No

No
Episode 73



Bella akan mendapat bantuan Brian. Brian sangat care dengan Bella, walau dengan sikap arogan nya.


" Bel, gue mau ajak lo keluar mau gak? " Brian mengajak Bella dengan halus


" Nggak " Bella


" Kenapa nggak? " Brian


" Gue di rumah aja, gue males dimana - mana orang tau nya gue pencuri " Bella


" Lo harus ikut gue, gue laper , lagian lo gak kerja kan? " Brian


" Gue gak mau " Bella


" Ya udah gue peluk lo " Brian


" jangan!!! oke gue mau , tapi gue ganti baju dulu " Bella


" Oke, gue tunggu di mobil gue " Brian


" Oke " Bella


Brian menunggu Bella di dalam mobil, Bella ganti pakaian dan segera ke tempat Brian.


" Gue udah siap " Bella yang masih males


Brian tersenyum kecil " yuk kita berangkat "


Mereka berangkat...


" Lo mau ngajak gue kemana? " tanya Bella


Brian " udah lo ikut aja kemana gue ajak "


" Jangan ajak gue ke tempat aneh - aneh " Bella


" Siap tuan Putri " Brian


Mereka pun sampai di sebuah mall namun sangat sepi, Bella bingung ada sebuah mall besar yang sangat sepi.


" Yuk turun " Brian


" kenapa sepi banget " Bella


" Mall ini dan semua toko ini milik keluarga Charles " Brian


" What? kok bisa? " Bella


" Udah lo gak usah khawatir lagi masalah lo ada yang ngenal atau buly, oke? " Brian


Bella hanya diam saja ...


" Hp lo mana? " Brian


" ini, buat apa? " Bella


Brian " nie " hp baru mahal


" Gue gak mau, " Bella


" Gak ada penolakan " Brian


" Gue gak mau " Bella


" Gue peluk lo disini " Brian


" Gue pulang " Bella


Brian menarik tangan Bella ...


" Hentikan! Oke gue nurut " Bella


Bella mendapatkan hp baru, pakaian, sepatu, tas dan Bella hanya diam saja.


Mereka kembali pulang di larut malam.


" Kita sudah sampai " Brian


" Lo rumah gue di belakang perumahan bukan di kawasan perumahan ini " Bella


" Stop komen! Ayo masuk " Brian


Bella ikut masuk " rumah siapa ini "


Brian " ini rumah gue, dulu gue kontrakin , karang lo yang bakal tinggal disini "


" nggak bisa " Bella


Brian buka rumah nya " Udah masuk dulu , ini kecil kok, cuma isi 2 kamar, dapur, kamar mandi, ruang tamu "


Bella masuk dan melihat semua barang nya berada di rumah ini.


Bella kesal " Lo mindahin barang gue? "


Brian " iya "


Bella marah " Brian hentikan, gue gak suka lo berbuat semau lo, lo kira diri lo siapa ah? Gue benci sama lo " Bella keluar dan pergi dari rumah itu


Bella kembali ke rumah nya, Bella sangat kesal, Brian mengikuti Bella dari belakang walau dia tahu Bella kesal.


Bella " pergi lo, jangan ikutin gue "


Brian tetap berjalan dan diam.


Dari kejauhan rumah Bella di bongkar bersama rumah lainnya oleh pemerintah.


" Jangan gusur kami "


" Tolong jangan rusak rumah kami "


" Dimana kami tinggal "


Bella menghampiri petugas " Pak kenapa rumah kami di hancurkan? "


Petugas " Rumah kamu? Kalian tidak tahu ini dilarang, kamu mau saya penjara 10 tahun dan denda 500 juta? "


Bella terdiam karena memang salah tinggal disini.


Brian " Aku tahu tempat ini akan digusur dari kemarin, makanya aku mikirkan dimana kamu bakal tinggal "


Bella " kenapa kamu gak bilang? "


"Yah aku tahu kamu gak mau terima bantuan ku " Brian


" Sekarang sudah malem , dimana mereka akan tinggal? " Bella


Brian mendengar hal itu langsung menghampiri mereka semua. Brian memberikan mereka uang sebesar 5 juta perkeluarga dan meminta mereka mencari rumah sekarang, mereka semua pun pergi dan berhenti berdebat dengan petugas.


Brian " Tugas ku beres kan? "


" Kenapa kamu lakuin ini? " Bella


" Udah karang kamu tinggal di rumah tadi, " Brian


" Aku akan tinggal sementara saja di sana sampai aku dapat tempat tinggal lain " Bella


" Gak usah rumah itu free kok " Brian


Mereka kembali ke rumah yang Brian berikan kepada Bella.


" Semua barang mu udah di sini kok Bel " Brian


Bella hanya diam


" Bel, lo marah sama gue? " Brian


" Nggak, cuma gue heran nasib gue gini terus " Bella


" Nama nya juga hidup semua penuh cobaan kok Bel " Brian


" Ya " Bella


" Kalau gitu gue balik dulu " Brian


" Iya " Bella


Brian pun pulang, dia akan mulai mencari tahu siapa yang sebenarnya bersalah, dia tidak suka jika Bella terus di salahkan.


*** Keesokan pagi nya ...


Brian menjemput Bella, namun Bella sudah tidak di rumah, ternyata Bella sudah berangkat duluan.


Bella sampai di kampus, depan pintu kampus sangat ramai dengan mobil mewah.


Setelah Bella masuk, bella penuh caci maki oleh keluarga teman - teman nya.


" Dasar anak pencuri "


" Kau miskin sok kuliah disini "


" Kamu mencuri barang anak saya "


" Saya akan keluarkan kamu dari sini "


" Aku akan penjarakan anak ini "


" Cantik tapi pencuri "


Kata - kata pedas dari orang tua siswa. Bella hanya diam tetap berjalan ke kelas. Sampai di kelas meja Bella penuh dengan sampah tempat duduk nya penuh dengan oli bekas. Semua sudah siap dengan telor busuk mereka.


" Lempar! " suara teman nya


Semua teman nya melempar telor ke arah Bella, telor yang sangat busuk Bella hanya diam dalam posisi berdiri. Tiba - tiba seseorang yang menghalangi telor terkena Bella dan memeluk Bella dengan erat. Bella hanya memejamkan mata, mereka pun selesai melempar telor itu.


" Lo gak kenapa kan? "


" Brian? " Bella kaget


" Gue sudah bilang lo berangkat sama gue " Brian


" Maafin gue, bau lo busuk gara - gara gue " Bella


" Jangan dipikirkan , gue tinggal mandi di ruangan mama gue. " Brian


" Kenapa kau lakukan ini? " Bella


" Gue gak mau lihat lo tersiksa terus " Brian


Bella diam memandang Brian, dibalik sikap buruk Brian dia memiliki sisi baik yang bisa melindungi.


" Brian yang kena "


" Gimana nie "


Edward dan Angel baru dateng melihat Brian memeluk Bella saling pandangan dengan pakaian yang bau dan kotor. Edward sangat kesal melihat Brian dan Bella saling pelukan, Bella tidak sengaja melihat Edward yang hanya melihat keadaan bella dan pergi seakan tidak peduli, Bella sadar bahwa dirinya tidak penting di Edward.


" Siapa yang sudah buat baju dan badan gue gini? " Brian dengan nada tinggi


Gisel lewat melihat dari kaca Brian membela Bella dalam keadaan kotor dan masih memeluk Bella. Gisel hanya senyum, dibalik tingkah laku Brian anak kecil dan keras dia bisa melindungi seseorang yang mungkin menurutnya penting. Gisel hanya senyum dan senang melihat Brian kini sudah berubah menjadi lebih bertanggung jawab tidak seperti dulu yang selalu arogan.


u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.