
Di tempat pemakaman Anggun.
"Sudah Ma jangan sedih , Anggun sudah tenang di sana" Nia mengusap ngusap pundak Adelina agar sedikit lebih tenang dan mengikhlaskan kepergian Anggun.
"Kasihan Anggun,saat remaja dia sudah kehilangan kedua orang tua nya,dan sekarang diaa...Hiks hiks.." Adelina terisak di pelukan anak nya.
"Mama ayo kita pulang,sebentar lagi hujan turun" ucap Elvano menatap langit yang sudah mendung.
"Benar kata El ma,sebaik nya kita pulang" sahut Eva.
"Iya,ayo kita pulang sekarang" balas Adelina yang sudah melepas pelukan dengan Nia.
"Kamu tidak ikut mama? Mama sudah membeli rumah di kota ini" ajak Mama Adelina sambil mengusap air mata di pipi nya.
"Kalau Jack memberi izin,aku akan ikut bersama Mama" Nia melirik ke arah Jack.
"Boleh kan nak?" Adelina bertanya kepada calon menantu.
"Boleh,tapi nanti aku akan menjemput nya" jawab Jack.
"Baik lah,ayo sayang kita pulang" ucap Adelina kepada Nia.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan pemakaman,kini tinggal lah Jack sendiri di pemakaman.
"Ini adalah akibat dari perbuatan mu sendiri" Jack tersenyum miring lalu pergi meninggalkan pemakaman juga.
*******
Hari terus berlalu hingga pernikahan Nia tinggal satu hari lagi.
Undangan sudah di sebar,semua nya sudah di urus oleh ketiga anak buah Jack yaitu Arion Raka dan Frans.
Sudah beberapa hari Nia tinggal bersama Adelina atas permintaan Nia sendiri dengan alasan ingin menemani mama nya sebelum ia benar benar menikah dengan Jack.Dan tentu nya hal itu di setujui oleh Jack apalagi melihat Nia yang memohon mohon saat itu membuat Jack tidak tega jika tidak menuruti nya.
_
Di rumah Adelina.
Nia bersama kakak ipar nya saling berbagi cerita sambil sesekali di selingi tawa dan candaan.
Mereka bercerita tentang bagaimana diri nya bertemu dengan pasangan masing masing.
"Nia,tadi malam aku menemukan rekomendasi drakor yang wajib untuk di tonton" ucap Eva..
"Huh,kak Eva selalu saja drakor,pasti kak Eva meminta ku untuk menemani kak Eva nonton drakor lagi" Nia mendengus kesal.
"Yang kali ini berbeda Nia,kalau yang kemarim kan romantis" ucap Eva.
"Tapi kan tetap saja drakor kak" balas Nia.
"Eitss,tapi ini bagus loh Nia" ucap Eva.
"Memang nya seperti apa beda nya kak?" tanya Nia.
"Hm,baik lah aku akan menemani kakak" balas Nia,awal nya Nia tidak mau, namun karena Eva mengatakan Mafia membuat Nia penasaran dan ingin ikut menonton.
"Nah kan tertarik juga akhir nya" balas Eva.
Lalu mereka pun menonton bersama.
"Vincenzo" gumam Nia.
Saat sedang asik menonton tiba tiba Adelina datang menghampiri mereka berdua.
"Kalian sedang apa?" Mama Adelina melihat Nia dan Eva yang fokus terhadap layar laptop di depan nya.
"Astaga,Nia sayang kamu harus banyak istirahat hari ini" ucap Mama Adelina penuh kasih sayang.
"Iya ma,sebentar lagi selesai,ini masih tanggung ma" balas Nia.
"Yasudah tapi setelah episode yang ini selesai jangan di lanjutkan lagi ya, istirahat! besok kamu akan sibuk seharian,ingat ya sayang besok kamu akan menikah!" tegas Adelina.
"Iya Ma Nia ingat kok" balas Nia malu malu karena mama nya mengingatkan pernikahan nya yang akan di laksanakan besok.
"Maaf Ma,Eva yang memaksa adik ipar untuk menemani ku nonton" sahut Eva merasa bersalah.
"Tidak perlu minta maaf nak,kamu tidak bersalah" ucap Mama adelina kepada Eva dengan nada lembut.
"Sekarang kamu istirahat ya sayang,jangan terlalu capek,ingat pesan mama!" ucap Mama Adelina lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kamu istirahat lah,aku akan menonton sendiri" ucap Eva kepada Nia.
"Baik lah" balas Nia lesu,lalu pergi ke kamar nya untuk beristirahat.
Namun Nia tidak tidur,ia malah kembali membaca surat dari bibi nya yang tidak sengaja Nia memasukan kotak kecil ke dalam koper saat ingin tinggal di kediaman mama nya.
Setiap Nia membaca surat itu tidak terasa air mata Nia mengalir.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.