
Nia sedang berdiam diri di ruang keluarga,diri nya tidak menyangka akan segera menjadi seorang ibu.
Tidak terasa bulir bulir bening mengalir.Nia menangis haru sambil mengelus perut nya yang masih rata.
Bell berbunyi,ada tamu di luar.Nia hendak pergi melihat siapa yang datang, namun keduluan Jack yang berjalan cepat turun dari tangga menuju pintu.
"Sampai segitu nya" Nia melihat suami nya sambil tersenyum lalu ikut melihat siapa tamu yang datang.
"Mama" Nia berlari menuju Mama Adelina lalu memeluk nya.
Nia melepas pelukan lalu melihat ke arah kak Eva sambil tersenyum.
Jack mengajak mereka semua ke ruang keluarga..
"Ma,Nia kangen" Nia merengek seperti anak kecil sambil memeluk lengan mama nya.
"Mama juga kangen sama kamu sayang,apalagi sekarang sudah ada cucu Mama di sini" ucap Mama Adelina sembari menyentuh perut Nia.
Nia melihat ke arah Jack lalu tersenyum.Sudah tahu kalau suami nya lah yang memberi tahu mereka.
"Ngomong ngomong,sudah berapa minggu sayang, lalu sudah di USG atau belum?" tanya mama Adelina.
"2 Minggu ma..Kalau USG,kami sudah membuat janji ,besok kami ke rumah sakit lagi untuk melakukan nya" jawab Nia.
"Selamat ya,kakak jadi ikut senang mendengar nya" Eva tersenyum ke arah Nia.
"Iya kak" Nia juga tersenyum.
***
"May,ada yang ingin bertemu sama kamu " ucap Kevin yang baru saja masuk.
"Apa dia orang penting?" tanya Maya.
"Tentu saja, mereka adalah pemilik perusahaan Garren lim" bisik Kevin.
"Eeh,yang benar saja" Maya melotot ke arah Kevin,siapa yang tidak kenal dengan perusahan Garren lim, meskipun di bilang baru, perusahaan mereka sudah terkenal karena bisa menyaingi perusahan lain yang sudah berdiri lama.
"Ada perlu apa mereka?.Aku tidak kenal dengan mereka,lagian ngapain juga mereka mencari ku,membuatku takut saja" gerutu Maya.
"Sudah,sana temui mereka" ucap Kevin.
Maya keluar menemui mereka dengan ragu ragu.
***
"Sayang,biar mereka saja yang memasak,kamu cukup diam dan menunggu,atau mau di pesan kan saja? sayang kamu tidak boleh lelah,ingat kata dokter tadi " ucap Jack merasa khawatir.
"Tidak sayang,aku ingin memasak sendiri, Mama dan kak Eva menyukai masakan ku" balas Nia yang masih fokus mengiris bawang.
"Sayang" lirih Jack.
"Lebih baik kamu ikut gabung di ruang keluarga.Dahulu kata bibi,tidak baik seorang laki laki berada di dapur" ucap Nia.
"Biar mama bantu ya" mama Adelina baru saja datang.
"Boleh ma" ucap Nia antusias.
"Sayang" Nia menatap tajam ke arah suami nya.
"Oke,aku akan pergi" ucap Jack lalu pergi.
"Tidak boleh begitu sama suami ,harus sopan ya sayang" mama Adelina memberi nasihat kepada Nia sambil tersenyum.
"Iya ma,maaf" lriih Nia.
***
"Aku tidak berani mencampuri urusan orang lain,apalagi sahabat ku sendiri,jadi kamu tanyakan sendiri saja ya sama Nia" ucap Maya.
"Please May,aku hanya ingin tahu siapa suami nya,itu saja" Agam memohon.
"Gimana ya" Maya berpikir.
"Ayolah May,aku sudah mencari tahu semua informasi tentang dia,tetapi tidak berhasil.Informasi tentang Nia benar benar sudah di tutup dengan sangat rapat sehingga aku tidak bisa menjangkau" ucap Agam memelas.
"Apa yang kau lakukan setelah ku beri tahu?" tanya Maya menyelidik.
"Aku akan kembali ke dubai" ucap Agam.
"Meskipun berat bagiku" lanjut Agam.
Maya jadi merasa kasihan.
"May, beritahu dia" ucap Darren.
***
"Sudah selesai" batin Nia.
Nia menata makanan di meja makan, di bantu mama Adelina.
Sedangkan ketiga pelayan membersihkan sisa bahan masakan tadi.
Di meja makan sudah ada, Jack, Nia,mama Adelina beserta Eva.
Mereka makan siang bersama.
_
Makan siang pun selesai , semua kembali ke ruang keluarga.Melanjutkan obrolan yang tertunda tadi.
Hingga waktu sore.Mama Adelina dan Eva berpamitan pulang.
Kini tinggal lah Jack dan Nia saja di ruang ruang keluarga.
"Sayang,ingin sesuatu?" tanya Jack.
Nia menggeleng.
"Mau jalan jalan?" tanya Jack lagi.
Nia menggeleng lagi.
"Aku hanya ingin berdua dengan mu di kamar" ucap Nia.
Tanpa membalas ucapan Nia,Jack berdiri dan langsung menggendong Nia,membawa nya sampai ke dalam kamar.
"Kamu benar benar tidak menginginkan sesuatu? setahu ku ibu hamil suka yang asam, seperti mangga muda contoh nya" ucap Jack.
"Tidak sayang,aku tidak suka rasa asam" balas Nia.
Ting...
Jack membaca pesan dari seseorang.
"Hmm, tunggu di sini" Jack pergi sebentar lalu kembali membawa paper bag berisi makanan.
"Ini apa?" tanya Nia.
Jack mengeluarkan rujak mangga muda dan es krim rasa cokelat mint.
"Sayang kalau di buang,aku sudah memesan nya" ucap Jack lalu melihat Nia yang terus terusan memperhatikan es krim yang di beli tadi.
"Mau?" Jack menyodorkan es krim ke Nia.
Nia mengambil lalu memakan nya.
"Kamu yakin mau memakan buah asam itu?" tanya Nia.
"Hmm,ini enak" jawab Jack.
"Aku ingin mencoba" ucap Nia lalu mengambil satu potong kecil mangga muda.
"Aku tidak suka,ini asam" Nia memakan sambil merem merem.
Jack tertawa,tidak tahan dengan ekspresi Nia yang terbilang lucu ketika memakan buah asam itu.
Nia menatap tajam ke arah Jack.
"Kamu mengerjai ku?" tanya Nia marah.
Jack terus tertawa,diri nya berhasil mengerjai Nia.
.
.
.
.
.
.
Like,vote dan komen ya...Maaf juga author lama tidak up🙏