
Gisel dan Bram masih di dalam ruang meeting, Bram yang sering panik jika ada masalah bis atenang dengan adanya Gisel. Tidak seorang pun yang tahu jika Bram memiliki sakit seperti itu. Gisel yang merasa gak enak dan memikirkan Kevin sangat bingung . Gisel mencoba mengambil handphone namun dia mengecek tas nya tidak ada hp karena masih di tinggal di ruangan Pimpinan. Gisel mencoba menelpon keluar dengan telpon kantor namun tidak bisa karena terputus.
Bram melihat Gisel bingung “ ada apa Gi “
Gisel “ oh ya kamu ada hp? “
Bram “sory Gi, bukannya di ruang meeting dilarang membawa hp pribadi? Aku sih gak bawa hp”
Gisel “aduh gimana nie” bingung
Bram “ kamu kenapa Gi?”
Gisel “aku gak tahu perasaan ku gak enak, aku kepikiran Kevin, tadi dia pamit mau jemput asisten baru nya”
Bram yang kesal dengar nama Kevin “gi tenang , kamu gak boleh mikir gitu nanti beneran lo yang kamu rasain, lebih baik jangan dipikirin biar dia baik – baik saja”
Gisel “aku mau nya tenang tapi gak tau kenapa perasaan ku kayak gini”
Bram yang mengalihkan “tenang saja Gi, semua pasti baik – baik saja “
Gisel “ iya Bram, makasih”
*** Dari Luar ***
Sekretaris “Bagaimana Pak, bisa?” menanyakan pintu bisa di buka atau tidak ke enginering
Enginering “ini sudah bisa , kita matikan lagi sekali listriknya semua, ini pasti ke buka”
Karyawan 1 berbisik “kasian ya Ibu Gisel dan Pak Bram ke kurung sedangkan Pak Kevin tampan masuk rumah sakit Karena kesetrum menyalamatkan istri”
Karyawan 2 “ya kasian ya, Pak Kevin sangat mencintai istrinya sih”
Karyawan 3 “bagaimana gak cinta Ibu Gisel sangat cantik abis itu kaya raya, cowok mana yang bakal lepasin cewek gitu, Ibu anak 2 tapi kayak anak muda belum punya anak”
Karyawan 2 “ya iyalah Ibu Gisel cantik gitu mantan model dulu di perusahaan Pak Kevin dan mantan Ibu Gisel”
Sekretaris “kalian selesai deh gossip kalau di denger kalian bisa di pecat”
Karyawan “iya – iya “
Enginering “matikan ya sekarang” menyuruh karyawan lain dan listrik dimatikan menunggu 10 menit hidupkan baru bisa kebuka
*** Di Ruang Meeting ***
Lampu kembali mati, Bram yang sedikit jauh dari Gisel kaget lagi, Gisel yang ingat dengan Bram panikan segera menghampiri tanpa sengaja Gisel yang mencari Bram tersandung kursi kakinya sehingga jatuh diatas Bram. Gisel dan Bram tidak sengaja saling berciuman karena jatuh Gisel tepat dipelukan Bram dan menimpa Bram. Mereka saling memandang, Gisel ingat dengan Agus dia segera melepaskan badan nya dari Bram.
Gisel “maaf Bram”
Bram “kamu gak usah pikiran yang terjadi barusan, aku lupakan kok, aku tahu aku bukan siapa, sedangkan kamu sudah punya suami”
Gisel “iya Bram”
Bram “kenapa listrik mati lagi ya?”
Gisel “entahlah”
*** Gisel di dalam hati***
Tuhan apa yang aku lakukan sehingga engkau mengirimkan seseorang yang sangat mirip dengan Agus? Kini aku melihat sesosok Agus. Walau aku sudah bersama Kevin dan sangat mencintai Kevin namun aku tetap merasa Agus adalah cinta pertama ku, bahkan aku sudah diberikan jantung nya. Agus aku gak akan lupakan semua nya, walau kamu tidak disini tapi aku merasa kamu hadir lagi melalui Bram, aku mohon kamu disana jangan buat aku bingung. Sampai kapan pun aku adalah angsa mu, kamu adalah cinta pertama ku tapi masa depan ku adalah Kevin. Aku harap aku bisa melupakan mu segera, aku gak mau karena ingat kamu dan semakin dekat dengan Bram. Aku adalah istri Kevin, aku mencintai Kevin melebihi diri ku sendiri. Bantu aku Agus ….
*** Dari Luar ***
Enginering “tolong hidupkan listriknya ini sudah waktu nya”
Karyawan “iya Pak”
Listrik pun kembali hidup, pintu di buka menggunakan system di server dan akhirnya pintu ke buka. Bram dan Gisel sangat senang pintu sudah bisa ke buka.
Sekretaris menghampiri Gisel “Ibu mari saya antar keruangan Ibu”
Gisel “baik terima kasih banyak” ikut kembali ke ruangan
Bram “silahkan istirahat Ibu”
Gisel “iya terima kasih , kamu juga Bram”
Gisel sudah sampai di ruangan. Office boy memberikan teh hangat jahe untuk Gisel. Gisel ditemani sekretaris di ruangan nya.
Gisel “oh ya kamu lihat Bapak sudah kembali tidak?”
Sekretaris “Bapak … Bapak “ sambil bingung mau cerita
Gisel “kenapa? Kok kmau gitu ngomongnya” curiga
Sekretaris “Ibu maaf sebenarnya Bapak … Bapakkk masuk rumah sakit Bu”
Gisel kaget “maksud kamu apa?” berdiri dan teh jatuh dari tangan Gisel sehingga gelas pecah
Sekretaris “Bapak sudah dibawa ke rumah sakit oleh asisten baru nya, Bapak tadi ikut membantu menyelamatkan Ibu dan Bapak kesetrum Bu sehingga pingsan”
Gisel “ rumah sakit mana?”
Sekretaris “sudah ada di massage grup Bu”
Gisel “baik lah” mengambil tas dan kunci mobil
Gisel buru – buru pergi tanpa melihat siapa pun, Bram yang menyapa Gisel pun tidak terhiraukan oleh Gisel. Bram membawakan minyak kayu putih. Sekretaris mengejar Gisel tapi Gisel sudah masuk mobil dan mengebut. Bram yang bingung bertanya “ada apa ini? Kenapa Ibu Gisel seperti itu?”. “Ibu mengejar Pak Kevin, beliau masuk rumah sakit kesetrum” jawab Sekretaris. Bram yang mendengar ini senang berharap Kevin mati. Bram menyusul Gisel dari belakang.
Gisel sampai di rumah sakit segera berlari mencari Kevin. Gisel bertanya pad ahelp desk dan di info masih di IGD dan Gisel segera ke IGD untuk menemui Kevin. Gisel bertemu dengan Indra, , kebetulan saat Gisel disana dokter pun tiba.
Gisel “dokter bagaimana keadaan suami saya?”
Dokter “suami IBu tidak apa, hanya shock saja, sekarang sudah bisa dipindahkan ke kamar.”
Gisel “baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya”
Dokter “baik Bu, kami melayani sepenuh hati, kalau begitu saya permisi dulu Bu”
Gisel “baik dok”
Indra “maaf saya belum perkenalkan diri”
Gisel “oh iya, saya Gisel”
Indra “saya Indra temen Justin sebenarnya”
Gisel “oh gitu makasih ya sudah mau bantu suami saya”
Indra “ya sama – sama Bu”
Gisel “gak usah panggil saya Bu, kita pasti seumuran panggil saja Gisel”
Indra “iya Gisel makasih, pantes aja Kevin segitunya pengorbanan ternyata kamu emang gadis yang harus diperjuangkan”
Gisel “ah bisa saja”
Kevin dipindahkan ke ruang VVIP , Gisel belum bertemu dengan Kevin. Setelah Kevin dipindahkan Gisel baru bisa melihat Kevin.
Indra “Gisel aku pamit pulang dulu ya”
Gisel “oh iya terima kasih banyak ya, kamu bawa aja mobil Kevin biar aku nanti bersama Kevin pulang”
Indra “oke deh, besok pagi aku kesini lagi”
Gisel “siiipppp”
Indra pun kembali pulang. Kevin belum sadar, gisel masih menunggu di rumah sakit, Gisel sangat sedih dengan keadaan Kevin, semua perasaan buruknya terjadi, Gisel menangis sambil memegang tangan Kevin “sayang bangun lah aku disini, aku kangen sekali sama kamu, aku mohon bangun lah demi aku Vin” Gisel menangis memegang tangan Kevin.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***