas gi


 


 


Kevin memegang tangan Gisel dan berjalan. Dian dan Agus juga berbalik bersama Kevin dan Gisel, tiba - tiba mereka terhadang oleh banyak sosok halus dan mereka mau menyerang kita. Mereka melempar kita bambu kecil sehingga kita semua muntah darah kecuali Gisel. Gisel tidak akan tersakiti karena dia diinginkan sebagai pengantin.


 


 


Kevin pun berdoa dan minta bantuan pada pelindungnya. Akhirnya angin pun kencang datang, Gisel, Dian dan Agus memegang erat Kevin, waktu juga sisa 3 menit. Mereka pun kembali ke dalam kenyataan. Gisel kembali di ruang ICU dan sadar. Dokter semua menghampiri Gisel, mengecek keadaan Gisel.


Dian, Agus dan kevin pun sudah di dunia nyata , mereka selamat semua namun dengan luka dan berdarah. Dian muntah darah banyak akibat digigit ular sungai. Dian lemah dan jatuh ke lantai. Agus memegang Dian.


 


 


Agus : Dian, kamu kenapa?


Kevin : Dian kamu muntahin darah banyak banget?


Dian : Agus tolong sampaikan maaf ku k Gisel, bilang ke dia, aku gak ada maksud nyakitin dia, aku hanya terbuta oleh cinta ku ke kamu Gus (dian muntahkan darah lagi)


Kevin : Gus kita bawa ke Rumah Sakit kan gak jauh banget


Agus : Dian , plis jangan pergi, kamu harus kuat …


Dian : maaf aku Gus (Dian tidak sadarkan diri)


 


 


Agus dan Kevin mengajak Dian ke rumah sakit. Dian masuk IGD dan Kevin pergi melihat Gisel. Gisel sudah sadar, Agus juga melihat Gisel namun dari kejauhan.


 


 


Kevin : Gi??


Gisel : Vin?? (Gisel memeluk erat Kevin sambil duduk di ranjang rumah sakit)


Kevin : (menangis dan memeluk erat Gisel)


Gisel : aku sangat takut Vin, aku merasa mati, aku gak mau jauh dari kamu lagi, jangan tinggalin aku lagi vin …


Kevin : aku gak akan ninggalin kamu, aku akan jaga kamu seperti apa pun , sedekat apa pun aku akan terus bersama kamu Gi …


 


 


Agus melihat mereka seperti itu membuat dia tidak berani nyamperin dan pergi begitu saja. Agus sadar kini Gisel sudah benar - benar melupakan Agus dan sudah memiliki Kevin, mungkin emang ini takdir Agus yaitu melepaskan Gisel untuk dia berbahagia.


 


 


 


 


Gisel sudah boleh pulang. Gisel langsung menuju ketempat Dian. Gisel meminta maaf pada Dian dan berterima kasih sudah menyelamatkan dirinya. Jika terlambat sedikit mungkin Gisel yang sudah tidak ada. Mayat Dian bisa di abwa pulang. Mereka bertiga kumpul di rumah Dian malam itu. Malam itu sangat mencengkam di rumah Dian. mayat Dian tiba - tiba penuh cabitan entah dari mana. Mereka bertiga sangat ketakutan. Mereka juga menginap di rumah Dian, selain mereka ada pembantu rumah Dian.


 


 


Keesokan harinya …


Pagi - pagi mereka sudah bangun, mereka tidur di sofa ruang tamu. Mereka melihat mayat Dian membusuk sangat cepat. Orang tua Dian pun tiba dengan pesawat pibadinya. Mereka histeris melihat Dian meninggal dengan mengenaskan. Agus menceritakan kepada orang tua Dian bagaimana Dian selama disini dan bisa meninggal. Orang tua Dian tidak menyangka putri angkatnya ternyat melakukan hal jahat ini. Agus , Gisel , dan Kevin kaget ternyata Dian adalah anak angkat. Mereka menjelaskan bahwa dulu ada seorang anak laki - laki mengambil bayi perempuan mereka di kereta bayi. Anak laki - laki itu membawa pergi bayi mereka dan mereka sudah mencari tidak ketemu sampai akhirnya mereka ke panti asuhan mengangkat anak perempuan. Mereka ingat di bayinya ditinggalkan kalung yang ada liontin. Di dalamnya ada foto mereka dan bayinya. Namun hingga saat ini mereka belum bisa menemukan putrinya.


 


 


Agus ingat dulu bapaknya menabrak laki - laki dan Agus mengambil kalung berisi liontin, apa mungkin ada hubungannya, namun Agus merasa hanya kebetulan.


 


 


Agus : Pak , Bu bisa lihat foto liontinnya kayak apa?


Bapak nya : ini saya masih punya (membuka hp galerinya)


Ini foto liontin yang kita gunakan pada bayi kita dan ini foto yang ada didalam liontin itu. Anak kami mungkin kira - kira umurnya sama dengan kalian. Karena jika dia hidup harusnya seumuran sama kalian.


Agus : oh gitu, saya turut berduka ya Pak, Bu


Bapaknya : iya nak


 


 


Dian dikuburkan di pemakaman dan semua teman nya hadir, semua sedih. Gisel tidak menyangka senekat itu seseorang jika jatuh cinta. Cinta membutakan segalanya. Hingga nyawa menjadi taruhan mereka.


 


 


Gisel dan Kevin akan pulang, namun dicegat Agus.


 


 


Agus : Gi , bisa ikut ke mobil ku sebentar?


Gisel : buat apa lagi Gus?


Kevin : gus semua sudah berakhir, belajar dari hal ini, jangan ganggu Gisel


Agus : ini yang terakhir, aku gak akan ganggu kamu, tapi aku minta sekali aja, aku gak akan macem -macem sama Gisel


Gisel : oke, ayok


Kevin : Gi?


Gisel : jangan khawatir, tetap disisi ku vin (gisel mencium bibir kevin)


 


 


Kevin pun diam dan memberikan mereka waktu untuk bicara.


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***