My Life With A Mafia Boss

My Life With A Mafia Boss
EPISODE 28



"Niaa".


"Nona".


Ucap Maya dan Arion barengan.Lalu mereka menghampiri Nia yang sudah sadar kan diri itu dengan raut wajah senang.


"Pffftt...Kalian kompak sekali" Nia menahan tawa nya.


"Nia kamu sadar dari kapan?" tanya Maya.


"Udah beberapa menit yang lalu May.Oh iya ini siapa? apa dia pacar kamu? " tanya Nia yang memang tidak tahu kalo Arion adalah anak buah nya Jack,Nia tidak ingat kalau pernah bertemu dengan Arion di sebuah cafe tempat nya bekerja dulu.


"Dih,amit amit punya pacar kayak dia" Maya bergidik.Sedangkan Arion hanya melirik Maya sekilas lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Nia.


"Saya di tugas kan tuan Jack untuk menjaga nona selama tuan pergi" ucap Arion tegas.


"Oooh....Tuan sekarang ada di mana?" tanya Nia.


"Saya tidak tahu nona,yang jelas tuan pergi karena ada urusan yang sangat penting untuk di selesaikan" jawab Arion.


"Jangan panggil saya dengan sebutan Nona,panggil saja Nia atau nya gitu biar lebih akrab,lagian saya bukan nona anda" ucap Nia yang merasa kurang suka dengan panggilan nona untuk nya.


"Tidak bisa nona, ini sudah perintah dari tuan,jika saya melanggar pasti tuan akan marah" balas Arion.


"Ya, baiklah.." ucap Nia


"Aku kan pembantu,tapi kenapa tuan menyuruh orang ini memanggil ku dengan sebutan Nona?" batin Nia .


"Nona" panggil Arion kepada Nia yang sedang melamun.


"Ah,iya" jawab Nia saat tersadar dari lamunan nya.


"Nona tidak apa apa?" tanya Arion.


"Saya tidak apa apa" jawab Nia sambil menggelengkan kepala nya.


"Huft,aku di anggap apa sama kalian? kalian asik sendiri,sedangkan aku dari tadi seperti manusia yang tak terlihat saja, selalu di abaikan" Maya mendengus kesal.


"Tuk" Arion menjitak kepala Maya.


"Hei,apa apa an main jitak,mau perang ya? ayoo!!" tantang Maya.


"Ayo!! siapa takut" Arion menatap tajam ke arah Maya,Maya yang di tatap tajam oleh Arion langsung ciut.


"Stopp!!" teriak Nia,dan akhir nya mereka berhenti.


Hening.....


" Aku harus ngabarin tuan kalo Nia sudah sadar" batin Maya.


*******


Di sisi lain,Jack bersama dua anak buah nya sedang berada di ruang tahanan,Jack menatap tajam ke arah Bram,sedangkan Bram hanya tersenyum sinis kepada Jack yang seolah olah Bram tidak peduli jika dia akan mati.


"Lihat lah tuan Bram,siapa yang berada di dalam video ini" Jack memperlihatkan video yang berisi Cindy sedang di siksa oleh Zein,mulai dari pipi yang lebam kebiruan, goresan di leher nya dan bibir yang sedikit sobek.Namun Bram tidak peduli sama sekali dengan keadaan Cindy.


"Aku tidak peduli,mau kau apakan dia juga akupun tidak peduli" ucap Bram seraya memalingkan wajah nya dari video itu.


"Tapi mungkin tidak dengan yang satu ini" Jack tersenyum sinis kepada bram.


"Apa maksud mu ?" tanya Bram sinis.


"Kemarilah" panggil Jack kepada seseorang.


Tak..tak..tak..


"Selamat siang Bram" sapa Yan,mata nya memandang lurus ke arah bram seolah olah seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.


"Yan? akhir nya kau datang " ucap Bram lalu bernafas lega kala melihat tangan kanan nya datang, Bram kira Yan akan menyelamatkan diri nya,namun sayang nya dugaan Bram salah,yang jelas Yan ke markas Jack hanya untuk membalaskan dendam adik nya kepada Bram.


"Ya Bram,aku akan membantu mu pergi dari sini" balas Yan lalu tersenyum penuh arti kepada Bram.


Bram melihat ke arah Jack ,ia pikir akan selamat dari cengkraman Jack dan segera keluar dari sini lalu membalaskan dendam nya kepada Jack.


"Tunggu apa lagi! sekarang lepaskan aku dan bawa aku pergi dari sini" perintah Bram kepada Yan.


"Bersabar lah,aku pasti akan membantumu pergi dari dunia ini secepat nya" ucap Yan dengan menatap tajam ke arah Bram.


"Apa maksud mu Yan,cepat bebaskan aku dari sini" Bram memberontak,namun Yan tidak menghiraukan ucapan Jack.


"Yan,kenapa diam?! bantu aku" bentak Bram.


Yan yang di bentak semakin marah kepada Bram,ia menghampiri Bram dan langsung menampar pipi Bram dengan sekuat tenaga nya secara bergantian,dari pipi kanan lalu ke pipi kiri hingga meninggalkan bekas kebiruan di pipi Bram.


"Apa yang kamu lakukan hah?".


"Kamu menghianati ku yan?" tanya Bram dengan nada meninggi,ia benar benar marah karena orang kepercayaan an nya kini telah mengkhianati diri nya.


"Ya,aku memang mengkhianati mu Bram,kamu memang pantas mendapatkan penghianatan dari ku" ucap Yan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan kepada Bram.


"Dasar pengkhianat!!,aku akan membalas mu nanti jika aku sudah bebas dari sini" bentak Bram lalu menatap tajam ke arah Yan.


"Kamu terlalu percaya diri tuan Bram" sahut Jack.


"Kamu!!" Bram menatap tajam ke arah Jack.


"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Yan,dia mengkhianati ku pasti karena kamu" timpal Bram dengan nafas memburu.


"Apa maksud kalian? Yan apa maksud mu" tanya Bram.


"Raka putar kan video nya di hadapan Bram" perintah Jack.


"Baik tuan" Raka mengambil laptop lalu melangkah mendekati Bram dan memutar video itu tepat di hadapan Bram.Mata Bram membulat sempurna ketika melihat video itu yang berisi diri nya sedang melakukan kekerasan seksual kepada seorang gadis.


"Hentikan!! Yan ini tidak seperti apa yang kamu pikir kan" ucap Bram panik.


Bugh* bugh*


Bugh*


Yan menendang perut Bram dengan sangat keras hingga membuat Bram mengeluarkan darah segar dari mulut nya.


"Tunggu!! sebelum kau membunuh nya biarkan aku memberi sedikit pelajaran kepada nya" ucap Jack.


"Silahkan,asalkan jangan sampai dia mati di tangan mu,aku ingin dia mati di tangan ku sendiri" balas Yan.


"Menjauh kalian semua" perintah Jack,lalu Raka dan Yan melangkah menjauh dari Jack.


Jack morogoh saku nya dan mengambil Ares (nama untuk pisau kesayagan Jack).Jack mendekati Bram.


"Tangan mana yang sudah kamu gunakan untuk menyentuh wanita ku,katakan!!" ucap Jack dengan menodongkn pisau kecil nya tepat di hidung Bram.


Bram hanya diam,ia kini benar benar takut kepada Jack,bukan takut untuk mati,tapi takut dengan siksaan yang akan di berikan kepada nya nanti.


"Oohh shittt,baiklah aku akan memilih sendiri bagian mana yang akan mendapat sentuhan nikmat dari pisau kecil ku ini" ucap Jack,sedangkan Bram sudah bergetar hebat karena ucapan Jack.


Jack menancapkan pisau tepat di mengeni tangan Bram,semakin di tekan dan semakin membuat Bram menjerit kesakitan,beralih pada tangan satu nya Jack menancapkan kembali pisau itu dan menekan nya lagi,dan lagi lagi itu membuat Bram menjerit kesakitan.


Jack belum puas dengan itu lalu Jack mulai memotong satu persatu jari tangan Bram.


"Aaahkk" teriak Bram.


Frans,dan Yan berdigik ngeri melihat kesadisan Jack saat menyiksa tawanan nya, sedangkan Raka hanya biasa biasa saja,hal itu sudah biasa di lihat oleh raka.


"Jack cukup!! sekarang giliran ku, jangan sampai kau membunuh nya" sahut Yan,lalu Jack berhenti melakukan aktivitas nya itu.


"Aku masih belum puas Yan" tolak Jack.


Plak*


Plak*


Jack menampar ke dua pipi Bram sangat keras bahkan lebih keras dari pada tamparan Yan sebelum nya.


Setelah puas bermain dengan Bram,Jack berdiri dan melangkah menjauh dari Bram.


"Aku sudah selesai,sekarang giliran mu" ucap Jack.


"Tentu" balas Yan lalu mendekati Bram yang meringis kesakitan kala mendapati jari nya bersekaran di lantai.


"Nyawa harus di balas dengan nyawa" Yan menatap tajam ke arah Bram.


Sretth*


"Ahhhkk".


Sreett*......Bugh*


Bram terkulai lemas setelah mendapatkan bogem mentah dari Yan,dan beberapa goresan dari pisau yang ada di tangan Yan.


Setelah Yan puas menyiksa Bram,ia langsung menusuk an pisau itu tepat di jantung Bram ber kali kali hingga Bram mengembuskan nafas terakhir nya dalam keadaan yang menggenaskan.


Kembali ke Jack.


Jack mendapat pesan dari Maya setengah jam yang lalu,namun Jack baru membuka nya sekarang karena Jack tadi sibuk menyiksa Bram,dan juga sibuk menyaksikan kematian Bram.


...Isi pesan...


..."Tuan,Nia sudah sadar" ....


Itulah pesan singkat yang Maya kirim kan kepada Jack,Jack yang mendapatkan pesan itu pun merasa senang.


"Kalian berdua,seperti biasa bereskan mayat Bram,dan jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun.Aku akan pergi" ucap Jack lalu bergegas pergi meninggalkan markas.


Di perjalanan Jack tak henti henti nya tersenyum,ia benar benar senang sekali mendapat kabar bahwa wanita nya sudah sadar,ia tak sabar untuk segera menemui Nia.


"Aneh sekali,kenapa aku sebahagia ini saat mendengar Nia sudah sadar.Ooh shit ada apa dengan diri ku" .


.


.


.


.


.


.


Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.