My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 18



Di pagi hari saat Nia terbangun dari tidur nya ia merasa ada yang berat di atas nya,lalu Nia melihat tangan Jack sedang memeluk nya.


"Aaaaahkk,tuaan apa yang tuan lakukan" Nia berteriak, Jack terbangun saat mendengar teriakan dari Nia lalu melihat diri nya sedang memeluk Nia.


"Aku tidak sengaja" ucap Jack yang masih memeluk Nia.


"Tuan kalo tidak sengaja tolong lepaskan pelukan nya" ucap Nia lalu mengangkat lengan Jack hendak menyingkir kan nya,sedangkan Jack tidur lagi.


Nia turun dari ranjang dan keluar dari kamar Jack,ia berjalan ke arah kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.


Nia sudah selesai melakukan ritual mandi nya lalu berjalan ke arah dapur untuk memasak.


Di dapur Nia sedang memasak untuk sarapan pagi,Nia mengambil ponsel nya dan melihat ada banyak panggilan masuk dari bibi nya.


Nia mengirim pesan kepada bibi nya untuk memberi kabar bahwa dirinya baik baik saja,lalu Nia melanjutkan memasak.


Setelah hampir satu jam Nia memasak akhir nya selesai dan sudah tertata rapi di atas meja makan.


Di sisi lain Jack sudah terbangun dan Sudah mandi lalu Jack berjalan menuruni anak tangga,dan pergi ke dapur.


Di meja makan.


"Tuan saya hari ini akan pergi ke supermarket" ucap Nia di sela sela makan.


"Pergilah.." ucap Jack.


Jack sudah selesai sarapan dan seperti biasa nya sebelum berangkat ke kantor Jack meminta Nia untuk membawakan makan siang ke kantor nya.


Jack berangkat ke kantor nya,sebelum sampai ke kantor Jack berhenti di depan toko HP lalu masuk.Para pegawai di sana menyambut hangat kedatangan Jack.


"Tuan ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu pegawai.


"Saya mau membeli hp keluaran terbaru" ucap Jack.


"Baiklah tuan mari ikut saya" Jack mengikuti pegawai itu.


"Ini keluaran terbaru tuan" pegawai mengeluarkan sebuah HP dan menaruh nya di atas etalase.


Jack menyerahkan black card nya kepada sang pegawai untuk membayar hp yang di beli nya.


Setelah selesai Jack melanjutkan perjalanan nya ke kantor.


Di kantor Jack sedang berada di ruangan nya.


"Tok tok tok".


"Masuk" sahut Jack.


"Permisi tuan ini ada yang mau melamar pekerjaan" ucap sekretaris Eva.


"Duduk!" suruh Jack kepada Maya,lalu Maya duduk.


"Tuan ini CV saya" maya memberikan CV yang sudah di siapkan nya kepada Jack.


"Kamu bisa bekerja mulai sekarang" ucap Jack,Eva dan Maya yang mendengar itu awal nya terjekut.


"Ja-jadi saya di terima bekerja di sini tuan" ucap Maya dengan nada senang.


"Bukan nya Nia sudah memberitahumu kemaren malam" ucap Jack.


"Sudah tuan" sahut Maya.


"Kamu saya pekerjakan di sini sebagai manager keuangan,nanti kamu akan di ajari oleh Kevin" ucap Jack.


"Baik tuan" ucap Maya.


"Eva kamu antar kan dia ke ruangan nya" suruh Jack kepada Eva.


"Baik tuan,saya permisi dulu" pamit sekretaris Eva lalu keluar dan di ikuti Maya di belakang nya.


Sesampai di ruangan nya Kevin,Eva memberitahu Kevin kalo Maya akan bekerja dengan Kevin.


"Kevin dia akan bekerja bersama mu" ucap sekretaris Eva.


Lalu Kevin berdiri dan berjabatan tangan dengan Maya.


"Saya Kevin manager keuangan di perusahan ini" Kevin memperkenalkan diri nya.


"Maya" balas Maya singkat lalu menarik tangan nya.


"Kamu belum berkenalan dengan saya Maya" ucap sekretaris Eva.


"Perkenalkan nama saya Eva sekretaris tuan Jack " Eva mengulurkan tangan nya.


Maya membalas uluran tangan sekretaris Eva.


"Saya Maya buk Eva" ucap Maya lalu menarik tangan nya kembali.


"Iya kak Eva" ucap Maya sambil tersenyum.


"Maya jika ada yang kamu bingungkan,kamu bisa bertanya kepada Kevin" ucap sekretaris Eva.


"Kevin kamu ajari maya sampai bisa" ucap sekretaris Eva kepada Kevin.


"Iya Eva tenang saja" balas Kevin.


"Baiklah aku akan kembali ke ruangan ku,permisi" pamit sekretaris Eva lalu pergi meninggalkan Maya dan Kevin.


Setelah Eva pergi,Maya mulai membaca berkas yang di berikan Kevin,Maya agak kesulitan namun di ajari oleh Kevin dan sedikit demi sedikit Maya mulai paham.


Di sisi lain Nia sedang berada di supermarket,saat Nia berjalan membawa troli tiba tiba seorang wanita menabrak Nia.


"Kalo jalan tuh pake mata!" ucap wanita itu.


"Eh mbak di mana mana kalo jalan pake kaki ,mana ada jalan pakai mata,lagian udah jelas jelas tadi mbak yang menabrak saya kenapa saya yang di salahkan,seharus nya saya yang marah bukan mbak" ucap Nia panjang lebar.


"Kamuu.." wanita itu mengangkat tangan nya hendak menampar Nia namun belum sampai ke wajah Nia Zein datang menahan tangan wanita itu.


Wanita itu menatap Zein dan..


"Cindy" seru Zein.


"Zein lepaskan tangan ku" ucap Cindy.


"Tidak akan,kamu ikut aku dan jelaskan semua kepada Jack tentang kejadian 4 tahun yang lalu,gara gara kamu persahabatan kami hancur" ucap Zein dengan nada penuh amarah saat mengingat ia sekarang bermusuhan dengan sahabat dekat nya.


"Zein siapa Jack yang kamu maksud?" tanya Nia.


"Sahabat dekat ku dulu,tapi wanita ini datang dan menghancurkan persahabatan kami" jawab Zein sambil menuding wajah Cindy.


Saat Zein dan Nia ngobrol Cindy menginjak kaki Zein lalu berlari kabur.


"Hei Cindy jangan kabur" Zein hendak mengejar Cindy namun di urungkan saat mengingat ada Nia di samping nya,Zein tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertemu dengan Nia orang yang beberapa hari ini selalu terbayang di pikiran Zein.


"Kamu tidak apa apa kan" Zein memegangi pipi Nia.


" Aku tidak apa apa Zein" ucap Nia.


"Syukurlah" Zein bernafas lega.


"Kamu kenal dengan wanita tadi?,siapa nama nya?" tanya Nia.


"Iya aku mengenal nya,nama nya Cindy" jawab Zein.


"Zein kalo boleh tahu siapa nama panjang Jack yang kamu maksud?" tanya Nia.


Belum sempat Zein menjawab tiba tiba ada pesan masuk ke ponsel nya.


"Nia maaf aku harus pergi" pamit Zein lalu pergi meninggalkan Nia.


"Siapa Jack yang di maksud Zein,apa mungkin tuan Jack majikan ku" batin Nia.


"Bodoamat lah ngapain juga mikirin orang yang tidak penting" ucap Nia lalu berjalan mendorong troli ke kasir untuk melakukan pembayaran.


Di sisi lain Bram melihat keponakan nya datang dengan wajah kesal.


"Habis bertemu dengan siapa,kenapa wajah mu terlihat begitu kesal?" Bram bertanya.


"Aku habis bertemu dengan Zein paman,dia datang membela seorang perempuan di supermarket" Cindy menjelaskan.


"Siapa wanita itu?" tanya Bram.


"Aku tidak mengenal nya,seperti nya Zein sangat akrab dengan nya" ucap Cindy.


"Sudah jangan terlalu di pikir sekarang kamu harus fokus sama rencana paman" ucap Bram mengingatkan.


"Iya paman" balas Cindy dengan tersenyum paksa.


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.