
Agus melihat di infus jika dia darah O, agus merasa darah nya sama. “Gi, tunggu lah gue akan bantu lo, ini adalah hadiah buat lo yang terakhir dan gue minta maaf, karena gue kakak lo mati, gue juga sudah buat lo merasakan menderita karena Dian, kali ini gue akan membayar semua dosa - dosa gue”
Agus mencatat nama dokter yang menangani Gisel. Agus pergi mencari dokter untuk memberitahu bahwa sudah ditemukan donor untuk Gisel.
Mama Papa Gisel datang dan belum mendapatkan hasil, Kevin dan Justin pun belum ada hasil, Tiba - tiba Ibu dan Bapak Gisel datang ingin mendonorkan jantung mereka untuk Gisel walau beda darah, waktu hanya lagi 40 menit. Mereka sangat takut jika Gisel tidak dapat diselamatkan.
Dokter tiba ,,,
“Keluarga Gisel” Dokter memanggil.
Papa dan Mama “ iya dok, bagaimana dok apa tidak ada pendonor disini?”
Dokter “kami sudah menemukan pendonor dia baru saja meninggal dan mau mendonorkan darah ke orang lain dengan ikhlas, kita bisa ambil operasi untuk Gisel”
Mereka semua sangat senang, mereka membawa Gisel ke ruang operasi. Keluarga Charles mencari siapa pendonor untuk memberikan hadiah, namun semua sangat rahasia dan mereka tidak bisa mengetahui siapa yang mendonorkan jantung untuk Gisel.
15 jam pasca operasi …
Gisel sadar dari operasi nya, Semua sangat bahagia dengan keadaan Gisel. Dokter meminta untuk jangan buat Gisel banyak pikiran dan stres untuk sementara waktu sampai 7 hari kedepan. Gisel akan berada di rumah sakit selama 7 hari kedepan.
Gisel yang baru sadar menyapa Kevin “Vin …”
Kevin “sayang, aku disini” terharu melihat Gisel akhirnya kembali.
Gisel “maafin aku buat kamu khawatir, aku teggelam kan diri ku”
“Sudah jangan di pikirkan sayang , kita lupakan” menenangkan Gisel yang sedih.
Gisel “Ma, Pa apa benar aku anak kalian?”
Mama “iya nak, kamu putri kami” menangis
Papa “sayang cepat lah sembuh, papa menyangimu”
Gisel “aku juga sudah sayang dengan kalian, terima kasih Ma, Pa”
Mama Papa Gisel mencium kening Gisel.
“Gisel” dari kejauhan Bapak Gisel memangggil.
“Bapak??? Dimana bapak?” mencari kebingungan Gisel.
Bapak “Maafin Bapak nak” mendekati Gisel
Gisel “Bapak , Gisel kangen banget, Gisel rindu Bapak, Bapak kemana saja? Kenapa ninggalin Gisel terlalu lama Pak?” memeluk Bapak.
Bapak “sekarang kamu jangan sedih, bapak akan ada disisi mu, semua urusan Bapak sudah selesai, Bapak dan Ibu tidak akan sembunyi lagi”
Ibu “iyaa Gi, kita akan ada buat kamu terus sayang”
Ibu dan Bapak Gisel memeluk Gisel.
Justin “HHHmmmm enak nieh pacar punya, orang tua double” menyindir Gisel.
Gisel “Lo disini?”
Kevin “ udah jangan kesel sama Justin, gak ada dia, kita gak akan bisa bersama”
Justin “bener tu Gi, lo sih terlalu benci ma gue, ya gak Vin”
Gisel “kok kalian akrab?”
Kevin dan Justin “jelaslah dari dulu kali”
Gisel kesal “iihhhh kalian”
Seminggu kemudian …
Gisel sudah bisa pulang, Dokter pun tiba memberikan selamat kepada Gisel yang sudah sembuh total.
Dokter menyalami Gisel “selamat ya cantik, kamu sudah sembuh total, hari ini kamu sudah bisa pulang”
Gisel “ terima kasih banyak dok atas bantuannya”
Dokter “kamu sendiri , pulang sama siapa?”
Gisel “entar pacar saya yang jemput dok”
Dokter “oh gitu, oya saya punya hadiah titipan dari seseorang buat kamu” memberikan kotak kecil.
Gisel “baik dok terima kasih banyak”
Kevin tiba “Pagi Dok,”
Dokter “pagi - pagi , oke sekarang sudah dijemput kalian boleh pulang”
Kevin “terima kasih dok”
Kevin dan gisel pun pulang, di dalam perjalanan Gisel menanyakan mengenai Agus yang dibilang Kevin sempat ketemu.
“Sayang kamu bilang waktu ini ketemu Agus?” tanya Gisel.
Kevin “ iya sayang dia pakai pakaian pasien gitu, tapi dia bilang sudah sembuh gak sakit deh kayaknya, aku lupa”
Gisel “ ohhhh, kamar dia dimana ya? Aku sempat waktu ini nyari nama dia, tapi gak ada nama gitu ke rumah sakit katanya”
Kevin “ udah lah jangan dipikirin, kamu masih suka sama dia?” sedikit cemberut.
Gisel “gak lah sayang, kamu aja satu - satu nya di hati ku”
Kevin “ uh gombal”
Mereka bercanda dan menuju kerumah Gisel. Gisel dan kevin sudah disetujui oleh kleuarga untuk bersama, namun Papa Kevin dipenjara karena sudah membunuh kekasih Justin. Papa Kevin sangat menyesal sedangkan Mama Kevin sudah berubah semenjak suami nya ditangkap polisi, bagi Mama Kevin adalah kebahagian anak nya satu - satu nya.
Kevin juga sudah biasa di rumah Gisel, Gisel dan Kevin masuk ke kamar Gisel untuk istirahat, Gisel sangat bahagia akhirnya dia bisa bersama - sama dengan keluarga nya, Gisel juga bahagia kekasih yang dia cintai masih bisa dia lihat lagi. Bisnis keluarga Charles semakin besar dan sukses.
Mereka tidur siang bersama, Gisel yang tertidur pulas tiba - tiba memimpikan Agus berpakaian putih masuk kedalam laut dan tenggelam. Gisel kaget dan berteriak, sehingga Kevin pun bangun dari Tidur. “Ada apa Gi?” tanya kevin. “Aku bermimpi buruk tentang agus vin …” dengan nafas putus - putus Gisel. “Sudahlah hanya mimpi sayang” menenangkan Gisel. “Semoga dia baik - baik saja” Gisel berdoa untuk keadaan Agus.
Saat Gisel bangun dari kasur tiba - tiba kotak yang diberikan dokter jatuh dan terbuka, terdapat kalung angsa.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***