No

No
Masa Lalu



Flash back ... (Yogi menceritakan masa lalu tentang Agus).


Agus merupakan anak dari pembantu. Orang tuanya merupakan pembantu dirumah Agus sekarang. Bapak nya yang sekarang adalah majikan dari kedua orang tuanya. Pada saat Agus berumur 6 tahun, kedua orang tuanya pergi pulang kampung. Saat itu Agus masih duduk di kelas 1 SD. Kedua orang tuanya pulang ke kampung halaman karena harus menghadiri pernikahan sodara nya. Namun diperjalanan orang tua Agus terkena musibah kecelekaan. Kedua orang tua agus tidak sadarkan diri hingga dibawa kerumah sakit. Ayahnya sudah menibggal dunia saat kecelakaan terjadi (meninggal ditempat). Ibu nya sempat sadar dalam waktu 3 hari sebelum meninggal dunia. Agus tidak memiliki siapa pun, saat itu Agus sangat terpuruk dan stres seperti orang gila, dia tidak orang tua nya kecelakaan. Majikan mereka membiayain semua biaya di rumh sakit agar Ibu nya Agus tetap bisa hidup. Namun apa daya, akhirnya ibunya pun meninggalkan Agus untuk selamanya.


Sebelum ibunya meninggal sempat menitipkan Agus pada majikannya. "Tuan dan Nyonya saya mau minta tolong jagalah putra saya, saya mohon dia tidak memiliki siapa pun, saya mohon bantulah saya dan putra saya Tuan dan Nyonya."


Majikan Agus merupakan sepasang suami istri, mereka sudah 8 tahun menikah namun tidak memiliki keturunan karena istrinya memiliki kanker pada rahim. Mereka selama ini menganggap agus putranya. Agus sudah bersama mereka semenjak Agus lahir. Jadi mereka juga menyayangi Agus bagaikan anak kandung mereka. Majikan Agus sangat baik terhadap siapa pun tidak pernah melihat status dari orang itu, bagaimana pun mereka melihat Agus bukan anak pembantu melainkan anak yang sangat baik dan penurut. Istri nya memiliki suatu perusahaan pun sudah diserahkan kepada suami nya.


Majikan Agus berjanji pada Ibu Agus akan menjaga dan menganggap Agus anak kandung mereka. Setelah itu ibu Agus meninggal, Agus sempat tidak sekolah hampir 1 tahun karena tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Semenjak itu Majikan Agus sudah mengurus semua surat - surat menjadi anak mereka. Agus pun dimanja, disayang oleh mereka melebihi anak kandung. Namun Agus belun bisa menerima kini dia harus memangguk ibu dan bapak pada manikannya sendiri. Setelah 1 tahun Agus pun terbiasa denga. Ibu dan Bapaknya yang baru. Dia belajar menerima mereka. Agus sangat dekat dengan Ibu angkatnya. Agus kembali sekolah dan mulai dari awal. Agus sudah mulai melupakan lukanya. Dia pun sudah bisa bahagia dengan keluarga barunya. Mereka hidup sangat bahagia. Banyak anak lain iri kepadanya karena disayangi oleh kedua orang tuanya. Semua teman - teman nya tidak ada yang mengetahui bahwa Agus merupakan anak pembantu. Agus memiliki paras sangat tampan sehingga semua mengira Ahus memang anak orang kaya.


Saat Agus duduk kelas 5 SD dia terluka kembali. Ibu nya meninggal karena kanker, bapaknya sangat terpuruk bahkan sempat ingin mengakhiri hidupnya karena istrinya meninggal. Agus luka kembali dan dia pergi ke kamar Ibu nya sambil mengingat memori saat bersama Ibunya. Dibawah bantal dia menemukan sepucuk surat untuk Bapaknya dan Agus. Bapaknya selalu mabuk - mabukan. Agus memberikan surat tersebut pada Bapaknya. Di dalam surat itu Ibu nya menuliskan pesan untuk Bapaknya dan Agus.


 


Untuk


Suami ku tercinta dan anak Ku tersayang ...


 


Aku sangat bersyukur memiliki kalian sampai menutup mata. Mungkin jika kalian menemukan surat ini, pasti aku sudah meninggal. kalian jangan pernah sedih, jika kalian sedih aku tak akan sanggup disini menjalankan semuanya, aku akan sedih melihat kalian sedih.


Suami ku, aku sangat mengetahui kamu begitu mencintai ku, bahkan aku yakin kau ingin ikut dengan ku, tapi aku mohon suami ku tetap lah sehat dan bekerja keras demi anak kita Agus. Kita sudah berjanji apa pun yang terjadi kita akan tetap berusaha hidup demi anak kita. Agus adalah anugerah terbesar yang kita miliki, aku sangat ingin melihat dia tumbuh besar. Aku ingin masih sering membacakan cerita dongeng untuk nya. Tapi kini aku tidak bisa melakukannya, aku akan membacakan dongeng dari sini untuk agus. Suami ku jagalah anak kita , ingatlah apa pun itu hanya untuk anak kita. Terima dengan ikhlas kepergian ku, jangan kau siksa diri jika aku tak bersama lagi dengan mu. Berjanjilah suami ku. Aku sangat mencintai mu sampai akhir hidup ku.


Agus , maafkan Ibu harus meninggalkan mu dengan cepat, kamu jangan terpuruk , sekolah lah yang baik agar bisa membantu Bapak mu mengurus bisnisnya. Jaga lah Bapak mu jangan biarkan dia sedih. kamu adalah kebanggaan Ibu, dan kamu merupakan pangeran Ibu. Ingat jagalah dirimu jangan biarkan dirimu tersiksa. Ibu sangat menyayangimu nak, Ibu akan selalu melihat mu dari sini.


 


Aku menyayangi dan mencintai mu suami ku.


Ibu sangat menyayangi mu dan mencintai mu anak ku.


 


Dari surat itu Bapak Agus bisa bangkit dan ingat tugas dia di dunia yaitu menjaga Agus, putra satu - satunya.


 


Saat itu Agus hanya hidup berdua dengan Bapak nya, mereka saling mengisi kehidupan. Agus sudah menginjak 3 SMP, mereka pindah rumah ketempat sekarang mereka tinggal. Mereka pindah karena ada kasus yang membuat mereka harus pergi dari rumah begitu banyak kenangan. Pada malam natal. Agus dan Bapaknya merayaka natal di luar. sepulang dari itu Bapak Agus tidak sengaja menabrak orang, Agus sangat takut dan dia tidak mau sampai Bapak nya masuk penjara, Bapak nya pun berpikir sama. Agus dan Bapak nya menguburkan mayat tersebut. Dia adalah laki - laki berumur sekitaran 21 tahun. Laki - laki itu seperti menyeberang sembarangan. Namun Agus menyimpan sebuah kalung milik laki - laki itu berbentuk liontin dan sepertinya ada foto di dalam kalung itu. Namun Agus tidak pernah membukannya. Setelah mereka sampai dirumah agus dan bapaknya sangat ketakutan, tapi agus beranikan diri untuk meminta Bapaknya tidak memikirkan hal itu. Malam itu sangat mencekam, ada seseorang mengetuk pintu rumah Agus. Mereka sangat takut dikira akan ada polisi yang mengetahuinya, namun yang datang adalah tetangganya yaitu Dian yang seumuran dengan Agus. Agus kaget, dian meminta masuk kerumah Agus, mereka membiarkan Dian masuk dan bersikap seperti normal.


Dian mengetahui semuanya, Dian juga merupakan gadis yang sangat licik, dia sangat berbahaya jika menginginkan sesuatu karena Dian merupakan anak dari keluarga sangat kaya bisa dikatakan konglomerat.


Dian mengancam akan melaporkan polisi. Bapak Agus sangat takut dan menanyakan apa mau Dian agar bisa tidak buka mulut. Dian menginginkan agus menjadi kekasihnya. Benar saja Bapak Agus menyetujui . Dari sanalah mereka memiliki keputusan untuk pindah.


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


** Rahasia Hati**


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***