
Gisel sangat terpukul mendengar ini semua, namun dia tetap berusaha tegar, dia merasa tidak boleh percaya dengan orang lain. walau dia mengingat semua kenangan Agus dan pengorbanan Agus namun Gisel tidak mau terbawa suasana dia harus tegar demi menghilangkan semua orang mengetahui jika Gisel masih kepikiran Agus
Disaat seperti ini, listrik kantor mati dan pintu ruang meeting yang terbuka dan tertutup otomatis terbuat dari pintu baja berlapis kayu unik tiba - tiba mati juga. Mereka berdua panik, Bram sangat panik dan teriak - teriak minta di buka kan pintu. Tak lama kemudian Listrik hidup kembali, namun pintu ruang meeting tidak bisa terbuka, bahkan semua jendela tidak bisa di buka karena jendela pun otomatis. Bram sangat panik , Bram memiliki Fobia pada tempat yang terkunci atau dengan keadaan darurat , dia akan histeris seperti orang gila. Gisel sangat takut dengan keadaan Bram yang marah - marah dan berusaha membuka pintu. Dari luar engineering berusaha memperbaiki. Kevin dan Indra pun tiba di kantor, melihat ada keributan depan ruang meeting. Kevin panik juga membantu untuk membuka pintu karena mengetahui Gisel masih di dalam.
*** Di Ruang Meeting ***
Gisel yang takut berusaha menenangkan Bram, saat Gisel menghampiri Bram, Bram tidak sengaja menangkis Gisel, sehingga Gisel terjatuh. Bram yang sadar meminta maaf pada Gisel dengan gemetaran dan keringat dingin.
Bram “ Gi maafin Gue, gue gak sengaja, gue mau lindungi lo, cuma gue “
Gisel “ gak apa Bram, aku tahu kamu gak sengaja, kamu hanya panik saja, kamu kenapa gemetaran gitu?”
Bram “Jujur gue punya Fobia kondisi kayak gini, gue gak kuat, gue merasa semakin lemas”
Gisel memegang Bram “Lo harus kuat dan tenang, lo jangan panik, ini gak kenapa kok, listrik sudah nyala, lagian kita teriak seperti apa pun pintu gak akan kebuka, karena ini kedap suara, gak ada yang bisa dengar kita”
Bram “gue takut Gi, gue pernah menabrak orang sama bokap gue dulu dan dari sana gue kayak gini” ini adalah kenyataan dari Bram dulu dan kebetulan sama dengan Agus dulu
Gisel yang merasa ada yang aneh “lo pernah nabrak orang?”
Bram “iya Gi, gue nabrak, gue kubur dulu sma bokap takut ketahuan”
Gisel “yang lo tabrak cewek atau cowok?”
Bram “cowok Gi, gue merasa bersalah banget”
Gisel yang sangat ingat hal ini yang dulu diceritakan Yogi dan surat Agus “Bram lo tenangin diri”
Bram yang semaki pucat dan gak karuan membuat Gisel bingung “gue takut banget Gi”
Gisel “ pegang tangan gue, lo lihat gue, lo bayangin aja kita lagi di suatu tempat yang bagus kayak pantai “
Bram mengikuti yang diminta Gisel “Gi, tapi gue gak bisa”
Gisel yang semakin bingung melihat wajah Bram pucat dan bibirnya membiru langsung memegang wajah Bram “Bram lo lihat gue fokus sama gue, tenangin diri lo”
Bram melihat Gisel , saat melihat Gisel, Bram merasa beda dan mulai sedikit tenang “Gi, maafin gue”
Gisel “ngapain lo minta maaf terus sama gue, lo gak salah kok”
Bram tiba - tiba meluk Gisel sambil nangis “Maafin gue, gue gak mau hancurin lo dengan Kevin, cuma gue mendesak demi keadaan nyokab gue Gi”
Gisel “maksud lo apa?”
Bram “awalnya gue pengen hancurin lo dan mengambil semua perusahaan untuk biaya nyokab gue berobat di luar negeri dia koma semenjak kecelakaan pesawat itu selama 8 tahun Gi, Bokap gue sudah meningga, gue hidup, sekolah dan biaya Nyokab gue dari usaha sendiri, sampai akhirnya gue diajarin temen buat cari uang banyak cara instan”
Gisel “jadi lo ada tujuan hancurin usaha gue?”
Bram “iya Gi, maafin gue”
Gisel “ sudahlah yang penting lo udah nyesel gue gak masalah kok”
Bram “kenapa lo gak marah saat gue jujur?”
Gisel “ini semua hanya titipan tuhan, jika ini harus hancur artinya gue belum bisa jaga milik beliau otomatis gue harus dari nol lagi”
Bram “ lo emang wanita hebat dan cantik Gi”
Bram melanjutkan “gue sebelum gue ijinin”
Gisel “dari mana lo tahu itu?”
Bram “entahlah gue sering mendengar itu tapi gak tahu dari siapa”
Gisel “ oh iya”
Bram “emang kenapa Gi?”
Gisel “gak kok “ keingat Agus lagi
Bram “Gi maafin gue, apa gue boleh peluk lo, hanya untuk nenangin diri gue”
Gisel yang gak mau namun melihat Bram masih pucat dan gemetar saking takutnya akhirnya mengijinkan “iya” maafin aku Vin dalam hati Gisel
Bram memeluk Gisel “makasih Gi”
Pintu belum bisa kebuka, Bram ketiduran di lantai sambil memeluk Gisel. Gisel yang tidak bisa berbuat apa, hanya menangis mengingat Agus. Kini Gisel tahu bahwa Bram tidak jahat, dia hanya terdesak, dia tidak ingin mencurigai Bram lagi. Bram banyak memiliki kemiripan dengan Agus, namun Gisel harus menyembunyikan ini agar Kevin dan Bram tidak tahu.
Dari Luar Kevin berusaha membuka pintu bersama engineering selama 1 jam, akhirnya Kevin pun tanpa sengaja kena setrum listrik dan membuat listrik mati lagi bahkan Kevin juga pingsan, semua panik, Indra yang bersama Kevin membawa Kevin ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Gisel membangunkan Bram karena listrik mati lagi “Bram bangun”
Bram bangun “maaf Gi aku meluk mu”
Gisel “ udah jangan di bahas lupakan aja”
Bram “kenapa lagi ini kok mati” mulai panik lagi
Gisel yang kesal “Bram please jangan panik. Lo lihat gue, anggap aja lo dimana sama gue, lo tetep fokus sama gue”
Bram berusaha dan berhasil tidak panik, Bram mulai biasa tanpa panik berda dekat Gisel “makasih Gi”
Gisel “ yah kalau kita berdua gak apa panggil nama , depan orang jangan”
Bram “iya Gi, gue ngerti bawahan dan atasan “
Gisel “ oke makasih kerjasamanya “
Perasaan Gisel yang mulai gak enak memikirkan Kevin, entah dia merasa gelisah dengan Kevin. Bram merasa sangat terbantu dengan Gisel, berkat Gisel untuk pertama kalinya dari kecil tidak bisa kendalikan panik nya, akhirnya kali ini dekat Gisel hilang semua kepanikan, Bram merasa bersalah jika mengambil perusahaan Gisel karena Gisel merasa ini hanya titipan. Bram pun mulai jatuh cinta kepada Gisel, tanpa disadari kali ini Bram untuk pertama kalinya menyukai seorang gadis. Dia berjanji pada dirinya tidak akan biarkan Gisel menjadi milik orang lain, dia rela hidup miskin jika bersama Gisel.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***