My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 26



"Brakk" Jack menendang pintu dengan keras dan terbukalah pintu itu yang memperlihatkan Bram sedang mengarahkan pistol ke kepala Nia.


"Jangan mendekat,atau gadis ini akan mati di tangan ku" ucap Bram.


"Justru kamu yang akan mati di tangan ku Bram" ucap Jack lalu menatap Bram dengan aura membunuh nya,membuat siapapun yang melihat nya akan bergidik ngeri.


"Hahaha kamu buta ya Jack,lihat lah jika aku menarik pelatuk pistol di tangan ku ini maka dia akan mati" ucap Bram lalu tersenyum sinis ke arah Jack.


"Kurang ajar!" maki Jack


"Kenapa dengan mu Jack,kamu terlihat sangat takut sekali jika aku membunuh nya,apa kamu mencintai nya? hahaha bahkan setelah 4 tahun yang lalu keponakan ku meninggal kan mu baru sekarang kamu merasakan jatuh cinta lagi,namun sayang nya gadis ini umur nya tidak akan lama lagi,aku akan membunuh nya di hadapan mu" ucap Bram sinis.


"Katakan apa mau mu" ucap Jack.


"Aku dari dulu hanya menginginkan satu darimu Jack,aku menginginkan kamu memberikan semua kekuasaan yang kau miliki,dengan begitu aku akan melepaskan gadis malang ini" ucap Bram.


"Baiklah jika itu yang kamu mau maka ambilah" balas Jack.


"Tuan" ucap Arion.


"Diamlah" balas Jack.


*Buugh* seorang pria memukul Bram dari arah belakang tepat mengenai kepala Bram.


"Bruukk" Bram tidak sadarkan diri.


"Maaf sedikit terlambat" ucap pria yang memukul Bram tadi.


"Tidak masalah" balas Jack.


"Tuan bukan nya dia adalah tangan kanan nya Bram" ucap Frans.


"Memang benar" balas Jack.


"Tapi tuan kenapa dia melakukan nya?" tanya Frans.


"Kami bekerja sama" sahut Yan.


"Sudah sudah kalian bertiga bawa Bram ke markas" perintah Jack,lalu Jack berjalan ke arah Nia lalu menggendong nya dan membawa nya pergi.


Sedangkan ketiga anak buah nya Jack sangat heran dengan Yan yang mau menghianati Bram yang sudah bertahun tahun bekerja bersama nya.


"Jangan terlalu di pikir kan,lebih baik kalian bawa Bram pergi dari sini" ucap Yan.


Di sisi lain bibi nya Nia tak henti henti nya menangis di rumah sakit.


" Bi ayo kita pulang ini sudah tengah malam" ajak Maya.


"Tidak Maya,bibi akan tetap disini,jika kalian ingin pulang tidak apa apa kalian pulang lah" balas bibi Asih di sela sela tangisan nya.


"Bi jangan begini,tuan pasti akan menemukan Nia,lebih baik kita pulang saja" ajak Maya.


"Baiklah nak bibi akan pulang" balas bi Asih sambil menghapus air mata nya.


Saat mereka ingin pergi dari rumah sakit terlihat lah Jack yang sedang menggendong Nia dan berjalan ke arah ruang Nia di rawat sebelum nya.


Jack tidak mempedulikan keberadaan Maya,bi Asih dan Luna,ia terus berjalan memasuki ruangan Nia dan membaringkan tubuh Nia di atas brangkar.


Maya,bi Asih dan Luna kembali masuk ke dalam ruangan Nia di rawat.


"Niaa.." bi Asih menangis lalu mendekati Nia yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.


Sedangkan Jack hanya diam saja.


"Tuan bagaimana tuan menemukan sahabat saya?" tanya Maya.


"Aku tidak bisa menceritakan nya" jawab Jack lalu Maya pun diam tidak bertanya lagi.


Jack menekan bell untuk memanggil dokter ke dalam ruangan Nia.


Beberapa menit kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Nia yang sedang tidak sadarkan diri.


"Bagaimana? " tanya Jack kepada dokter itu.


Lalu dokter itu pergi meninggalkan ruangan Nia.


"Tuan terimakasih telah menyelamatkan Nia" ucap bi Asih.


"Hmm" balas Jack.


"Andai bibi tahu kalo Nia seperti ini karena saya" batin Jack,ia merasa menyesal telah membawa masuk Nia kedalam kehidupan nya yang jelas jelas itu akan membahayakan nyawa Nia.


"Maya dan mbak Luna kalian pulang saja,saya akan tetap disini menjaga Nia" seru bi Asih.


"Baiklah mbak Asih kami pulang dulu" pamit Luna.


"Maya ayo kita pulang" ajak Luna lalu di angguki oleh Maya,dan mereka pun pulang.


Jam menunjukan pukul 1 malam,bi Asih masih setia menemani Nia ia tidak tidur,sedangkan Jack duduk di sofa ia pun juga belum tidur.


Jack menghampiri bi Asih.


"Ini sudah malam sebaik nya bibi tidur,biar saya yang menjaga Nia" ucap Jack.


"Iya tuan" balas bi Asih,ia tidak menolak karena sekarang bi asih sudah sangat ngantuk.


"Jangan panggil saya dengan sebutan tuan,bibi lebih tua dari saya, panggil saja saya Jack biar lebih akrab" ucap Jack yang merasa tidak suka di panggil tuan oleh BI Asih.


"Baiklah nak Jack" balas bi Asih lalu tersenyum kepada Jack.


Lalu bibi nya Nia pun beranjak pergi dari samping Nia,bibi nya Nia berjalan ke arah sofa untuk tidur,sedangkan Jack ia tidak tidur karena masih ingin menjaga Nia.


Di sini author akan menjelaskan kenapa Yan berhianat kepada Bram.


Flashback on.


Jack mengajak Yan untuk bertemu dengan nya di sebuah tempat yang bisa di bilang sangat private,awal nya Yan tidak mau namun karena Jack bilang ingin memberi tahu siapa dalang kematian adik nya akhir nya Yan mau menemui Jack.


"Siapa dalang dari kematian adik ku?" tanya Yan.


"Aku akan memberitahu mu asal dengan satu syarat" jawab Jack santai.


"Cepat katakan apa syarat nya" seru Yan.


"Berada lah di pihak ku,dan beritahu semua kepadaku apa yang di lakukan oleh Bram" titah Jack.


"Aku tidak akan melakukan itu Jack,beri syarat lain saja" tolak Yan.


"Kenapa? bukan nya kalo kamu berada di pihak ku itu akan mempermudah mu untuk menguasai kelompok mafia green king,dan itu sangatlah menguntungkan bukan" ucap Jack.


"Saya tetap tidak bisa,kalau tidak ada yang di bicarakan lagi saya akan pergi" tolak Yan.


"Mungkin sekarang kamu bilang tidak bisa Yan,tapi coba kamu lihat ini" Jack menyerahkan sebuah flashdisk dan beberapa berkas kepada Yan,Yan mengambil itu lalu membuka setiap berkas berkas yang di berikan Jack,kini mata nya memerah saat melihat isi berkas itu yang merupakan bukti bukti kalo Bram ada sangkut paut nya dengan kematian adik nya yaitu Alia.


Namun bukti itu tidak membuat Yan puas hingga akhir nya Yan membuka laptop yang di sediakan oleh Jack lalu memutar video yang ada di dalam flashdisk itu,tak terasa air mata Yan mengalir seakan akan bisa merasakan sakit nya Alia saat Bram memperkosa nya hingga berkali kali.


Yan sangat marah,ia tidak menyangka bahwa Bram yang melakukan itu,tanpa basa basi Yan langung menyetujui tawaran Jack.


Flashback off.


.


.


.


.


.


.......


......Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.......