No

No
Episode 14



Gisel sampai rumah Kevin. Gisel langsung masuk mecari Kevin, akhirnya dia bertemu dengan Kevin.


Gisel : Kevin ….


Kevin : Gi , kamu kenapa? kenapa kepala mu berdarah?


Gisel : aku takut vin


(akhirnya Gisel menceritakan semua nya)


Kevin sangat kaget, dan kali ini tidak akan mebiarkan Gisel sendiri. Kevin mengobati luka Gisel. Gisel beristirahat ditemani Kevin. Kevin juga menyarankan Gisel keorang pintar menanyakan ini. Gisel setuju dan akhirnya mereka memutuskan ketempat orang pintar dalam mistik bersama. Kevin mengantar yang dia kenal.


Kevin : Permisi,


Org Pintar : Ya nak


Kevin : permisi pak, saya mau menanyakan keadaan teman saya Pak


Org Pintar : Ada apa nak?


Gisel : Pak saya mau nanya saya ini kenapa (Gisel menceritakan semua nya)


Org pintar : itu ada yang mengganggu , saya lihat ada wanita muda seperti kamu bermain ilmu hitam, dia menginginkan kamu mati, dan teman cowok mu ini memiliki pelindung dalam dirinya, jadi kamu akan aman jika dekat dia, kamu hanya bisa berdoa pada tuhan. Saya tidak bisa bantu, saya hanya bisa lihat saja. Tetap lah kalian bersama, dia akan kalah jika kamu dekat dengan teman mu ini. Jika kamu jauh kamu akan celaka lagi. Saya akan coba carikan jimat untuk kamu tapi masih butuh waktu, sementara kamu berlindung dengannya.


Kevin : pak saya gak punya jimat deh


Org Pintar : Kamu sudah bawa dari dalam kandungan ibu mu, nenek yang kamu lihat itu adalah pelindung mu, dia hanya bisa melindungi mu dan orang sekitar mu.


Kevin : nenek itu? (kevin baru tahu jika dia punya pelindung)


Gisel : baik pak saya mengerti , kalau begitu kita pamit Pak


Org Pintar : ya nak , hati - hati di jalan


Kevin masih bingung, dia dan Gisel ke restaurant makan.


Kevin : Gi, jika emang benar, artinya kamu harus tinggal di rumah ku dan tidur satu kamar sama aku sampai kamu dapat jimat


Gisel : orang tua mu gimana?


Kevin : Orang tua ku ke luar negri mungkin sampai 8 bulanan gi


Gisel : tapi aku akan repotin kamu trus


Kevin : enggak kok, yang penting kamu selamat


Gisel : iya deh


Kevin : Gi kamu tau gak orang yang kira - kira nyakitin kamu?


Gisel : enggak


Kevin : kalau aku mikir Dian


Gisel : enggak lah , udah jangan negatif sama orang


Kevin : iya sih, ya udah deh kita makan abis tu pulang


Gisel : iya, aku lelah banget


Kevin : iya Gi


Mereka pun pulang, di perjalanan Gisel tertidur. Sampai rumah pun Gisel tidak bangun, akhirnya Gisel diangkat ke kasur dan sesampai di kasur, kevin mau melepas tangannya namun Gisel memegang sambil tidur mengatakan "jangan tinggalin Gisel, Gisel takut". Gisel trus berkata seperti itu, akhirnya Kevin tidak ninggalin Gisel. Kevin juga tertidur dengan posisi tangan di pegang Gisel. Kevin tertidur di kursi yang dekat dengan kasur Gisel. Pagi pun tiba, Gisel ingat sekolah dan dia bangun, namun Gisel melihat Kevin disampingny tidur di kursi. Gisel sangat kasian pada Kevin. Gisel melihat Kevin ternyata ganteng banget, saat Gisel menatap Kevin, kevin bangun dan mereka saling menatap yang sangat lama, akhirnya mereka saling berpaling.


Kevin : kamu sudah bangun?


Gisel : iya, kamu semalaman tidur disini?


Kevin : iya , kamu gak mau lepas dan ngigo gitu


Gisel : maafin aku banyak repotin kamu


Kevin : Gak apa , aku gak merasa di repotin


Gisel : makasih banyak, aku mau ke sekolah


Kevin : mandi aja dulu, aku sudah siapin baju sekolah mu kok


Gisel : dimana kamu dapat?


Kevin : aku beli sih kemarin mau nya aku bawain ke kost mu, tapi sudah gini ya udah aku kasik karang


Gisel : Kevinnnn makasih banget, aku akan bales semuanya


Kevin : apaan sih jangan dipikirin, mandi gih


Gisel : okeh


Gisel pun mandi dan Kevin juga mandi di kamar tamu.


Disisi Agus …..


Agus bingung, kenapa Gisel belum datang kerumahnya untuk mengambil barangnya padahal hari ini sekolah. "Kemana kamu Gi, kenapa kamu gak kesini? Dan kenapa kamu gak ambil barang mu? Kamu kan harus sekolah. Apa mungkin kamu belum pulang?". Ting nong bunyi bel rumah Agus. Agus berlari ke bawah untuk buka pintu karena dipikir Gisel.


Agus : Sebentar ….


(membuka pintu) Dian?


Dian : iya, aku emang siapa?


Agus : ngapain kamu kesini lagi?


Dian : emang kenapa, ini kan akan jadi rumah ku juga


Agus : maksud mu?


Dian : oh kamu belum tahu ya? Orang tua kita sudah menyiapkan pertunangan buat kita


Agus : apa? gak gak mungkin (agus menelpon bapak nya).


Pak, apa benar sudah menentukan pertunangan sama Dian? tanya agus. iya nak, dian bilang kalian saling cinta bahkan mama papa dian ada disini satu bisnis sama Bapak, jadi Bapak setuju nak, jawab Bapak Agus. Agus menutup telpon tanpa bicara apa, dan sedih.


Dian : mmm benar kan yang aku bilang?


Agus : dasar wanita licik kamu


Dian : udah lah sayang (dian menyentuh tangan Agus)


Agus : iya sayang


Dian emang menggunakan ilmu hitam, cukup menyentuh Agus, Agus langsung jinak seperti peliharaan.


Dian : yuk sayang kita ke kamar mu


Agus : iya sayang


Dian : oh iya mulai hari ini aku satu sekolah sama kamu sayang


Agus : iya sayang


Dian : sayang mau kan memuaskan aku?


Agus : pasti nya sayang


Dian semenjak menggunakan ilmu hitam memiliki nafsu sex yang sangat tinggi. Dian mulai melepas baju Agus, Agus hanya diam seperti terhipnotis.


Dian : sayang buka dong baju ku


Agus : ya sayang


Dian : sayang nikmati ya , lakukan lah dengan nikmat (Dian mulai mencium bibir Agus)


Agus : enak sayang, aku menikmati, aku ingin menghisap payudara mu


Dian : lakukan sayang, hisap lah sampai puas, nikmati tubuh ku sayang


Mereka pun melakukan kembali hubungan itu. mereka sangat menikmati bahkan mereka seperti tidak mau lepas. Agus pun sangat bernafsu dengan Dian.


Disisi Gisel ….


Gisel : kevinnnn


Kevin : iya Gi, kamu sudah siap?


Gisel : yup , aku dah siap yuk kita berangkat


Kevin : yuk


Sesampai sekolah, mereka berjalan bersama sambil bercanda. Candra dan Putri melihat dari kejauhan keakraban mereka berdua. Semua cewek kampus iri dengan Gisel bis dekat dengan Kevin si pria tampan. Mereka sampai kelas masih bercanda. Seakan dunia milik mereka berdua.


Candra : kalian akrab banget sih???


Putri : kalian jadian ya?


Gisel : udah deh jangan gosip


Kevin : kalau di gosipin juga gak apa, spa tau jado nyata (singgung kevin)


Gisel : ihh apaan sih vinn (malu)


Candra : waduh kalian nie, ya udah deh ntar pulangnya kita nongkrong yuk?


Putri : ayooo


Gisel : ayooo


Kevin : ayooo pake mobil ku aja biar bisa jadi 1 mobil, kebetulan aku bawa mobil yang untjk berempat kok


Gisel, Putri, candra : setuju


Jam pulang pun berbunyi, mereka berempat keluar bersamaan. Gisel berjalan mundur sambil mengobrol dan tak sengaja bertabrakan dengan agus dan dian.


Gisel : au (Gisel jatuh dan cepat dibantu oleh Kevin)


Agus : Gi


Gisel : Agus, Dian?


Dian : oh kamu, oh iya Gisel aku sekolah disini juga satu kelas sama pacar aku


Agus : gak Gi, dia urus dirinya sendiri


Dian : Sayang (memegang tangan Agus) kok kamu gitu sih? kita kan mau tunangan


Agus : iya sayang


Gisel : agus? (gisel sangat kecewa mereka belum putus)


Kevin : Gus kok kamu tega sih


Dian : Sayang bilang dong kalau kita mau tunangan


Agus : hay semua aku dan dian mau tunangan, aku undang kalian ya


Gisel : (menampar Agus) tega mu gus, sekarang aku minta putus.


Agus : okeh putus , yang pacaran sama kamu siapa? wanita miskin


Kevin : berengsek kamu Gus (mau mukul)


Candra dan Putri : (memegang tangan Kevin) jangan vin, sekolah nie


Dian : (ketawa kecil dan bahagia)


Gisel : aku kecewa dan benci sama kamu gus


Dian : udah yuk sayang, jangan berteman dengan mereka (mencium bibir Agus, dan Agus juga mencium Dian depnan gisel)


Gisel pun pergi dan dikejar oleh kevin. Candra dan Putri juga ikut pergi. Mereka masuk mobil Kevin.


Kevin : Gi, kamu baik - baik aja kan?


Gisel : (menangis) aku baik - baik aja, aku gak nyangka


Candra : (memeluk Gisel) udah gi


Putri : Gi , lupain dia, buka lembaran baru


Candra : bener tu Gi, cowok gitu ke laut aja


Kevin : Gi lupain dia, coba buka hatimu lagi biar gak sakit hati.


Putri : iya gi


Gisel : iya , kita nongkrong aja, jangan pikirin mereka berdua yuk


Kevin : yakin Gi?


Gisel : yakin kok, kita karaoke aja yuk


Candra : aku setuju banget


Putri : baru mau ngajakin udah Gi duluan, ayo banget


Kevin : oke , berangkat ya … aku yabg traktir ya


Candra & Putri : Horeeee


Mereka menuju tempat karaoke untuk melepas kesedihan sambil bernyanyi. Mereka pun mulai berkaraoke, Gisel mulai lupain. Gisel mau ke toilet, namun toilet nya jauh.


Gisel : aku mau ke toilet dulu ya


Kevin : aku temenin ya


Candra : eh kok cowok mau nemenin,mana boleh


Gisel : gak apa kok, aku sendiri aja


Gisel pergi sendiri. Toilet itu sangat sepi, dan dia sudah selesai. Gisel mencuci muka, namun air berubah merah. Gisel sadar Kevin tidak dekatnya, Gisel segera berlari keluar namun pintu ke kunci, Gisel pun ketarik ke atas langit kamar mandi dengan posisi ada yang mencekik nya, Gisel berteriak, Gisel dijatuhkan dari atas, Gisel kesakitan dan kakinya tidak bisa dipakai berdiri. Gisel tercekik lagi bahkan sudah susah bernafas, tiba - tiba pintu terdobrak oleh Kevin, Gisel pun jatuh, kevin kaget melihatnya dan tau apa yang terjadi. Kevin segera membawa Gisel keluar dengan menggendong depan. Dia pun membayar lunas biaya karaoke dan menelpon Candra Putri bahwa mereka duluan. Candra Putri sudah disiapkan mobil untuk nanti pulang. Kevin ngebut membawa Gisel pulang. Sesampai dirumah Gisel di bawa ke kamar. Kevin mengobati semua luka Gisel yang di tangannya.


Kevin : Gi , kamu harus berjanji sama aku


Gisel : janji apa Vin?


Kevin : kamu janji jangan pernah menolak keberadaan ku disisi mu


Gisel : Aku nurut aja sekarang sama kamu vin


Kevin memeluk Gisel dengan erat, Gisel hanya diam tidak membalas, Kevin mencium kening Gisel. Gisel pun kaget.


Gisel : kenapa kamu cium aku?


Kevin : maaf , aku respect, kamu marah?


Gisel : ngga kok ..


Kevin seharian nungguin Gisel tertidur, kevin sangat ingin mengakui jika dirinya mencintai Gisel, namun dia takut karena Gisel masih banyak masalah. Gisel terbangun dan langsung melihat wajah Kevin yang tampan. Gisel jadi salah tingkah dan bangun sehingga terjatuh karena ingin berdiri, namun dia sudah kedahuluan di tangkap oleh Kevin. Mereka saling memandang, dan akhirnya Gisel melepaskan pegangan Kevin.


Gisel : maaf vin , aku terus repotin kamu


Kevin : engga Gi, aku gak pernah merasa direpotin sama kamu


Gisel : makasih banyak


Kevin : sama - sama Gi, oya Gi , aku boleh bertanya gak?


Gisel : tanya apa?


Kevin : kamu masih cinta sama  Agus?


Gisel : engga vin, aku muak sama dia


Kevin : kamu pernah melakukan hubungan gitu dengan Agus?


Gisel : gak pernah, aku hanya sebatas ciuman, emang kenapa vin?


Kevin : ngga, syukurlah, aku lega


Gisel : maksudnya?


Kevin : ngga apa gi


Gisel : bilang gak (sambil mencadai pinggang Kevin)


Kevin : kamu kepo, (tertawa karena geli) Gisel udah geli


Gisel : gak , bilang dulu, apa vin?


Kevin : ngga kepo …


Mereka bercanda dan akhirnya Kevin pun memegang tangan Gisel dan **** Gisel. Mereka saling pandangan dan sunyi. Kevin sangat dekat dengan wajah Gisel, mereka saling tatapan dan mereka sama - sama menahan nafas karena bingung harus gimana.


 


***^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^***


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***