
*** Rumah Sakit ***
Bram belum sadar dari pingsan nya. Gisel menunggu Bram sambil mengelap tangan dan kaki nya. Gisel ingat bagaimana Bram hari ini melindungi nya sampai dia yang harus terkena. Gisel ingat dengan Agus juga mirip dengan Bram. Agus dulu cuek tapi peduli, Bram sangat peduli dan tidak sama sekali memikirkan keadaan nya sendiri.
Gisel merasa menyesal “Bram maafin aku yang sempat membenci mu”
Bram yang sadar “aku gak pernah marah sama kamu Gi”
Gisel kaget “Bram? Kamu sudah bangun?”
Bram berusaha duduk “aku sudah bilang kan kalau aku enggak kenapa”
Gisel memohon agar tidak sama dengan Agus dulu “Bram janji sama aku jangan pernah relakan nyawa mu lagi buat aku”
Bram “aku gak bisa janji itu sama kamu Gi”
Gisel yang bingung dengan Bram “kenapa kamu lakuin ini sama aku?”
Bram jujur dengan perasaan nya “aku merasa dekat dan nyaman dengan mu Gi”
Gisel menolak “aku sudah bersuami dan memiliki anak Bram”
Bram “aku tahu itu semua, aku gak peduli dan aku gak mengharapkan kamu orang kaya juga”
Gisel “kamu nyaman deket dengan ku tolong kamu jaga perasaan mu sendiri, aku gak mau kamu sakit hati Bram”
Bram “aku emang sakit hati melihat kamu sama Kevin, tapi aku menahan karena cinta itu harus diperjuangkan”
Gisel “menjauh lah dari ku” berdiri dan meninggalkan Bram
Bram menarik tangan Gisel “kamu tahu aku gak peduli apa pun, cinta tak harus memiliki, berikan saja aku ijin mencintai mu, biarkan Tuhan yang mengatur apakah kamu jodoh ku atau tidak”
Gisel yang membrontak “lepasin tangan ku Bram, kamu harus dapat wanita yang sepadan, bukan aku”
Bram “aku gak mau” mencium bibir Gisel dengan lembut (Gisel mencoba melawan dan melepaskan namun Bram memegang kepala Gisel sehingga tak bisa di lepas, Gisel hanya diam dan memejamkan mata, Gisel mengingat Agus dulu)
Bram melepaskan ciuman dengan pelan - pelan “Gi, i love you”
Gisel hanya melihat wajah Bram dan tidak berkata apa pun
Bram “aku tahu kamu kesal, tapi seiring waktu berjalan kamu akan memiliki perasaan sama dengan ku”
Gisel “gak mungkin, aku gak akan hianati Kevin, aku sangat mencintai nya”
Bram “cinta bisa berubah Gi”
Gisel “ya udah terserah kamu, istirahat saja kamu, aku akan hubungi pihak Miyokha”
Bram “jangan tinggalin aku”
Gisel “aku hanya mau menelpon pakai ponsel mu di luar”
Bram “baik lah”
Gisel keluar dan menelpon menceritakan semua kepada pihak Miyokha. Bram merasa bersalah memaksa Gisel ciuman, tapi Bram tidak bisa menahan nya, dia sangat takut jika Gisel kenapa - kenapa dan Bram tidak mau kehilangan Gisel. Bram merasakan perasaan yang berbeda, benar - benar sayang kepada Gisel. Bram tidak bisa mikirkan lain hanya bisa memikirkan Gisel. Gisel kembali ke ruangan
Bram “bagaimana Gi?”
Gisel “sudah beres , aku mau nelpon kevin biar bisa jemput aku dan khawatir”
Bram merebut ponsel Kevin “biar aku yang chat Kevin, aku mohon jangan minta Kevin jemput, aku gak mau sendiri”
Gisel “tapi kevin harus tahu, aku gak mau dia berpikir aneh - aneh”
Bram memegang tangan Gisel “please aku mohon”
Gisel “ya udah deh, kabarin saja dia”
Gisel “aku mau cari makan dulu”
Bram “kita telpon receptionist aja”
Gisel “iya”
Gisel sangat memikirkan Kevin, bagaimana keadaan Kevin, mereka sedang berantem akan lebih marah jika dia tahu Gisel menemani Bram di rumah sakit.
Bram “Gi makanan sudah aku pesan.” melihat wajah murung Gisel “kamu kenapa Gi?”
Gisel “aku gak apa kok”
Bram “jangan bohong aku bisa lihat dari wajah mu” memegang tangan Gisel
Gisel “lepasin Bram tangan ku” menarik tangan nya
Bram yang gak mau melepaskan “gak akan aku lepasin” menarik Gisel sehingga dekat dengan wajah nya
Gisel “kamu apaan sih, lepasin aku”
Dari pintu terlihat dari kaca pintu Kevin datang yang entah tahu dari mana, Gisel tidak melihat karena kearah Bram. Bram memanfaatkan agar Kevin melihat nya.
Bram “Gi maafin aku, i love you”
Gisel “issshhh apaan sih kamu tu”
Bram mengambil kepala Gisel lagi, bram mencium lembut bibir Gisel, gisel yang kaget berusaha melepaskan diri kali ini. Kevin yang tanpa sengaja melihat mereka dari pintu berisi kaca melihat mereka berdua ciuman bibir. Kevin kecewa sekali bahkan Kevin tak sadar menjatuhkan air mata nya. Kevin kecewa dengan Gisel, kevin melihat seakan Gisel menikmati ciuman Bram. kevin berpikir bahwa Gisel menganggap Bram adalah Agus cinta pertamanya yang kembali hidup. Kevin pergi dari rumah sakit tidak jadi menghampiri mereka. Kevin sangat sedih dan terpukul melihat istrinya seperti itu. Kevin kembali ke hotel dan pergi ke rumah yang disiapkan Papa Gisel. Kevin menyendiri, sedangkan Gisel yang berhasil melepaskan diri Bram menampar Bram.
Gisel “stop lo cium gue terus”
Bram “gue salah Gi?”
Gisel “salah lah gue sudah bersuami”
Bram memegang pundak gisel dengan kedua tangan nya “Gi … “ memberikan nada keras “aku benar - benar mencintai mu, aku adalah Agus, aku kembali hidup di nyawa orang lain yang hampir mati, aku ingin kita kembali, aku memberikan jantung berharap kita bisa bertemu dan bersatu, Tuhan sudah mengabulkan yang aku mau Gi, apa kamu gak mau aku cium? Aku lah cinta mu”
Gisel yang kaget dan tidak percaya “dari mana kamu tahu?”
Bram “aku tahu karena aku mengalami nya”
Gisel memeluk Bram “apa benar kamu Agus?”
Bram “aku Agus Gi, tapi aku lahir lagi di sosok bram”
Gisel “tapi aku gak percaya”
Bram “aku mencintai mu, berikan aku kesempatan, walau aku dari dulu selalu meminta kesempatan sama kamu Gi”
Gisel melepas pelukan nya “maafin aku Bram atau Agus, aku gak bisa menghianati Kevin, aku sangat mencintai Kevin”
Bram “walau kesempatan kamu tidak kasik , tapi kasik aku dekat dengan mu dan mencintai mu, walau kamu gak bales”
Gisel “aku akan mencobanya”
Bram memeluk Gisel, Gisel kali ini tidak menolak karena dia merasa bram adalah Agus. Bram mencium lembut bibir Gisel, kali ini Gisel hanya benar - benar diam menutup mata dan menerima ciuman Bram. Gisel tidak menolak lagi dan Gisel tidak mengetahui bahwa Kevin mengetahui kejadian hari ini.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.