No

No
Episode 40



Gisel melihat jam yang sudah meet akhirnya memutuskan membeli makanan cepat saji untuk Kevin dan mereka.


"Tin gue mau beli makanan cepat saji dulu ya" Gisel minta Justin menghentikan mobil.


Justin "Gi, gak ada parkir, gue tunggu di mobil ya?"


Gisel "ya, lo di mobil ja, biar gue sendiri aja ke dalam"


Justin "mmm iya, lo hati - hati Gi"


Gisel "siiipppp"


Gisel masuk ke suatu resto makanan cepat saji. Gisel memesan makanan kesukaan Kevin dan lainnya. Saat Gisel berbalik mau kembali ke tempat Justin, tiba - tiba Gisel tanpa disengaja tertabrak oleh seorang pria.


Bram "Sory , saya tidak sengaja" menolong Gisel


Gisel " gimana sih, jalan gak liat liat ya?" merapikan belanjaan


Bram "biar saya ganti aja"


Gisel "gak usah" masih merapikan


Bram berdiri memanggil pelayan untuk merapikan dan memesan ulang lagi "biarin aja sudah saya pesan kan lagi"


Gisel berdiri dan melihat ke Bram, Gisel kaget melihat Agus hidup lagi "Aaguss?"


Bram yang memandang gisel melihat cantik nya wanita ini "maaf saya Bram"


Gisel berpikir bukn Agus, Agus tidak begini suaranya, hanya kemiripan saja "oh iya maaf"


Bram melihat Gisel terus yang sangat cantik "di tunggu ya, sebentar lagi makanan nya jadi"


Gisel yang masih mikirin Agus "oh iya"


Pelayan pun tiba "permisi ini pesanan nya"


Gisel mengambil dan mengeluarkan uang "ini Mba"


Bram menahan "mba semua tagihan saya akan bayar"


Gisel "gak usah , saya aja"


Bram "biarin aja anggap ini kesalahan saya"


Gisel "ya udah terserah, terima kasih, saya buru - buru"


Gisel keluar menghanpiri Justin


Justin "Gi kok kamu lama banget"


Gisel " iya maaf yuk kita kembali ke rumah"


Mereka sampai di rumah, Kevin sudah di rumah.


Kevin "Tu mama dateng Brian ya " sambil gendong Brian


Justin "hay, lama kita gak jumpa ya"


Kevin " iya, apa kabar lo?"


Justin "gue baik aja, lo tambah cakep aja, oh ya selamat ya putra - putra lo"


Kevin "thanks you, anak gue niesama  gisel, iya gak Gi?"


Gisel mencium lembut bibir Kevin "kita makan bareng yuk"


Justin "hmmm tolong ya ada anak kecil kayak gue" sambil nyindir


Kevin "hahahha udah deh kita makan bareng aja yuk"


Justin "yuk"


Gisel "sus … sus ..  tolong jaga brian dan edward ya"


Suster "baik Nyonya"


Mereka pun makan bersama.


Justin “Gimana Lo Vin bisa ngurus perusahaan?”


Kevin “Ah lo biasa banget remehin gue”


Justin “hahahha lo kan biasa meremehkan pekerjaan”


Gisel “kalian itu makan dulu, aku mau lanjut urus anak - anak nie”


Kevin “Sayang besok kamu mulai ke kantor kan?”


Kevin “iya sudah masuk, tapi mirip seseorang sayang”


Gisel “maksudnya?”


Kevin “ udah lupain aja” takut Gisel sedih inget Agus


Justin “ kalian kerja aku urus Brian sama Edward ya?”


Kevin “Lo gak ada kerjaan?”


Justin “ gue lagi males, pengen main sama si kecil, lagian kalian kan gak cariin gue jodoh sampai saat ini”


Gisel “ udah nanti juga ketemu sama jodoh mu”


Justin sudah selesai makan “Eh gue balik ya , udah kemaleman , besok pagi gue kesini”


Kevin “Iya, hati - hati lo”


Gisel “tunggu” bungkusin beberapa makanan


Kevin “eh tunggu istri gue tu”


Justin “kenapa Gi? “


Gisel “Nieh makanan buat lo kalau malem kelaparan”


Kevin “hmmm perhatian amat”


Gisel “sayang jangan mulai deh”


Kevin mencium kening Gisel sambil senyum. Justin pulang kerumahnya. Gisel dan Kevin beristirahat , mereka bercanda dengan Brian dan Edward.


*** Bram ***


Kenapa tadi cewek itu melihat aku seakan kenal dan sedih ya? Cewek itu cantik banget, semoga aku bisa ketemu dia lagi, aku ingin berkenalan, yah seandainya dia orang tidak kaya aku mau, asal dia bisa jadi pendamping hidup ku. Tumben bener - bener merasa deg - deg an sama seorang wanita. Udah ah mau istirahat supaya besok bisa menjalankan misi.


Keesokan pagi nya …


Kevin “pagi sayang” mencium lembut bibir Gisel


Gisel “pagi juga, aku mau urus anak - anak sebelum kita tinggal ya?”


Kevin “aku bantu mandiin ya sayang, kamu buat makan, aku yang mandiin mereka sebelum suster dateng”


Gisel “boleh sayang, kalau gitu aku ke dapur dulu masak ya”


Kevin “iya “ berjalan menuju anak - anak “Brian Edward sayang yuk kita mandi sama papa, uhhh anak Papa ganteng - ganteng” mencium pipi mereka


Oek, oek , oek suara tangisan Edward


“Cup - cup anak Papa, sabar ya, satu - satu ya, sebentar lagi kalian jadi ganteng kok”


Kevin memandikan mereka dan memakaikan mereka pakaian, Gisel memasak untuk sarapan. Bayi mereka sudah mulai tidak rewel seperti baru lahir, Brian dan Edward sudah melewati masa ASI yaitu 6 bulan, mereka sedang belajar untuk memakan bubur yang sudah di olah dengan salmon dan sayuran. Sebelum Gisel ke kantor, Gisel menyiapkan semuanya. Brian dan Edward juga sudah bisa duduk dan merangkak, namun tangisan mereka masih seperti bayi yang keras dan nyaring. Mereka sangat putih - putih dan gemuk, sangat menggemaskan, mereka full mendapat ASI Gisel, ini juga mempengaruhi Gisel cepat langsing dan tambah cantik karena full memberikan ASI selama 6 bulan, selain memberikan ASI secara langsung, Gisel juga rajin membuat ASI untuk disimpan dalam freezer agar bisa saat Gisel pergi, Suster memberikan ASI Gisel. Selama ini Kevin sudah terbiasa menidurkan anaknya, memandikan bahkan membersihkan pup mereka, Kevin sangat menyayangi keluarga kecil nya, walau Kevin sering cemburu dengan anak nya karena tidak bisa bermesraan seperti saat berpacaran dengan Gisel.


Saat anak - anak sudah beres, suster pun giliran menjaga mereka, Gisel dan Kevin baru mandi mereka mandi bersama dan langsung sarapan, saat ini Gisel akan berangkat belakangan sedangkan Kevin akan duluan ke kantor karena ada meeting, Kevin dengan sopir, Gisel menggunakan mobil sport nya sendiri, mereka berencana pulang bareng dengan mobil Gisel, karena sopirnya mau pulang kampung sambil minjem mobil keluarga Charles.


Gisel “sayang kamu duluan kan ya berangkat?”


Kevin “iya sayang kan ada meeting”


Gisel “ Oke deh , aku mau selesaikan tugas rumah dulu”


Kevin “ iya sayang, nanti hati - hati ya” mencium kening Gisel


Gisel “ iya, kamu juga hati - hati , sampai kita ketemu di kantor “ mencium pipi Kevin


Kevin berangkat ke kantor sedangkan Gisel masih mempersiapkan r8umah sebelum Justin nanti tiba membantu mengajak anak - anak.


Gisel “Sus nanti teman saya Justin kesini, tolong bantu dia juga ya”


Suster “baik nyonya”


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***