No

No
Episode 55



*** Kevin ***


Di dalam perjalanan Kevin sangat terpukul melihat Gisel tega kepadanya. Kevin di rumah papa Gisel hanya menangis dan berteriak kesal. “Gi tega banget kamu kayak gini, aku tahu kamu mencintai Agus dan belum bisa melupakan Agus , tapi cowok itu bukan Agus Gi, kenapa ??? Kenapa ini harus aku alami???” kevin menangis dengan kesal. Tiba - tiba ada yang menyentuh pundak Kevin ternyata Indra. Indra dikirim oleh Justin untuk membantu Kevin menyingkirkan Bram. kevin yang kaget langsung menceritakan semua yang terjadi, menurut Indra Gisel tidak lah bersalah, Indra yakin pasti ada sesuatu yang membuat Gisel seperti itu. Kevin tahu bahwa Gisel tidak mungkin menghianati cinta mereka namun sesuai dengan yang dia lihat dia harus percaya atau tidak.


*** Di rumah sakit ***


Gisel yang bingung dan ingin pulang menemui Kevin namun tidak bisa meninggalkan Bram yang rela membahayakan nyawa nya. Gisel pun bingung mencari alasan agar bisa pulang.


Gisel “Bram, aku mau keluar cari angin ya”


Bram memegang tangan Gisel “ngga, kamu ngga boleh kemana - mana”


Gisel memegang tangan Bram “bram , aku mohon lepasin aku, aku gak lama kok, aku cuma mau nikmati angin di luar sebentar saja”


Bram yang takut Gisel kesal dan meninggalkan dia akhirnya mengijinkan “oke tapi jangan lama - lama ya?”


Gisel “iya aku janji gak akan lama kok, percaya aja sama aku”


Bram “oke Gi”


Gisel pergi keluar, dia menitipkan Bram pada suster yang berjaga, Gisel segera mencari taksi untuk kembali ke hotel. Sampai hotel Gi meminta kunci kamar nya namun reception mengatakan bahwa kamar itu sudah check out tadi siang. Gisel ingat Kevin pasti pergi ke rumah Papa nya. Gisel kembali mencari taksi dan menuju ke rumah Papa.


*** Di rumah papa ***


Kevin sangat marah, namun Indra terus menenangkan nya dan memberikan ide untuk tetap tenang dan membongkar semua dengan pelan - pelan. Kevin pun akhirnya bisa mengendalikan amarah nya dan mengikuti semua perkataan dari Indra. Tak lama kemudian ada seseorang membunyikan bel rumah, Kevin melihat dari cctv ternyata Gisel datang. Indra membuka pintu, gisel kaget ada Indra.


Gisel “loh Indra?”


Indra “hay Gi”


Gisel sambil jalan masuk “kamu kook bisa disini?”


Indra “iya tu si Justin yang ngirim aku”


Gisel “oh gitu bagus lah ada temennya buat Kevin”


Kevin “iya indra sama aku, kamu sama Bram?”


Gisel “sayang? Kok kamu gitu ngomongnya?” menghampiri Kevin dan mencium pipi Kevin


Kevin tidak membalas hanya diam “kemana saja gak bisa di telpon?”


Gisel “iya sayang hp ku ilang, aku dan Bram kecelakaan”


Kevin “kecelakaan atau berduan sama Bram?”


Gisel “kok pikiran mu gitu? Aku kan belum selesai cerita”


Kevin “gak usah cerita aku sudah tahu kok” sambil masuk dan duduk di ruang tamu


Indra “Gi aku siapin makan ya dari online”


Gisel “oke ndra, aku mau mandi”


Kevin “ndra alkohol juga ya?”


Gisel “sayang kok kamu tumben beli alkohol?”


Kevin “pengen, emang gak boleh?”


Gisel “bukan nya gak boleh, tumben aja” duduk samping Kevin


Kevin “katanya mau mandi? Mandi sana, biar bau nya Bram hilang”


Gisel “sayang kamu kenapa sih? Aku baru aja habis mengalami kecelakaan , bukannya peduli malah ketus gitu sama aku? Emang salah aku dimana?”


Kevin “kamu gak pernah salah, yang salah itu aku” meninggalkan Gisel


Gisel sangat sedih, Kevin dari pertama kenal sampai saat ini belum pernah seperti ini, ini baru pertama seperti ini “ya sudah terserah mu deh” pergi ke kamar untuk mandi


Indra yang melihat mereka berdua jadi bingung, Indra menghampiri Kevin dan memberitahu jangan diam kan Gisel agar tidak di curigai, namun Kevin yang masih sangat marah hanya diam saja, tidak mau peduli.


Gisel sedang mandi dan menangis, berpikir apa salah dia kepada Kevin, ini kali pertama Kevin bersikap aneh, dia tidak pernah sampai seperti ini. Gisel merasa jika Kevin tahu Bram dan Gisel berciuman, namun Gisel berpikir mustahil Kevin kerumah sakit dan melihat itu semua. Gisel berusaha berpikir posiftif dan tidak mau menjadi curiga agar hubungan mereka tidak semakin buruk.


Kevin berpikir ini adalah kali pertama dia seperti ini ke Gisel, dia berusaha menahan emosi dan akan biasa saja dengan Kevin namun dia tahu amarah nya setiap ingat Bram mencium Gisel dan Gisel tidak menolaknya, disaat Kevin sangat khawatir dengan Gisel namun Gisel melakukan hal yang tidak pantas dengan orang lain.


*** Di Rumah Sakit ***


Bram yang merasa dibohongi Gisel kesal, cukup lama Gisel tidak kembali. Bram menghubungi dokter yang menangani nya, dan menurut dokter Bram dapat pulang, akhirnya bram memutuskan untuk kembali ke Hotel. Sesampai di hotel Bram mencari Gisel dengan kondisi kakinya masih sakit, Bram tidak menemukan Gisel sehingga security memberi info bahwa mereka sudah check out. Bram kesal dan dia harus bertemu dengan Gisel. Bram kembali ke kamar hotel dan berpikir “aku gak mau jauh dari Gisel, aku harus meyingkirkan dia” akhirnya Bram menghubungi temannya di Tokyo. Bram mengatur suatu rencana yang jahat untuk menyingkirkan Kevin dan Bram sangat terobsesi ingin memiliki Gisel. Saat di rumah sakit Bram benar - benar menyukai Gisel apalagi saat Bram memeluk dan mencium Gisel itu sangat membuat Bram bahagia, kebahagian ini tidak bisa digantikan, dia harus mendapatkan Gisel dan menyingkirkan Kevin atau siapa pun penghalang dari bram untuk mendapatkan Gisel.


*** Di Rumah Papa ***


Gisel sudah selesai mandi pergi ke ruang makan. Di ruang makan ada kevin dan Indra.


Indra “gi ini semua makanan online jadi semoga kamu suka ya?”


Gisel “ya ndra maksih banyak ya” duduk sebrangan dengan Kevin yang hanya diam


Indra “ya udah kita makan sekarang”


Gisel “makasih Ndra”


Mereka makan dengan sunyi tanpa ada yang bicara apa pun, Kevin pun hanya diam dan tidak berbicara sepatah kata. Gisel pun diam tidak mau mencari masalah. Gisel ingat Bram sendirian di rumah sakit, Gisel berpikir lebih baik dia kembali ke rumah sakit sambil menunggu Kevin kembali. Gisel tidak mau melihat wajah Kevin yang begitu cuek, karena Gisel akan merasa sedih melihat kevin speerti ini. Indra yang berada diantara mereka merasa ada perang dingin yang gak bisa dia tangani.


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***