No

No
Episode 48



Malam tiba , Kevin dan Gisel menyiapkan makanan malam, Gisel dan Kevin dinner romantis di Villa, mereka sangat bahagia bisa akur dan bersama seharian.


Kevin “sayang aku sangat bahagia kita bisa seperti ini, tanpa ada pengganggu”


Gisel “aku juga suka , walau tidak di restaurant tapi kita tetap bisa melakukan hal yang romantis sayang”


Kevin “aku merasa sangat bahagia bisa memiliki wanita seperti mu”


Gisel “aku juga sangat bahagia, dari awal kita bertemu sampai saat ini kamu tetap sangat bertanggung jawab, aku


mendapatkan suami seperti mu adalah anugerah sayang”


Kevin memeluk Gisel, mereka menghabiskan waktu semalaman, mereka sangat bahagia, Kevin berharap ini tidak


cepat berakhir, baginya ini adalah kebahagian mereka yang tak tergantikan.


**** Keesokan paginya ***


Kevin bangun dari tidur nya “Sayang “ mencium lembut bibir Gisel


Gisel “sayang, kamu udah bangun?”


Kevin “iya sayang, ini sudah jam 5 pagi, kita harus lihat anak – anak dan kembali ke kantor”


Gisel “iya sayang, kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya” mencium bibir Kevin


Kevin “iya sayang, aku siapkan makanan untuk kita sarapan ya”


Gisel “iya sayang, makasih banyak”


Kevin menyiapkan makanan, sedangkan Gisel bergegas mandi dan bergiliran dengan Kevin agar bisa segera pulang melihat anak – anak. Mereka sarapan bareng dan prepare untuk pulang.


Gisel yang di garasi menunggu Kevin “sayang sudah semua?”


Kevin “iya sayang, aku matikan semua listrik dulu” bersuara lebih keras karena berada di dalam


Gisel masuk ke mobil menunggu Kevin


Kevin menghampiri Gisel “sayang yuk berangkat”


Gisel “ iya sayang aku tutup pintu gerbang ya”


Kevin “ iya sayang, makasih banyak”


Mereka berdua menuju pulang ke rumah mereka, mereka sangat merindukan anak – anak. 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Ibu, Bapak dan anak – anak menghampiri mereka berdua. Gisel sangat merindukan Brian dan Edward yang tumbuh dengan lucu nya.


Ibu “ kalian sudah pulang? “


Bapak “ yee Papa, mama pulang “ sambil gendong Brian


Gisel “Brian Edward mama pulang sayang “ mencium Brian dan Edward


Kevin “Bu Pak, merepotkan gak anak – anak?” sambil membawa barang


Bapak “gak lah nak, anak – anak adalah cucu Bapak, sama kayak dulu mebesarkan Gisel , ya gak Bu”


Ibu “iya vin , jangan pikirkan itu, oya kita masuk yuk, ngapain ngobrol di luar”


Gisel “oh iya, Pak sini Brian dan Edward” mengambil anak – anak


Bapak “ ini Gi “ memberikan ke Gisel “Kevin sini Bapak bantu” membawa barang yang dibawa Kevin


Kevin “iya Pak, makasih banyak, ini semua barang anak – anak sih”


Mereka masuk ke dalam bersama, mereka menikmati kebersamaan sesaat.


Jam pun sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Gisel dan Kevin bergegas berangkat ke kantor. Mereka membawa satu mobil berdua, sesampai di kantor mereka masuk kedalam ruangan bersama. Sekretaris mengetuk pintu untuk melaporkan hal yang terjadi kemarin. Gisel dan Kevin mendengar semua kejadian kemarin. Kevin sangat kesal dengan kelakuan Bram yang seolah semua keputusan bisa di ambil tanpa memberitahu Kevin. Kevin menelpon


Bram, dan memanggil Bram. Sekretaris pun diminta keluar, di ruangan hanya ada Gisel dan Kevin.


“Bram tolong ke ruangan saya sekarang” Menelpon Bram


“Baik Pak” Bram segera ke ruangan pimpinan


Tok Tok Tok


“Permisi Ibu Pak “ Bram masuk ruangan


Gisel “silahkan masuk”


Kevin “saya dengar kamu kemarin ad nerima karyawan lama ya?”


Bram “Maaf Pak, saya tidak ada terima karyawan lagi tanpa persetujuan HRD”


“jangan ngeles kamu, saya sudh dengar semua “ Kevin dengan nada tinggi


“Maaf Pak, mungkin maksud Bapak Rara. Untuk Rara saya tawarkan bekerja di restaurant milik saudara saya sebagai kasir, memang saya mengajak Rara masuk ke perusahaan kita terutama ruangan saya, tapi saya menawarkan tempat lain, saya tidak tega dengan orang yang emang memerlukan bantuan” Jawab Bram


Gisel yang sudah mengerti menghentikan “sayang sudah lah, Bram gak salah kok, biar saja kan yang penting


yang kita dengar itu salah sayang”


Kevin yang kesal dengan Ngeles Bram “ Tapi sayang kita gak bisa gitu,, harusnya dia gak seperti itu, dia manager bisa memperlakukan semua sama, jika sampai ada karyawan lain tahu, pasti akan jadi bahan perbincangan mereka”


Gisel “udahlah itu urusan mereka gossip sayang, kita atasan gak mungkin urus yang sampai kayak gitu”


Bram menyela “Maaf Ibu Bapak , kalau gara – gara ini menjadi suatu masalah saya akan terima sanksi dari perusahaan”


Gisel “ sudah cukup, kamu bisa kembali ke ruangan, kamu gak salah, dan jangan bahas ini lagi, siapkan saja


semua yang kita perlukana dengan Mr Miyokha di Tokyo.


Bram “Baik Ibu, kalau begitu saya permisi” Bram keluar dari ruangan


Kevin “sayang kenapa kamu belain dia depan ku, kamu seakan membela dia dan tidak mendukung suami mu yank”


Kevin “emang kamu tahu dia bohong?”


Gisel “sayang aku lihat dari cara bicara dia bohong, jadi supaya dia percaya kita lebih baik aku hentikan saja, lagian kita masih butuh dia, setelah kita tidak butuh dia, kita keluarkan dari perusahaan”


Kevin “ wah istri ku ternyata pintar, aku setuju setelah ini akan keluarkan dia dari sini”


Gisel “ ya sayang, aku banyak melihat kejanggalan dari dia, jadi aku harus hati – hati , bahkan kamu harus pura – pura mendukung nya”


Kevin “ oke sayang, oya sayang boleh gak aku cari asisten pribadi cowok”


Gisel mengijinkan “boleh aja, Justin aja ajak disini”


Kevin “ gak lah dia juga punya usaha sayang, aku punya referensi yaitu temen nya namanya Indra dia pengangguran dan dia hanya hidup sebatang kara disini, keluarga nya sudah meninggal semua waktu kecelakaan dulu, dia sih setau ku gak punya siapa – siaoa, jadi kita ajak dia disini, kasi mess karyawan, Gimana menurut mu sayang?”


Gisel “iya sayang boleh , terserah kamu aja, oya kita siapin untuk Tokyo yuk?”


Kevin “ ayo “ Mereka berdua mulai pekerjaan


*** Bram ***


“ Ini kesempatan guse, Gisel membela gue dan percaya gue, kini gue harus bisa menjadi Agus mantan nya, jika dia ingat pasti akan merasa bersalah dan akan lebih dekat dengan ku. Besok kita akan berangkat ke Tokyo, ini adalah kesempatan yang bagus buat aku mendapatkan Gisel.


*** Di ruangan Pimpinan ***


Gisel “ sayang aku ke ruang meeting bersama Bram ya, supaya aku bisa selesaikan ini semua”


Kevin yang takut “ gak sayang, aku ikut”


Gisel mencium bibir Kevin “sayang kamu percaya sama aku, aku bisa jaga diri, dan tenang saja, aku gak akan kena


tipuan nya kok”


Kevin ragu “tapi sayang”


Gisel menaruh jarinya I bibir Kevin “ssstttt udah sayang, gak apa kok”


Kevin “ janji sayang bisa jaga diri?”


Gisel “ siap sayang “


Kevin "Oh iya, aku langsung jemput Indra juga ya, buat aku kenalin ke kamu ntar"


Gisel " iya sayang, kamu hati - hati di jalan ya"


Kevin " siap sayang ku"


Gisel menuju ruang meeting dan meminta sekretaris menghubungi Bram untuk ke ruang meeting. Bram pun tiba di


ruang meeting.


“Permisi Bu” Bram masuk ruangan


“oh iya silahkan masuk, mari kita bahas untuk pekerjaan kita besok” Gisel di depan laptop nya tanpa melihat Bram


Bram duduk tepat di depan Gisel “Baik BU , kita mulai dari strategi pemasaran nya dan Bisnis Plan nya 5 tahun yaitu ROA ROI nya Bu?”


Gisel “iya benar kita akan buatkan juga ROA ROI yang nannti akan membuatkan grafik bayangan mereka melalui semua rasio sistematik”


Bram “Baik Bu, biar saya ambil kertas dulu”


Saat berjalan Bram tiba – tiba hampir jatuh dan merasa pusing.


Gisel menghampiri “hey kamu kenapa?”


Bram yang megang kepala nya “entah Bu , saya gak tahu belakangan ini saya sering pusing dan mengingat sesuatu yang aneh “


Gisel yang menganggap ini hanya sandiwara “oh gitu , minum obat saja” kembali duduk


Bram “ iya Bu saya mengingat pernah makan dinner gitu dengan seorang gadis, saya memberikan dia dress dari sebuah butik, dia sangat cantik, dan saya memberikan kalung berbentuk bebek, tapi saya tidak ingat lagi, itu tidak jelas”


Gisel yang kaget mendengar itu tiba – tiba berdiri dan berpikir (dari mana dia tahu hal itu, Kevin pun gak tahu,


siapa dia?)


Bram “maaf Bu, saya gak kuat lebih baik saya ijin pulang”


Gisel “tunggu, gak mungkin kita hentikan ini, besok sudah berangkat Bram, biar aku kasik kamu obat dulu” mengambil obat untuk Bram


Bram “terima kasih banyak Bu, saya merepotkan”


Gisel “gak apa kok”


Bram “maafkan aku Gi”


Gisel menoleh nada nya seperti Agus yang biasa dulu dengan Gisel “apa kamu bilang?”


Bram “maaf Bu, saya gak sengaja, itu seperti keluar dengan sendiri nya Bu”


Gisel bingung siapa sesungguh nya Bram, kenapa dia banyak mirip dengan Agus, apa jantung yang dia terima bukan dari Agus, dan Apa Agus masih hidup? Gisel sangat sedih mengingat semua tentang Agus. Gisel pun meneteskan air mata dan terduduk di kursi dengan lemas.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***