
Mama Gisel masih dalam keadaan pingsan, orang tua angkat Gisel telah dihubungi oleh Papa Gisel untuk menjelaskan ini. Semua anak buahnya ditugaskan untuk mencari Gisel.
Kevin yang masih kebingungan tiba - tiba teringat dengan Justin untuk mencari Gisel, namun dia menghubungi Justin tidak bisa. Tiba - tiba pintu rumah Gisel ada yang mengetuk.
Bibi membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Semua terkejut Justin yang datang dengan wajah pucat.
“Permisi bi, saya Justin teman Gisel” Justin dengan lemas.
Mama Gisel sudah sadar.
Kevin menghampiri Justin “lo ngapain kesini”
“Gue gak usah banyak ngomong , lo gak akan ngerti” mendorong Kevin yang menghadang dan masuk menghampiri keluarga Gisel.
“Om , Tante Gisel kemarin tenggelam , saya mendapatkannya sudah tidak sadarkan diri, saya panik dan membawa Gisel kerumah sakit, namun rumah sakit kecil tidak bisa menangani, karena Gisel kritis, saya membawa ke kota ini untuk mendapatkan pertolongan, dan dia baru saja melewati masa kritis nya, namun selama kritis dia sangat memerlukan darah karena tekanan darah rendah hingga saya pun mendonorkan darah saya untuk Gisel. Kini Gisel belum sadar, dia harus dioperasi karena ada jantung lemah, katanya selam ini pasti dia sering pingsan kalau sedikit kaget.” menjelaskan di keluarga Gisel.
Mama “pa, Gisel kenapa Pa?”
Papa “Justin ajak om kesana, om harus tau ada apa sebenarnya”
Justin “baik Om”
Semua berangkat kerumah sakit terbesar untuk mencari Gisel termasuk Kevin pun ikut dari belakang menggunakan mobil. Selama di mobil Kevin menangis berpikir apa ini alasan Gisel sering pingsan. Kenapa selama ini aku tidak tahu keadaan orang yang aku sayang, dan kenapa dia senekat ini hanya masalah sepele, bukannya harus senang mendapatkan keluarga baru , ini dia malah bunuh diri. Gi, kamu kenapa bodoh sekali.
Sesampai rumah sakit ….
Papa dan mama Gisel mencari dokter untuk menanyakan keadaan Gisel.
Papa “Dok, saya mau tahu keadaan anak saya, tolong panggilkan semua dokter hebat untuk menyelamatkan anak saya”
Dokter “kalian orang tua Gisel?”
Mama “iya dok” sambil menangis
Dokter “dia mengalami lemah pada jantungnya, menurut kami jika hanya tenggelam akan segera sadar, namun dia tidak sadar, kami mengecek semua ternyata ada masalah dengan Jantung Gisel yang lemah bukan sakit jantung namun lemah pada jantungnya, dia harus mendapatkan pendonor jantung Pak Bu.”
Mama “jantung saya saja”
Papa “Ma, jangan kita akan beli jantung orang sehat dengan semahal mungkin”
Dokter “kami hanya bisa menolong jika sudah ada pendonor jantung dalam waktu 4 jam ini.”
Papa “baik dok”
Mereka keluar dari ruang dokter. Papa Gisel pergi tanpa bicara apa pun, Mama Gisel mencari dokter spesialis lainnya kerumah sakit yang di luar negri. Justin yang lemah hanya duduk, Kevin sedih dan mencari kamar Gisel.
Kevin duduk disamping Gisel sambil megang tangan Gisel “Gi, kenapa kamu tega berbuat ini padaku? Kenapa gak aku aja yang di posisi mu, kenapa kamu? Aku gak akan biarin kamu menderita, aku sangat mencintai mu. Apa pun yang terjadi biar jantung ku untuk mu, walau kita gak bisa bersama tapi setidaknya aku terus bersama mu di dalam jantung mu, aku yakin suatu saat kita akan bertemu di kehidupan lain, aku akan menunggu mu Gi, aku sangat mencintai mu, plis sembuh dan ceria lah lagi Gi, apa pun itu aku kan lakukan” menangis sambil mencium kening Gisel
Kevin yang terharu dengan sikap Justin langsung merangkul Justin “ terima kasih banyak lo sudah baik dan mengerti keadaan gue dengan Gisel, maafin gue membuat lo kehilangan orang yang lo sayang, sampai kapan pun gue gak akan lupain kebaikan lo Justin, cuma jangan lo, lo pantes untuk hidup, lebih baik kita sama - sama mencari pendonor agar kita bisa menemani Gisel setelah bangun dari ini”
Justin sangat senang mendengar Kevin “iya Vin kalau gitu kita harus segera menemukan nya”
Mereka berdua keluar dari kamar Gisel. Justin pergi ke kantor nya untuk mencari info donor jantung. Kevin pergi ke tempat penunggu pasien , sambil memasang iklan siapa yang mau mendonorkan jantungnya. Tiba - tiba ada orang memegang pundak Kevin. Kevin menoleh ternyata Agus menggunakan pakain pasien.
“Agus lo disini? Pakai pakaian pasien? Lo sakit? Kapan balik nya kesini?” tanya Kevin yang bingung Agus tiba - tiba di rumah sakit yang sama.
Agus hanya senyum “Gue emang sakit Vin, Gue seneng bisa lihat lo saat ini, Gisel mana?”
Kevin yang kembali sedih “ Gisel sakit Gus, ternyata dia dulu sering lemah dan pingsan karena dia memiliki jantung lemah , sekarang kita punya waktu hanya 4 jam untuk mencarikan pendonor jantung”
Agus sangat kaget “Gisel? Lo serius? Gak mungkin Gi gue sakit” langsung sedih
Kevin “kalau lo ngapain disini? Lo sakit apa?”
Agus “ gue sakit kecil ntar aja sudah boleh kembali, Gue boleh tahu kamar gisel?”
Kevin “oh iya kamar Gisel type VVIP Platinum 101”
Agus “ oke gue pergi dulu udah waktunya gue ke dokter biar cepet pulang, gue juga akan bantu cari pendonor buat Gi gue”
Kevin “makasih Gus, bantu doa juga ya”
Agus “ pasti Vin, duluan ya “
Kevin kembali bingung dan berpikir sendiri , dia bingung dalam waktu singkat dimana mencari pendonor, dia terus menelpon yayasan yang ada pembantu donor .
Dikamar Gisel …
Agus masuk kamar Gisel, agus sangats edih melihat keadaan Gisel yang lemah dan tidak sadarkan diri. Agus ingat semua masa lalu nya dengan gisel, bagaimana Gisel adalah kekasih yang sangat dia cintai, dia berharap setelah dia sadar bisa menemukan keluarga kandungnya yaitu orang tua Dian.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***