No

No
Episode 8



Dian adalah gadis yang kasar, dia selalu berbuat nekat bahkan bisa menyakiti orang dengan tidak terpuji. Dian tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari mana pun jika menurut dia salah.


 


Gisel sudah kesakitan, dia tidak tahu jika Dian sangat kasar. Agus pun tidak kunjung datang.


Dian yang mara " dasar wanita murahan kamu, kamu kasik apa Agus sampai dia mau sama wanita kayak kamu? "


Gisel yang membela diri " Aku bukan siapa – siapa nya , aku hanya model disini "


Dian pun menarik tangan Gisel dan Gisel berdiri, Dian menampar Gisel dengan keras.


Gisel " kenapa kamu tampar aku Dian? "


Dian yang kaget model ini tahu namanya " kamu tau nama ku? Dasar kurang ajar kamu "


Dian mau menampar Gisel lagi namun tangan nya ditahan oleh laki – laki yang tiba - tiba datang menghampiri mereka


Dian " Lepasin , siapa kamu berani ikut campur? "


Pria Asing " Aku Kevin , aku pacar nya dia "


Dian " Oh kamu pacarnya? Kamu kayaknya anak orang kaya, pastinya kamu cuma mau nidurin nie cewek aja ya? " senyum sinis


Pria Asing " lepasin dia, jangan ganggu milik ku "


Dian " ohh silahkan ambil nie pacar mu " gisel didorong kepelukan Kevin si pria asing


Kevin " kamu sembarangan mukul orang, orang tua mu hanya punya usaha distributor besi, aku bisa buat


kamu jatuh miskin "


Dian " What? Hello? Lo siapa berani ancam gue ? Lo gak tahu orang tua gue kaya raya, lo ancam gue, yang ada lo yang gue hancurin "


Kevin " kita lihat aja nanti siapa yang akan hancur kalau lo masih melanjutkan ini "


*Kevin mengajak Gisel keluar dari ruangan Agus. *Kevin memberikan sapu tangannya buat Gisel yang menangis.


Kevin " Sudah manusia kayak dia jangan dipikrkan "


Gisel yang sangat sedih " terima kasih sudah menolongku "


Kevin " kamu kenapa bisa masuk keruangan itu? " tanya Kevin yang penasaran


Gisel " Aku hanya ingin balikin hp Agus "


Kevin " oh gitu , ya udah jangan nangis lagi " menenangkan Gisel


Gisel " terima kasih "


Kevin " oh ya kenalin aku kevin "


Gisel " ya aku Gisel "


Kevin " kamu balik sama siapa ntar , biar aku antar " menawarkan bantuan pulang


Gisel " oh tidak usah , aku pulang sama temen ku .. "


Kevin " oh oke , aku duluan ya "


Gisel " ya terima kasih "


Kevin memiliki wajah yang lebih tampan dari Agus dan memiliki fostur tubuh lebih tinggi dari Agus. Gisel


mengganti pakaian nya dan bergegas pulang, namun dia masih mecari Agus. Gisel pergi keruangan Agus lagi, namun dia melihat Agus sedang berantem dengan Dian.


Dian yang kesal " kenapa kamu kasik wanita lain masuk ruangan mu Gus? " dengan nada tinggi


Agus yang bingung " siapa maksud mu? Aku gak pernah ngasik siapa pun masuk sini, termasuk kamu " menunjuk wajah Dian


Dian " ah jangan alasan mu, tadi ada model namanya Gisel bawa hp mu dan masuk kesini "


Agus kaget " apa? Mana hp ku? "


Dian memberikan hp Agus " nieh "


Agus " Gisel kemana? " khawatir dengan Gisel


Dian " ngapain kamu nyariin dia? Kamu ada hubungan sama dia? "


Agus " jawab aja jangan banyak Tanya kamu " membentak Dian


Dian " dia pergilah abis aku tampar "


Agus " apa? Dasar cewek kasar kamu, dia cuma model disini gak lebih "


Dian " trus ngapain dia berani kesini? "


Agus " mungkin dia gak tahu , dia barudisini jadi dia main kesini aja gak tau peraturan "


Dian " gak peduli aku "


Agus " tolong lain kali jangan kamu sakitin orang lain dian "


Dian memeluk Agus " abis kamu sih gak ada aku cariin "


Agus " sekarang kan sudah ketemu? "


Dian " udah aku pengen sama kamu seharian ini "


Agus cetus " aku gak bisa "


Dian " kalau gak mau aku akan ikutin kamu "


Agus " kamu tu . oke lah terserah mu "


Dian " gini dong sayang " dian mengecup bibir agus


Agus " duh kamu apaan sih "


Dian " biarin … "


Mereka saling pelukan. Gisel sangat sakit hati melihat itu semua, apalagi agus menutupi hubungan mereka. Gisel pun pergi dengan jalan kaki pulang, dia menangis tidak percaya hal ini terjadi pada nya. Di saat Gisel jalan ada sebuah mobil dibelakang nya.


Tin... tin.. tin.


Gisel menoleh, kaca mobil mewah terbuka.


Kevin " hay kita ketemu lagi "


Gisel yang sedih " iya "


Kevin " kamu nangis? "


Gisel " enggak " menghapus air mata


Kevin " kamu masuk gih, ini sudah jam 11 malam bahaya kamu dijalan, biar aku antar "


Gisel " gak usah aku cari bis antar kota aja "


Kevin " masuk deh bahaya, aku akan antar kamu dan aku gak macem – macem kok "


Gisel " baiklah " Gisel berpikir dipengkolan sana ada anjing yang sangat galak sering mengejar dan menggigit


pejalan kaki


Kevin " kamu kenapa? " di dalam mobil


Gisel " engga kenapa "


Kevin " ya udah kalau gak mau cerita "


Gisel " antar aja aku "


Gisel " dia sudah pulang duluan "


Kevin " kamu mau gak kebukit itu? " sambil nunjuk sebuah bukit


Gisel " enggak "


Kevin tetap menjalankan mobilnya ke bukit itu.


Gisel " kamu ajak aku kemana? "


Kevin " tenang aja, kita turun yuk? " sampai di bukit


Gisel " ya udah lah "


Pemandangan di bukit ini sangat bagus bisa lihat semua kota dengan lampu dari setiap rumah. Kevin


meberikan Gisel minuman sedikit berakohol.


Kevin " minum gisel "


Gisel " apa ini? "


Kevin " minum aja, ini bisa nenangin pikiran mu "


Gisel pun mau. Mereka memandangi keindahan langit penuh bintang, Gisel melupakan semua masalah nya.


Kevin " gisel bisa minta alamat mu? Siapa tau kamu ketiduran biar aku gak bingung antar kamu "


Gisel " oh iya , nie alamat ku " berpikir benar juga karena takut tidur


Kevin " oh oke siap ini deket juga sama rumah ku "


Gisel " masak? Pas dong ya " gisel mulai sedikit pusing


Mereka masih menikmati pemandangan. Akhirnya pun gisel dan kevin masuk mobil, tapi gisel sudah setengah sadar. Kevin mengantar Gisel pulang, benar saja, mereka ternyata tetangga. Mereka sudah sampai, gisel pun belum bangun. Kevin mencari kunci rumah Gisel dan menggendong Gisel ke dalam sampai kamarnya. Kevin melihat gisel sangat cantik dan polos. Kevin pun pergi dari rumah Gisel.


Pagi pun tiba. Gisel terbangun dan kaget dia sudah dirumahnya. Dia bingung apa mungkin kevin yang


nganter dia. Gisel melihat jam, dan dia buru – buru karena harus sekolah. Di meja rias Gisel ada sepucuk surat dari Kevin.


“Gisel ini 2 botol minuman kemarin, kalau kamu ada masalah minum ini, pasti akan lupa , oh ya pintu


gerbang mu gak aku kunci karena kalo aku kunci dari luar , kamu gak bisa keluar. Jangan galau lagi ya “


Gisel tertawa dengan kelakuan kevin karena dia menggambar babi nyemplung ke lumpur. Gisel ingat


dengan Agus, dan dia segera mengecek hp, namun Agus sedikit pun tidak ada menghubungi nya. Gisel sedih ternyata gampang banget buat melupakan dia demi wanita itu. Gisel tidak mau pusing dan sedih , akhirnya dia berangkat sekolah.


Dikelas Gisel hanya diam. Tidak ikut bercanda dengan teman – teman sambil memegang kalung angsa yang


pernah diberikan Agus. Guru pun masuk .


Guru " selamat pagi anak – anak? "


Murid " pagi ibu "


Guru " kita kedatangan murid baru, mari kita kenalan ya "


Murid " baik bu "


Masuklah kevin menjadi murid baru di kelasnya, Gisel masih bengong dan tidak tahu kevin sudah masuk.


Kevin menyapa teman sekelas nya " selamat pagi teman – teman? "


Murid " pagiiiiii " semua murid perempuan histeris melihat kevin yang sangat tampan


Candra " Gi, ganteng banget " sambil menarik baju Gisel


Gisel " apaan sih (gisel menoleh ke depan) Kevin??? "


Candra " kamu kenal? "


Gisel hanya diam , dan kaget melihat dia menjadi murid baru dikelasnya.


Kevin " perkenalkan nama saya kevin , saya dari Paris, saya pindah karena ayah saya ada bisnis di sini.


Mohon bantuannya untuk saya disini teman – teman "


Murid wanita " keviiinnnnn … ganteng banget " semua histeris


Guru " oke perkenalan nya cukup, kamu duduk dengan Gisel, candra kamu pindah kesebelah karena kalian aja yang duduknya gak sama lawan jenis. "


Candra " yah ibu, saya aja kasik duduk sama kevin "


Murid " huhhuuuuuu " berteriak untuk Candra


Candra " isss kasik kali "


Kevin pun duduk sebelah Gisel.


Kevin " hay gisel? "


Gisel " hay "


Kevin " kita ketemu lagi "


Gisel " iya "


Putri " kevin minta no hp mu dong? "


Kevin " ya nanti aku kasik"


putri " kok nanti, karang aja "


Guru " putri jangan ribut "


Putri " baik bu "


Kevin " gisel aku boleh minta no hp mu? "


Gisel " nanti aja "


Kevin " kita tetanggaan lo "


Candra yang mendengar percakapan mereka " oh kalian tetangga? "


Putri " aku nanti nginep rumah mu ya gi " merayu Gisel


Candra yang ikutan " aku juga "


Kevin tertawa melihat kelakuan mereka. Gisel hanya diam masih memikirkan Agus yang belum menghubunginya sedikit pun.


Kevin " nanti kamu ada pemotretan? "


Gisel " gak aku libur "


Akhirnya jam pulang berbunyi. Gisel mencari Agus, namun tidak ketemu , dia bertanya pada Yogi


mengenai Agus. Yogi bilang Agus hari ini gak masuk katanya sakit. Gisel sedih dan gak percaya, dia berpikir Dian pasti mencegat dia.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***