
Kini Gisel dan Kevin resmi berpacaran namun mereka masih saling menjaga kesucian mereka berdua.
2 bulan kemudian …
Gisel dan Kevin mulai memasuki kuliah. Mereka duduk bersama bagai pasangan romeo dan juliet. Mereka mencari jurusan Management Hukum. Mereka mulai berbaur dengan teman baru nya di kampus.
Orang tua kandung Gisel sudah kembali ke Indonesia dan mulai ingin mendekati diri dengan Gisel. Kampus yang mereka pilih adalah kampus bergengsi yang dimiliki orang tua kandung Gisel. Hari ini merupakan hari pertama bagi Mahasiswa baru untuk di sambut oleh pemilik kampus yaitu orang tua Gisel. Orang tua Gisel mulai melakukan pidato dan Gisel melihat itu adalah orang tua Dian. Mama Gisel melihat Gisel dan sangat kaget. Gisel permisi ke toilet dan Mama Gisel mulai mengikuti dan mendekati Gisel. Sesampai di kamar mandi Mama Gisel ingin memeluk anaknya, namun takut dia kaget.
Gisel : tante?
Mama : Gisel, apa kabar kamu nak?
Gisel : baik tante
Mama : Gisel kuliah disini?
Gisel : iya tante
Mama : biaya sendiri? Karena disini cukup mahal
Gisel : ngga tante, teman Gisel yang biayain , Gisel gak kuat biaya disini
Mama : Gisel , tante ingin memeluk Gisel, tante anggap Gisel kayak anak tante semenjak Dian pergi
Gisel : iya tante, terima kasih …
Mama : boleh tante peluk
Gisel : tentu tante
Mereka pelukan, mama Gisel menangis dan bahagia , sedangkan Gisel merasa nyaman sekali dan sangat bahagia padahal Gisel merasa dia bukan Ibu nya, namun jantungnya berdebar seperti mendapatkan sesuatu yang hilang.
Mama : Gisel sayang (menangis)
Gisel : tante kenapa menangis?
Mama : ngga cuma inget Dian
Gisel : jangan sedih tante
Mama : Gisel boleh tante anggap Gisel anak tante?
Gisel : boleh kok, semua orang boleh tante anggap anak sendiri
Mama : Gisel (memeluk tak tahan melihat anak kandung sendiri di dekatnya)
Gisel : sudah tante jangan nangis lagi
Mama : Gisel jangan panggil tante dong, bisa gak panggil Mama?
Gisel : maaf tante kita belum saling kenal
Mama : baiklah yang penting tante boleh ketemu gisel sering - sering kan?
Gisel : iya tante. Yuk kita balik ke tempat aula
Mama : baik Gisel
Mereka akhirnya berjalan bersama menuju aula kampus. Gisel lalu berpamitan dengan mama dan menyusul teman - teman kelompoknya. Panitia pun mulai membacakan kata - kata sambutan kepada mahasiswa mahasiswi baru dan mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru semua yang telah bergabung dengan kampus bergengsi tersebut. Sampai pada akhirnya sambutan dibacakan oleh pemilik dari kampus tersebut. Sudah tidak asing lagi bagi para mahasiswa dan mahasiswi baru siapa pemilik dari kampus tersebut. Semua menyambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah kepada Tuan dan Nyonya Charles, pemilik dari kampus tersebut. Semua mendengarkan dengan seksama kalimat - kalimat yang diucapkan. Gisel dan kevin sama - sama satu kelompok dan satu jurusan, jadi Gisel pun tidak merasa kesepian karena sudah ada orang yang dia kenal satu kelas dengannya. Gisel dan Kevin pun mulai mempunyai teman sekelas baru diantaranya Susi, Antonio, dan Gion. Mereka selalu bersama - sama setiap ada tugas kelompok dan diskusi kelas. Susi yang baru dikenalnya merupakan anak dari pengusaha tambang Batu Bara di salah satu kota besar, Antonio anak blesteran bule dan lokal, pengusaha garmen dan tekstil, sedangkan Gion anak dari pengusaha kontraktor. Walaupun mereka mempunyai latar belakang dari keluarga yang kaya, tapi mereka sama skali tidak pernah menyombongkan kekayaan orang tua mereka. Mereka semua memiliki tujuan dan keinginan yang sama, yaitu ingin berhasil dengan pilihan pendidikan yang mereka pilih.
Kevin pun bertemu dengan musuhnya saat di luar negri yang membuat Kevin juga menetap di Indonesia yaitu Justin. Justin adalah anak pengusaha yang sama dengan ayahnya dan merupakan pesaing usaha keluarganya. Justin sangat jail dan suka mencari gara - gara dengan Kevin dulu. Disini mereka ternyata satu kelas juga.
Justin : hey Kevin, so you studied here also huh?
Justin : sante bro, lo ngga kangen ma gua? Udah deh ngga usah galak kayak anjing gitu dong
Kevin : gua gak peduli sama lo !!
Kevin pergi meninggalkan Justin dengan menarik tangan Gisel. Justin melihat dan mulai mencari gara - gara. Justin menarik rambut Gisel.
Gisel : au sakittt
Kevin : lepasin cwe gua
Justin : oh cwe lo (melepaskan tarikan nya) lumayan sih. Lo emang berani ma cwe? Lo kan banci … ahahha (ketawa bersama 2 teman nya)
Kevin : lo jauh dari hidup gua, jangan sampe rahasi lo kesebar disini
Justin : lo … (kesal) banci lo (meninggalkan Kevin)
Gisel dan lainnya heran siapa cwok belagu itu. Akhirnya mereka pulang. Di perjalanan Gisel bertanya pada Kevin.
Gisel : siapa tu vin?
Kevin : udah sayang jgn dibahas
Gisel : tapi kenapa dia kasar?
Kevin : dia musuh ku dulu dan musuh keluarga ku
Gisel : ohhh , kenapa dia kesini
Kevin : entahlah , aku juga gak tau, mana sekelas lagi
Gisel : kamu takut?
Kevin : apaan sih siapa yang takut …
Gisel tidak memperpanjang karena Kevin terlihat mulai kesal. Mereka sampai rumah dan Kevin langsung istirahat tanpa bicara apa pun.
Disisi keluarga Charles …
Tuan Charles : ma tadi kamu ngikutin Chelsea?
Nyonya Charles : iya pa, aku senang bisa memeluknya
Tuan Charles : ya Ma, mari kita rapatkan dengan dewan kampus untuk mespesialkan Chelsea
Nyonya Charles : jangan Pa, mama mau lihat seberapa tangguh anak kita
Tuan Charles : ya sudah kalau itu mau mama ..
Keesokan harinya …
Gisel berjalan sendiri menuju toilet. Di perjalanan Gisel dicegat oleh Justin, Gisel tidak menganggap dan tetap berjalan. Justin menarik tangan Gisel dan hampir jatuh, Justin menangkap dan melihat Gisel “wauw cantik juga nie cwek”. Gisel melepaskan pertolongan Gisel, dan pergi. Justin berteriak “eh lo dasar cewek gak sopan gak bisa ya lo ucapin maksih kek”. Gisel kesa karena Justin mulai mengganggu nya. Di kamar mandi Gisel sendiri dan dia mencuci tangannya. Air berubah menjadi merah, Gisel kaget dan tahu bahwa pengaruh waktu itu ternyata belum hilang jika Gisel jauh dari Kevin. Gisel sadar ini belum berakhir. Gisel lari kembali ke kelas namun di tangkap Justin dan dipeluk Justin. Justin memang tampan tak jauh dari Kevin. Namun sikap Justin sedikit kasar. Gisel meronta minta dilpaskan, sehingga Kevin melihat dan melepaskan pelukan Justin. Kevin menghantam muka Justin. Mereka terlibat perkelahian sehingga di panggil rektor. Mereka di minta untuk bersihkan semua toilet. Mereka masih seperti kucing dan tikus yang berantem terus. Justin kesal dengan Kevin dan mengatakan “eh Vin cewek lo cantik juga, gue baka jadikan dia milik gue”. Sebelum lo nyentuh dia , lo bakal berhadapan dengan gue, Kevin mengancam Justin. Mereka saling menandang tajam dan kesal.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Rahasia Hati**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***