No

No
Episode 18



Gisel dan Agus berada di mobil Agus, terlihat Kevin menunggu di luar.


 


 


Agus : Gi, maafin semua kesalahan Dian, Dian lakuin itu semua karena cinta nya ke aku. Aku gak tau cinta bisa buat dia nekat kayak gini. Kamu harus bnayak mengalami hal buruk cuma gara - gara aku.


Gisel : Uda lah Gus, aku dah lupain semua kok, aku gak apa, sekarang aku mau menata hidup ku sendiri aja Gus


Agus : Gi, apa kamu menyukai Kevin?


Gisel : Aku belum tau dengan perasaan ku Gus, cuma aku nyaman dekat Kevin


Agus : Aku ikhlas lepas kamu asal kamu bahagia Gi, dan kita masih bisa temenan Gi


Gisel : iya makasih Gus


Agus : Gi sampai kapan pun aku mencintai mu, itu janji ku, jika suatu saat kamu rindu sebut nama ku, aku pasti akan merasakan itu (mencium kening Gisel)


Gisel : (diam menganggap ciuman terakhir) makasih Gus, kamu merupakan cinta pertama ku


Agus : aku juga menganggap mu cinta pertama ku Gi


Gisel : iya Gus, aku keluar ya


Agus : (menahan tangan Gisel) Gi ini kalung angsa nya tolong simpan ini


Gisel : oke Gus , aku simpan


Agus : Gi, apa kamu punya sodara kandung laki - laki?


Gisel : ada, tapi dia pergi niggalin keluarga ku dan sampai saat ini gak ada kabar Gus


Agus : apa dia punya benda sesuatu yang digunakan?


Gisel : kok kamu tiba - tiba nanya kakak ku?


Agus : pengen tau aja, spa tau aku bisa temukan


Gisel : oh … dia punya kalung liontin yang gak pernah lepas dari lehernya, katanya suatu saat itu buat aku dan merubah hidup ku juga, aku gak ngerti, tapi dia sangat menyayangi ku.


Agus : (berpikir tentang orang yang kalugnya diambil) oke Gi, makasih sudah denger semua, aku juga minta maaf sama semua kelakuan ku, aku tau kamu pasti luka melihat pacar sendiri melakukan hubungan itu dengan wanita lain, aku tau kamu luka


Gisel : udah Gus gak apa , aku dah lupain semua


Agus : makasih Gi


 


 


Agus dan Gisel keluar dari mobil. Kevin menghampiri dan mengajak Gisel pulang. Agus sudah ikhlas jika Kevin dan Gisel bersama, Kevin sangat baik pada Gisel.


 


 


Kevin tidak pernah berpacaran, dia baru pertama kali suka sama wanita yaitu Gisel.


 


 


Latar belakang Kevin …


 


 


Kevin merupakan anak dari pengusaha kaya yang bergerak di entartain. Keluarga nya memiliki usaha model, film dan perusahaan jaringan bisnis internasional. Kevin anak satu - satunya di keluarganya. Ayahnya merupakan orang asing yang menikah dengan wanita desa. Keluarga mereka sangat harmonis. Selama ini kevin tinggal di luar negri dengan ibu nya, namun sekarang dia mulai mandiri menetap di Indonesia sambil mengurus usaha ayahnya. Dia anak mandiri dari kecil bukan anak manja. Dia tidak pernah jatuh cinta, semenjak bertemu Gisel dia merasakan jatuh cinta. Kevin masih terlihat orang biasa setara dengan Agus, namun kevin merupakan keluarga terkaya di luar negri jadi sesungguhnya Kevin bisa melakukan apa saja sesuka hatinya namun dia tidak sombong bahkan Kevin orang yang sangat sederhana. Gisel belum mengetahui latar belakang Kevin, karena masih mencintai Agus.


 


 


Sesampai di rumah Gisel masuk kamar, kini dia sudah tidak takut sendiri karena tau bahwa yang menyakitinya sudah tiada. Namun semua pemikiran Gisel salah. Dia sudah di ikat oleh makhluk itu karena mereka sudah sangat menyukai Gisel yang merupakan perawan. Gisel sudah merasa aman namun belum. Kevin masuk kamar Gisel bersama …


 


 


Gisel : Vin? Kok masuk kesini?


Kevin : lo kan aku harus bersama kamu?


Gisel : udah gak kok, aku baik - baik aja, Dian sudah tiada jadi siapa yang menyakiti ku?


Kevin : iya sih tapi perasaan ku belum tenang ya Gi?


Gisel : (mengecup bibir Kevin) udah jangan pikir itu, itu cuma ke khawatiran mu aja kok (mendorong Kevin keluar kamar dan menutup pintu)


Kevin : (bengong kaget bisa cium bibir Kevin) ya udah ya Gi aku balik kamar, ada apa telpon aku ya?


Gisel : iya , sana gih istirahat vin …


 


 


Kevin kembali ke kamarnya dan istirahat. Gisel juga berbaring di kasur dan merasa lega, kini dia hanya perlu memulai menyukai Kevin. Gisel tidur miring dan tiba - tiba Gisel melihat sosok hitam depannya. Gisel bangun dan kaget namun tidak ada apa, Gisel berpikir mungkin cuma efek kemarin masih terasa. Gisel pun tidur. Gisel bermimpi dicekik wanita dengan wajah hancur. Gisel berteriak dan Kevin segera masuk kamar Gisel. Kevin membangunkan Gisel. Gisel terbangun dengan nafas terputus - putus. Kevin bertanya kepada Gisel “kamu kenapa? Mimpi buruk?” Gisel hanya mengangguk dan diam saja. Kevin memeluk Gisel, menenangkan Gisel. Akhirnya Gisel tenang dan Kevin mau pergi namun Gisel tidak mau di tinggal.


 


 


Gisel : vin jangan tinggalin aku,


Kevin : kamu kenapa? Gak ada apa kok


Gisel : aku masih takut


Kevin : ya udah aku temenin kamu ya?


Gisel : iya vin


 


 


Kevin memeluk Gisel sampai tertidur. Kevin pun ketiduran dengan memeluk Gisel. Mereka seperti sangat kelelahan.


 


 


Disisi lain Agus masih penasaran dengan liontin itu. Dia mencari di kamar ayahnya. Akhirnya dia menemukan dan membuka liontin itu. Benar liontin itu sama dengan yang dibilang oleh orang tua Dian. Agus sadar jika Gisel adalah anak kandung orang tua Dian yang hilang. Kakak Gisel yang menghilang pria waktu itu, yang sudah meninggal. Gisel artinya tidak tahu bahwa dia adalah anak kandung orang tua Dian. agus ingin memberitahu tapi apa Gisel akan percaya? Dia bingung harus gimana?. Akhirnya Agus memutuskan untuk diam dan tidak mengungkit hal ini sampai waktunya tiba. Agus masih berharap bisa balik dengan Gisel. Namun dia sadar jika dia sudah sangat melukai Gisel. Namun Agus akan berusaha tetap dekat dengan Gisel hanya berharap dia bisa terima Agus lagi.


 


 


Kevin bangun melihat Gisel yang masih tidur. Kevin mencium kening Gisel dengan lembut supaya tidak membangunkan Gisel. Gisel pun terbangun.


 


 


Gisel : kevin?


Kevin : pagi Gi?


Gisel : pagi Vin (mencium bibir Kevin)


Kevin : ini serius Gisel? Kamu gak masalah mencium bibir ku?


Gisel : (menambah pelukannya menjadi lebih erat) ngga kok, aku mau mencintai mu, jadi aku boleh kan bales semua kebaikan mu?


Kevin : jangan kamu paksa Gi untuk membalas kebaikan ku dengan ini, jalani saja sambil menunggu waktu


Gisel : hmmm terserah kamu deh, aku mau mandi (bangun dan posisi duduk)


Kevin : (menarik Gisel dengan memeluknya dari belakang sehingga kembali terjatuh di kasur) Gi mandi bareng ya?


Gisel : is nakal, gak ah , udah lepasin, aq mau mandi


 


 


Kevin mencium dengan lembut menjelajahi bibir gisel, Gisel menikmati dan membalasnya. Tiba - tiba hp Gisel bunyi. Mereka melepas dan Gisel mengangkat telpon.


 


 


Gisel : halo


Agus : Gi, aku depan rumah Kevin, aku antar kamu sekolah ya?


Gisel : dari mana kamu tahu no ku?


Agus : dari Putri


Gisel : aku sama Kevin ja, kamu pulang gih (menutup telpon)


Kevin : agus nelpon kamu?


Gisel : iya, aq gak mau berurusan sama dia lagi


Kevin : jangan gtu cuma temen kan gak apa


Gisel : iya sih, udah ah aku mau mandi ntar telat lagi


Kevin : yuk kita mandi berdua


Gisel : aiss terserah mu , jangan macem - macem


Kevin : aku ingat janji kok, aku gak ngpain kecuali kamu ngijinin


Gisel : makasih vin


Kevin : sama - sama Sayang (memeluk Gisel)


 


 


Kevin dan Gisel mandi bersama, seusai mereka mandi mereka mengganti pakaian dan lekas sarapan. Mereka berangkat sekolah bareng, namun setelah pembantu membuka pintu gerbang ada Agus yang menunggu.


 


 


Gisel : Agus? Ngpain disini?


Agus : Aku mau antar kamu Gi


Kevin : gak usah dia sudah sama aku , buat apa lagi kamu minta anter Gisel?


Gisel : maaf Gus aku berangkat sama Kevin


Agus : ada yang mau aku sampaikan ke kamu penting


Gisel : apa lagi sih, udah aku telat


 


 


Gisel masuk mobil dengan Kevin dan berangkat. Sebenarnya Agus ingin menjelaskan orang tua kandung Gisel. Namun menurut dia Gisel sedang tidak mood. Agus pergi kerumah Dian.


 


 


Agus : permisi …


Bibi : ya , mau cari siapa dik?


Agus : Papa mama Dian ada?


Papa : siapa bi?


Bibi : ini tuan, temen nya nona Dian …


Papa : Agus?


Agus : halo om , ada yang mau Agus sampaikan ke om


Papa : ada apa Gus?


Agus : (mengeluarkan kalung liontin)


Mama : (menjatuhkan gelas)


Papa : (menoleh istrinya dan menghampiri) ada apa ma?


Mama : Pa itu punya anak kita kalung itu Pa …


Papa : menghampiri Agus dan mengambil kalung itu “dari mana kamu dapat Gus?


Agus : saya akan ceritakan semuanya


Papa : (membuka isi kalung itu)


Mama : pa ini kalung kita dan foto itu kita bertiga Pa (menangis)


Papa : ya tuhan anak ku (menangis)


Agus : saya tau keberadaan anak om dan tante


Mama : cepat kasik tau kita kenapa ini ada di kamu? Kamu yang ambil anak kita? Jawab? (marah dan menangis)


Papa : ma tenang, kita dengar dulu penjelasan Agus, agus cepat kasik tau kita


Agus : sebenarnya gadis yang kemarin kesini dan yang dibilang hampir mati oleh Dian adalah anak om dan tante, dia lah bayi itu


Papa : maksud mu?


Agus : kakak Gisel lah yang memiliki kalung ini, kakak nya sudah mati oleh ayah saya dan Dian tau, Dian mengancam akan lapor polisi dan menghancurkan bisnis ayah saya, makanya saya mau pacaran sama Dian dan menguburkan kakak Gisel di suatu tempat , saya menemukan kalung itu yang digunakan, Gisel juga mengatakan kakaknya hilang dengan liontin seperti itu, tapi dia tidak sadar kakak nya sudah meninggal. Gisel tidak punya tempat untuk tinggal, ibu nya pergi dengan lelaki lain, bapaknya pergi karena dikejar hutang, dia bekerja sebagai penjual bunga dan model untuk biaya sekolah. Selama ini dia sangat tersiksa. Dia sekarang tinggal dengan laki - laki baik bernam Kevin yang kemarin kesini. Lelaki itu merelakan nyawanya untuk menolong Gisel saat Dian menyerang dengan ilmu hitam. Jika tidak ada dia mungkin Gisel sudah tiada.


Mama : ya tuhan , anak ku … aku mau bawa dia pulang pa


Papa : sabar ma , jangan gegabah


Agus : saya mau jelasin ke Gisel hal ini, tapi dia lagi hancur tidak mau mendengarkan saya sedikit pun om tante


Papa : kamu pulang lah Gus , saya masih akan cari tahu hal ini


Agus : baik om, saya hanya mau nyampaikan ini, saya akan pulang, saya pamit om tante


 


 


Papa dan mama Dian tidak bicara mereka hanya sedih dan memikirkan yang dikatakan oleh Agus.


 


 


Disekolah …


Kevin dan Gisel sudah mulai mengikuti ujian untuk kelulusan, sebentar lagi mereka lulus dan mencari universitas baru. Mereka kini lebih konsentrasi pada ujian agar segera lulus.


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***