
Setelah melakukan perjalanan jauh,mereka langsung menuju markas.
Di perjalanan menuju markas,Nia bingung karena ini bukan jalan menuju mansion tuan nya,sepanjang jalan hanya melewati hutan dengan jalan yang berliku liku,bahkan Nia tidak ingat jalan yang telah di lewati nya.
"Tuan,kita mau kemana?" tanya Nia.
"Bagaimana jika kita nyasar tuan,aku saja tidak ingat jalan yang kita lewati tadi,bahkan kita sudah masuk jauh ke dalam hutan" ucap Nia yang merasa sedikit takut.
"Tuan tidak akan berbuat yang macam macam kan" tuding Nia.
"Hanya satu macam" ucap Jack dengan datar.
"Tuan,anda tidak akan berbuat yang tidak tidak kan kepada ku?" tanya Nia yang mulai merasa cemas.
"Buang pikiran kotor mu,aku bukan pria seperti itu" jawab Jack datar.
Nia merasa sedikit tenang setelah mendengar jawaban tuan nya,namun ia juga masih merasa was was terhadap tuan nya, bahkan yang tadi nya merasa sangat ngantuk pun sekarang sudah hilang.
Sesampai di depan markas,Nia mulai merasa tidak enak.
"Kenapa di dalam hutan ada bangunan sebesar ini? dan mereka,siapa mereka? jumlah nya sangat banyak,bahkan aku tidak bisa menghitung nya" batin Nia dengan perasaan bimbang dan sekidit was was.
Jack tahu kalau Nia sekarang sedang ketakutan.
"Jangan takut,mereka semua adalah anak buah ku" ucap Jack.
"Tuan, sebenar nya anda siapa? tidak mungkin kan jika orang biasa memiliki banyak anak buah,apalagi tempat ini berada di tengah hutan" ucap Nia lalu sedikit menjauh kan posisi nya dari Jack.
Jack mendekat ke Nia.
"Tuan,jangan macam macam" ucap Nia gugup.
"Tenang lah,aku tidak akan macam macam dengan mu" bisik Jack.
"Dan untuk jati diri ku yang sebenar nya, suatu saat nanti kau akan tahu!" bisik nya lagi.
Jack menjauhkan diri nya dari Nia.
"Sekarang turun lah,ikut aku ke dalam!" suruh Jack .
Tanpa menjawab ucapan Jack,Nia langsung turun dari mobil.
Jack menggandeng Nia saat melewati beberapa anak buah nya.
Sepanjang jalan Nia menunduk kan wajah nya.
Hingga sampailah di sebuah ruangan yang bernuansa abu tua,yaitu ruangan pribadi yang hanya bisa di masuk i orang tertentu.
"Selamat datang tuan dan nona" sapa Arion dan Raka barengan.
"Hmm" Jack hanya berdehem.
"Di mana dia?" tanya Jack.
"Di ruangan biasa tuan" jawab Arion.
"Frans dan Arion kalian tetap disini,jaga dia!" ucap Jack lalu di balas anggukan oleh Arion dan Frans.
"Raka ikut aku!" ajak Jack.
"Tuan,aku ikut" sahut Nia.
"Tidak ! jangan kemana mana, tetap di sini!" tekan Jack.
"Baiklah" balas Nia.
Setelah kepergian Jack dan Raka.
"Nona,kenapa masih berdiri,silahkan duduk" Arion mempersilahkan Nia .
"I iya tuan" balas Nia gugup,lalu ia pun duduk.
"Nona jangan memanggilku tuan,panggil saja Arion" ucap Arion.
"Hmm,baiklah".
"Apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Nia sedikit ragu ragu.
"Boleh" jawab Arion.
"Ini tempat apa?" tanya Nia.
"Kalau soal ini,lebih baik nona tanya langung ke tuan,aku tidak bisa sembarang menjawab" ucap Arion.
"Huft,yasudah".
_
Di sisi lain Jack bersama Raka sedang sibuk mengintrogasi tahanan yang berhasil di tangkap oleh Arion dan Raka.
Kali ini Jack membawa pisau kesayangan nya dan kapak ke ruang tahanan.
Jack memainkan pisau di tangan nya,lalu mendekati pria dan wanita yang sudah tidak berdaya.
"Hm,wanita pemberani" puji Jack.
"Kau! lepaskan aku" wanita itu memberontak.
"Aku akan melepaskan mu,tapi dengan satu syarat!" ucap Jack dengan tatapan tajam.
"Katakan syarat nya!" ucap wanita itu.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur,jika jawaban mu masuk akal,aku akan melepaskan mu dari ruangan ini" ucap Jack dengan menatap dalam mata wanita itu.
1 detik...
2 detik...
Wanita itu tiba tiba menganggukkan kepala nya seoalah olah dalam pengaruh hipnotis..
"Siapa nama mu?" tanya Jack.
"Merry" jawab nya.
"Untuk apa kau datang dan menyerang markas ku?" tanya Jack.
"Itu bukan kemauan ku,aku hanya di suruh" jawab Merry.
"Siapa yang menyuruh mu?" tanya Jack.
"Aku tidak tahu nama nya" jawab Merry.
"Sekarang dia di mana?" tanya Jack.
"Dia sedang pergi jauh" jawab nya.
"Lalu? apa dia seorang mafia ?" tanya Jack.
"Bukan! dia adalah gengster" jawab nya.
"Baru kali ini aku berhasil menggunakan ilmu ini " ucap Jack lalu tersenyum miring.
"Tuan,anda memang hebat!" puji Raka barengan dengan tepuk tangan nya.
"Wanita ini,kamu saja yang urus" perintah Jack kepada Raka.
"Dengan senang hati tuan" balas Raka dengan semangat,entah apa yang akan di lakukan oleh Raka kepada wanita tadi.
Jack beralih menatap seorang pria yang sedang pingsan di samping Merry.
"Bangun!" bentak Jack.
Namun pria itu tidak bergerak sama sekali.
Dua menit Jack menunggu pria itu bangun,namun ia tidak bangun juga.
Karena Jack tidak suka menunggu,ia langsung menusuk kan pisau di pipi pria tadi.
"Aaaahkkk" teriak pria itu yang baru saja sadar dari pingsan nya.
"Bangun juga" ucap Jack yang masih menusuk kan pisau nya di pipi pria tadi.
"Aahhkkk" teriak nya lagi saat Jack menekan pisau itu lebih dalam.
"Jangan berteriak! nanti seseorang mendengar teriakan mu" ucap Jack Bahkan kini pisau kecil nya sudah masuk penuh.
Jack menarik pisau nya dengan kasar.
Srettth*
"Aaah sialan! br*ng*ek kau,apa yang kau lakukan hah!" bentak nya.
Jack yang memang paling tidak suka jika ada yang membentak nya pun langsung merobek mulut pria dengan pisau di tangan nya.
Sreettth*
Krek* sretth*
Pria itu tidak bisa berteriak lagi.
Jack menarik lidah milik pria tadi lalu menusukan pisau di lidah nya,di biarkan seperti itu beberapa detik lalu menarik nya kembali.
Jack tersenyum melihat darah yang mengalir ke lantai.
"Hanya segitu saja sudah pingsan,dasar lemah!" ucap Jack.
Jack mengambil kapak hendak memotong kepala pria tadi.
"Sebenar nya aku belum puas menyiksa mu,tapi mau bagaimana lagi ,tidak akan menyenangkan jika tidak ada jeritan yang terdengar" ucap Jack dengan aura dingin.
Jack sudah mengarahkan kapak tepat di leher pria tadi.
"Tuan" teriak seorang wanita.
Jack menoleh ke belakang.
"Nia, ngapain disini?" tanya Jack dengan tenang.
"Maaf tuan,kami tidak bisa mencegah nona untuk menyusul tuan" sahut Arion.
Nia mundur beberapa langkah,badan nya bergetar saat melihat orang sedang terkapar lemas dengan darah yang mengalir deras dari mulut nya.
Jack menaruh kapak nya lalu berjalan menghampiri Nia.
"Jangan mendekat" suara Nia terdengar sangat ketakutan.
"Tenang lah!" ucap Jack yang semakin dekat dengan Nia.
"Jangan mendekat!" bentak Nia yang terus berjalan mundur.
Jack berhenti lalu memberi isyarat kepada Frans dan Arion untuk pergi dari ruangan itu.
Kini tinggalah Jack, Nia dan satu orang yang sudah di siksa oleh Jack tadi.
"Nia,jangan seperti ini" ucap Jack yang semakin dekat dengan Nia.
Nia diam dengan terus berjalan mundur beberapa langkah ke belakang.
Jack mempercepat langkah nya dan langsung memeluk Nia.
Grepp*
Nia memberontak." Lepas! biarkan aku pergi dari sini".
"Tidak ! aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku" ucap Jack dengan nada lembut.
"Tolong,biarkan aku pergi hiks,aku takut" Nia terisak dalam pelukan Jack.
"Kamu adalah seorang pembunuh".
Jack semakin mengeratkan pelukan nya."Tolong jangan takut,aku tidak akan menyakiti mu" hati Jack menghangat saat memeluk Nia,namun ia juga merasa sakit melihat Nia yang menangis.
"Tidak!! aku benci soarang pembunuh hiks".
Nia mendorong Jack hingga Jack melepas pelukan nya.
Nia berlari menjauh dari Jack.
Nia terus berlari melewati beberapa anak buah Jack yang sedang berjaga di markas.
Jack mengejar Nia namun sudah terlambat, Nia berhasil keluar dari gerbang.
"Aaahk" Jack mengusap wajah nya dengan kasar.
"Kenapa kalian biarkan dia pergi hah" bentak Jack dengan suara lantang kepada anak buah nya.
"Kalian semua! cari dia sampai ketemu!" perintah Jack.
Jack keluar dari gerbang di ikuti para anak buah nya di belakang nya.
Ia benar benar menyesal telah mengajak Nia ikut ke markas.
.
.
.
.
.
.
Hallo para readers ku 🌹 jangan lupa untuk like dan vote ya agar author lebih semangat lagi untuk melanjutkan EPISODE selanjutnya ♥️.