
Mereka berciuman , Edward memeluk Bella. Bella tidak ada perlawanan.
"Maafin aku lancang Bel"
"Lupain aja edward, anggap aja ini tidak pernah terjadi"
"Kamu gak marah kan sama aku"
"Nggak kok, aku berterima kasih, kamu selalu bantu aku selama ini"
"Aku janji akan selalu jagain kamu kok"
"Iya terima kasih, kita pulang yuk"
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, mereka pulang bersama.
*** Disisi Brian ***
Gisel marah dengan kelakuan Brian seperti anak - anak.
"Brian, kamu pulang saja, mama akan bicara sama kamu sampai rumah dengan mu"
"Baik Ma, Brian pulang"
Brian pulang dengan kesal , Edward sudah menunggu Brian di rumah.
“brian apa yang kamu lakukan tadi kepada Bella sangatlah salah”
“Kenapa kamu segitu care nya dengan gadis yang baru kamu kenal?”
“Dia gadis yang baik Brian, kita harus baikin dia juga.”
“Edward gue tau lo orangnya terlanjur baik, tapi menurut gue gak semua yang lo lihat itu baik Edward, udah gue nggak mau berdebat dengan lo lagi, gue mau istirahat, acara hari ini kacau bukan gara - gara gue tapi gara - gara gadis kampung itu”
“Brian tunggu, lo harus berubah” sambil meneriaki Brian
Edward pergi ke kamarnya untuk beristirahat, Edward sangat ingat dengan kejadian tadi saat Edward mencium Bella, entah apa yang membuat Edward bisa melakukan hal itu, dia tidak menyangka akan melakukan hal itu kepada Bella.
Disisi lain Bella melihat pemberian Edward, disana sudah di isi juga no hp Edward. Bella memang menyukai Edward dari awal namun takut akan hubungan dengan orang kaya, dia takut malah tidak disetujui. Bella melihat nama Edward membuatnya mengingat bagaimana Edward menciumnya tadi. Bella tidak mau terlalu larut, Bella pun beristirahat agar besok dia bisa melakukan semua aktifitas.
Gisel sampai di rumah , Gisel ingin memarahi Brian namun Kevin tidak mengijinkan hal itu karena takut akan memecah persaudaraan mereka hanya karena wanita. Gisel mendengarkan yang disuruh Kevin dan pergi istirahat.
*** Keesokan paginya ***
Brian dan Edward bersarapan bersama dengan Gisel dan Kevin, mereka tidak ada membahas hal kemarin. Mereka seperti tidak ada masalah apa pun sebelumnya.
Kevin berangkat kerja, sedangkan Edward dan Brian juga berangkat kampus bersama.
Sesampainya kampus, Bella sedang berantem dengan Angel, Nia dan Dea. Mereka menyerang Bella, namun Bella dengan berani melawan mereka dan merebut handphone yang diberikan oleh Edward. Mereka bertiga curiga dengan Bella memiliki handphone mahal dan mereka menebak bahwa Bella pasti menjual dirinya.
“Eh disini ada pelacur” Angel dengan sinis
Nia mendorong Bella “Lo jadi pelacur dibayar berapa? dalam waktu semalam mendapatkan handphone yang cukup mahal”
Bella melawan “Lo semua gak usah sirik sama gue, gue mau dapat dari mana itu urusan gue bukan kalian, mendiang kalian bertiga urus diri kalian masing - masing, kalau kalian iri dan pengen kayak gue, gue ajarin kalian jadi pelacur”
Dea yang kesal “eh lo punya mulut bisa di jaga gak sih?”
“Trus apa bedanya sama kalian? Kalian duluan mengusik gue”
edward dan Brian yang memperhatikan mereka dari kejauhan merasa kesal juga. Brian pergi dan tidak disangka Brian menghampiri Bella.
“Lo semua gak inget kalau Bella milik gue?”
“Brian , Edward mana?”
“angel , Lo sudah lam sama gue dan Edward mending Lo jangan ganggu Bella lagi deh”
“Brian lo lihat dong , nie cewek pakai hand phone mahal”
“Gue yang beliin kemarin, gue keluar sama Bella, emang salah kalau gue yang beliin?”
semua hanya diam, Edward pun diam kenapa Brian yang mengaku hal itu, bella hanya diam bingung dengan sikap Brian yang berubah 360 derajat dari kemarin. Bella masih bingung dengan maksud dan tujuan dari Brian.
Brian mengajak Bella pergi, setelah sepi Brian melepaskan pelukan sampingnya dari Bella.
“Lo jangan sok , gue gak bantu lo, tapi lo harus buat semua tugas kampus gue”
bella senyum kecil “gue tahu lo pasti ada maunya , kalau nggak mana mungkin lo bantu gue segitunya”
“Lo mau debat sama gue?”
“Mana tugas lo, gue buatin sekarang , gue mau balik ke kelas”
“ni buku nya”
Bella mengerjakan tugas Brian, Brian memperhatikan Bella ,Brian merasa kasihan kepada Bella, dia melihat wajah lugu dan cantiknya Bella, Brian terus memperhatikan Bella tanpa meninggalkan sedikit pun.
Bella sudah selesai, dia pun melihat kearah Brian, Brian pura - pura buang muka.
“ni tugas lo sudah gue kelarin”
“Oke , gue nggak akan ucapin terima kasih, karena ini adalah tugas lo”
Bella meninggalkan Brian, Brian sangat senang memiliki waktu bersama dengan Bella walau hanya sebentar, menurut Brian itu adalah waktu yang berharga jika bisa bersama dengan Bella.
Bella melihat Edward tidak ada di kelas, Angel pun tidak ada dikelas, mereka berdua tidak terlihat, Bella mencoba message Edward namun Edward belum membalas pesan Bella. Bella merasa apakah dia marah dengan Bella yang mau mengikuti Brian. Bella pun mengikuti semua pelajaran namun tidak tenang karena tidak melihat dan ada kabar dari Edward. Brian dari kejauhan hanya memperhatikan Bella, dia tidak mengikuti semua pelajaran.
Disi lain Edward dan Angel pergi ke rumah sakit karena Justin masuk rumah sakit, disana sudah ada Gisel dan Kevin. Justin memiliki sakit jantung, Angel sangat khawatir dengan papa nya yang kini berada di ruang ICU. Angel memeluk Edward merasa sedih, Justin memang hanya perlu perawatan namun ini bukan kali pertama dia masuk rumah sakit. Edward merasa kasihan terhadap Angel yang merasa beban dengan keadaan Papa nya. Edward berusaha menghibur Angel. Brian yang mengetahui ini bukan nanya ikut ke rumah sakit namun dia cuek. Dia lebih milih mencari kesenangannya sendiri bukan prihatin atau peduli dengan orang lain.
Kampus pun selesai, Bella pergi dengan Arya untuk bekerja, Brian mengikuti Bella. Bella mulai masuk ke tempat kerja dengan Arya, Brian meminjam baju yang tergantung yang merupakan seragam pegawai. Brian pun masuk mengikuti Bella, Arya pulang duluan mau antar ibu nya untuk ke pasar dan ada urusan lain. Semua pekerjaan di atur oleh Bapaknya. Bapak Arya yang tidak mengetahui bahwa Brian bukan pegawainya diminta untuk bekerja yang berat.
“Hai kamu , sini”
Brian yang bingung “Lo panggil gue?”
“iya kamu, jadi pegawai kok isi nanya toh”
Bella yang melihat itu Brian ketawa dan membiarkan Brian merasakan susahnya bekerja.
“kamu tolong angkat semua kain yang sudah diisi warna itu ke gudang untuk dimulai proses selanjutnya”
“What? ini kain semua? Yakin?”
“Ya iyalah itu kan emang pekerjaan mu seragam hitam”
“saya bukan pekerja disini” pergi
“eit kamu mau kemana , lakuin itu dulu atau saya akan buat kamu push up 100 kali”
“apa push up?”
“sana kerjakan dulu”
Bella tertawa senang melihat Brian susah.
Barn membawa semua kain yang sangat berat seorang diri, Brian sangat kesal, Bella yang e\=melihatnya bukan nya bantuin namun membuat dia seperti pegawai. Brian penuh dengan warna, dia sangat kelelahan , semua orang memanggilnya dan menyuruh ini itu. Tanpa sengaja Brian juga menjatuhkan semua kain yang berwarna orange ke warna kolam warna hitam.
“Eh kamu?”
“iya Pak” semua kain masuk ke kolam warna hitam tanpa sengaja
“Apa yang kamu lakukan? Ini adalah kain langka dan mahal, sekarang rusak?”
“Ya saya kan tidak sengaja, yah salah Bapak lah kenapa saya yang disuruh pekerjaan ini”
“Ya tuhan bagaimana ini, ini akan diambil sebentar lagi”
“permisi?”
“Ibu Cue? “
“Iya Pak Arya mana pesanan kain saya”
Brian “Oh itu kain Ibu? Kain Ibu masuk ke pewarna hitam tuh”
“Apa? Saya tidak terima ini, saya minta uang saya kembali”
“Bu Cue berikan saya kesempatan satu kali saja Bu”
“Tidak Pak, saya sudah nunggu kain ini selama 2 tahun berapa duit saya tanam disini?”
“Saya mohon Bu Cue”
“Tidak” pergi
“Ya Tuhan kenapa jadi gini, apa yang harus saya lakukan, ini bisa membuat perusahaan ini bangkrut, bagaimana saya menghidupi anak panti nanti”
Bella menarik Brian “Brian apa yang kamu lakukan?”
“LOh itu bukan kesalahan gue dong”
“Lo tahu nggak ini sangat berarti buat kita orang kecil, kita mencari sesuap nasi disini, beda dengan kamu yang selalu dipenuhi uang, kamu tahu bagaimana rejeki orang putus? Ini semua pegawai tidak akan bisa hidup lagi”
“Loh mereka bisa cari tempat lain kerja”
“Lo tahu tidak ada perusahaan lain yang menerima mereka tanpa pendidikan dan penuh kekurangan yaitu kecacatan”
Brian diam merasa bersalah “Gue nggak salah kok” pergi
“Eh Brian lo mau kemana?”
Bella sangat kesal, mereka ikut memikirkan bagaimana ini, Brian pergi dan memikirkan hal ini.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.