
*** Bram ***
Sesampai di rumah "aku gak nyangka mereka sudah mulai curiga dengan tujuan ku sampai mereka berani buat hal menjebak aku, sebenarnya seberapa penting Gisel sampai mereka semua mengkhawatirkan Gisel segitunya?" Bram langsung berubah pikiran untuk bisa mendapatkan Gisel yang sangat dipedulikan oleh semua orang. Bram memiliki bisnis spa namun spa yang tidak benar, bisa dikatakan menjual wanita dengan modus spa.
Kevin, Justin dan Indra tidak mengetahui yang mereka ajak kerjasama ternyata bisnis Bram, Bram melihat ini semua adalah kesempatan untuk menjebak mereka.
Justin dan Indra sudah sadar kaget melihat dirinya dalam keadaan telanjang, sedangkan Kevin sudah tidak ada. Mereka hanya mendapatkan surat ancaman berisi “ Jangan ikut campur urusan orang lain jika tidak kalian akan celaka “. Indra takut dan menyerah membantu Justin, sedangkan Justin masih penasaran dengan Bram. Justin sudah tidak memikirkan Brma, dia berusaha hubungi Kevin yang tidak ada di tempat.
Justin mengirimkan pesan ke Kevin “Vin lo dimana? Apa yang sudah terjadi? Apa kita sudah menang? “. Justin mencoba telepon Kevin namun ponsel Kevin tidak aktif. Akhirnya Justin memutuskan untuk kembali ke rumah nya.
Kevin pergi karena kesal dengan hal yang sudah terjadi, dia sangat takut jika Bram memberikan video yang tidak benar ke Gisel, walau Kevin tahu dia tidak melakukan apapun, namun Gisel yang memiliki pengalaman buruk mengenai ini, pasti tidak akan memaafkan Kevin. Kevin juga memikirkan jika Gisel mengetahui dan marah dengan Kevin bagaimana nasib Brian dan Edward. Kevin tidak mau anak – anak menjadi terlantar dan kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kevin pergi ke pantai , saat ini sudah pukul 5 pagi, Kevin bingung harus menjelaskan ke Gisel bagaimana dari dia pergi tanpa kabar bahkan jika video itu sampai di tangan Gisel.
*** Kevin ***
“Aku harus bagaimana? Aku gak terima jika GIsel pergi berdua dengan Bram licik, aku merasa dia ada maksud buruk kepada Gisel, dan bagaimana cara ku mendapatkan video itu, aku gak mau Gisel tahu hal ini. Apa yang harus aku katakana k Gisel tentang aku semalam? Aku gak sanggup menghadapi ini semua, jika aku ikut ke Tokyo dan Bram memberikan video itu bagaimana dengan gisel, tapi jika aku tidak iku , aku takut nasib Gisel disana.”
Kevin sangat bingung, dia hanya memandangi langit yang segera terang, entah apa yang harus dia lakukan untuk mempertahankan rumah tangga nya dan keselamatan Gisel. Kevin pun memiliki ide untuk banyak menjebak Bram, namun Kevin tidak memiliki keberanian itu. Mungkin Gisel tidak akan terpengaruh oleh Bram, Gisel bisa menjaga hatinya bahkan diri nya, namun bagaimana kalau Bram yang menjebak Gisel. Itulah yang ada dipikiran Kevin.
*** Gisel ***
Gisel sudah bangun menyiapkan makanan untuk Ibu dan Bapak yang menginap, Gisel juga menyiapkan makanan untuk Brian dan Edward. Ibu dating membawa Brian. Brian “ Ma ma ma “ Gisel tersenyum dan menggendong brian “ anak mama sudah mulai bisa bilang ma ma ma ya?” mencium pipi Brian. “Bu, Edward mana?” Tanya Gisel ke Ibu nya, “Edward masih tidur sama Bapak, biarin saja, ini Brian bangun mau bantu Mama nya ya?” Ibu mengambil Brian dari Gisel
Bapak “ Gi, Kevin belum kembali?” sambil menggendong Edward
Ibu “ iya Gi, Kevin belum pulang ya? “
Gisel yang ingat dengan Kevin “ entahlah Bu Pak, aku gak tau dia kemana, aku hanya bisa doakan dia baik – baik saja “
Bapak “ coba kamu telpon lagi dia “
Ibu “ kalau telpon gak diangkat coba cari ke tempat yang paling sering kalian kunjungi, biasanya orang pasti kesana, apalagi Kevin kan tidak punya siapa – siapa disini Gisel “
Gisel yang baru kepikiran “ oh iya, Bu kalau gitu aku mau mandi dan pergi ya? “
Ibu “ oh iya iya , kamu hati – hati entar, pekerjaan rumah dan anak – anak gak usah dipikirkan “
Gisel “terima kasih Bu, Pak “
Gisel segera mandi dan langsung pergi mencari Kevin, yang pertama akan dikunjungi adalah pantai , karena Kevin pasti kesana jika sendiri. Gisel mengebut berharap bisa menemukan Kevin disana.
*** Kevin ***
Kevin sedih dengan semua kejadian ini, dia ingin semua kembali normal, dia sangat mencintai Gisel, dia sudah bersama Gisel sangat lama, dia tidak ingin ada orang ketiga dalam cintanya lagi, dia ingin saat ini hanya menikmati kebahagian bersama keluarga, namun harus ada cobaan lagi dari cintanya. Kevin merasa cintanya selalu di uji tanpa henti, dulu pertama kali pesaing nya adalah Agus, Kevin sangat susah mendapatkan hati Gisel karena Gisel sangat mencintai Agus, namun setelah Agus berbuat kesalahan yang dibenci Gisel maka Gisel bisa mulai melupakan Agus, itu semua akan terulang lagi, Kevin akan kehilangan Gisel jika dia tahu Kevin melakukan sesuatu yang sangat dibenci nya.
Gisel pun tiba di pantai, benar yang dipikirkan Gisel, mobil Kevin parker disana. Gisel segera berlari mencari Kevin, Gisel menemukan Kevin yang duduk menghadap laut sendiri dengan 3 botol alcohol, Gisel tahu alcohol hanya diminum jika ada suatu masalah.
Kevin kaget ada yang memeluk dengan suara lembut Gisel “ sayang? “ menoleh ke belakang
Gisel duduk disebelah Kevin “ kamu kenapa semalaman disini? Kamu juga bau rokok, kamu kenapa sih sayang tumben seperti ini? “
Kevin yang sangat ketakutan “ aku …. ”
Gisel menaruh jarinya di mulut Kevin, menghentikan Kevin berbicara “ sssttt udah aku gak mau dengar alasanmu, aku tahu kamu kesal karena aku akan ke Tokyo dengan manager baru. Seharusnya kamu tidak usah khawatir aku hanya mencintaimu , aku gak akan lama, dan kamu tenang saja walaupun dia mirip Agus aku gak akan jatuh cinta dengannya karena aku membenci sikap nya dulu bersama Dian. “
“ Aku gak mikirin itu sayang, tapi aku merasa ada hal buruk yang direncanakan oleh dia sayang “ Kevin meyakinkan Gisel bahwa Bram berbahaya
“ Sudah lah sayang aku nggak mau bahas siapapun kecuali hubungan kita berdua sayang “ Gisel meminta Kevin tidak membahas lainnya
Kevin takut yang semalam terjadi aka diketahui , Kevin memutuskan untuk melupakan itu sementara “ sayang kamu harus janji jangan pernah percaya pada siapa pun “
Gisel “ iya sayang “
Kevin memeluk Gisel dengan erat dan berkali – kali mencium Gisel. Mereka akhirnya menikmati pantai bersama, Gisel masih dalam pelukan Kevin, mereka sangat saling merindukan, sedangkan Kevin merasa sangat berdosa dengan Gisel. Dia merasa salah karena sudah memberikan tubuhnya ke orang lain yang seharusnya hanya milik Gisel, Kevin pun meneteskan air mata karena merasa bersalah terus.
Gisel “kamu kenapa nangis sayang?”
Kevin menghapus air mata “ nggak sayang aku bahagia aja kita bisa bersama kayak gini “
Gisel “ I love you my husband “
Kevin “ I love you so much , kamu hidup ku, cinta ku dan mati ku “
Mereka menikmati pantai bersama dan memutuskan untuk tidak ke kantor, karena mereka mau menghabiskan waktu berdua. Setelah dari pantai mereka memutuskan untuk ke Villa Kevin menginap.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***