No

No
Episode 78



Justin yang peduli terhadap Kevin sangat senang jika Bella yang merupakan kekasih nya dan sahabat Kevin juga memikirkan bahwa Kevin butuh sepasang kekasih.


" Aku punya sepupu, dia cantik, bagaimana kalau kita comblangin mereka ... " Saran Kevin


Bella yang gak setuju " Jangan!!! "


" Loh kenapa? Kamu udah punya calon? " Justin balik bertanya


" Belum sih ... tapi kayaknya gak usah buru - buru kasik juga Kevin memilih kan? " Bella sangat panik, wajahnya sedikit kesal dan tidak konsentrasi bersama Justin


Pikiran Bella hanya ingin cepat pergi dan menghampiri Kevin ...


" Ya udah ... kita makan saja, entar aku anter kamu pulang, tadi aku lihat kamu turun di depan, diantar sopir ... " Justin menawarkan


" Oh Iya ... " Bella hanya mengikuti sementara keinginan Justin


Mereka makan dengan segera, Justin menyadari jika Bella seperti sangat buru - buru dan tidak senang. Justin pun mempersingkat waktu makan dan mengantarkan Bella pulang, selama di perjalanan Bella hanya diam tanpa kata, dia pun terus melihat jalan dengan gelisah.


" Bel, kita sudah sampai nie ... " Justin


" Oh iya ... aku turun dulu ... makasih banyak ya .. " bella langsung turun dan masuk ke rumah nya tanpa berkata apa lagi dengan Justin


" Apa mungkin dia masih bingung atau malu ya karena sekarang status kita berpacaran , " Justin senyum kecil melihat Bella masuk rumah " Ya sudah aku perlu kasik dia waktu untuk jalani ini semua " Justin memikirkan sikap Bella yang tidak seperti sebelumnya


**** Kevin ****


" Sepertinya aku harus menjauh dari Bella, dia janjian ketemu tapi mungkin saja Justin mengikuti dia, yah sekarang bukan persahabatan tapi ada cinta di dalam persahabatan " Kevin di kamar nya


Bella mengirimkan pesan ... " Vin kenapa tadi kamu langsung pergi?"


Kevin yang baca pesan berpikir tidak baik mengganggu hubungan orang , Kevin pun tidak membalas pesan Bella.


Bella menelpon Kevin namun Kevin tidak mengangkat nya sehingga Bella mengirimkan pesan " Vin angkat telpon ku dong, aku mau bicara ... " Pesan Bella. Kevi mengabaikan dan tidur lebih awal.


*** Sekolah ***


" Cie Bella ... Sudah jadian sama Raja Tampan " Teman - teman Bella meledek Bella saat baru dateng


bella yang bingung hanya diam dan langsung pergi ke ruangan. Di dalam ruangan Bella melihat meja nya terdapat bunga.


" Selamat pagi cantik, semoga hari mu menyenangkan hari ini pacar kesayangan . I Love You " Surat dari Justin


Justin datang menutup mata Bella " Siapa ini, aduh lepasin .. " Bella yang kaget


Justin melepaskan " Pagi sayang ... " Justin menyapa


" Cie .... " Kevin ikut meledek mereka


" We Vin lo tahu gak kemarin kita dinner bareng dong, iya gak sayang .. " Justin


Bella yang kesal dengan kelakuan Justin " Iya ... "


" Ya selamat buat kalian yang sudah pacaran dan sebentar lagi kayaknya tunangan dah ... " Kevin mendoakan


" Lo maksud nya Bel? " Justin kaget


" Bukan .. maksud ku, kita masih SMA gak bisa tunangan kita harus dewasa dulu dong .. " Bella mengeles dan merasa dirinya terpojokan


" Ya sudah sih , itu kan kata bercanda Kevin sayang, jangan serius amat sayang " Justin


" Justin, aku gak terbiasa pakai sayang, kayaknya harus di kurangi deh kata sayang nya " Bella cetus


" oh ... maaf kalau kamu gak suka Bel " Justin merasa malu depan Kevin


Kevin berpikir ini karena Bella belum terbiasa yang biasanya kita saling kasar dalam bercanda kini mereka harus lebih halus karena hubungan spesial.


Jam sekolah berakhir, Bella duluan pulang tanpa pamit dengan Justin maupun Kevin. Bella sampai di rumah, dia hendak buka pintu rumah namun dia mendengar suara tangisan dan teriakan dari dalam seperti ada pertengkaran.


" Siapa dia Pa? Apa dia yang bernama Intan masa lalu papa? " tangisan mama Bella


Bella pun mengintip keadaan di dalam. Bella melihat mama nya menangis dan papa nya sangat cuek.


" Kamu itu selalu aja menuduh ku macem - macem. Aku ingetin ke kamu, hal seperti ini Bella tidak boleh tau. Bella sangat bangga dengan ku yang setia dan sayang sama keluarga ... " Papa Bella sambil menunjuk telunjuk ke wajah mama bella


" Tega kamu Pa, selama ini kita hanya sandiwara depan anak kita, kamu pulang malem , mabuk , nginap di hotel dengan intan. Kenapa kamu nikahin aku kalau kamu emang cinta sama Intan? Kenapa Pa? Apa salah saya? " Mama Bella membentak papa nya sambil menangis


" Hentikan! Kamu sadar dong. kita nikah karena kamu hamil duluan! Kalau kamu gak hamil yang mau nikahin kamu siapa? " Papa Bella


" Aku seperti ini karena kamu, aku ninggalin keluarga ku di Indonesia karena kamu , tapi sekarang kamu malah mengungkit yang sebenarnya kesalahan kamu? " Mama Bella


" Oke terserah! Capek berdebat sama wanita seperti kamu! " Papa Bella


" Hentikan! Kenapa kamu tega? Cuma gara - gara perempuan itu kamy tega sakitin hati ku " Mama Bella


Papa Bella membentak " diam!!! Kalau kamu gak suka. silahkan pergi dari sini! Kamu gak punya siapa, kamu gak punya uang, kamu gak kerja! "


Mama Bella berpikir emang itu keadaan nya " Pa, tapi apa salah ku, kenapa kamu tega tadi kalian cium kening, kenapa? "


" Aku sudah bilang, aku rekan bisnis dengan dia, dia yang bantu bisnis ku, dia yang membantu keuangan ku. aku emang masih cinta dengan dia, dia yang pertama aku ajak berpacaran dulu, dia tetangga ku, bagaimana bisa aku gak tergoda setiap melihat dia yang semakin hari semakin cantik dan kaya? Gak kayak kamu makin hari makin keriput " Papa Bella


" Kamu keterlaluan! Tega nya kamu nyakitin istri mu sendiri, aku gak pernah minta dinikahi kamu, kamu dulu yang maksa nikah, tapi begini sekarang perlakuan mu dengan ku " Mama Bella menangis dan berlari ke kamar nya


Papa Bella keluar, Bella sembunyi dan menahan tangisan. Dia tidak tahu kelakuan papa nya selama ini yang sangat mesra dengan mama nya ternyata hanya palsu demi membahagiakan Bella. Dia tidak menyangka bagaimana sakit hati mama nya dengan kelakuan papa nya yang arogan. bella menangis terus menerus, dia tidak berani masuk rumah dengan melihat mama nya sedih dan tersakiti. Bella salah dalam hal, selama ini dia mengira keluarga nya sangat harmonis. Namun sebenarnya papa nya memiliki kekasih yaitu mantan nya, sedangkan dia selalu kasar dengan mama Bella. Bella seketika membenci papa nya yang jahat dengan mama nya. Bella menghapus air mata nya, dia berusaha untuk pura - pura tidak mengetahui kejadian ini, dia masuk ke dalam dan langsung pergi ke kamar nya. Dari kamar Bella terdengar mama nya yang menangis sangat keras, Bella merasa juga sakit mendengar mama nya menangis, Bella ingin menghampiri tapi dia tahu selama ini mama nya selalu menunjukman yang baik kepada dirinya.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.