
Indonesia …
Brian dan Edward menangis , mereka sangat lucu saat menangis. Kevin sangat senang bisa mengurus kedua pangeran kecil nya. Mereka sampai di rumah, dan suster mengambil alih bayi mereka.
"sayang aku merindukan mu" bermanja dengan Gisel.
Gisel melepas pelukan manja Kevin "sayang, kita terus bersama , apa nya yang kau rindukan?"
Kevin memeluk Gisel lebih erat "mau nya kita bercinta lah sayang, kamu gak mau?"
"mau sih, cuma aku mau urus anak - anak sayang" melepas pelukan dan pergi meninggalkan Kevin.
Kevin masih memaklumi karena kini mereka memiliki 2 putra pastinya Gisel sangat sibuk.
Keesokan pagi nya …
Kevin bersiap - siap ke kantor, Gisel masih sibuk memandikan keduanya bersama suster. Kevin mencium Gisel yang sedang memandikan Brian "sayang aku mau ke kantor, urus aku dulu dong" kevin merengek. "nyonya bantu tuan saja dulu, biar saya urus keduanya" suster menawarkan bantuan. "Tidak sus, biar saya saja bantu" melarang suster. "kamu sudah besar bisa sendiri dong sayang" sambil memegang wajah Kevin.
Kevin menggerutu … "ihhh aku sekarang sudah gak dipedulikan , aku diabaikan deh … Kapan dia bisa peduli kayak dulu, semenjak ada Brian dan Edward aku gak di anggap."
Gisel yang mendengar gerutu Kevin hanya tersenyum kecil. Kevin berangkat kantor dengan keadaan cemberut kesal. Kevin merasa iri dengan kedua anak nya, kasih sayang Gisel terbagi - bagi, Kevin mungkin masih muda, masih ingin seperti orang berpacaran.
Justin datang ke rumah Gisel ingin melihat kedua anak Kevin dan Gisel.
Justin "hay Gi"
Gisel kaget melihat Justin yang sudah di rumah nya "Justin? kapan dateng?"
Justin "baru aja, aq pengen lihat keponakan ku dong"
Gisel "oh lihat deh, ada paman Justin anak - anak" sambil menggendong Edward.
Justin "aku boleh gendong satu?"
Gisel "pastinya , gendong aja , nih" memberikan Brian ke Justin
Saat Justin menggendong Brian, Brian pup, Justin ketawa, dan gisel merasa Brian nakal "Brian nakal, paman nya dikasik hadiah ya?". "udah Gi gak apa, aku yang gantiin popok Brian ya?". "kamu bisa?" "tentu aku bisa kok"
Dalam hati Gisel …
Hebat Justin belum punya anak, tapi dia sangat pintar mengurus bayi, beda dengan Kevin yang selalu iri dengan anak nya masih ingin seperti berpacaran saja.
"Oke sudah bersih dan ganteng lagi ya Brian?" menggendong Brian lagi.
Gisel meminta Brian "Justin sini Brian biar di tidurin suster"
Justin memberikan Brian ke Suster "Ini sus"
Suster "baik tuan, saya permisi nyonya dan tuan"
Gisel "iya sus,, terima kasih ya"
Justin "Kevin mana Gi?"
Gisel "Kevin kerja ke kantor, oya kamu buru - buru gak?"
"Kenapa Gi? aku santai aja kok" bersantai menjawab
"temani aku ke swalayan yuk? aq mau nya pergi sendiri, tapi ada kamu, yah sapa tau kamu mau ikut" mengajak Justin.
Justin "ayoo"
Mereka bergegas untuk siap - siap berangkat membeli perlengkapan anak - anak dan di rumah. Gisel mengirim pesan ke Kevin bahwa dia sedang keluar dengan Justin ke swalayan.
*** Kevin ***
Kevin tiba di kantor, beberapa hari dia cuti panjang, banyak berkas di meja nya tertumpuk. Kevin merasa bosan dengan pekerjaan, dia ingin bermanja dengan Gisel di rumah. Kevin membuka hp ada pesan dari gisel dia akan pergi ke swalayan bersama Justin karena kebetulan Justin ke rumah.
Kevin sangat iri dengan Justin punya perusahaan tapi bisa kerja dari mana saja, jadi bisa bebas mau kemana.
"Selamat pagi Pak, ini Manager nya" sekretaris mengenalkan nya.
Kevin kaget melihat Manager baru, dia sangat mirip dengan Agus bahkan sangat sama hanya Manager ini lebih tinggi dari Agus lagi sedikit, Kevin berpikir tidak mungkin Agus, Agus sudah meninggal, dia berpikir hanya mirip saja.
"Pak? Pak? " Sekretarisnya bingung melihat Kevin bengong.
"oh iya, maaf, dia saya kira teman saya. Baik kalau gitu, kamu boleh keluar" menyambut Manager yang akan bantu kevin.
Kevin mempersilahkan duduk "silahkan duduk"
Bram duduk "terima kasih Pak"
Kevin "Sekarang perkenalkan dirimu" sambil melihat cv nya yang sudah Kevin pegang
Bram "Nama saya Bram saya lulusan luar negri saya dari kecil disana, ini pertama kali saya di Indonesia, sebenarnya saya melamar perusahaan disana, namun yang dibutuhkan disini oleh pemilik perusahaan." memperkenalkan diri.
Kevin masih kepikiran kemiripan nya dengan Agus namun suara sangat beda "Oh iya kita lagi butuh Manager disini"
Bram "Maaf, katanya disini yang direktur seorang wanita?"
Kevin "iya istri saya pemiliknya, saya hanya bantu dia, disini yang berwenang istri saya, besok mungkin dia ke kantor karena hari ini dia masih urus bayi kita"
Bram "Oh Bapak sudah punya anak? Selamat Pak"
Kevin "iya 2 putra yang menggemaskan, terima kasih"
Bram "sama -sama Pak"
Kevin "kalau begitu kamu boleh keluar nanti sekretaris saya yang menunjukkan dimana ruangan mu"
Bram "baik Pak terima kasih" berdiri sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan
Kevin mengulurkan juga tanganya sambil mengucapkan "selamat bergabung Bram"
Sekretaris Kevin menunjukkan Bram ruangan kerja nya. Bram berpikir jika pemilik perusahaan ini adalah yang wanita maka aku harus dapatkan wanita itu untuk menjadi milik ku supaya semua perusahaan nya jadi milik ku, tak peduli nanti ibu beranak 2 sejelek apa yang penting misi ku kali ini berhasil, sudah lelah 4 kali pindah lokasi tapi gagal, aku harus cepat kaya demi ibu yang sudah 2 tahun koma, biaya rumah sakit tinggi jadi aku harus mendapatkan uang banyak. aku harus merebut wanita pemilik nya dari direktur Kevin. Besok akan aku mulai semua nya, tidak ada wanita yang berani menolak ketampanan ku.
*** Gisel dan Justin ***
Gisel dan Justin sampai di swalayan, semua orang melihat mereka berdua, banyak yang berbisik "Ganteng dan Cantik cocok banget pasangan itu, mereka pasangan serasi ya, sepertinya beli popok, wah pasti anak nya cantik dan ganteng" orang sekeliling mereka membicarakan.
Justin "kita emang cocok ya Gi" menggoda Gisel.
Gisel "ih dirimu, kita sahabatan kali, gak usah mengharap" sambil senyum kecil.
Justin "sudah mulai sore yuk cepatan kasian sikecil"
Gisel "mmm yuk, Kevin ntar lagi pulang kasian kalau sampai rumah belum ada makanan, aku mau masak sampai rumah"
Justin " nah apa lagi itu, kasian dia, pasti ngamuk dia"
Gisel " yuk"
Mereka masuk mobil, mereka mengobrol tentang Kevin setelah papa nya di penjara. "Semenjak papa Kevin dipenjara semua bisnis dan kekayaan nya disita dan dia bangkrut, Ibu nya pun kembali kerumah keluarganya, aku sudah mengajak untuk tinggal bersama aku sama kevin, tapi dia menolak, aku sangat mencintai Kevin" curhat Gisel. "Dulu aku gak percaya dengan Kevin bisa menjaga mu, tapi sekarang aku sangat bangga dengan Kevin yang benar - benar mencintai mu lebih dari diri nya" Justin tersenyum. Macet diperjalanan membuat mereka akan terlambat datang.
***^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^***
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***