No

No
Episode 26



Keesokan pagi nya …


 


 


Gisel belum juga sadar, Justin diberikan sarapan oleh pembantunya, tiba - tiba bel berbunyi, pembantu Justin membuka pintu, namun Justin sudah lihat dari cctv yang datang adalah Kevin. Kevin langsung masuk k dalam dan mencari Gisel. Kevin menemukan Justin dan Gisel di kamar Justin.


 


 


Kevin : lo apain Gisel?


Justin : gak usah marah , santai aja


Kevin : kenapa dia masih berbaring?


Justin : dari kemarin belum sadar kok


Kevin : gue makasih banyak ma lo udah nyelamatin Gisel


Justin : ya emang harus lo banyak - banyak terima kasih sama gue


Kevin : gue akan ajak Gisel pulang


Justin : (memegang tangan Kevin) jangan lo bawa, gue juga pengen liat dia sadar, dan Gisel bukan milik lo seutuhnya


Kevin : (marah dan menangkis tangan Justin) lo jangan macem - macem, Gisel gak ada hubungannya dengan masalah kita


Justin : tapi dia ada dikehidupan lo, otomatis dia akan jadi sasaran gue juga


 


 


Tiba - tiba gisel terbangun …


Kevin : Gi?


Gisel : (lemah) kevin …


Justin : lo banyak utang ma gue Gi


Kevin : eh lo apaan sih, gak bisa diem dulu ya? Gak liat Gisel baru sadar?


Justin : eh ini rumah gue, terserah gue dong


Gisel : kenapa sih kalian berantem terus?


Kevin : jangan dipikirin Gi, kamu gimana ? baik baik aja kan?


Gisel : aku gak tau kenapa , aku karang dimana Vin?


Justin : rumah gue


Kevin : diem lo


Gisel : kenapa di rumah justin?


Kevin : aku akan jelasin semua, semua sudah berakhir, karang kita balik pulang ya


Gisel : mmm ya vin


Justin : we gak bisa sembarangan pulang , yang punya rumah gue


Kevin : mau lo apa sih?


Gisel : Justin aku ucapin makasih banyak sama kamu (berusaha berdiri namun jatuh)


Justin : (menangkap Gisel) lo gak kenapa Gi?


Kevin : (merebut Gisel) sini bawa cewek gue


Justin : ya udah kali ini gue lepasin lo berdua


 


 


Kevin langsung menggendong Gisel tanpa bicara apa pun. Kevin membawa Gisel pulang. Sesampai di rumah Gisel masih terbaring lemas. Gisel masih bingung apa yang terjadi.


 


 


Gisel : vin ada apa sebenarnya?


Kevin : kita masuk ke alam itu lagi Gi


Gisel : trus kok bisa disini kita?


Kevin : ada orang yang agama nya kuat membantu kita Gi, sekarang semua sudah berakhir, tidak akan ada seperti itu lagi Gi


Gisel : apa kamu terluka?


Kevin : aku ngga kenapa kok, yang penting kamu sudah tidak ada yang ganggu lagi Gi


Gisel : (memeluk Kevin) semoga kali ini kita benar - benar terlepas


Kevin : iya Gi, sekarang kamu mandi dulu ya?


Gisel : iya Vin


 


 


Gisel mandi dan Kevin membuatkan makanan untuk Gisel. Gisel turun ke bawah keruang makan dan kevin sudah menyiapkan semua, mereka makan bersama.


 


 


Kevin : Gi kamu mau kampus?


Gisel : engga dulu, kemarin 100 hari Dian kan?


Kevin : iya sih , emang kenapa?


Gisel : kita ke makam nya yuk?


Kevin : boleh , abis makan kita kesana ya?


Gisel : oke , aku mau siap - siap dulu ya


Kevin : okeh


 


 


Gisel siap - siap bersama Kevin, mereka berangkat menuju pemakaman Dian. disana gisel melihat makan Dian sangat kotor tidak ada yang membersihkan. Tiba - tiba ada mobil hitam datang dan yang keluar dari mobil itu Agus.


 


 


Agus : Gisel?


Gisel : Agus?


Agus : kamu kesini juga?


Gisel : iya, kamu kemana selama ini? Kenapa tiba - tiba pergi tanpa pamit?


Kevin : lo sekarang dimana tinggal Gus?


Agus : aku sudah pindah, aku sudah nyaman dengan kehidupan ku yang sekarang, aku kesini mau ngasik bunga ini di Dian , karena aku tau gak akan ada yang mengurus dia disini (sambil memandang makam Dian)


Gisel : bukan nya mama papa nya di sini , mereka pemilik kampus yang aku kuliah sekarang, kampus bergengsi pula


Agus : Gi mereka hanya anggap Dian anak sementara


Gisel : maksud mu?


Agus : nanti saat nya kamu juga akan tau


Kevin : gus kamu mau ngomong apa? Jangan setengah - setengah


Gisel : udah lah jangan di bahas kita lagi di makam Dian


 


 


Agus dan Kevin diam , mereka bertiga mendoakan Dian yang terbaik di alam sana. Agus berpamit pulang kembali bersama bapaknya.


 


 


Agus : Vin jaga Gisel terus ya


Gisel : kamu hati - hati ya Gus


Kevin : gue pasti jaga Gisel, gue sangat mencintai nya


Agus : makasih banyak, aku pamit


 


 


Gisel dan Kevin kembali ke rumah. Di kampus Nyonya Charles sangat bingung karena tidak melihat Gisel sedikit pun. Justin juga bingung mencari Gisel. Justin mencari Antonio dan menyakan hal kemarin.


 


 


Justin : eh lo, kemarin lo sama Kevin kan?


Antonio : iya , emang kenapa?


Justin : Jelasin ke gue sebenarnya ada apa dengan Gisel?


Antonio : gue gak tau pasti, cuma katanya Gisel sudah di ikat sebagai pengantin di alam mahkluk gaib


Justin : what? Jaman gini ada hal kayak gitu?


Antonio : ya mana gue tau, kemarin Gisel hampir mati


Justin : ah gue gak percaya (ninggalin Antonio)


 


 


Nyonya Charles mendengar semua percakapan mereka, dia sangat kaget ternyata Gisel dalam bahaya, dia mulai khawatir dan pergi dengan buru - buru mencari Gisel. Tiba - tiba saat dia ingin masuk mobil , Agus memanggil.


 


 


Agus : tante ?


Nyonya Charles : Agus?


Agus : loh kenapa buru - buru?


Agus : Gisel? Tadi saya ketemu Gisel di makam dian, dia baik - baik aja


Nyonya Charles : kamu serius?


Agus : serius tante, saya kesini mau ngasik dompet Dian yang di rumah saya dulu


Nyonya Charles : sudah buat kamu aja (dia lega karena Gisel baik - baik saja)


Agus : tapi tante …


Nyonya Charles : udah gus gak apa kok, saya pergi duluan ya


Agus : oh baik tante …


 


 


Agus heran dengan Mama Gisel dia tidak bisa sedikit saja perhatian kepada Dian , padahal sudah meninggal, dia lebih peduli dengan Gisel. Agus pun pergi meninggalkan kota tersebut.


 


 


Kevin dan Gisel sedang bersantai di rumah, mereka bermain badminton menikmati hari mereka, tiba - tiba bel berbunyi.


 


 


Bibi : tuan …


Kevin : ya bi? (sambil bermain badminton dengan Gisel)


Bibi : ada tamu tuan ,


Kevin : (menoleh) Justin?


Gisel : (menoleh) Justin?


Justin : ngapain kalian kaget?


Kevin : lo ngapain kesini?


Justin : (mendekati Gisel) gue gak ngapain cuma mau lihat Gisel gue


Gisel : maksud lo?


Kevin : keluar lo dari rumah gue


Justin : kalau gue gak mau?


Gisel : justin apa sih masalah lo dengan Kevin? Kok gak berhenti - berhenti


Kevin : udah Gi, jangan hiraukan dia


Gisel : oke


Justin : (mendorong Gisel dan menangkapnya) mulai sekarang lo milik gue (membisikan ke telinga Gisel)


Kevin : (menarik Gisel) eh lo tu apaan sih


Justin : sante aja bro


Kevin : mending lo pergi


Justin : oke gue pergi, gue gak ganggu lo, tapi gue ganggu Gisel (menatap tajam dengan Kevin)


 


 


Justin pun pergi, Gisel sedikit takut dengan Justin, karena Justin sepertinya kasar dan tidak main - main jika mau mencelakakan orang lain.


 


 


Gisel : Vin , Justin itu membahayakan gak?


Kevin : ngga Gi, dia emang gitu tapi aman kok oranngnya


Gisel : okelah , lanjut yuk


Kevin : ya , abis ini kita ke suatu tempat yuk?


Gisel : kemana?


Kevin : dari awal kita gak pernah dinner romantis gitu berdua?


Gisel : ohhh dasar kamu, kita kan sudah serumah bahkan 1 ranjang berdua


Kevin : iya baby ku (mencium kening Gisel)


 


 


Mereka melanjutkan main badminton. Gisel pun mandi di kamar nya dan Kevin mandi di kamarnya. Mereka bersiap - siap untuk makan malam bersama. Gisel menggunakan sebuah gaun yang sangat elegan berwarna peach. Gisel sangat cantik sehingga Kevin bengong melihat Gisel.


 


 


Kevin : Gi kamu cantik banget


Gisel : Bisa aja, biasa aja kok


Kevin : aku bersyukur bisa memiliki kamu (mencium pipi Gisel)


Gisel : bedak ku luntur (sambil ketawa)


 


 


Mereka pun berangkat ke sebuah restoran mahal dan mewah. Gisel ingat dulu dia pernah seperti ini dengan Agus, namun akhirnya Gisel tak akan pernah bersama Agus. Kevin mengajak Gisel dansa dengan lembutnya Gisel diajarkan oleh Kevin cara bergerak, Gisel mengikuti dan akhirnya bisa berdansa dengan Kevin. Gisel permisi dengan Kevin untuk ke toilet. Toilet ada di lantai 3 mereka berada di Lantai 4, Gisel menggunakan lift. Seusai Gisel dari toilet dia pun masuk lift untuk kembali pada Kevin. Di tengah lift dia kaget jika ada Justin. Justin biasa makan malam sendiri disini.


 


 


Justin : Gisel? (bengong melihat kecantikan Gisel)


Gisel : Justin? (keluar dari lift)


Justin : (menarik Gisel masuk) mau kemana? Jangan takut sama gue


Gisel : (lift pun tertutup) lepasin, gue mau turun lantai 4


Justin : (merubah no menjadi lantai 8) gue mau ke lantai 8


Gisel : kok main di ganti sih?


Justin : tenang sayang kita kan bersama (mendekatkan wajahnya ke wajah Gisel)


Gisel : (bengong dan kaget) lo ngapain sih (mendorong Justin)


Justin : apa sih yang lo suka dari Kevin? Gantengan gue, kayaan gue, kurang gue apa? (mendekat ke arah Gisel)


Gisel : jauh lo dari gue


Justin : jangan galak , nanti canti lo hilang (mencet ke lantai 1)


Gisel : lo ngapain ubah lagi?


 


 


Mereka berdua memencet no sehingga lift tiba - tiba mati. Kevin yang menunggu merasa kenapa Gisel sangat lama, kevin mendengar dari karyawan bahwa ada lift mati dan ada 2 orang di dalamnya. Kevin panik dan mencari tahu siapa di dalam.


 


 


Justin : baguslah lift mati, kita bisa berduaan


Gisel : lo gak mikir ya? Kita bisa mati kehabisan oksigen disini


Justin : kalau lo habis nafas, nafas gue buat lo


Gisel : ini bukan waktunya bercanda Justin (marah)


Justin : tambah cantik lo gitu (santai berdiri bersandar di lift)


Gisel : lo tu sebenarnya mau apa sih? Di kampus banyak cewek cantik, kenapa lo ganggu gue? Gue ada urusan masalah lo dengan Kevin, lo per (mulut gisel ditutup tangan Justin)


Justin : lo udah terlalu banyak bicara (mandangin wajah Gisel). Gue dari awal sudah suka ma lo, lo bukan milik Kevin tapi milik gue, coba lo liat siapa yang lebih baik? Gue atau Kevin itu? Sampai kapan pun gue gak akan lepasin lo, gak ada yang boleh memiliki lo kecuali gue


Gisel : (menggigit tangan Justin)


Justin : auuu sakit Gi


Gisel : siapa suruh


Justin : gigi lo tajam banget, tangan gue berdarah


Gisel : (Gisel melihat ada darah)


Justin : au sakit, rabies gak lo?


Gisel : sini tangan lo, gue liat (ambil tangan Justin)


Justin : (memberikan tangannya)


Gisel : (meniup tangan Justin) lo sih siapa suruh jahilin gue, gue kan gak salah


Justin : (mandangin Gisel yang niup tangannya)


Gisel : (menoleh ke Justin) lo kenapa liatin gue?


Justin : gue suka sama lo Gi


Gisel : maksud?


Justin : ngga kok, buruan obatin tangan gue sakit tau


Gisel : bawel lo


 


 


Gisel mengobati tangan Justin. Lift masih dicoba buka oleh para teknisi, Kevin sangat khawatir dengan Gisel. “Gi bertahan lah di dalam Gi” pikiran Kevin. Kevin mondar mandir menunggu Gisel keluar.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***