
Meeting sudah selesai Gisel dan Kevin kembali ke ruangan, Kevin marah dan membanting gelas. Gisel hanya diam duduk di sofa, dari luar karyawan mendengar ada keributan di dalam. Kevin bingung mencari ide agar Gisel tidak bersama Bram. Filling Kevin sangat tidak bagus, dia memikirkan jika Bram adalah pria jahat yang memang sudah merencanakan ini.
Kevin “sayang kamu duluan pulang sekarang”
Gisel “kamu mau kemana?”
Kevin “aku ada urusan dengan Justin” meninggalkan kantor tanpa bilang apa lagi
Gisel hanya diam
Kevin mengambil mobil di kantor dan mengebut kerumah Justin. Sedangkan Gisel masih bingung sambil memanggil Office Boy untuk membersihkan pecahan kaca.
“Kenapa jadi begini, apa yang harus aku lakukan, anak - anak nanti bagaimana?” pikiran Gisel
“Ibu bingung ya?” tanya office boy
“Saya tidak apa, bersihkan saja itu” Gisel
Office Boy “maaf Bu. saya melihat Pak Bram sepertinya sangat menginginkan Ibu, dari pertama dia melihat Ibu pandangan mata nya seperti orang jahat Bu”
Gisel mulai berpikir buruk juga “saya juga merasakan itu, tapi kita tidak boleh berpikir negatif ke orang lain”
Office Boy “maafkan saya Bu”
Gisel “iya , kalau sudah tolong keluar, saya ingin sendiri dulu”
Office Boy “baik Bu”
Office Boy keluar dari ruangan Gisel, Gisel berpikir dia harus beritahu Mama dan Papa nya, namun dia bingung jika orang tua nya akan khawatir. Akhirnya Gisel memutuskan kerumah Ibu dan Bapak nya. Gisel pun langsung pergi kerumah orang tua angkatnya.
“Ibu?” Memanggil dan mengetuk pintu rumah orang tua angkat nya
Bapak “ Gisel ?” membuka pintu
Ibu “Tumben nak, ada apa nak?”
Gisel memeluk kedua nya “Bu, Pak bisa gak aku minta bantuan?”
Ibu “iya nak pasti, kita masuk dulu yuk”
Gisel “iya Bu” mereka masuk kerumah
Ibu “ada apa?” sambil memberikan air ke Gisel
Gisel “ Bu aku ada tugas ke luar negeri dalam waktu cukup lama, aku perlu bantuan kalian untuk membantu Kevin mengurus anak - anak ku”
Bapak “loh kok kamu biasanya Kevin?”
Gisel “ iya Pak, ini yang aku ajak kerjasama gak mau si kevin, harus aku”
Ibu “udah, udah namanya bisnis , kamu fokus saja, biar Ibu dan Bapak yang bantu Kevin”
Gisel merasa lega “benar Bu? Makasih banyak Ibu “ memeluk Ibu
Bapak “ ya udah kamu fokus , kapan kamu berangkat”
Gisel “segera Pak”
Bapak “ ya udah mulai malam ini kita berdua akan menginap di rumah mu”
Gisel “oke sekalian aja, aku mau pulang”
Ibu “ ya udah Ibu Bapak siap - siap dulu ya sayang “
Gisel “ Iya Bu”
Mereka siap - siap untuk menginap di rumah Gisel.
Gisel pulang dengan Ibu dan Bapak, mereka akan menginap disini untuk menjaga Brian dan Edward. Saat Gisel sampai Kevin belum tiba, Gisel menghubungi Kevin namun tidak aktif. Gisel sangat khawatir dengan Kevin, namun mencoba tenang agar orang tua nya tidak tahu dengan masalah mereka.
*** Kevin bertemu Justin ***
"Justin gue depan rumah lo" Kevin menelpon Justin dan menunggu Justin di luar
"Iya gue lagi keluar, pakai mobil lo ya" matikan telepon
Kevin "Lo mau ngasih tau gue apa tentang Bram?"
Justin masuk mobil "Lo harus hentikan Bram melakukan apa pun di perusahaan lo"
"Lo tau dia kerja di gue dari mana?" Tanya Kevin heran
"kita akan ketemu dengan orang yang sudah dia hancurkan Vin" jawab Justin
"Artinya lo punya kenyataan yg sudah mengalami dong?" kaget Kevin
Justin "iya lah gak gtu gimana gue bisa ajak lo?"
Kevin "oke yuk berangkat karang"
Justin "gak bisa, kita bakal ke club Vin butuh waktu lebih malam lagi"
Kevin "gue kemaleman gak bisa, gue gak bakal biarin Gisel sendiri dirumah ngurus anak - anak"
Justin "Lo kasian Gisel sekarang apa lo siap kehilangan Gisel?"
Kevin bingung "Oke gue harap hari ini sudah beres"
Justin "pastinya dong" sambil senyum kecil
Kevin " Trus sekarang kemana?"
Justin "Cari makan lah, gue traktir, gue lapar"
Kevin " yaelah lo perut aja pikirin "
Justin " iya lah perut, gue mati gimana? gue gak mau mati dulu, gue belum nikah "
Kevin " emang kalau lo udah nikah mau mati? "
Justin ketawa " gak sih, yah namanya bahasa gaul jaman sekarang "
Justin " udah jangan banyak debat ma gue. Lo nyetir aja, gue mau tidur bentar, ntar sudah nyampe bangunin ya "
Kevin kesal " ish banyak banget tingkah bocah satu ni "
" Jangan terlalu membenci gue, nanti lo cinta ma gue " candaan Justin
" Sory ya gue masih normal, gak sengkok kayak lo " sautan Kevin
" Eh Vin lo inget gak? gue dulu hampir suka ma cowok karena kelamaan jomblo " nakutin Kevin
Kevin yang mengingat masa lalu di luar negeri " emang gosip tu beneran? "
Justin " hampir benar si .. " ketawa keras Justin " hahahaha "
Kevin " ah lo banyak bulshit nya "
Justin " untung kita udah gak musuhan "
Kevin " iya ya. ini semua berkat istri cantik gue Gisel "
" Gue juga pengen jadi suami Gisel, udah cantik , baik, lembut, sabar, imut juga apalagi setelah ketahuan orang no 1 di dunia bisnis sampe keluarga lo dan gue gampang buat dihancurkan sama keluarga Charles " Justin menceritakan lagi
Kevin " iya gue gak tau juga sebelum nya, gue tulus cinta sama dia dari awal "
Justin " Eh tu restaurant, disitu aja makan dah gak kuat perut gue "
Kevin mulai pelan menghentikan mobil " Oke kita makan disitu aja "
Mereka makan di sebuah restaurant sambil menunggu jam malam untuk bisa ke club. Walaupun Kevin masih kepikiran dengan keadaan Gisel sendiri mengurus rumah dan anak - anak apalagi Kevin tidak mengabari Gisel sedikit pun. Kevin hanya berpikir ini dia lakukan demi kebaikan keluarga nya.
*** Gisel ***
Gisel masih menghubungi Kevin, namun hp Kevin masih belum ada jawaban, Gisel pun meminta bantuan pada Justin, namun Justin bilang di luar kota, Gisel sangat bingung karena ini pertama kali nya Kevin seperti marah dan bersikap seperti ini. " Vin aku gak tau kamu dimana, aku bingung kenapa kamu seperti ini, ada apa sebenarnya? Please ceritain ke aku, jangan biarin aku kayak gini, aku benar - benar akan batalkan semua jika itu bisa buat kamu happy, tolong pulang lah, kamu sebenarnya kemana? Dari awal kita kenal sampai saat ini aku gak pernah melihatmu semarah ini, dan menurut ku kamu marah tanpa alasan.
Segera pulang, aku mohon hentikan semua marahmu, kita bicarakan saja di rumah" pesan Gisel ke Kevin. Gisel berharap Kevin segera baca dan pulang, Gisel merasa sangat sedih Kevin sekarang berubah.
Ibu melihat Gisel menangis dekat kolam renang sendiri langsung menghampiri " Gi, kamu kenapa nak? "
Gisel kaget dan menghapus air mata nya " Ibu? Gak aku cuma kelilipan kok "
Ibu gak percaya " Ibu adalah Ibu mu, dengan kedua tangan ini Ibu membesarkanmu dengan kasih sayang, jadi Ibu tau kamu sedang ada masalah Gi "
Gisel memeluk ibu " Bu. Kevin gak pulang aku khawatir dengan nya, dia gak pernah kayak gini Bu"
Ibu " Sudah lah Gi, kita cewek jangan lemah. jika dia tidak pulang, biarin saja. Nanti juga pulang kan? "
Gisel masih khawatir " Tapi aku takut terjadi apa - apa dengannya Bu"
Ibu " Ibu tau kamu pasti tidak tenang, tapi jika kita sudah memiliki anak jangan terlalu fokus pada suami, lebih baik kamu fokus sama anak - anak "
Gisel “ Iya BU, makasih ya Bu “
Ibu “ iya Gi , sekarang kita masuk yuk, sudah malam nanti kamu masuk angin sakit, kasian Brian dan Edward “
Gisel “ Iya Bu “
Gisel masuk ke kamar nya, sedangkan Brian dan Edward di kamar Ibu dan Bapak. Gisel berusaha untuk tidur namun pikiran nya masih memikirkan Kevin. “Tuhan kenapa perasaanku gak enak gini dengan suami ku, sebenarnya ada pa? Berikan lah hamba mu ini petunjuk “ doa Gisel. Gisel masih belum bisa tidur karena dia masih merasa suami nya belum ada kabar.
Di Restaurant ….
Kevin sedang makan dengan Justin sambil menunggu jam. Hp Justin bunyi dan Justin mengecek ternyata pesan dari Gisel yang minta bantuan Justin , Kevin tidak pulang, terpaksa Justin bilang kali ini sedang di luar kota, Justin gak mau bohong dengan Gisel tapi ini demi keamanan dan kebenaran.
Justin “ VIn istri lo pesan gue buat bantu dia cari Lo “
“ nah ini dah yang gue gak mau, gue mau balik aja “ langsung berdiri
Justin mencegat “ Lo sebentar lagi dapat hasil malah mau pergi, sekali ini aja lo abaikan Gisel demi kebaikan dia juga Vin “
Kevin melepaskan tangan Justin “ Lo gak ngerti, gue gak mau lihat Gisel sedih, Gue sayang sama dia, gue gak mau sedetik pun buat dia merasa sepi apalagi merasa gak ada gue “
Justin “ Vin gue tau lo itu kayak budak cinta, tapi tolong lah ini demi istri dan anak - anak lo, Kalau lo gak cari tau sekarang, lo bakal kehilangan Gisel, emang lo mau? “
Kevin berpikir untuk kedepannya “ Iya udah gue harap sekarang kita berhasil “
Justin “ gue jamin lo kok “
Tiba - tiba hp justin ada telpon .. Justin mengangkat telepon tersebut , ternyata dari teman nya yang kerja di Club mengatakan bahwa Bram sudah ke Club dengan 3 gadis cantik.
“Vin karang kita berangkat , dia sudah di lokasi " ajakan Justin
Kevin 'Yuk lebih cepat lebih baik, gue gak mau lama - lama, buang waktu aja cuma masalah kayak gini "
Justin " ya udah sekarang gue yang nyetir biar kita bisa ngebut "
kevin " oke nie kunci mobil, lo duluan ke parkiran gue bayar dulu "
Justin " lo kok lo yang bayar kan gue yang mau nraktir lo "
" Udah lah lo bantu gue, traktir lo makna gak bakal bikin gue susah kok "
" ya udah terserah lo lah " Justin pergi
Mereka berdua pergi ke club yang pernah di datangi Justin saat itu, Justin mengebut kesana untuk segera bisa tau siapa sesungguhnya cowok brengsek itu.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***