No

No
Episode 75



*** Flash Back kehidupan Kevin dan Justin ***


^ Luar Negeri ^


Kevin dan Justin sekolah bersama semenjak mereka masuk sekolah dasar (SD). Mereka berteman baik termasuk orang tua mereka, Kevin memiliki sifat pendiam dan jarang bicara, Justin memiliki sifat sedikit nakal dan lebih banyak tingkah di banding Kevin. Saat mereka mulai masuk SMA, mereka bertemu dengan seorang gadis yang lugu dan pintar bernama Bella. Bella merupakan anak orang kaya dan pintar, dia selalu mendapat ranking pertama di sekolah, Justin menyukai Bella. Mereka pun bersahabat bertiga yaitu Kevin, Justin dan Bella. Di dalam persahabatan ada cinta segitiga namun cinta tidak terbalas. Justin menyukai Bella, Bella menyukai Kevin dan Kevin hanya menganggap sahabat dengan Bella.


^ Ruang Perpustakaan ^


Justin " Vin, gue udah lama suka Bella, gue pengen utarakan perasaan gue ke dia " Justin menghampiri Kevin di perpustakaan membaca buku


" Kalau lo emang suka, tinggal bilang aja , emang apa susahnya " Kevin sambil membaca buku


" AHHHHHH ... Aku lelah banget menahan cintaaaa " Justin berteriak di perpustkaan


" hai Kamu !!! Jangan berisik di perpus " Penjaga perpustkaan menegur Justin


" Justin , Lo tu apaan sih? " Kevin kesal dan keluar dari perpus


" Vin ? " Bella menghampiri Kevin


" Bella!! " Kevin menoleh


" Aku bisa tanya sesuatu masalah pelajaran tadi gak? " Bella


kevin tau Justin sedang melihat mereka " Aku lagi sibuk, sama Justin aja ya " Kevin buru - buru pergi meninggalkan Bella


" Hai Bel " Justin mendekati Bella


" Kenapa ya, Kevin gak pernah mau kalau aku deketin " keluh kesah Bella dengan Justin


" Lo berharap banget sama Kevin? Lo suka sama Kevin? " tanya Justin memastikan


" Gue sih gak suka sama dia, kan cuma sahabat, cuma gue lihat dia selalu menghindar dari gue " Bella sedikit menunduk


" Bel " Justin berlutut depan Bella " Lo mau gak jadi pacar gue " Justin megang tangan Bella


Dari kejauhan Kevin melihat yang di lakukan oleh Justin, entah kenapa Kevin merasakan sedikit sakit melihat Justin dan Bella


" Aitttt ... Mau ..., Mau ... Mau ... " Teman - teman lainnya


" Mmmmm ... Aku gak Justin, kita kan sahabat " Bella yang malu


" Sahabat jadi cinta, gue cinta sama lo dari pertama gue masuk disini, gue bener - bener suka sama lo " Justin mengharapkan jawaban Bella


Bella sangat bingung, dia masih kepikiran dengan Kevin " Gue gak bisa jawab sekarang Justin "


" Kalau lo pakai kalung ini artinya lo mau jadi pacar gue " Justin memberikan kalung dari crystal


Bella mengambil nya " Baik, aku akan pikirkan dulu, maaf " Bella segera pergi


Justin berdiri sambil memandang Bella pergi, Justin sangat berharap dengan Bella bisa menerima nya menjadi kekasih.


*** Pulang sekolah


" Kevin ... " Bella memanggil


" Bella? Ada apa? " Kevin menoleh


" Kamu sibuk gak malem ini? " Bella


" Lumayan , kenapa?" Kevin


" Nanti bisa keluar sama aku gak? " Bella


" Bisa, tapi sama Justin juga " Kevin


" Kok sama Justin? Aku mau sama kamu aja! " Bella menolak keberadaan Justin


" Bukannya kamu lagi di tembak sama Justin? " Kevin


" Dari mana kamu tahu Vin? " Bella


" Semua anak juga tahu " Kevin


" Aku sih belum jawab " Bella


" Menurut ku terima aja, " Kevin


" Kenapa? " Bella


" Justin sempurna kok " Kevin


" Kamu gak ada perasaan apa gitu? " bella


" Perasaan apa? Gue sebagai sahabat lo pasti senang dengan kebahagian lo apalagi dengan Justin " Kevin


" Oh ... aku pergi duluan " wajah Bella murung, kesal mendengar Kevin yang hanya menyetujui nya


" Oke hati - hati " Kevin melanjutkan jalannya


Bella Pergi dengan wajah kesal dan buru - buru. Justin yang dari tadi sudah melihat mereka berdua bicara, justin menghampiri Kevin seakan tidak mengetaui pertemuan Bella dan Kevin.


" Vin ... " Justin menepuk pundak Kevin


" Eh lo ... " Kevin kaget " Balik bareng? " kevin menawarkan


" Boleh, gue gak bawa mobil, mobil lo ya " Justin


" Boleh. yuk ... " Kevin dan Justin masuk mobil


" Vin, lo tau kan gue suka sama Bella? " Justin


" Tau kok, gue dukung lo sama Bella " Kevin


" Tapi gue ngerasa Bella kayak gak sama perasaan nya sama gue " Justin


" Gue sih rasa dia juga suka dengan lo, lo cuma perasaan aja " Kevin


" Lo yakin? " Justin


" Yakin, kita udah bersama lumayan lama bertiga, gue bisa baca kok pikiran lo berdua " Kevin


" Sok banget lo, kayak orang peramal " Justin dengan senyum kecil nya


Mereka melanjutkan perjalanan, mereka pun pulang ke rumah masing - masing. Malam pun tiba, Justin sedikit bingung Bella gak ada sms atau telpon, Justin mencoba menghubungi Bella.


" Halo " Bella


" Hai Bel, lo udah tidur? " Justin


" Belum gue buat tugas, kenapa? " Bella..


" Gue... Gue mau nanya apa lo udah pakai kalung itu? " Justin


Bella memegang kalung yang diberikan Justin " Gue gak bisa jawab "


" Gue gak maksa, cuma gue pengen lo tau aja perasaan gue " Justin


Bella merasa dia belum bisa menyukai Justin, dia sangat mencintai Kevin " sorry Justin, aku mau belajar dulu, besok kita lanjut "


" Tunggu, kamu baik - baik aja kan " Justin


" Iya " Bella mematikan telpon


Bella belum bisa menerima Justin, namun dia tidak mau menyakiti perasaan justin.


" sayang... " Suara Mama dan Papa Bella


" Iya Ma? " Bella segera menghampiri Mama dan Papa nya


" Maaa... ada manggil? " Bella


" Iya, ... " Mama Bella


" Nak, besok kamu jangan sekolah dulu ya " Papa Bella


" kenapa Pa? " Bella


" Besok rekan bisnis papa dateng, papa rencana mau jodohin kamu sama anak nya " papa bella dengan semangat memberitahu Bella


Bella anak sangat penurut, dia tidak berani berkata tidak " Tapi Pa, kenapa harus perjodohan? "


" Sayang, ini kita lakukan agar bisnis papa semakin besar " Mama bella


" Kamu bisa kan bel? " tanya papa bella


" Iya Pa, bisa " Bella hanya menerima, dia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya


Di rumah justin ...


" Justin ... " Papa Justin


" Iya Pa,.... " Justin


" Besok jangan sekolah dulu ya. " papa Justin


" Loh kenapa Pa? " Justin


" Besok kita berkunjung kerumah teman papa, dia rekan bisnis papa, " Papa Justin


" Terus? " Justin


" Kok terus? Ya besok kamu ikut lah. Papa mau jodohkan kamu sama putri mereka " papa Justin


" Apa??? " Justin kaget " Jodoh? Pa, Justin gak mau, besok Justin gak ikut! " Justin menolak dan pergi ke kamarnya lagi


" Justin ... " Papa Justin manggil


Keesokan paginya ...


Justin berangkat lebih awal agar tidak diajak oleh orang tua nya. Bella hari ini tidak masuk karena harus mengikuti perintah dari orang tua nya. Mereka saling tidak tahu bahwa mereka akan di jodohkan.


Justin dengan semangat pagi ini ke sekolah, harapan nya sangat besar bisa bertemu Bella dan melihat Bella menggunakan kalung yang diberikan sebagai tanda dia mau menerima cinta Justin.


^*u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Kehidupan Sebelumnya


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti*.