
Di dalam kamar pengantin.
"Kenapa lama sekali,Jack mandi air apa mandi batu sih" Nia mondar mandir di dalam kamar menunggu Jack keluar dari kamar mandi.
"Gaun ini sangat gerah dan berat" Nia mengipas ngipas kan tangan nya.
"Huft,sudah satu jam aku menunggu tapi Jack belum keluar" Nia menghela nafas nya.
Ceklek*.
Jack berjalan menuju lemari untuk mengambil baju ganti,lalu memakai nya tanpa perduli ada Nia di dalam kamar yang sedang memperhatikan diri nya yang hanya memakai handuk sepinggang.
"Jangan menatap ku seperti itu" ucap Jack.
"Ee-em aku mau mandi dulu" Nia menggaruk kepala nya yang tidak gatal lalu berjalan menuju kamar mandi.
Tidak selang berapa lama Nia keluar dari kamar mandi.
"Ee-em Jack boleh minta tolong?" tanya Nia.
"Apa?".
"Tolong bukain resleting,tangan ku tidak sampai" ucap Nia.
Tanpa membalas ucapan Nia,Jack bangkit dari duduk nya, ia menghampiri Nia lalu mulai membuka resleting seperti apa yang Nia minta tadi.
"Sudah ku buka" ucap Jack.
"Terimakasih" setelah mengucapkan itu,dengan buru buru Nia kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Setengah jam Nia berada di dalam kamar mandi.
"Aku berharap dia tidak melakukan itu malam ini" batin Nia dengan tangan memegang gagang pintu bersiap siap untuk keluar dari kamar mandi.
Ceklek*
Mata Nia membulat sempurna melihat bunga yang tertata rapi di kasur kini berserakan di lantai.
Lalu mata Nia beralih menatap pria di atas ranjang sedang berbaring memainkan ponsel nya.
"Jangan memelototi ku seperti itu, atau aku akan mencongkel mata mu" ucapan Jack seolah olah menjadi sebuah ancaman bagi Nia,dengan gerakan cepat Nia memanglingkan wajah nya lalu bejalan mendekati ranjang untuk mengambil bantal.
"Ngapain membawa bantal ke sofa?" tanya Jack saat Nia mengambil bantal lalu menaruh nya di sofa.
"Mau tidur" jawab Nia.
"Tidur di samping ku,kau tenang saja, kita tidak akan melakukan itu malam ini" ucap Jack.
"Tapi tidak tahu di hari berikut nya, karena aku adalah pria normal" lanjut Jack dalam hati.
"Baiklah" Nia kembali ke ranjang lalu membaringkannya tubuh nya di samping Jack.
"Tidak ada guling" gumam Nia namun masih bisa di dengar jelas oleh Jack.
"Huft" Nia mengehela nafas nya lalu memposisikan diri nya membelakangi Jack.Meskipun Jack bilang tidak akan melakukan apa apa namun Nia masih merasa tidak nyaman dan sedikit khawatir.
Tiba tiba..
Hap*
Deg deg deg...Jantung Nia berdetak tidak beraturan saat tangan kekar Jack melingkar di pinggang nya.
"Jangan bergerak,aku hanya ingin memeluk mu seperti ini" ucap Jack.
Badan Nia serasa kaku saat nafas Jack menembus pori pori kulit leher Nia di bagian belakang.
"Aku mendengar detak jantung mu" ucap Jack.
"Ee-em seperti nya aku sesak nafas,kau memeluk ku terlalu erat" ucap Nia padahal pelukan Jack longgar tidak erat sama sekali.
"Aku memeluk di bagian pinggang dan tidak terlalu erat, bahkan ini sangat longgar,dan seperti nya tidak ada hubungan nya dengan sesak nafas mu" balas Jack.
Nia tidak bisa berkutik lagi,tidak tahu harus berbuat apa agar Jack melepas pelukan nya, karena saat ini Nia benar benar sangat gugup.
Dua jam berlalu,Jack terlihat sudah tidur, Nia mencoba menyingkirkan tangan Jack namun serasa berat.
"Aneh,dulu waktu aku menyingkirkan tangan nya tidak seberat ini" batin Nia.
Perasaan Nia tidak enak lalu memutuskan untuk melihat Jack sudah tertidur atau belum.
Dan benar saja Jack masih belum tertidur dan menatap Nia dengan tajam.
"Maaf,aku hanya merasa tidak nyaman jika di peluk seperti ini" ucap Nia.
"Kau harus membiasakan nya dari sekarang,karena seterus nya aku akan memeluk mu seperti ini saat tidur" ucap Jack.
Nia tidak membalas lagi ucapan Jack dan memilih untuk tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo para reader ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.