
Senin Gisel kembali sekolah dan sudah tidak mood belajar. Gisel pun pergi ke UKS dan tidak mengikuti pelajaran. Akhirnya bel berbunyi pulang, Candra seperti biasa bertemu dengan Yogi, sedangkan Agus tidak terlihat , Gisel bertanya pada Yogi dimana Agus, namun Yogi bilang agus sudah masuk kelas. Gisel berkecil hati dan sedikit sedih sepertinya dia tidak mau ketemu Gisel lagi. Gisel pun bergegas pulang.
Sesampai dirumah Gisel sudah tidak enak badan, badan nya mulai hangat. Gisel tertidur sehingga ada yang menggedor pintu rumah Gisel dan memanggil nama Gisel.
Gisel .. Gisel .. Gisel ..
Gisel gak sanggup bangun, namun berusaha bangun dan membuka pintu dengan berdoa kali ini yang datang bukan rentenir.
Gisel membuka pintu perlahan dengan lemas, saat Gisel buka pintu, Gisel pun jatuh dan ditangkap dengan orang yang memanggil nya. Gisel berusaha bangun dan melihat siapa yang menangkap tubuhnya, ternyata tak di sangka itu Agus.
Agus yang bingung "Kamu kenapa? Badan mu panas banget .."
Gisel digendong oleh nya dan diletakkan pada sofa, entah dia tau rumah Gisel dari siapa. Dia pun membuatkan Gisel Teh Hangat. Agus mencari sendiri peralatan itu di dapur, Gisel sudah tidak bisa berbuat apa dan lemas
Agus "minum dulu gih …"
Gisel yang bingung "Kok kamu tau rumah ku?"
Agus "aku dikasik tau candra rumah mu…"
"Kamu ngapain kesini?" tanya Gisel
Agus "aku bingung mau bantu kamu, sampai aku gak berani ketemu kamu, aku denger semua maslaah keluarga mu, tapi aku gak punya uang banyak, aku bekal sehari hanya 50 ribu, tapi aku berpikir kamu pasti memerlukan seseorang bukan uang, makanya aku mutusin buat berani ketemu kamu."
Gisel "Aku sudah takut kamu gak mau temenan ma aku, aku miskin, aku bodoh, aku gak cantik jadi mana adaa cowok suka aku apa lagi kamu …"
Agus "maksudnya kamu suka ma aku?"
Gisel malu "enggak , mana mungkin lah"
Agus yang jujur "aku suka ma kamu dari awal kamu mau anter aku pulang, bukan dari materi, kepintaran dan kekayaan kok .. aku suka ma kamu apa adanya … aku sedih lihat kamu kayak gini …"
Gisel benar – benar tidak bisa berpikir, bahagia yang Gisel rasakan "aku gak bisa suka ma kamu dengan cepat kita belum saling kenal"
Agus "aku tau , aku juga pengen mengenal kamu lebih jauh"
Gisel "mmmm … makasih banyak ya udah kesini repot – repot dan makasih teh nya terlalu manis hehehhe"
Agus "masak … aku masukin 4 sendok gula sih …"
Gisel kaget "ya gak apa kok …"
Agus mendekat ke Gisel, Gisel pun takut … dia memeluk Gisel …
Agus "kata orang kalau orang panas dipeluk oleh orang sehat maka panas nya akan hilang"
Gisel "gak usah gus, aku kompres aja"
Agus "diem aja kita buktikan aja …"
Gisel pun terdiam dan merasan sedikit lega, pelukan Agus begitu nyaman, sehingga Gisel pun merasa dug dug lebih keras. Setelah 10 menit, agus melepaskan pelukannya.
Agus "aku pulang dulu ya .. besok gak usah sekolah, besok aku jenguk kamu.."
Gisel "iya deh, hati – hati ya dijalan, maaf gak bisa anter …"
Agus pun pulang, dan Gisel tak sengaja menemukan hp nya dimeja dapur, Gisel mau mengejarnya tapi sudah hilang, akhirnya Gisel menyimpan hp nya dan menunggu siapa tau dia kembali ..
Gisel memandingi hp nya, Gisel penasaran dengan isi hp nya tapi takut ... Gisel akhirnya membuka hp nya, wallpaper hp nya foto pribadi. Gisel memandangi dengan lama banget. Gisel buka kontak , nama ku tertulis Gisel bebek cantik, Gisel sangat bahagia membaca itu. Namun ada nama yang membuat ku penasaran "Dian Lucu sayang". Gisel ingin melihat ini siapa namun ragu. Akhirnya Gisel simpan hp nya di kamar. Dan Gisel tidur lebih awal agar bisa cepat sembuh besok bisa sekolah bertemu dengannya.
*** Gisel ***
Malam nya aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Aku memutuskan untuk membuka Hp Agus. Kali ini aku membuka bbm nya. Aku sangat kaget photo profilenya dia ternyata memilki kekasih yang bernama dian itu. Photk berdua dengan posisi Agus mencium kening Dian. Aku tak bisa berkata apa apa lagi, bahkan aku tiba - tiba menangis. Aku membuka chat dian yg banyak chat belum kebaca oleh Agus semenjak Agus di rumah ku. Aku mulai membacanya namun yang ada chat mulai dari kemarin, sisanya entah kemana, mungkin di hapua oleh agus ...
Dian "Syg hari ini kamu sekolah ya?"
Agus " iya syg, aku sibuk hari ini jdi kita gak ketemu dlu ya syg"
Dian "yah syg aku kn kangen pengen di cium , dipeluk dan pgen tdur bareng kamu ..."
Agus "udah besok aja kita ketemu pagi nya sebelum aq ke sekolah ya ..."
Dian "gak mau, mau nya krg, qm gk kangen sma aq, aq pke baju seksi"
Agus "syg qm tu wanita tercantik, aq tu gak akan pernah lepasin qm kok jdi tahan dlu kangennya ya ..."
Dian "gombal trus qm ma aq"
Agus "aq gak pernah gombal ma cwe cuma qm seorng sayang"
Dian "oke deh syg pe ketemu bsok pagi syg ... muuaccchhhh"
Aku merasa sangat sakit, perasaan ku perih dan aku tak berhenti menangis bahkan aku merasa amarah, ini merupakan pertama kalinya buat aku. Aku melanjutkan membaca chat mereka.
Agus "pagi syg, udah bangun?"
Dian "udah syg , aq abis keramas ..."
Agus "kenapa keramas ?"
Dian "aq mimpi lagi gtu sama qm syg, kangen banget nie"
Agus "ya udah ntar aq kerumah mu ya, mobil ku masih di bawa bapak"
Dian "aq aja krumah mu syg, aq ada mobil kok, kalau rumah rame, kita ke penginapan saja sayang"
Agus "jgn sayang , biar aq aja kerumah mu"
1 jam kemudian dari chat mereka
Dian "syg qm dimana sih kok blm dateng?"
Agus "maaf ya syg aq gak bsa kesana aq udh mepet sekolah, tdi ketiduran ..."
Dian "ya ampun aq sampe bolos qm malah gini, males aq ma qm"
Agus "ya udh ntar aq permisi pulang awal di sekolh trus kerumah mu ya ..?"
Dian "beneran ya, jgn php lagi"
Agus "iya janji ntar jam 4 ya"
Dian "oke deh syang ..."
Aku langsung teringat jam 4 Agus berada di rumah ku dan menemani aku. Aku merasa sakit banget. Dia bilang suka namun ternyata memiliki kekasih lainnya. Buat apa dia perhatian sama aku jika ujungnya seperti ini. Hujan pun turun, ini sudh tengah malam, aku berniat mengembalikan hp nya. Aku mencari no telpon rumahnya. Setelah lama aku mencaru akhirnya aku dapatkan. Aku menelpon namun pembantunya yang angkat dan bilang agus belum pulang padahal saat ini sudah pukul 1 malam.
Gisel memutuskan kerumahnya membawa hp nya dengan sepeda Gisel dan kondisi badan Gisel semakin panas.
Akhirnya Gisel tiba dirumahnya. Gisel memencet bel rumahnya namun tidak ada yg keluar. Saat Gisel ingin memencet nya lagi, sebuah mobil datang dan mendekat kearah Gisel. Gisel sudah basah kuyup, hp agus Gisel plastikin. Keluar laki laki dari mobil, ternyata itu agus. Agus kaget melihat Gisel.
Agus "Gisel kamu ngapain disini tengah malam hujan deras?"
Agus "iya tapi gak gini juga, kamu lagi sakit ..."
Gisel "aku gak apa , aku gak mau ada urusan aa pun dengan mu lagi."
Dan disini Gisel sudah tidak ingat lagi karena aku terjatuh pingsan. Gisel terbangun di sebuah kamar yang bagus , pakaian Gisel pun sudah terganti, Gisel sangat kaget. pintu terbuka, agus masuk kamar ... Gisel sudah sangat takut ...
Gisel "aku dimana? siapa gantu pakaian ku?"
Agus "kamu dikamar ku, tenang itu yg ganti pembantu ku kok, dirumah ku gak ada siapa, jangan takut Gi"
Gisel "aku mau pulang, aku gak mau ada utusan apa pun sama kamu"
Agus "gi ... denger dulu penjelasan ku"
Gisel "aku gak mau denger , aku ngerti kamu bakal jelasin yg gak benar seperti film lainnya dan aku percaya gtu? aku gak mau"
Agus "Gi , aku tu beneran sayang ma kamu, aku baru pulang dugem menghilangkan penat ku, aku emang punya pacar tapi .."
Gisel kesal "stop . aku gak mau denger pa pun dari kamu."
Agus "aku gak akan biarin kamu pergi, sebelum kamu dengerin aku gi"
Gisel "aku gak peduli aku mau pulang"
Agus "gak akan kamu keluar dari kamar ini"
Pintu kamar pun di kunci dan kunci kamarnya di buang keluar jendela dari lantai 2. Gisel sangat marah dan teriak minta bukakan pintu.
Agus "maafin aku Gi, aku cuma mau kamu denger yg asli,kamu dengerin aku, maka kamar ini akan aku buka"
Gisel "aku gak mau denger apa2 dari kamu Gus, lepasin aku, kamu sudah punya pacar Gus"
Agus tak mu membuka pintu akhirnya pagi pun tiba, Gisel sudah sangat mengantuk, dan dia tetap main game di komputernya. Sejenak Gisel berpikir lebih baik ikuti keinginan nya dengan begitu Gisel akan dilepaskan.
Tak lama pintu ke buka oleh pembantunya, dia kluar sedangkan Gisel tetap di kamar nya. Gisel berpikir orang tua ku pasti mencari Gisel dan Gisel berpikir orang tuanya pasti datang. Gisel duduk sambil menekuk kaki Gisel di pojok kasur. Akhirnya Gisel pun ketiduran. 2 jam kemudian Gisel mendengar ada mobil datang dari bawah. Gisel terbangun dan melihat dari jendela ternyata itu Agus . Gisel menunggu Agus untuk mengatakan bahwa Gisel percaya dan mau mendengarkannya asalkan aku dilepaskan.
Tak Lama kemudian pintu terbuka, agus membawa bubur dan obat demam.
Agus "makan dulu kamu dan minum obat ini supaya kamu gak sakit"
Gisel tak banyak bicara aku makam dan minum obat
Agus "demam mu sudah mulai mendingan" sambil memegang dahiku
Gisel "gus lepasin aku, aku akan dengerin semua yang akan kamu bilang dan aku akan percaya sama kamu"
Agus "aku gak akan lepasin kamu Gi, tapi aku akan jelaskan ke kamu"
Gisel "oke terserah mu"
Agus "Aku sudah lama pacaran dengan Dian. Aku pacaran sama dia dari 3 Smp, aku bersyukur bisa pisah sekolah sama dia. Aku macarin dia karena dulu Bapak ku pernah nabrak pembantunya sampai meninggal. Bapak ku mau jujur ke polisi tapi tidak ada keberanian karena akan mempengaruhi usahanya. akhirnya muncul syarat kalau aku harus macarin Dian. Aku tidak ada pilihan dan harus macarinn dia,aku pacaran ma dia baru 8 bulan sampe saat ini. Dia selalu minta aku buat mau tidur dengannya , tapi aku gak permah mau dan ada saja alasan ku buat menghindar. Aku cuma sebatas sampai payudara nya, itu pum dia yg memaksa. Aku baru kali ini benar - benar jatuh cinta denga. wanita , yaitu kamu, aku rasain beda sama kamu, aku benar - benar mencintai mu. Aku tau kamu gak pernah pacaran makanya aku gak akan nyakitin kamu Gi ..."
Gisel "oke aku terima alasan mu"
Agus "aku tau kamu seperti ini supaya bisa cepat pulang , Gi aku mau mutusin dian sekarang, supaya kamu percaya ..."
Agus pun mengambil hp nya dan menelpon dian dengan speaker. Aku hanya diam tidak banyak komentar, aku hanya memikirkan cara ku keluar dari rumahnya.
Tut .... Tut .... Tut .... halo?
Agus "Halo kamu dimana?"
Dian "tumben nelpon pagi biasanya cuma aku doang yg nelpon kamu, akhirnya kamu kangen juga ma aku kan?"
Agus "kamu dimana? aku mau ngomong serius"
Dian "Aku di Uks tiduran males belajar, aku kangen kamu ..."
Agus "Dian , aku mau kita putus"
Dian "ngapain mu tiba- tiba minta putus? pasti kamu mau ngerjain aku ya?"
Agus "Dian aku serius, kita pacaran bukan suka sama suka tapi ada faktor keterpaksaan"
Dian "kamu slalu bahas itu, kita pacaran sudah lama, kapan sih kamu bisa suka sama aku dengan tulus? aku kurang apa sih buat kamu?"
Agus "kamu perfect kok dian tapi bukan buat aku, aku mencintai orang lain dengan tulus bukan seperti kita"
Dian "Aku gak mau kalau kamu putusin aku, bapak mu aku laporin keluarga yang udah bapak mu bunuh"
Agus "bapak ku udah terima kok kalau sampai ketangkap karen Itu tidak sengaja , aku gak mau alasan ini trus buat kita bersama"
Dian "aku gak mau putus titik. aku mau kamu gus, aku cinta sama kamu, jangan tinggalin aku gus, plisss
Agus : maaf dian byee"
Dian "gus gus ..."
Telpon dimatikan. Kartu agus dibuka dan dibuang. Gisel masih belum bisa terima dengan kebohongannya.
Agus "aku udah mutusin dia depan mu, karang kamu percaya aku?"
Gisel "oke aku percaya, karang lepasin aku ..."
Agus "kamu aku lepasin , hari ini kmu gak sekolah udah aku buatin surat DC jadi sekolah mu aman kok"
Gisel "oke krang kamu sekolah gih , udah mau jam"
Agus "aku libur, aku juga DC"
Gisel "oohhh bagus dong krang bisa buka pintu aku mau pulang, masalah kita juga udah kelar kan"
Agus "oke tapi aku belum percaya kalau kamu maafin aku dan terima aku, kamu dari tadi kayak pengen cepat pulang aja"
Gisel "gak kok, aku udah percaya sama kamu ..."
Agus pun menghampiri Gisel dan memeluk Gisel dengan erat, dia berkata tidak akan menyakitu Gisel. Agus pun melepaskan pelukan. dan mencium kening Gisel. Hp Gisel diganti dengan hp yg bisa bbm juga. Akhirnya Gisel pun dikasik keluar dan diantar pulang olehnya.
Gisel memang sangat menyukai agus, agus tinggi, putih, tampan sekali tapi orang tampan pasti ada sesuatu yang menyakitkan.
sampai lah Gisel depan rumah, Gisel keluar dari mobilnya, sebelum Gisel keluar tangan Gisel di tarik dan dipeluk lagi olehnya.
agus "bye Gi"
Gisel "bye gus"
Akhirnya dia pun pergi , Gisel masuk kerumah Gisel. Gisel masuk namun rumah Gisel tetap sepi tanpa siapa pun di rumah ...
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***