No

No
Kesempatan Cinta



Setelah Gisel mengobati lukanya, agus pun tertidur di ruang tamu, malam pun sudah tiba, Gisel tak tega membangunkan dia yang terlelap tidur. Gisel pun masuk kamar nya untuk istirahat. Disaat Gisel sudah tertidur, Gisel merasa ada yang menyentuh rambut nya.. Gisel segera membuka mata nya, setelah Gisel lihat ternyata Agus. Gisel kaget melihat dia masuk ke kamar nya .


Gisel yang kaget " Agus ngapain mu masuk kamar ku? "


Agus "Maaf Gi, aku diluar kedinginan, dan aku lihat kamu tidur lelap banget, kamu pasti capek? "


Gisel yang mulai kesal " Itu bukan urusan mu Gus, lebih baik kamu pulang, orang tua mu bakal nyariin kamu "


Agus yang sedikit memelas pada Gisel " Ortu ku gak ada ke luar kota, jadi aku juga bosen dirumah Gi "


Gisel " kalau gitu kamu diem diluar karang " Gisel pun bangun dan membukakan pintu meminta dia keluar


Agus " Gak .." menarik tangan Gisel, sehingga Gisel pun jatuh dipelukan nya


Mereka sangat dekat, saling tatapan berdua, Gisel pun mencoba menghindar namun pelukan agus sangat erat, membuat sakit saat Gisel melepaskannya.


Agus " Gi, aku gak pernah melupakan mu bahkan setiap hari semenjak kamu hilang, aku Cuma mikirin kamu, aku tau kamu mau bunuh diri kan? Aku menemukan botol obat nyamuk di dapur masih terbuka .. "


Gise sangat kesal " Gus lepasin aku, aku gak punya perasaan apa pun lagi dengan mu, lebih baik kamu lupain aku, dan jangan dekat lagi dengan ku, aku sudah punya kekasih .. " berusaha melepaskan pelukan Agus


Agus yang gak percaya " Kamu gak usah bohong, aku tau semua tentang kamu dan apa yang kamu alami selama ini Gi " memeluk lebih erat


Gisel masih melawan " Gus lepasin , aku gak suka diginiin … "


Agus menahan Gisel " Gi tenang lah, sebentar saja, aku ingin kita seperti ini sebentar saja, aku mohon … " Gisel diam tak berkata dan diam dipeluk Agus


Agus " Gi aq mau minta maaf kejadian yang dulu, coba lah berikan aku kesempatan sekali aja, jika aku sampai sdikit aja menyakiti mu


lagi, aku akan menghilang sendiri, itu janji ku sama kamu Gi .. Cobalah buka lagi hati mu buat aku, aku tau kamu masih ada perasaan sama aku, tapi kamu masih melawan itu semua karena kamu dendam sama aku Gi, Hp ku masih kamu gunakan , jadi kamu masih menyimpan barang yang aku kasik ke kamu …"


Gisel yang bingung " aku gak tau, hp ini aku masih pakai karena gak bisa beli hp " berusaha menyembunyikan supaya dia tidak kepedean


Agus " Gi apa bisa kamu kasik aku kesempatan sekali aja? "


Gisel " lepasin aku dulu, baru kita bicara "


Agus pun melepaskan Gisel. Gisel duduk dengan nya bersebelahan , namun tangan kanan Gisel masih digenggam sama Agus, Gisel tidak lagi berusaha melepaskan itu karena lebih baik tangan di banding badan Gisel yang dipeluk, dia bukan siapa – siapa buat Gisel.


 


Agus " Gi , kamu mau kan ngasik aku kesempatan plisss " memohon pada Gisel


 


Gise hanya diam tak bicara karena Gisel masih belum bisa terima, Gisel takut akan dihianati, Gisel belum pernah pacaran, Gisel baru pertama merasakan namanya jatuh cinta pada laki – laki yaitu Agus


 


Agus " Gi kenapa kamu diam? Gi jawab aku dong Gi "


Gisel " aku gak tau harus ngasik kamu kesempatan atau gak, tapi kita coba aja jalanin dulu "


Agus " beneran Gi? Makasih banyak Gi " memeluk Gisel lagi


GiseL yang tak melepaskan pelukan Agus " sekarang kamu pulang sana, aku mau istirahat … "


Agus " Gi aku boleh nginep disini, aku tidur di sofa luar juga gak apa "


Gisel " jangan, aku gak mau ada orang berpikir buruk sama aku ada cowok dirumah ku "


Agus sandiwara " kaki ku masih sakit Gi, belum bisa nyetir "


Gisel mencari ide " panggil taksi aja "


Agus " males aku, kasik ya Gi … " merayu Gisel


Gisel kasihan sama Agus dan akhirnya mengijinkan " Oke deh, tapi kamu jangan macem – macem dan jangan peluk aku lagi tanpa seijin aku "


Agus yang merasa bahagia " siiippp, makasih ya Gi … "


Malam pun terasa lama saat Agus berada di rumah Gisel , Gisel pun tidak bisa tidur. Ada yang mengetuk pintu Gisel tepat pukul 9.30 malam.


Gisel " Kenapa lagi "


Agus " Gi , aku mau mandi dong, pinjem kamar mandi mu … "


Gisel yang males di ganggu " gak usah mandi kamu, besok aja mandi , aku mau tidur .. "


Agus " gak ah … aku gak biasa kalau gak mandi, Gi buka pintu dong … "


Gisel " aisss berisik mu " membuka pintu untuk Agus


Gisel kaget melihat Agus sudah membuka baju, Agus hanya menggunakan celana pendeknya. Gisel melihat bentuk badannya yang mulus, tinggi, putih dan memiliki bentuk otot, bodi yang Agus miliki benar – benar sempurna menurut Gisel.


Gisel " Gus kamu ngapain sih buka baju kayak gtu? Emang gak bisa dikamar mandi? "


Agus Sambil masuk " biar gak basah baju ku jadi diluar aja aku buka … "


 


Agus pun masuk ke kamar mandi dan mulai mandi. Gisel sudah takut jika ada tetangga melihat apakah tidak jadi omongan di luar sana.


 


Agus " Gi … pinjem handuk dong "


" iya bentar " Gisel mengambilkan handuk buat Agus " Gus handuk aku gantung di gagang pintu ya "


Agus " Ya elah jauh amat, "


Gisel " jangan banyak protes mu "


 


Agus pun keluar dari kamar mandi dengan bau yang harum, Gisel semakin deg deg an melihat Agus yang begitu tampan dan perfect.


Agus " Nie handuk mu aku taruh mana Gi? "


Gisel berdiri dari kasur mengambil handuk " sini bawa, "


 


Saat Gisel mengambil handuk dari Agus, Gisel terpleset oleh air yang dibawa Agus dari kamar mandi, namun Gisel ditangkap oleh Agus (Agus sepertinya sangat pandai menangkap orang jatuh deh). Gisel pun dengan Agus saling menatap – natap lagi. Agus sangat ganteng setelah mandi dan sedekat ini, Gisel pun memiliki perasaan lagi yang sangat kacau seperti dulu saat kita baru – baru kenal.


Agus mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Gisel, Gisel pun masih menatap nya, entah apa yang Gisel rasakan sangat bahagia, Gisel pun lupa dengan semua masalah nya , Gisel pun lupa jika Gisel belum bisa menerima nya. Kini hidung Gisel dan hidungnya sudah saling menyentuh, perasaan dag dig dug semakin kencang, jantung Gisel seakan ingin lepas, Gisel pun memejamkan mata nya.


 


Kring – Kring – " Hp Agus tiba – tiba bunyi. Gisel pun melepaskan diri dari Agus. "


" Angkat gih telpon mu, aku mau jemur handuk " pergi dari Agus


Agus hanya senyum kecil sambil keluar dari kamar Gisel


 


Agus menerima telpon sepertinya mengenai bisnis, dia berbicara sangat serius di luar. Gisel ingin tidur dan mengunci pintu kamar nya lagi. Gisel susah untuk tidur padahal besok pagi akan ada test kompetensi. Gisel pun berusaha tidur agar tidak telat bangun besok. Tapi Gisel tidak bsa tidur memikirkan apa yang barusan terjadi. Gisel masih bisa mendengar Agus berbicara di telpon.


1 Jam kemudian …


 


Agus mengetok pintu Gisel, sedangkan Gisel belum bisa tidur, tapi Gisel tidak menjawab apa dia mengetuk pintu. Akhirnya agus berbicara.


“Gi, mungkin kamu sudah tidur.. Aku Cuma mau bilang mimpi indah Gisel … Gi aku merasa senang bisa bersama mu Gi, entah apa yang aku rasakan baru kali ini aku merasakan yang namanya jantung ku berdebar Gi. Aku benar – benar menyukai mu Gi, I love you Gi …


Semoga kamu bisa kasik aku kesempatan di hatimu. Mimpi indah sayang …”


Gisel benar – benar bahagia mendengar hal itu, Agus benar – benar mencintai nya, namun Gisel tidak berani berharap lebih. Akhirnya Gisel pun tidur. Keesokan harinya Gisel bisa bangun lebih awal.


Gisel mandi dan langsung keluar kamar, di meja dapur sudah ada makanan untuk sarapan, Gisel bingung siapa yang masak … agus pun muncul


Agus " Kamu udah bangun Gi? "


" Kamu masak? "


Agus " yuppsss , biar kamu sekolah gak kelaparan " sambil mengelus rambut Gisel


Gisel melepaskan tangan Agus " iss jangan pegang kepala ku "


Gisel memang merasa senang diperlakukan begini sama agus. Tapi Gisel masih belum bisa percaya 100% dengan nya.


Gisel berangkat sekolah dengan Agus, Gisel diantar sama Agus naik mobilnya, dan kondisi kaki sakit dia ternyata bisa nyetir, Gisel gak mau bahas itu , Gisel tau dia pasti sengaja. Sesampai Gisel di sekolah Candra dan Putri melihat Gisel bersama agus.


Candra " Cie yang dianter pacar baru … "


Putri " ada yang udah jadian nie , pajak jadian dong … "


" Kalian salah paham, ceritanya panjang , nanti aku ceritain … " Gisel malu


Mereka masuk kelas bertiga. Bel pun berbunyi dan mereka pulang, Gisel tak melihat Agus, tapi Gisel cuek.


Yogi " Gisel … "


" Yogi? Kenapa tumben manggil aku? " Gisel


Yogi " kamu pasti bingung cari Agus ya? "


Gisel " gak tuh "


Yogi " Agus gak masuk hari ini, katanya sakit, tadi dia dh masuk tapi badannya panas banget akhirnya pulang deh , gak tau kenapa tu anak tumben sakit "


Gisel kaget " serius dia sakit? Kayaknya tadi pagi gak kenapa deh .. "


Yogi " Maksud mu tadi pagi qm sama agus? "


Gisel " Gak kok, aku liat dia dijalan. Aku duluan pulang ya … "


Yogi " Oke, aku juga mau cari pacar ku candra … Bye Gisel "


" Bye juga … "


 


Gisel khawatir dengan Agus dan akhirnya Gisel memustuskan untuk kerumahnya. Gisel membunyikan bel nya, yang buka pintu pembantunya ..


 


Gisel " Bi , Agus ada? "


Pembantu " Ada , mari dik masukk "


Gisel diantar ke kamarnya, Agus sedang tidur, Gisel menghampiri nya dan megang dahinya sangat panas, Agus pun terbangun dengan lemasnya.


Agus " Gi, kamu disini? "


Gisel " Kenapa bisa sakit? "


Agus " Entahlah gak enak badan aja, "


Gisel " ya udah istirahat gih ... "


agus " Gi jangan pualng ya, temenin aku disini ... "


Gisel "gak tega dengannya " iya aku disini, "


1 jam kemudian panas Agus mulai berkurang karena Gisel kompres terus. Dia pun bangun, meminta Gisel menginap dirumahnya.


 


Agus " Gi , kamu nginep ya dirumah ku, aku gak ada siapa "


Gisel " Gak deh, lagian dah ada bibi pembantu mu "


Agus " Gi pliss sekali aja, aku mohon, "


Gisel "Oke deh aku tidur di sofa aja ya ..."


agus " makasih Gi " merasa bahagia


 


Gisel pun mandi dulu dirumahnya, saat Gisel mandi, air mati pas Gisel masih memakai sabun muka diwajah Gisel dan terasa perih, Gisel berusaha mencari handuk ... Agus menggedor pintu dan bilang air mati dan miminta Gisel menunggu, Gisel tak tahan dengan perihnya masih berusaha menemukan handuk. Namun Gisel kaget karena tiba - tiba ada yang memberikan Gisel handuk. Setelah Gisel buka mata , Gisel melihat Agus, kondisi Gisel tanpa busana apa pun, Gisel segera menarik handuk untuk menutupi wajah nya


Gisel kaget " ngapain kamu masuk "


Agus " pintu gak dikunci aku lihat kamu sudah perih bingung cari handuk jadi aku ambilin "


Gisel kesal " kamu pasti sengaja kan, bilang aja alasan itu buat apa coba masuk, aku kan gak ada teriak apa apa gus, kamu ... " mulut Gisel terhenti ditutup oleh tangannya


Agus " ssstttt jangan di panjangin masalah gini Gi, aku gak pernah melihat tubuh wanita lain selain kamu Gi, aku sedikit kaget, jadi maafin aku Gi " Agus menatap wajah Gisel dan melepaskan tangan dari mulut Gisel dengan perlahan


Wajah agus mulai mendekat, Gisel hanya menatap nya, dan bibirnya pun mulai mendekati bibir Gisel, dia mulai mencium Gisel, memegang wajah Gisel


Gisel " stop Gus, kita tidak ada hubungan apa - apa jangan sampai kita lewat batas " melepaskan pelukan dan langsung jalan keluar


Agus " Gi ... " menarik tangan Gisel dan kembali memeluk Gisel


" Aku ingin kamu jadi milik ku sekarang dan selamanya "


Gisel yang belum yakin " Gak Gus, Gak secepat ini, maaf Gus, mending kamu lepasin aku "


Agus " Gak Gi, aku benar - benar sayang sama kamu. "


Gisel " Gus kata sayang harus dari dalam hati bukan seperti ini"


Agus " Aku tau kamu juga mencintai ku kan? Jika tidak, mana mungkin kamu diam saat aku mencium mu "


Gisel " lepasin aku Gus "


Agus " Gak Gi, jawab dulu kamu ada rasa sayang kan sama aku "


Gisel " terserah mu deh, aku jujur emang punya rasa sayang tapi bukan berarti aku mau menjadi kekasih mu Gus "


Agus " makasih Gi, ini aja membuat ku bahagia "


 


Akhirnya Agus melepaskan Gisel, Gisel bergegas untuk berpakaian. Gisel akan pulang karena menurut Gisel Agus sudah sembuh.


 


Gisel " Gus kamu sudah sembuh? "


Agus " Sudah mendingan , tapi kamu gak boleh pulang "


Gisel " gak ah aku mau pulang sudah mulai gelap "


Agus pun malah menggendong Gisel dan menaruh Gisel diatas kasur ...


Gisel " Gus lepasin aku "


Agus " Kamu nginep ya "


Gisel " Kalau kamu kayak gini aku takut sama kamu, aku malah ingin pulang "


Agus " Gak boleh pulang "


Agus mulai mencium Gisel, dan memegang kedua tangan Gisel


Agus " Gi mulai sekarang kamu pacar ku dan selamanya kamu akan jaddi milikku Gi "


Gisel " Aku gak setuju "


Agus pun mencium Gisel lagi, kali ini Agus tidak hanya mencium Gisel namun dia mulai kearah leher ku.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***