My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 79



Malam hari.


"Ini apa?" Tanya Nia lalu mengambil paper bag dari Jack.


"Gaun" jawab Jack.


"Gaun? memang nya kita mau datang ke pesta?" tanya Nia .


"Hmm,besok kamu harus memakai gaun ini"


"Di sana kamu juga akan bertemu dengan Elvano dan Eva" sambung Jack.


"Benarkah" balas Nia antusias.


"Tentu saja,kapan aku pernah berbohong kepada mu" ucap Jack.


"Ini sudah malam,lebih baik kita tidur" ucap Jack lagi.


Nia hanya membalas dengan anggukan lalu pergi sebentar untuk menaruh paper bag ke dalam lemari.


Nia sudah kembali ke ranjang.


Mereka tidur berhadapan,dengan tangan Jack yang melingkar di pinggang Nia.


_______________


Pagi telah tiba.


Jack sudah mandi dan langsung berangkat ke kantor, sedangkan Nia masih terlelap dalam tidur nya.


Hari ini Jack di jemput Frans atas permintaan nya sendiri,tentu nya semua ini ada sangkut paut nya dengan kejadian yang menimpa istri nya kemarin.


Jack menceritakan semua kejadian kemarin kepada Frans.


"Itu bukan aku tuan,tidak mungkin aku melakukan itu " ucap Frans..


"Aku percaya pada mu" balas Jack.


"Apa yang akan tuan lakukan setelah ada kejadian seperti ini? tidak mungkin kan tuan diam saja,aku tahu saat ini tuan sudah menemukan cara untuk mengatasi nya" ucap Frans.


"Kamu benar,aku tidak akan tinggal diam saja,apalagi yang menjadi sasaran nya kemarin adalah istri ku sendiri" balas Jack.


Sedangkan di sisi lain Nia baru saja bangun tidur.


Ia melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul delapan siang.


"Aku kesiangan" gumam Nia.


"Pasti dia sudah berangkat" ucap Nia.


_____


"Aku sengaja memanggil kalian ke sini,karena ada hal penting yang harus kalian selesai kan" ucap Jack kepada Arion Raka dan Frans.


"Frans,jelaskan!".


Frans menjelaskan semua nya secara detail sesuai dengan cerita Jack tadi pagi.


Raka dan Arion langsung paham.


"Tuan,aku rasa anda sudah mengetahui dalang dari semua ini" ucap Raka.


"Aku tidak yakin,tapi ku rasa aku memang tahu" balas Jack..


"Dari dulu tebakan tuan tidak pernah salah,aku yakin saat ini juga tidak salah" ucap Arion.


"Tuan,siapa orang itu?" tanya Frans.


"Kalau aku bilang dia adalah Rena,mungkin kamu tidak akan percaya"Jack menyeruput kopi lalu tersenyum sinis ke arah Frans.


"Tidak mungkin Rena melakukan itu tuan,dia adalah wanita baik baik" Frans membela Rena karena diri nya sangat yakin kalau Rena tidak akan melakukan hal semacam ini.


"Tidak terima? kenapa? kamu sudah di butakan oleh wanita itu" ucap Jack.


"Maaf tuan,siapa Rena?" sahut Raka yang memang tidak tahu tentang Rena.


"Aku rasa kalian juga mengenal nya" jawab Jack.


"Maksud anda apa tuan?" tanya Frans.


Namun pertanyaan Frans di abaikan oleh Jack.


"Aku rasa kamu juga perlu ikut agar tahu sendiri siapa dia sebenarnya,dan kamu juga akan tahu tujuan dia mendekati mu" ucap Jack kepada Frans.


"Aku akan ikut" balas Frans..


"Kalau begitu,jalan kan tugas kalian mulai dari sekarang!".


"Baik tuan" ucap Arion dan Raka.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan perusaahan,karena sudah ada Lusi yang akan akan menggantikan mu" ucap Jack kepada Frans.


Mereka bertiga keluar dari ruangan Jack dan berpapasan dengan Maya yang ingin menyerah kan berkas penting kepada Jack.


"Apa lihat lihat" ucap Maya kepada Arion.


"Jangan GR" Arion langsung pergi bersama Raka dan Frans.


_____


"Siapa?" Nia membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Rena kan? ayo silahkan masuk".


"Tidak perlu repot repot,aku kesini hanya ingin mengantarkan ini untuk mu,kebetulan aku lewat sini jadi sekalian mampir" Rena memberikan paper bag berisi makanan kepada Nia.


"Duh, terimakasih ya" dengan senang hati Nia menerima nya.


"Kalau begitu aku pergi dulu,masih banyak urusan yang harus ku urus" ucap Rena..


"Tidak masuk dulu?" tanya Nia yang merasa tidak enak hati.


"Maaf, tapi sebentar lagi aku ada meeting dengan klien,jadi kapan kapan saja aku mampir lagi ke sini" ucap Rena lalu pergi.


Nia masuk ke dalam dan langsung menuju dapur untuk membuka makanan itu.


"Kelihatan nya enak" Nia mengambil satu potong pizza untuk di makan.


Baru saja Nia membuka mulut untuk suapan pertama, tiba tiba ada kucing memakan pizza yang masih di dalam kotak.


Nia kaget dan langsung melemparkan pizza di tangan nya ke sembarang arah.


"Astaga" Nia mengelus ngelus dada nya.


"Kenapa kamu bisa masuk" Nia mendekati kucing itu.


"Kamu lapar ya?" Nia membuka kulkas dan mengambil ikan.


"Nyonya,ada kucing" ucap bi Ati yang baru saja datang ke dapur.


"Iya bi,kasihan dia kelaparan" balas Nia.


Baru saja Nia mau memberikan ikan , tiba tiba kucing itu muntah muntah dan setelah nya langsung mati.


Nia menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Sepertinya keracunan nyonya" ucap bi Ati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya.