No

No
Tanda Sayang



*** Gisel ***


Saat Agus mendekat ke leherku, aku mulai bingung perasaan ku senang, dan ingin dia seperti ini terus, alangkah indahnya pengalaman yang agus berikan ke aku.


" Agus , kamu tu apain sih , aku gak suka kamu kayak gini "


Agus " Maaf Gi, aku gak pernah merasakan benar bahagia kecuali bersama mu "


Gisel " Aku mohon jangan lakuin macem - macem gus ... "


Agus " Gi, aku sayang ma kamu " sambil memegang tangan Gisel


Gisel diam melihatnya dan menatap wajah nya ...


Agus " Gi kamu mau kan jadi pacar ku, aku janji akan setia dan gak pernah nyia - nyia kan kamu Gi ... "


Gisel " Gus , aku belum bisa percaya dengan mu, tapi aku juga sudah lama menyukai mu Gus ... "


Agus " jadi kita bisa pacaran Gi? "


Gisel " kita jalani aja dulu Gus, sampe mana perjalanan kita dan sampai mana aku bisa percaya baru aku akan mengatakan iya pada mu ... tpi sebelum aku mengatakan iya jangan menyentuh ku lagi Gus .. aku gak mau hubungan tanpa status. "


Agus " Gi, aku mohon kamu mau jadi pacar ku, jangan tanpa jawaban gini. Berikan aku kesempatan untuk kali ini aja Gi, "


 


Dalam hati Gisel ingin menjawab iya, namun Gisel belum bisa percaya dengannya seutuhnya, Gisel diam melihatnya dan akhirnya " baik lah Gus, aku mau jadi pacar mu, tapi tolong berjanji pada ku, jangan pernah membohongi ku ... "


Agus " aku janji, kesempatan yang kamu kasik gak akan aku sia - sia kan Gi ... terima kasih banyak Gi, kamu mau menerima ku, aku sangat bahagia bisa memiliki mu Gi. " Agus memeluk Gisel


Gisel " Gus aku laper "


Agus " ah? " kaget tiba - tiba Gisel bilang laper " kamu belum makan? " tanya Agus


" belum, apa kamu punya mie atau sejenisnya yang bisa aku makan? "


Agus " kita pergi ketempat makan aja ya pinggir pantai? sambil merayakan hari kita jadian sekarang , gimana?"


" Aku gak bawa baju, masak iya pakai baju ini? "


Agus " Tenang aja , ikut aku yuks "


Gisel bingung " kemana? "


Agus " udah kita keluar aja langsung makan "


Gisel " oke deh "


 


Gisel pun bersiap - siap untuk jalan dengannya. Mereka pergi berdua dengan mobil Agus, dijalan ada sebuah butik yang baju nya sangat bagus, bahkan dia memiliki salon langsung.


Gisel diajak masuk oleh Agus dan Gisel takut jika tempat ini mahal, karena pelayannya sangat baik bahkan Gisel lihat interior mereka sangat mewah.


 


Gisel yang ragu " Gus, kenapa kesini kayakny mahal "


Agus " udah diam ini butik ku kok, mba tolong rias pacar ku secantik mungkin dan carikan baju yang bagus untuk kepantai "


pegawai " baik Mas , mari Mba ... "


 


Gisel sangat bingung, tapi Gisel ikut saja dengan pegawainya. Gisel diminta memilih baju yang bagus, Gisel tidak pernah pakai baju bgus dan mahal, Gisel serahkan ke pegawai nya untuk menentukan yang mana bagus buat Gisel. Akhirnya pegawainya mendapatkan, baju berwarna peach diatas lutut gaun itu sangat cantik, selanjutnya Gisel pun dirias dengan natural, Gisel menggunakan pakaian tersebut. agus masih menunggu Gisel diluar, Gisel pun keluar dan melihatnya. Agus sangat kagum dan bengong melihat Gisel yang berbeda dari biasanya.


 


Agus "Gi , kamu perfect banget, aku sampai bingung apakah ini Gisel ku?"


Gisel " bisa aja kamu Gus, biasa aja kali ... "


 


Agus akhirnya mencium kening Gisel, kebahagian benar- benar tak ingin cepat berakhir. Gisel melupakan semua masalah yang ada.


Dalam hati Gisel hanya merasakan Agus yang benar – benar menyayangi nya. Tak lagi yang Gisel sesali bersama Agus.


Agus " Yuk berangkat sayang … "


Gisel " Oke … "


 


Diperjalanan Agus memegang tangan Gisel terus , baginya ini adalah hal yang sangat susah Agus dapatkan. Gisel menikmati perjalanan. Sesampai Gisel di restaurant yang dia pilih, semua pelayan pun menyambut serasa tidak asing dengan Agus. Restaurant itu sangat megah dan ini sangat mahal dari yang Gisel liat, tapi benar saja ternyata restaurant ini miliknya juga. Gisel tak tau sekaya apa Agus.


 


Gisel kaget " Ini restaurant mu juga? "


Agus " Yups , ini punya bapak ku, jadi santai saja sayang .. "


 


Makanan pun langsung dihidangkan , minuman pun banyak bahkan ada wine, aku tak pernah minum itu, tapi menurut dia aku perlu mencobanya sesekali. Mereka makan berdua bagaikan dinner. Makanan disini sangat enak, ini adalah pertama kali buat Gisel. Disini juga ada live music yang membuat Gisel semakin nyaman. Agus mengajak Gisel dansa, Gisel tidak tau caranya berdansa , namun Agus mengajari Gisel dengan pelan - pelan, Gisel benar- benar menikmatinya. Mereka saling tertawa, bercanda bersama berasa dunia ini milik berdua.


Mereka pun akhirnya pulang, Gisel minta kepadanya diantar kerumah nya, namun Agus tidak mau.


Gisel " Gus pulangin aku kerumah ya? "


Agus " Gak yank, kamu dirumah ku aja, aku gak pacar ku sendirian "


Gisel " Aku pulang aja gak enak sama tetangga Gus "


Agus " tidak ada yang peduli itu Sayang, udah kamu diem dirumah ku. Oya besok kamu ada jadwa pemotretan, aku temenin ya, lagian aku juga yang punya, aku seneng model ku itu kamu Sayang "


Gisel " ya besok ada pemotretan, Gus nanti aku tidur di ruang tamu aja ya kalau nginep dirumah mu "


Agus melarang " Gak boleh, pacarku tidur dikamar ku "


Gisel menolak " Gak ah, aku pulang aja kalau gitu "


Agus " Aku gak macem – macem kok, cuma kamu harus tidur sama aku sayang, aku di sofa kamu dikasur ya sayang "


Gisel " ya udah deh terserah mu, aku lelah pengen tidur "


Agus " Ya ini juga udah nyampe sayang "


Sesampainya dirumahnya Agus, Gisel bergegas ke kamar Agus untuk mengganti pakaian. Sesampainya dikamar, Agus pun mau turun untuk menggambil segelas air.


Agus " Sayang, kamu mau aku ambilin air putih ngga ? "


Gisel " Boleh deh, kalau bisa air yang dingin ya "


Agus " Ya, entar aku ambilin kok "


 


Gisel pun pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan diri Gisel, sedangkan gaun yang Gisel gunakan tadi,


Gisel simpan dilemari Agus. Gisel pun mengganti pakaian mengenakan pakaian Agus. Agus pun tiba membawakan segelas air dan sebelah tangan kiri Agus ada sesuatu yang dia bawa.


 


Agus " Gi, nih air mu"


Gisel " Makasi Gus " menghabiskan air yang dia bawa


Agus " Gi tutup matamu dong. "


Agus " Ayolah, ada sesuatu yang aku mau berikan ke kamu "


aku menutup mataku, mengikuti apa yang Agus minta . Agus mengenakan kalung pada leherku, aku pun kaget.


Gisel " Kalung apa nih Gus ? "


Agus " Kalung ini sudah aku siapkan lama untukmu, semenjak pertama kali aku mengenalmu. "


Sepintas Gisel melihat kalung yang diberikan Agus kepada nya. Kalung ini berwarnah putih dengan liontin Kristal berbentuk angsa mengingatkan panggilan mereka pada saat pertama bertemu. Dan Gisel yakin kalung ini pasti harganya mahal dilihat dari model dan bahan dari kalung ini. Kalung ini terasa sangaat cocok saat Gisel mengenakannya. Perasaan Gisel pun bercampur aduk antara senang dan kaget saat Agus memberikan hadiah berupa kalung kepada nya.


 


Gisel " Gus kenapa kamu ngasi aku kalung ini ? dan ini pasti kalungnya mahal "


Agus " Sebenernya kalung ini sudah aku siapin semenjak pertama kita bertemu. Aku memutuskan untuk memilih bentuk kalung ini karena bentuknya angsa. Kamu inget ngga angsa kan nama ldekan kita, dan dari angsa itulah jadi simbol untuk mempersatukan kita sekarang. Sebenernya udah dari dulu aku pengen ngungkapin persaanku sama kamu. Cuman kamu selalu menghindar dariku.


Gisel " ya ampun, kamu tuh sampe segitunya ya "


Agus " Ya aku harap kamu suka sama hadiahnya yaa "


Gisel " makasi banget ya Gus, tapi aku ngga bisa nerima hadiah ini. "


Agus bingung " lho, kenapa Gi ? "


Gisel yang merasa tidak pantas " Ya Aku ngga mau nanti dianggap cewek matre sama yang lainnya karena teman – teman kan tau Aku tuh kayak gimana orangnya. Bukan dari keluarga yang kaya sepertimu Gus. "


Agus " Aku ngga peduli sama apa yang orang lain bilang. Kan kita yang jalani hubungannya, bukan mereka. Jadi Aku


ngga terlalu peduli dengan apa yang orang lain bilang. So please Gi terima hadiah yang aku kasi "


Gisel " YA, aku terima kalung ini Gus. Makasi yaa hadiahnya "


Agus " sama – sama sayang , semoga ini menjadi awal yang baik buat kita. "


Agus pun mengganti pakaian dan membersihkan diri karena suda larut malam. Gisel sudah tertidur di kasur saking


capek nya Gisel tak tau Agus tidur dimana. Tengah malam Gisel terbangun karena Agus menggigil, Gisel berikan selimut pada Agus agar dia tidak kedinginan. Pagi pun tiba, Gisel bangun dan kaget melihat Agus sudah berada di sampingku dengan 1 selimut.


Gisel yang kaget " Agus kenapa kamu tidur disini? "


Agus " Maaf Gi, kamu semalam menggigil, dan aku juga kedinginan jadi aku putuskan untuk tidur bersama disini, tapi kamu tenang aja aku gak ada macam – macam sama kamu. "


Gisel " ya udahlah terserah, aku mau sekolah sudah setengah 7 ntar aku telat sekolah, kamu mah enak masuk siang gak kayak aku "


Agus " iya mandi gih biar gak kesiangan "


Gisel bergegas mandi , namun air kamar mandi mati lagi sama seperti kejadian sebelumnya, kali ini Gisel tidak berteriak, Gisel hanya diam menunggu , Gisel tidak mau agus masuk lagi ke kamar mandi. Air pun hidup kembali dan Gisel segera menyelesaikan mandi nya. Tiba – tiba Agus masuk ke kamar mandi.


Gisel yang mengusir Agus " Agus keluar "


Agus " Udah santai aja, aku gak macem – macem ma kamu kok, aku mau mandi biar gak kesiangan nunggu kamu. "


Agus pun melepas pakaian nya, bodi Agus sangat perfect menurutku, bodi yang professional dimiliki laki – laki.


Gisel " Gus aku keluar aja deh "


Agus " Jangan " Agus menarik tangan Gisel


Gisel " Gus lepasin gak enak kayak gini "


Agus " Udah mandi aja, anggap kita gak saling lihat , oke? "


Gisel " Ya udah terserah lah, aku udah benar – benar telat untuk ke sekolah "


Gisel pun akhirnya mandi berdua namun mereka merasa hanya mandi sendiri agar mandi mereka cepat selesai. Mereka selesai mandi, Gisel sudah melihat seragam baru di atas kasur untuk ke sekolah (Flashback Gisel itu tidak ada bawa pakaian sekolah atau pakaian ganti). Gisel segera mengganti pakaian, Agus keluar dari kamar mandi dan mengganti baju.


Gisel " kamu mau kemana pagi gini? "


Agus " Aku mau ke studio setting buat nanti pemotretan mu, nanti pulang sekolah kamu kan harus ambil seksi foto? "


Gisel " oiya aku sampai lupa aku model untuk perusahaan pacar ku sendiri. "


Agus langsung memeluk Gisel dari belakang " sayang nanti aku jemput ya? "


Gisel " terserah mu aja "


 


Gisel pun dipeluk erat dan kening Gisel dicium , Gisel juga membalas pelukan nya, kini Gisel sudah tidak malu untuk memeluknya. Gisel sangat bahagia ternyata dari semua penderitaan Gisel, Gisel masih diberikan kesempatan sedikit bahagia. Agus memberikan semangat buat Gisel jalanin hidup ini. Gisel sudah putus asa dengan keadaan nya, tapi kembali lagi tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi dari batas manusia. Gisel percaya akan hal itu, Gisel mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya pada tuhan sudah mengirimkan Gisel malaikat tanpa sayap seperti Agus, Gisel harap keputusan nya memberikan Agus kesempatan kedua tidak salah.


Gisel pun berangkat sekolah dengan Agus, sesampai di sekolah Gisel pun bertemu Candra. Gisel masuk sekolah bersamaan dengan Candra, di kelas Gisel ceritakan pada dia semua yang terjadi pada nya kemarin, Gisel pun menjelaskan bagaimana perasaan Gisel pada Candra. Entah ini yang namanya cinta, karena ini membuat Gisel nyaman. Candra pun memberikan tanggapan positif terhadap hubungan Gisel dengan Agus.


Hp Gisel berbunyi ternyata Agus menelpon Gisel, dia mengingatkan nanti pulang sekolah akan dijemput untuk sesi pemotretan. Gisel sangat bahagia kini Gisel dapat berbagi kisah nya dengan seseorang yang menyayangi Gisel. Gisel berharap ini menjadi awal yang baik, Gisel masih mengharapkan keluarga Gisel juga bias menjadi satu seperti dulu.


Bel pulang pun berbunyi, Agus belum menjemput nya, Gisel nongkrong dengan Candra dan Yogi di kantin sekolah. Yogi akhirnya tau jika Gisel dan Agus sudah jadian.


 


Yogi " Gi, ada yang mau aku jelaskan ke kamu mengenai latar belakang Agus , karena kamu pacarnya, kamu harus tau Agus seperti apa


Gisel " Apa yogi? Ceritain dong "


Candra " Yogi jangan deh nanti Gisel ilfil sama Agus gimana? "


Yogi " Gak apa , dia juga harus tau Agus itu kayak gimana , supaya dia bias langgeng dengan Agus, dan mengenal karakter Agus sesungguhnya dari latar belakang keluarga dan sifat Agus seperti apa "


Gisel " udah santé aja , kalian ceritain aja, aku udah bias terima Agus kok "


Candra " Yakin Gi, kamu mau dengar, mendingan menurut ku kapan – kapan aja "


Gisel " Gak apa kok "


Yogi " okeh aku ceritain ya? "


Tiba – tiba Putri datang ..


Putri " Hai Gi udah pacaran nie ma agus? "


Gisel " hehe ya tri , kamu dari mana aja, tadi kayak buru – buru mau pulang , kok balik lagi "


Putri " ada yang ketinggalan di kelas jadi balik, tapi karang aku mau pulang ya, bye semua "


Candra, Yogi , Gisel " Bye Putri "


Gisel " Yogi lanjutin dong ceritanya "


Yogi " Oke aku akan ceritakan semua nya "


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***


 


```` Terima kasih sudah membaca novel author, "Cinta Pertama Ku" akan lebih seru, jadi mohon ditunggu kisah selanjutnya.


````