My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 49



Sudah dua hari ini Arion tidak mau berbicara dengan Frans dan Raka,karena mereka terus melarang diri nya untuk mencari Jack,dengan alasan ' tuan akan baik baik saja'.Tentu nya Arion sangat marah,diri nya khawatir dengan tuan nya,sedang kan Frans dan Raka terlihat tenang seperti tidak ada masalah sedikit pun.


"Mau kemana?" tanya Raka saat melihat Arion berjalan keluar dari ruangan nya dengan membawa jaket di tangan nya.


Arion tidak menjawab dan terus melangkah.


"Arion!" panggil nya lagi dengan nada membentak.


"Bukan urusan mu" balas Arion sinis dengan terus berjalan.


Raka mengejar Arion lalu mencengkram tangan nya.


"Lepas!" Arion membentak Raka.


"Jangan keras kepala,tuan akan baik baik saja,percaya kepada ku!" ucap Raka.


"Lepasin!" suara Arion meninggi,namun Raka masih tetap tidak mau melepas kan tangan nya.


Arion sudah tersulut emosi,tanpa aba aba ia langsung memberi bogem mentah di perut Raka.


Perkelahian antara Raka dan Arion tidak bisa di hindari lagi,Raka juga sangat marah terhadap Arion yang telah memukul nya.


Para anak buah di sekitar mereka tidak ada yang berani melerai perkelahian antara Arion dan Raka.


"Apa apa an kalian,hentikan!" Frans mencoba menghentikan mereka,tapi malah wajah nya yang menjadi sasaran.


"Ada apa ini?" terdengar suara yang tidak asing bagi mereka semua.


Refleks Arion dan Raka langsung mengentikan perkelahian mereka,dan menoleh ke sumber suara.


"Tuan" ucap Frans dan Arion secara bersamaan,sedangkan Raka hanya diam sambil mengusap darah dari sudut bibir nya.


Jack berjalan melewati mereka semua menuju ruangan pribadi di ikuti ke tiga anak buah kepercayaan nya.


Mereka sudah berada di dalam ruangan itu.


Jack tidak langsung duduk,tapi berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Tak selang berapa lama Jack sudah keluar dari kamar mandi,dengan rambut yang masih basah .


Arion langsung memeluk Jack."Tuan kami mengkhawatirkan mu" ucap Arion lalu melepas pelukan nya.


"Aku tidak apa apa,tidak ada yang perlu di khawatir kan" ucap Jack.


Arion dan Raka diam.


"Arion terlalau khawatir dengan mu tuan,dia selalu keras kepala untuk mencari tuan,Raka hanya mencegah Arion agar tidak nekat mencari mu di tengah hutan ini,kami juga sudah mengingat kan Arion bahwa tuan akan baik baik saja,tapi Arion masih kekeuh pada pendirian nya untuk mencari tuan,dan akhir nya mereka berkelahi" Frans menjelaskan semua nya kepada Jack.


"Itu adalah hal yang wajar Frans" sahut Arion.


Sedangkan Jack hanya geleng geleng kepala setelah mendengar penjelasan dari Frans.


"Aku berharap tidak akan ada yang nama nya permusuhan di antara kalian" ucap Jack.


"Berbaikan lah,aku tunggu!" ucap Jack dengan aura dingin.


Arion masih kesal dengan Raka,mau tak mau diri nya bersalaman untuk saling meminta maaf.


"Nah gitu dong akur" ucap Frans setelah melihat Raka dan Arion saling meminta maaf.


"Obati luka kalian!" ucap Jack saat melihat banyak memar di wajah Arion dan Raka.


"Ini hanya luka kecil tuan,nanti juga akan hilang sendiri" balas Raka.


Berbeda dengan Arion yang langsung pergi untuk mengobati diri nya.


Beberapa menit kemudian Arion kembali.Mereka ngobrol tentang keberadaan Nia yang tidak di ketahui sampai sekarang.


"Tuan,kami menemukan ponsel mu di hutan"Frans merogoh saku nya dan mengambil ponsel milik Jack lalu memberikan nya.


Jack mengambil nya lalu berkata."Bagaimana kalian bisa menemukan ponsel ku di hutan?" tanya Jack.


"Aku melacak nya tuan,dan kami menghampiri titik lokasi ponsel tuan berada,kami kira tuan berada di titik lokasi itu juga,tapi ternyata hanya ada ponsel tuan saja,yang berada tepat di bawah pohon besar" jawab Arion lalu di balas anggukan oleh Jack.


"Tuan tidak marah? aku sudah lancang melacak nya tanpa izin dari tuan" tanya Arion.


"Aku tidak marah kepada mu" jawab Jack.


"Tuan,selama dua hari ini tuan di mana saja? terus nona gimana tuan?" Frans bertanya kepada tuan nya.


"Aku di hutan" jawab nya dengan pandangan lurus ke depan sambil memikirkan keberadaan Nia yang belum ada titik terang nya sama sekali.


"Kalau soal Nia,aku masih belum menemukan nya" timpal nya lalu menghela nafas.