
Cinta kadang tidak bisa ditebak, saat seseorang merasakan cinta belum tentu cinta itu terbalas. Cinta tidak bisa di paksa, namun cinta bisa bersatu sesuai dengan keadaan, ada akhirnya kebahagian dan ada akhirnya adalah kesengsaraan. Sebuah cinta hanya perlu suatu perasaan saling menyayangi , tidak harus memiliki namun bisa saling mendukung cinta. Cinta adalah racun tapi cinta juga adalah kehidupan. Semua yang ada di dunia ini butuh perjuangan dan perjuangan cinta harus membutuhkan sebuah pengorbanan seseorang.
Pagi yang indah , semangat baru ditunjukkan ...
" Pagi Vin " Justin menyapa Kevin di ruangan
" Semangat banget lo pagi gini " Kevin yang mengeluarkan buku dari tas nya
Justin melihat sekelilingnya " Bella belum dateng? "
" Gue belum lihat dari tadi, lo coba telpon aja " Kevin
" Semalem gue dah nelpon ... Cuma gak bagus deh ... " Justin inget dengan yang semalam, dia pun merasa tidak enak jika menelpon lagi
" Ya udah gue yang nelpon " Kevin mencoba menghubungi Bella
No yang anda tuju di luar jangkauan , cobalah beberapa saat lagi
" Hp nya gak aktif " Kevin yang speaker hp nya
" Apa mungkin dia lagi di perjalanan? " Justin yang sedikit khawatir dengan Bella yang belum dateng
" Yah tunggu aja, Lo tumben gak sabaran sama Bella " Kevin yang penasaran dengan sikap Justin
Justin senyum kecil " Gue nunggu keputusan dia "
Kevin ketawa " Hahahahha ... pantes aja , emang lo gak yakin sama diri sendiri, lo pasti di terima kok "
Justin sambil jalan ke meja nya " Ya moga aja, itu sih harapan gue "
* Rumah Bella sedang persiapan ...
Bella sangat sedih jika perjodohan ini terjadi, dia sangat bingung dengan Justin dan Kevin. Dia tidak ingin namanya perjodohan namun dia tidak bisa menolak keinginan orang tua nya.
" Bella .... Bantu mama nak ... " Mama Bella
" Iya Ma ... " Bella turun dari kamar nya dengan gaun putih sangat cantik
" Wah anak papa cantil sekali " Papa Bella
" Sayang kamu cantik banget, " mengelus rambut Bella " Sekarang bantu mama siapkan minuman buat entar mereka dateng " mama Bella
Ting Nong ... Suara Bel
" Sebentar ... " Mama Bella membuka pintu
" Pagi " sapa Mama dan papa Justin
" Kalian sudah dateng, ayo masuk masuk ... " Mama Bella
" wah akhirnya kalian dateng " Papa Bella
" Iya , tadi kejebak macet sih, jadi agak lama " Papa justin
" Wah ini Bella ya? " Mama Justin
Bella menyapa " Halo Tante , om ... "
" Cantik banget ya bella " papa Justin
" Lo, anak kalian mana? " Papa Bella
" Ah dia biasa urus bisnis jadi gak bisa ikut " Papa Justin berbohong
" Wah bagus banget dong, menantu idaman banget " Papa Bella
Mereka pun duduk sambil mengobrol, Bella dan mama nya menyiapkan minuman.
" Silahkam tante, om di minum " Bella menawarkan minuman
" Iya terima kasih banyak Bella " Papa Justin
" Bagaimana kita jodohkan mereka, ? " Papa bella
" Iya boleh, anak saya sangat suka kalau di jodohkan " Papa Justin
" Apalagi Bella , dia senang dijodohkan , iya kan Bel? " mama bella
Bella yang tidak senang, harus berbohong " Iya Bella suka di jodohkan, karena pikihan orang tua yang terbaik " Bella
" Wah. ini bagus banget " Papa Justin
Mereka tertawa bersama, berbincang membicarakan perjodohan mereka hingga pertunangan yang akan segera di lakukan.
*Jam belajar sudah di mulai ...
" Vin, Bella kayaknya gak sekolah deh, " Justin masih memikirkan Bella
" Kayaknya, ini udah jam, sebentar lagi guru dateng, dia belum dateng sampai jam segini " Kevin juga khawatir
" Mau pulang sekolah kita jenguk dia " Kevin
" Boleh deh " Justin
Jam sekolah telah usai, mereka semua pulang, Kevin dan Justin bersama - sama kerumah Bella untuk menjenguk. Sesampai di rumah Bella, mereka pun masuk, mereka menunggu di ruang tamu, Bella masih di panggil oleh pembantunya. Orang Tua Bella sedang pergi bersama orang tua Justin.
" Kalian? " bella kaget melihat yang datang Kevin dan Justin
" Lo sakit? " Kevin bertanya
" Gue ... Gue baik - baik aja " Bella yang masih gugup
" Trus kenapa lo gak masuk? " Justin
" Gue ada urusan keluarga tadi " Bella
" Oh gitu, eh gue pinjem toilet dong, perut gue sakit banget " Kevin yang nahan sakit perut dari pulang sekolah
" Oh. itu deket dapur sebelah kiri Vin " Bella
" Oke makasih " Kevin
" Bel ... " Justin memegang tangan bella
" kenapa? " Bella
" Thanks " Justin yang senyum bahagia
" Kenapa lo senyum? " Bella bingung dan tidak sadar
" Kalungnya sudah lo pakai " Justin
Bella lupa dia pakai kalung itu untuk acara tadi, " Ini ... Ini ... " Bella susah menjelaskan
" Gue tau lo juga suka sama gue, makasih banyak " Justin mencium lembut bibir Bella sambil memegang tangan Bella
Bella diam karena kaget , dia lupa melepaskan kalung dari justin sehingga membuat kesalah pahaman. Namun Bella tidak bisa bilang kalau dia sedang di jodohkan oleh orang tuanya.
Kevin sudah selesai dari toilet, dia melihat Bella dan justin ciuman, Kevin diam dan bengong melihat mereka berdua, Kevin masuk kembali ke toilet agar tidak mengganggu mereka. " Akhirnya mereka berpacaran, kali ini gue gak khawatir jika akan ada kesalah pahaman antara gue, Bella dan justin " pikiran kevin yang sangat sederhana.
" Lepasin gue Justin " Bella melepaskan ciuman itu
" Maafin gue, gue bahagia banget, selama ini gue takut nembak lo karena takut di tolak, tapi benar yang di bilang kevin gue harus percaya diri, kalau lo juga suka dengan gue " Justin yang sangat pd
" Lo salah Justin " bella bingung menjelaskan
" apa yang salah?, Gue cium lo salah " Justin yang berpikir ciuman itu salah
" Bukan, !! " Bella sangat bingung
Bella terpaksa harus menanggung resiko bahwa dia berpacaran dengan Justin. Dia tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya. dia tidak mau menyakiti Justin dan dia tidak mau Kevin tahu bahwa dia di jodohkan. Dia ingin menjelaskan ini kepada Kevin secara pribadi.
Kevin keluar dari toilet " We lo berdua nungguin gue disini? "
" Kevinnn ... " Bella melepaskan tangan Justin
" Lo terlalu GR " Justin
" Kalian balik gih. aku mau istirahat " Bella yang mulai merasa tidak nyaman
" Ya, gue juga mau balik, ntar ada acara keluarga " Kevin yang juga sedang buru - buru
" Gue disini aja " justin dengan senyum kegirangan
" Lo juga balik Justin " Bella
" We lo balik, " Kevin menarik tas Justin mengajak balik
" Gue balik ya Bel " Justin
" balik bel " Kevin
" Ya lo hati - hati berdua " Bella
Mereka berdua pulang, Bella masih bingung dengan keadaan sekarang, dia harus meluruskan semua yang sudah terjadi tapi dia tidak bisa mengatakan sebenarnya. Dia takut jika Justin juga akan mengetahui bahwa dia sudah dijodohkan. Bella tidak ingin ada yang tahu, ini akan menjadi bahan tertawa di sekolah.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Kehidupan Sebelumnya
*** Rahasia Hati
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.