No

No
Episode 85



Rio tidak suka dengan siapa pun yang tidak menghormati nya karena Rio sudah terlanjur sangat manja.


Rio mendapatkan CV Bella " Oh nama nya Bella Putri, status masih kuliah? Wauw dia sekolah favorit dan mahal disini? Dimana daapat duit? Hmmm.... Oh Akademi nya bagus, artinya nie gadis pinter dong, bisa dapat beasiswa di sekolah bergengsi, tapi ... dia yatin piatu? Pantes aja gak ada sopan santun, dia kerja untuk hidup nya nie, gampang gue kerjain lo, biar lo nyesel sudah bikin masalah sama gue... " Rio memiliki ide mengerjai Bella


Rio menghubungi Manager keuangan " Pagi, Manager keuangan? "


Manager Keuangan " Iya Pak Rio, ada yang bisa saya bantu Pak? "


" Malam ini, kirimkan satu junior mu ke Club Gaul untuk meeting " Perintah Rio


" Tapi Pak, kami ada junior hanya satu, dan dia baru bekerja hari ini, wanita Pak jadi belum ada pengalaman meeting " manager keuangan yang khawatir dengan junior baru nya


" Oh gitu, kalau gitu biar saya yang nemenin nanti, suruh saja jam 9 malam datang sendiri, biar gak rame meeting nya! " Rio


" Baik Pak Rio " Manager keuangan


Rio akan ngerjain Bella di Club Gaul yaitu Club yang biasa dia kunjungi.


Manager Keuangan " Bella? Kamu anak baru ya? "


" Iya Pak, saya hari ini baru pertama, ada yang bisa saya kerjakan Pak?" tanya Bella


" Umur kamu berapa? " manager keuangan


" Saya 20 tahun Pak " Bella


" Apa kamu pernah ikut meeting? " manager keuangan


" Belum pernah Pak, " Bella


" Oke , gini entar saya ajarkan, nanti kamu datang ke Clun Gaul dianter sopir perusahaan meeting disana jam 9 malam , kamu bisa kan? " manager keuangan


" Tapi Pak, kenapa di Club ya? " Bella yang curiga


" Saya juga kurang tahu, tapi ini perintah dari atasan kita Bella, kamu bisa kan? " tanya manager keuangan


" Baik Pak, saya coba " Bella pasrah denga. perkerjaan nya hari ini " Apa yang harus aku lakukan? Aku gak pernah meeting apa lagi ke Club, bukannya disana banyak orang jahat ya? Kenapa aku jadi ragu " Bella


Greetttt Greeetttt suara hp Bella bergetar telpon dari Brian , Bella mengankat " Kenapa Brian? Gue lagi kerja nieh? " Bella


" Tu kan bener lo lagi kerja, gak gue cuma mau mastiin, lo main ngilang doang ... ya udah deh gue gak mau ganggu hari pertama lo keeja, semangat ya cantik, nanti kalau kemaleman gue jemput ya " Brian


" Iya Bawel banget lo ... " bella


Malam pun tiba, Bella menunggu jam 9 malam dengan sopir dan securty yang menjaga di kantor, setengah 9 Bella pun berangkat me Club yang tidak jauh dari kantor nya.


Di Club gaul Rio sudah meminta bartender memberikan minuman yang mengandung alkohol untuk di berikan pada Bella dengan alasan sudah di pesankan dari perusahaan Alfa. Rio akan mengawasi dari kejauhan.


Bella pun tiba, dia diperbolehkan masuk walau umur nya belum 21 tahun karena mengatakan ada meeting dari perusahaan Alfa. Bella menunggu di meja yang sedikit jauh dari tamu, Bella merasa tidak nyaman dengan ruangan yang gelap, suara musik begitu keras hingga dia susah berbicara dengan orang sekitar, Bella melihat banyak anak muda mabuk pakaian tidak pantas di Club ini. Bella menunggu sehingga seorang bartender memberikan sebuah minuman seperti orange juice namun iti adalah cocktail. " Permisi Mba ... Mba dari perusahaan Alfa ya? " Bartender


" Ah? Oh iya Mas, maaf disini bising, ada apa ya mas? " tanya Bella dengan berteriak bicara


" Ini ada minuman untuk sambil menunggu " Bartender


" Oh tidak Mas, terima kasih saya tidak perlu minum " Bella


Bella yang memang sebenarnya kehausan pun menerima " Oh gitu , oke taruh aja, terima kasih banyak "


Bartender " Iya sama - sama Mba "


Banyak laki - laki yang mau mendekati Bella namun dia selalu pindah ke meja satu dan lainnya, bella meminum minuman yang diberikan, karena dia tidak pernah, Bella pun cepat merasakan pusing, bella masih terus dihampiri pria - pria muda dan saat dia tidak bisa mengendalikan berat kepala nya bella pun susah untuk pindah meja. " Lepaskan! " Bella melawan dari seorang pria yang mendekatinya sambil memegang kepala nya.


Rio yang dari tadi memperhatikan Bella takut jika ada kasus dan perusahaan nya tercoreng, Rio juga sudah merasa puas untuk membuat bella kapok, Rio pun menghampiri Bella dan melepaskan dari pria - pria yang mendekati nya. " Lepaskan! " Rio memegang badan Bella yang mulai kehilangan kesadarannya


Semua orang mengenal Rio, mereka pun tidak berani melawan dan meninggalkan Bella " Kepala ku pusing banget!! Aku harus meeting!! " Bella megoceh


" Dasar gadis aneh, lo udah mabuk, masih aja mikirin meeting? " Rio memarahi Bella


" Gue harus meeting, gue gak mau di pecat " Bella tetap mengoceh


" bertanggung jawab juga lo ya! Eiiittt " Bella jatuh tanpa sadarkan diri. Rio yang merasa sudah membuat gadis polos ini mabuk terpaksa menggendong dan membawa ke sebuah hotel dekat Club.


Rio menaruh Bella di kamar hotel, Rio melihat Bella " Cantik juga gadis ini, bahkan dia sangat cantik " Rio yang berencana hanya meninggalkan Bella, akhirnya memutuskan untuk menunggu Bella sampe sedikit sadar. Bella tertidur pulas, Rio yang kelelahan akhirnya ketiduran juga.


Brian yang menunggu Bella di rumah sangat bingung, dia mau mencari namun tidak tahu dimana bekerja, hari pertama sampai jam 1 malam belum pulang " Bel , lo kemana sih? Gue telpon gak lo angkat, lo kemana sih? Gue khawatir banget sama lo " Brian menunggu di rumah Bella hingga ketiduran di sofa ruang tamu


*** Keesokan pagi nya


Brian bangun dan melihat rumah Bella belum juga dateng, Brian berusaha menghubungi Bella namun hp nya sudah tidak aktif. " bell lo kemana, ini sudah pagi, kenapa lo pergi selama ini sih? " brian mulai panik dengan Bella


Bella yang sadar melihat orang di sebelah nya pria tampan seperti pangeran dan memiliki bodi sixpax. " Wah mimpi ku nagus banget, jangan cepet berakhir dong! Ini ganteng banget kayak opa - opa di korea (pecinta kpop) kalau aku punya cowok cakep gini gak akan aku lepas, jadi pembantu nya juga mau " bella bicara sendiri dan menyentuh pipi Rio, tiba - tiba tangan bella tertangkis dan di pegang oleh Rio.


" Lo serius mau jadi pembantu gue? " Rii bangun


Bella kaget " Ahhh... Ini bukan mimpi? Dimana gue? Lo siapa? "


" Katanya tadi lo mau jadi pembantu? Gue kan kayak oppa ' oppa korea kan? " tanya Rio


" lo siapa? Lo udah apain gue? Gue dimana? " bella bernada tinggi


" Ya ampun lo tu ya, udah gue tolongin malah ngomel " Rio


Bella pun bangun, dan meraba meja tak sengaja jam tangan Rio yang seharga 500 juta terjatuh dan pecah kaca nya " Awas jam gue? " Rio berusaha mau mengambil jam nya namun jam nya sudah jatuh


Rio sangat marah, dan dia semakin kesal.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.