No

No
Episode 66



Brian pun pulang ke rumah dia merasa hari nya menyenangkan bersama Bella.


Edward " Lo kenapa? Kayak nya lagi seneng "


" Seneng atau gak itu urusan gue ... La . la . la . " Brian


" Adik mu kenapa Edward? " Gisel


" Entah lah Ma, mungkin lagi menang lotre " Edward


" Oh, ya sudah Mama mau rapat, nanti Papa datang berikan papa makanan instan aja dulu " Gisel


Edward " siap Ma ... "


" Brian, Mama pergi " Gisel


Brian senyum - senyum di kamar, " Bella manis banget, tumben banget gue punya perasaan kayak gini sama cewek "


*** Bella


Bella makan di toko dekat rumah mereka, Bella berpikir Briam lucu juga, Bella berpikir pasti dia menggunakan nama keluarganya. Bella cukup lama diam di toko tersebut berharap Edward lewat, hingga larut malam Edward yang di tunggu tak pernah datang. Bella pun pulang ke kontrakan nya.


*** Keesokan pagi nya kampus


" bella! " Brian


" Ish males banget gue " Bella pura - pura tidak dengar


" Bella! " Brian


Nia " Brian! "


" Lo! apa?"


" Pagi - pagi kok udah manggil gadis miskin itu? "


" bukan urusan lo! " Brian pergi


Nia " Ish kok aku di tinggal "


sesampai di kelas.


" Edward! " Bella


edward " Bella? Kamu pagi sekali sudah kampus? "


" Aku emang sengaja " Bella


" Oh gitu, nanti ada waktu? " Edward


" Edward lo lupa hari ini ada hari spesial bokap gue " Angel


" Kan bisa sore " Edward


" Yah lo kan seperti biasa bantu gue pilih kado " Angel


" Kamu sama Angel aja, lagian nanti aku harus kerja kok " Bella


" Nggak Bel, manusia nie aja yang manja " Edward


" Nggak apa kok, santai aja " Bella


" Lo sadar gak pantes ya? " Angel


" Lo apaan sih Angel " Edward


" gue permisi " Bella


Pelajaran pun di mulai, Angel terus mengawasi Edward, sedangkan Brian terus memperhatikan Bella.


*** Pov Angel


Angel sangat kesal melihat Edward yang terus memperhatikan Bella, Angel merasa sangat kesal , selama ini Edward orang yang sangat dingin terhadap wanita berbeda dengan Brian pemain wanita. Angel ingin dari dulu mendapatkan hati Edward namun tidak pernah berhasil.


Jam kuliah pun selesai, semua bubar, Angel segera mendekati Edward. Bella yang sudah melihat kelakuan Angel pergi meninggalkan kelas itu. Brian yang melihat pandangan Bella kesal segera mengejar Bella.


" Kenapa lo ikutin gue? " Bella


" Jalan ini kan milik umum " Brian


" Gue tahu ini jalan umum, mending lo jauh dari gue " Bella semakin kesal dengan kehadiran Brian


" Lo kalau marah tambah penasaran ya " Brian


Bella kesal " maksud lo tu apa sih, ganggu gue terus "


" Gue gak pernah ganggu lo, lo aja yang merasa ke ganggu kan? " Brian meledek


Bella pun masuk ke dalam bus umum, Brian yang tidak suka dengan kendaraan umum terpaksa ikut dengan Bella. Mereka duduk bersebelaham namun Bella menggunakan headset sehingga dalam perjalanan mereka saling diam tanpa suara.


*** Edward dan Angel ***


" Edward pakai mobil lo ya? Gue tadi di anter nyokab " Angel


" Iya " Edward


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Edward hanya diam tanpa kata, Angel yang tahu bahwa Edward bad mood berusaha mengajak Edward mengobrol.


" Bella itu anak miskin , kenapa bisa sekolah di tempat kita " Angel


" Kenapa sih lo tu selalu aja jelekin Bella " Edward kesal


" Gue yang gak ngerti sama lo, lo dulu gak pernah kayak gini, kenapa lo jadi kayak anak - anak? " Edward


" Gue cemburu! " Pengakuan Angel


" Maksud lo? " Edward


" Lo emang gak pernah peka dengan perasaan gue " Angel


" Angel kita sudah seperti kakak adik, perasaan gue ke lo cuma sebatas adik gue " Edward


" Lo pernah gak mikir perasaan gue " Angel


" Sudah kita lupain, sekarang fokus saja sama hadiah bokap lo " Edward


Angel " Entah sampai kapan lo gak peka dengan perasaan gue "


Edward hanya diam tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Angel.


*** Garment ***


" Brian lo jangan ikutin gue terus " Bella


" Kenapa gue gak boleh ikut? " Brian


" Brian , ayo kita masuk " Pemilik Garment


" Tapi Pak, kemarin dia buat ulah " Bella


" Sudah tidak apa, karena dia juga Ibu Cue kembali dengan kita kan "


Bella tidak bisa bicara apa lagi " Baik Pak "


Mereka masuk ke dalam, Bella kesal Brian yang buat ulah, Brian juga yang di puji, tapi Bella tidak dapat berbuat banyak.


Bella segera menyelesaikan pekerjaan nya, Brian duduk manis memandangi Bella, walau Bella tidak suka namun dia tidak bisa berbuat banyak.


Jam kerja selesai, Brian masih mengikuti Bella.


" Brian, please pergi dari gue " Bella


Brian " emang apa salah nya gue ikut lo, rumah gue juga lewat sini "


Bella " Lo bisa carik taksi atau lainnya kan? Tidak harus ikut gue "


" Lo lupa lo masih ada hutang sama gue, dan gue sudah bilang lo milik gue " Brian


" Lo salah, gue bukan milik siapa pun, gue milik diri gue sendiri " sambil menunjuk wajah Brian dengan telunjuk nya


Brian menurunkan telunjuk Bella " Bel, lo emang buat gue tambah penasaran, Lo belum tahu apa yang bisa gue lakukan "


" Mungkin lo banyak duit bisa melakukan apa pun yang lo inginkan tapi bukan dengan gue " Bella


" Lo tu keras kepala banget ya! " Brian


" Itu urusan gue " bella melanjutkan perjalanan nya


Bella kembali menggunakan headset di kuping nya. Brian cukup Hanya mengikuti tidak bisa menuntut Bella agar dia tidak lebih marah. Brian sangat kelelahan dia sangat jarang melakukan perjalanan yang cukup jauh seperti ini.


Brian menyentuh pundak Bella " Bel , gue lelah "


" Gue cariin taksi aja " Bella


Brian menarik tangan Bella " Bel, jangan memanggil taksi, gue mohon, temenin gue istirahat aja "


Bella melihat Brian sedikit pucat, Bella tidak enak jika sampai Brian sakit dan Ibu Gisel tahu , dia akan merasa bersalah " Oke gue temenin, makanya gue suruh jangan ikut gue "


" Maafin gue Bel, kalau lo kesel terus sama gue "


" Udah lah nggak usah di bahas, dasar anak manja lo "


" Gue emang manja, tapi gue bisa mandiri juga tanpa bokap nyokab gue "


" Itu menurut lo, lo arogan sedangkan kakak lo begitu baik banget "


" Edward maksud lo? "


" Emang lo punya kakak berapa? Ya edward lah "


" Lo suka sama kakak gue? "


" Nggak! Lo dari awal pertama ketemu sudah kasar sama gue beda dengan kakak lo yang selalu bantu gue "


" Ya maaf "


" Udah lupain aja , gue males bahas nya "


Mereka pun beristirahat sejanak. Brian senang walau dia lelah namun bisa bersama Bella seharian.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.