
*** Kevin dan Gisel di Villa ***
Kevin dan Gisel sudah sampai di villa, Kevin melihat Gisel yang ketiduran , dia pasti lelah setiap malam harus bangun untuk memberikan susu ASI pada kedua anaknya, apa lagi kini Gisel bertemu lagi sosok Agus yang sudah hilang lama. Kevin membangunkan Gisel
Kevin menghelus rambut Gisel dengan lembut “Gi, sayang bangun, kita sudah sampe”
Gisel yang mulai bangun “Sayang kita sudah sampai?”
Kevin “ iya sudah sampai, kamu capek banget ya?”
Gisel menganggukkan kepala “kita masuk aja ya sayang”
Kevin mengajak Gisel masuk “sayang kita nikmati pacaran disini ya, biar gak stres”
Gisel “iya”
Kevin pergi untuk ke dapur ambil minum “sayang aku ke dapur ya ambil air minum “
Gisel menarik tangan Kevin “ Gak, aku gak mau kamu pergi “ meluk Kevin
Kevin “menghelus rambut Gisel, sayang kamu kenapa lagi sih?”
Gisel menangis “aku masih sangat ingat dengan wajah manager kita, snagat mirip dengan Agus sayang, aku benar - benar merasa sakit dan sedih , aku merasa dosa membiarkan Agus mati padahal dia bisa hidup lebih lama, kalau kita saat itu mendukung nya, dia gak akan putus asa begitu dan membiarkan nyawa nya untuk aku sayang, aku masih merasa bersalah seumur hidup ku sayang”
Kevin memegang wajah Gisel “sayang, Agus bukan terpaksa memberikan kehidupan nya ke kamu, kamu adalah cinta pertama nya, menurut dia kamu sangat berarti, seandainya dulu gak ada Dian mungkin kalian akan hidup bersama sampai saat ini, aku bisa lihat Agus benar tulus mencintai mu, karena ada orang jahat lah kalian pisah, dia memberikan jantung untuk mu karena dia gak mau kamu mati, cinta itu tidak hanya bisa dilihat saat kita bisa bersama , cinta diukur bukan dari materi atau hanya kata cinta dan sayang, namun cinta itu pengorbanan , Agus memiliki cinta sejati, mungkin kehidupan saat ini dia tidak bisa dapatkan kamu sayang, tapi di kehidupan akan datang jika kalian bertemu pasti kalian akan bersama, percaya lah sayang, hentikan kamu menyalahi dirimu sendiri, jika Agus ada, dia akan marah, bagaimana bisa pengorbanan yang besar hanya kamu sesali?”
Gisel menangis “aku tahu Agus tulus tapi vin aku benar - benar gak bisa terima karena aku seseorang mati tanpa organ lengkap Vin”
Kevin “kamu salah sayang, Agus mati membawa jantung mu, jantung mu dipasang di badan Agus, karena kita mati tidak boleh tanpa organ tidak lengkap, kalian hanya bertukar jantung”
Gisel memeluk kevin lagi “maafin aku, aku masih takut dan merasa bersalah padanya”
Kevin “aku tahu perasaan mu sayang, tapi percaya lah Agus juga sedih lihat kamu terus begini, kamu gak boleh stres saat kamu menyusui ini akan mempengaruhi ASI untuk Brian dan Edward”
gisel “mmmm ya Vin, aku mengerti”
Kevin “percaya dan hentikan semuanya , kamu hidup demi anak - anak kita, semangat lah sayang , kamu harus janji bagaimana pun keadaan kita suatu saat tetaplah bertahan demi anak - anak, aku juga akan janji sampai kapan pun aku akan selalu ada buat kamu bahkan dimana pun aku berada hanya kalian bertiga yang ada dihati ku dan di pikiran ku, aku mencintai mu sampai mati” mencium kening Gisel
Gisel merasa lebih tenang, Kevin pun pergi ke dapur mengambil air putih. Kevin di dapur menangis merasa sedih ingat dengan pengorbanan Agus, bahkan dia merasa sedih , bagaimana bisa Gisel yang selalu ingat dengan Agus walau sudah mati, mereka jika tidak ada Dian dan Kevin mungkin sudah memiliki anak saat ini, mereka saling mencintai, Kevin merasa semakin sakit dadanya ingat ini semua, dia menangis merasa sedih, dia tahu untuk mendapatkan Gisel butuh perjuangan sekali, namun nyawa nya hampir melayang demi menyelamatkan Gisel, begitu pengorbanan kevin baru bisa mendapatkan Gisel. Dia merasa sangat sedih mengingat itu semua.
Kevin akan mencari tahu siapa sebenarnya Bram, kenapa Bram muncul dengan wajah Agus , apa hubungan Bram dengan Agus, kenapa juga banyak gosip di dunia bisnis bahwa Bram memiliki muka dua, apa dari maksud itu semua.
Kevin membawakan air ke Gisel, Gisel meminum air dengan Kevin di kamar. Gisel bermanja - manja dengan Kevin, Kevin pun membuka baju Gisel dia menciumin badan Gisel yang mulus, Mereka sangat romantis dan bergairah.
*** Rumah Gisel ***
Justin menjaga Brian dan Edward, mereka sangat lucu, Justin full menjaga, dia membiarkan suster untuk pulang, Justin mengurus nya sendiri, Justin memandikan Brian dan Edward, mereka mandi bertiga, bahkan Justin sangat menyukai mengasuh para bayi, Brian dan Edward merangkak sana sini, Justin yang sambil ketawa mengejar mereka berdua. Mereka bertiga sangat akrab , bahkan seharian Brian dan Edward tidak menangis sedikit pun, dia sangat senang. justin berharap suatu saat bisa memiliki anak yang lucu - lucu seperti anak Gisel dan Kevin.
*** Villa ***
Gisel dan Kevin ketiduran, alarm pun bunyi , mereka berdua tanpa busana apa pun.
Gisel membangunkan Kevin “sayang kita pulang yuk, kasian Brian dan Edward”
Kevin yang bermalasan “sayang tak bisakah kita bermesraan tanpa anak - anak seminggu”
Gisel mencubit Kevin “kamu itu gak sayang anak - anak?”
“hahahha sayang lah, aku bercanda, ya udah kita siap - siap balik yuk” Kevin bangun dari tempat tidur.
Mereka bersiap - siap untuk kembali ke rumah. Sesampai di rumah Kevin dan Gisel melihat Justin sedang bermain dengan anaka - anak. Kevin pun ikut bermain sedangkan Gisel menyiapkan makanan untuk mereka bertiga. Kevin menidurkan Edward, Justin menidurkan Brian. Mereka memang laki - laki yang bisa diandalkan untuk mengurus bayi.
Anak - anak sudah tidur, akhirnya mereka bertiga bisa makan bersama, setelah makan Justin pamit pulang. Kevin dan Gisel pun kembali ke kamar dan lekas tidur. seperti biasa setiap malam pastinya mereka bangun untuk memberikan susu kepada kedua bayi.
*** Justin ***
Sesampai di rumah, Justin yang hanya tinggal sendiri merasa bosan “Aku ke Club aja kali biar gak stres sendiri terus” bersiap - siap ke Club. Justin pergi ke Club.
Di Club Justin mencari tempat duduk VVIP , dia menikmati music dan alkohol. Di Club dia melihat Agus “Shit apa aku mabuk bisa lihat Agus pendonor Gisel?” meyakinkan dengan meembersihkan matanya untuk megetahui apakah ini hanya hayalan nya saja.
“Shit ini benar - benar Agus” Justin kaget Agus belum mati,
Temannya datang sebanyak 5 orang, “Eh lo lihat kesana , itu lo kenal gak?” tanya Justin ke teman nya yang emang langganan dengan Club ini.
“yang mana?” bingung mencari yang di tunjuk Justin,
“itu yang kemeja hitam itu” memperjelas yang dimaksud Justin. “
Oh itu? Itu namanya Bram , dia itu biasa ke Club dan sering tidur dengan berbagai macem cewek tu” saut teman nya.
“ Lo kenal?” tanya Justin.
salah satu temannya heran kenapa orang kayak Justin ingin tahu anak biasa kayak Bram
“ Lo ngapain nanya tu orang Tin? Siapa tadi namanya lo bilang Bram?” Teman Justin yang bingung bertanya.
Justin ingin tahu tentang yang namanya Bram
“udah Tin lo minum dulu” teman nya memberikan minuman ,
Justin meminumnya dan bertanya “Lo tahu apa aja tentang dia?”
“kalau gue cerita dapat apa nie?” imbalan yang diinginkan teman justin
Justin menjanjikan mobil mewah nya satu “mobil mewah gue satu , asal lo kasik tahu gue, apa aja yang lo tahu dari pria itu?”
Teman nya bersemangat “oke gue akan kasik tahu lo, tapi lo tepat janji ya?”
Justin “kapan sih Gue gak tepat janji?”
“wih boss senang kita enak bro “ ledekan teman lainnya
“oke gue bakal ceritain tentang manusia itu” menaruh minuman dan akan bercerita
Justin tidak sabar “buruan kasik tahu gue”
“Dia itu namanya Bram , dia sekolah di luar negri , dia sudah sering ke Indonesia bekerja di perusahaan besar , dan gue denger dia sering memeras orang kaya, dia akan lakuin apa pun untuk mendapatkan uang, gue denger sih Ibu kandungnya 3 tahun koma di singapur dan dia butuh biaya besar buat itu, makanya dia meras orang kaya, setelah orang itu bangkrut dia akan tinggalkan. Dia gak punya siapa di sini tapi dia sangat suka bercinta dengan banyak wanita, namun jangan salah gitu - gitu pake pengaman nya kuat biar gak kena penyakit. Itu aja sih yang gue tahu” info temannya.
Justin “ oke mobil gue jadi milik lo tapi ada syarat”
“loh kok isi syarat Tin?” tanya teman Justin
Justin mencari keuntungan “Lo harus cari tahu dimana saat ini dia bekerja, dan jadi lah mata - mata gue buat dia”
“ya elah itu gampang, gue kirain syaratnya cariiin lo cewek” ledekan temannya
Justin “oke deal”
“deal “ teman Justin
“ ya udah gue balik dulu semua, udah jam 3 pagi, besok gue harus ke kantor” Justin pamit pulang duluan
“Oke bro , hati - hati ya bro”
“siippp” Justin pulang
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***