No

No
Episode 51



Gisel sangat bingung kenapa Kevin belum sadar walau dokter bilang hanya shock tapi Gisel sangat sangat sedih. Gisel ingat dengan Brian dan Edward, Gisel menghubungi orang rumah.


Gisel “halo Bu?”


Ibu “ada apa Gisel?”


Gisel “anak – anak gimana Bu?”


Ibu “ anak – anak lagi main bersama kakeknya”


Gisel “mereka rewel Bu?” sambil berjalan keluar dari kamar Kevin


Ibu “gak kok, mereka lagi belajar berjalan sendiri”


Gisel “syukurlah, Ibu sama Bapak bisa jaga anak – anak mala mini?”


Ibu “kamu mau kemana lagi sama Kevin nak?”


Gisel “Bu, Kevin masuk rumah sakit”


Ibu kaget “loh kok bisa Gisel?”


Gisel “iya BU, ceritanya panjang sekali”


Ibu “ya sudah kamu urus Kevin dulu biar Ibu dan Bapak yang jaga anak – anak”


Gisel “makasih banyak ya Bu, aku sayang kalian” menangis


Ibu “ya Gi, sudah Ibu matikan telpon nya ya?”


Gisel sambil menangis “ya Bu”


Telpon sudah dimatikan , Gisel yang sedih tiba – tiba di rangkul oleh seseorang. Gisel sangat kaget dan menoleh, ternyata Bram. Gisel segera melepaskan pelukan Bram dan berdiri sambil marah “apa – apaan kamu Bram?” Bram menjelaskan “maaf GI , aku lihat kamu sedih sekali dengan keadaan Kevin, aku hanya membantu” Gisel yang mulai santai “aku gak usah kamu bantu, kamu tahu kevin masuk RS dari mana?” Bram mengeluarkan handphone “nih, aku lihat di grup”. Gisel yang merasa benar di grup kembali duduk “oh iya”. Bram berpura – pura peduli “aku turut prihatin ya, aku ikut nunggguin disini ya?”. Gisel menolak “gak usah Bram , kamu pulang saja” Gisel meninggalkan Bram sendiri, dia masuk ke kamar Kevin.


Bram sangat kesal dengan penolakan Gisel, namun dia berpikir wajar istri panic suami masuk rumah sakit. Bram tidak mau kembali, dia tetap di RS menunggu Gisel. Bram khawatir jika Gisel kecapekan dan sendiri. Bram memutuskan menginap di rumah sakit. Bram membelikan makanan untuk Gisel, Bram tidak mau Gisel sakit karena seharian ini dia melihat Gisel belum makan. Bram keluar membeli makanan dan membawakan ke kamar Kevin.


Bram “Gi, kamu makan dulu ya” masuk dan membuka pintu sendiri


Gisel yang gak mau Kevin melihat mengajak Bram keluar “Bram kamu ngapain sih main masuk?” kesal


Bram “maaf Gi, aku hanya ..” menunjukkan makanan


Gisel menjatuhkan makanan yang dipegang Bram “kamu tu ya apa lagi sih capek aku”


Bram “maafin aku Gi, aku Cuma gak mau kamu sakit” memungut makanan yang sudah jatuh


Gisel “kamu gak usah peduli sama ku”


Bram tidak menjawab apa pun hanya diam sambil mungut makanan


Gisel melihat Bram merasa bersalah juga “maafin aku Bram” membantu Bram memungut makanan


Bram “ gak apa Gi, jangan kamu pungut nanti tangan kamu kotor dan bau” menahan tangan Gisel


Gisel pun sadar jika Bram hanya peduli, dia tidak salah, di tulus memberikan makanan karena dia tau jika Gisel belum makan. Gisel merasa bersalah dan meminta maaf pada Bram.


Gisel “Bram maafin aku ya?”


Bram yang masih mungut makanan “gak apa Gi, aku ngerti kamu takut Kevin salah paham”


Gisel “sudah jangan di pungut lagi, kita makan di luar saja” mengambil tangan Bram


Bram “Gi, tangan mu kotor” membersihkan tangan Gisel


Gisel “sudah lah bisa di cuci kan?”


Bram “maafin aku Gi”


Gisel “Sus , “


Suster “iya Bu?”


Gisel “Sus maaf temen saya jatuhkan makanan, minta tolong dibersihkan ya?”


Suster “baik Bu”


Gisel “oya Sus, saya mau keluar sebentar dengan teman saya, bisa jaga suami saya ya Mba?”


Suster “baik Bu kami layani sepunuh hati”


Gisel “terima kasih Sus”


Gisel mengajak Bram pergi dan mencuci tangan nya. Bram sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Gisel.


Bram “Gi, kenapa kamu tinggalin kevin?”


Gisel “sudah lah jangan banyak Tanya kamu, nih kunci, kamu nyetir”


Gisel “sudahlah jangan dibahas, kamu gak salah kok, aku aja yang terlalu takut”


Bram “oke deh, ngomong – ngomong kita makan dimana?”


Gisel “yang deket saja, tu depan mu”


Bram berhenti “okeh”


Gisel dan Bram masuk restaurant dekat rumah sakit. Mereka memesan makanan sambil mengobrol dan makan.


Bram “Gi aku boleh nanya gak?”


Gisel “nanya apa?”


Bram “kenapa sih kamu sangat takut?”


Gisel “iya aku takut Kevin ingat dengan mantan ku, wajah mu mirip dengan nya”


Bram pura – pura kaget “ohh gitu seriusan?”


Gisel mengangguk “ya “


Bram “maafin aku Gi, aku gak akan muncul depan kalian lagi”


Gisel “gak apa kok , santai aja, aku akan jelasin dan membuat dia gak cemburu dengan kamu”


Bram “oke deh, aku gak mau hancurin hubungan kalian”


Gisel “santai saja, bukan salah mu kok”


Bram “oya besok kita pesawat jam 5 sore bagaimana?”


Gisel “kamu berangkat duluan ya, aku nyusul aja”


Bram “kita batal saja”


Gisel “jangan, kalau kevin belum sadar mala mini besok aku nyusul, tapi kalau dia sadar , kita berangkat bareng”


Bram “oke deh, semoga dia cepat sadar”


Gisel “iya Bram terima kasih banyak”


*** di Rumah Sakit ***


Kevin sudah sadar dan bingung tidak melihat Gisel. Kevin mencoba bangun, dia hanya sedikit lemas dan sudah membaik. Kevin pun berebahan lagi ingin menelpon Indra menanyakan apakah Gisel sudah keluar dari ruang meeting, tiba – tiba ada suara Gisel dari luar bersama suara laki – laki. Gisel dan Bram masuk kamar Kevin sambil ketawa bercanda.


Bram “Kevin belum sadar ya Gi?”


Gisel memegang tangan Kevin “sayang bangun dong”


Bram kesal “Gi, ini jus mu yang tadi” memberikan ke Gisel


Gisel “iya Bram makasih banyak,”


Bram “kamu istirahat ya, biar aku yang jaga Kevin”


Gisel “gak usah aku baik saja kok”


Bram memegang wajah Gisel dengan kedua tanganya “huhhh aku liat mata panda, dan wajah mu pucat” melihat wajah Gisel


Gisel melepaskan tangan Bram “kamu apaan sih, aku gak apa kok”


Bram membangunkan Gisel dari tempat duduk nya “gak mau kamu lagi capek , aku gak mau Gisel sakit”


Gisel yang memang lelah akhirnya istirahat “oke deh, aku istirahat ya, kamu kasik tahu aku kalau Kevin sudah bangun”


Bram “siap pasti aku kasik tahu”


Gisel pergi ke kasur penunggu untuk istirahat. Bram senang melihat Gisel yang tidur, Bram mengelus rambut Gisel yang sudah tidur. Kevin yang melihat dan mendengar semua nya sangat sedih jika Gisel sudah dekat dengan orang licik itu, bahkan Bram mengambil kesempatan saat Gisel sudah tertidur.


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***